Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
;POV Mia; Welcome to Beijing


__ADS_3

‍‍‍‍Suara menggema yang membuat telinga ngilu orang-orang yang berada di sebuah landasan pesawat kota Beijing. Pagi itu sekitar pukul 10.10 kota Beijing, untuk sekian lama nya Mia tidak menapaki kaki di kota kelahiran nya itu.


Tak menunggu lama Mia langsung memesan taksi untuk dia tumpangi. Di perjalanan menuju tempat yang dia rasa dapat membuat hatinya yang berkecamuk itu tenang.


Mia memandangi ke arah luar jendela, menikmati suasana kota Beijing yang sedikit berubah. Gedung-gedung tinggi pencakar langit yang baru. Serta beberapa tempat yang kini berubah.


Mia membuka kaca jendela, menghirup udara pagi. Memasukan nya melalui hidung, lalu menghembuskan lewat mulut perlahan.


Aku sangat merindukan kota ini.....sudah lama sekali rasanya meninggalkan kota kelahiranku, yang banyak memberikan ku pelajaran hidup.....disini juga lah tempat aku dan Kevin bertemu, memulai semuanya.......


Mengingat kembali kenangan waktu itu membuat air mata Mia menetes. Hidup ini memang tidak bisa di tebak akan seperti apa akhir nya. Hanya satu yang di ketahui, bahwa cerita kehidupan ini akan berakhir saat kita tidak lagi bernafas. Semua kekecewaan, kebahagiaan, kesedihan, kemiskinan, kekayaan, derita, cinta, jodoh, kenangan baik, kenangan pahit, akan kita tinggalkan. Berharap kebahagiaan akan menyambut kita di kehidupan selanjutnya.


Aku tidak akan memilih menjadi istrimu Kevin....melainkan jika di kehidupan selanjutnya aku disuruh memilih, aku akan memilih menjadi seorang ibu yang melahirkan anak luar bisa sepertimu.....menjagamu dan merawatmu hingga kamu dewasa menjadi seseorang yang luar bisa dari sekarang.....


Tak berselang lama, taksi pun berhenti di depan sebuah rumah besar yang mewah. Rumah itu hampir sama lah besar nya dari rumah Kevin.


Mia langsung bergegas membayar tagihan nya dan keluar dari mobil. Supir taksi mengeluarkan koper Mia yang tersimpan di dalam bagasi. Setelah itu dia kembali pergi untuk melanjutkan kerjanya.


Mia memandangi rumah besar itu, suasana nya sangat nyaman sekali. Terlebih di dalam sana ada sebuah keluarga kecil yang tinggal dengan sangat bahagia.


Mia menjajakan satu persatu kaki nya menaiki anak tangga di depan rumah itu. Kemudian menekan sebuah bel. Tak berselang lama pintu terbuka keluar lah seorang wanita cantik berwajah sendu.


"Mia.....kamu...."


Mia langsung memeluk tubuh wanita itu dengan sangat erat.


"Aku sangat merindukan mu Rens...."


Benar sekali....


Sekarang Mia berada di Beijing tepatnya di rumah Renesmee dan Nathan. Rens nampak terkejut dengan kedatangan Mia. Karna Mia memang tidak mengabarinya sama sekali.


Rens melepaskan pelukan Mia, wanita itu pun cepat-cepat mengusap air mata yang sempat menetes dari pelupuk mata nya tadi.


"Aku juga sangat merindukan mu......ayo masuk."

__ADS_1


Rens mengajak Mia masuk dan duduk disofa yang berada di ruang santainya. "Sayang coba lihat siapa yang datang, aku senang sekali Mia mengunjungi kita disini!!" ucap Rens pada Nathan.


Nathan tengah menonton tv sembari duduk santai memakan cemilan. Hari itu Nathan sengaja ambil cuti kerja, karna Nathan, Rens dan Reghata berniat piknik bersama.


Mia merasa sedikit canggung dengan tatapan Nathan padanya. Nathan seperti sedang menyelidik diri nya. Apa dia sudah tahu masalah yang terjadi pada Kevin dan rumah tangga mereka?


Tapi sepertinya Rens belum tahu sama sekali. Mia harus menjelaskan yang sejujurnya kepada Rens, alasan mengapa sekarang dia ada di beijing. Saat ini Rens lah yang menjadi sandaran ternyaman untuk Mia. Karna itu Mia tak ingin menyembunyikan apapun darinya.


"Oh iya kamu datang bareng Kevin kan.....tapi kok dia gak ada? Apa nanti nyusul?" tanya Rens dengan polosnya tanpa berpikiran negatif.


"Hmm.....Kevin.....dia...."


"Mungkin sekarang Kevin sedang mengamuk seperti orang gila di seoul....."


Belum sempat Mia menjawab, Nathan sudah memotong perkataan nya. Dengan telaknya dia berkata apa yang ada diisi kepala nya saat itu.


Mia menunduk murung. Sedangkan Rens langsung memandang suami nya itu. Dia tidak mengerti maksud dari perkataan nya.


"Apa maksudmu sayang? Kevin di Seoul? Tapi Mia disini.....sebenarnya apa yang terjadi? Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan Mi?" Rens menatap lekat Mia, seakan meminta jawaban pasti.


Mia sudah tidak sanggup berkata-kata lagi, air mata yang sedari tadi dia tahan pun tumpah. Dia menangis sesegukan sambil menunduk.


"Bisa-bisa nya kamu pergi ke Beijing tanpa Kevin.....apa jangan-jangan kamu tidak mengatakan apapun padanya..." suara Nathan terdengar marah.


Mia langsung menengadah menatap Nathan. "Plisss....jangan kasih tau dia aku ada disini, aku hanya butuh waktu untuk sendiri....Nathan pliss" ucap nya memohon sembari menggelengkan kepala.


"Sebentar-sebentar....jadi benar kamu kesini tidak bersama Kevin? Tapi kenapa? Mi kamu berhutang penjelasan padaku....."


"Maafkan aku Rens.....hiks hiks"


"Maaf kenapa? Dan jangan menangis seperti ini aku jadi ikut sedih...."


Rens langsung memeluk Mia, memberikan nya rasa nyaman dan tenang. Dia menepuk-nepuk pelan punggung belakang Mia dengan lembut. "Kamu tenang dulu yah....."


"Vie.....tolong kamu bawa Regha main di taman belakang yah..." Rens meminta tolong pada Viera asisten pribadi Nathan, untuk membawa Reghata bermain di taman belakang. Karna tak ingin jika sang anak mendengar dan melihat Mia menangis.

__ADS_1


"Baik kak.....Regha sayang ayo ikut" dengan sigap Viera menjalankan perintah sang bos.


Sepeninggal Viera dan Reghata.....


"Kamu pasti tau dengan jelas, bagaimana Kevin jika kehilanganmu? Bisa-bisa nya kamu pergi tanpa memberitahunya, jangan seperti anak kecil....itu masalah kalian berdua seharusnya bicarakan baik-baik dan cari jalan keluar terbaik....."


"Tapi Nat....aku hanya butuh waktu sendiri.....kenapa aku harus memikirkan dia? Aku juga punya hati dan perasaan!! Aku tahu dia gak salah, tapi apa rasa sakit di hati ini bisa aku cegah....aku sudah mencoba menahan nya...hiks hiks hiks...."


"Terus kamu gak mikirin kandungan mu sendiri? Pergi sejauh ini dari Seoul ke Beijing....heh aku benar-benar gak ngerti jalan pikiran wanita" Nathan menghela nafas nya dengan kasar, sembari memalingkan wajah nya.


"Sayang apaan sih....bukan nya buat Mia tenang, malahan berkata kasar kaya gitu...." ucap Rens menatap kesal Nathan.


"Loh memang benar kan kata-kataku, apa ada yang salah...."


"Sudahlah....sana temani Regha bermain, biar aku yang bicara sama Mia disini....sana-sana" Rens mendorong-dorong tubuh Nathan, agar dia mau pergi meninggalkan mereka berdua.


"Yasudah....tapi ingat yah kita mau pergi piknik sebentar, jangan sampai gara-gara nih orang kita gak jadi pergi" gerutu Nathan sembari berlalu meninggalkan mereka berdua.


Sepeninggal Nathan.....


"Jadi apa yang terjadi? Ceritakan semuanya padaku? Terus sekarang kamu tengah hamil muda, kenapa kamu tidak mengabari ku....."


"Maaf....hiks hiks"


"Hmm....sudah lah tidak apa-apa, yang terpenting kamu dan bayimu sehat-sehat...."


"Makasih yah Rens, kamu memang sahabat terbaik ku...."


"Sama-sama....."


Mia pun mulai menceritakan semuanya kepada Rens. Dari awal pertemuan dengan Aaron, pesta dansa, kejadian Kevin dan Anna, terus pertengkaran nya dengan Kevin, kehamilan mendadak, dan yang terakhir guncangan terbesar yaitu kehamilan Anna.


.


.

__ADS_1


TBC.


Note: Jangan lupa like,koment, dan vote nya yah readers🙏🙏🌹🌹


__ADS_2