
*****
Sepeninggal semua orang.....
Kevin langsung beranjak dari ranjang lalu berjalan memunguti pakaian milik nya dan memakai nya kembali.
"Apa yang sudah ku lakukan, pasti sangat menyakitkan bagi Mia......sial Kevin kamu memang brengsek" memaki diri sendiri.
Setelah selesai memakai baju nya, Kevin pun menghampiri Anna yang tengah duduk memeluk lutut nya di atas ranjang.
Brakkk.....
Kevin mendorong tubuh Anna hingga terlentang di atas ranjang. Lalu dengan kasar nya Kevin mencengkram leher Anna. Hingga gadis itu ke susahan untuk bernafas.
Anna terus memberontak mencoba melepaskan cengkraman tangan Kevin di leher nya. "Mmmmhhh....to....tolong le..lepaskan ...ak...aku" ucap Anna terbata-bata.
Kevin semakin mengeratkan cengkraman nya, kali ini dia sudah kalap mata saking emosi nya. "Dasar jal**g....kamu sengaja kan ingin membuat rumah tangga ku hancur!! Katakan.....katakan padaku berapa sih brengsekk itu membayarmu....cihh pel**ur" bentak Kevin dengan nada keras.
Anna semakin tidak kuasa, pandangan nya mulai kabur. Bahkan nafas nya terasa sudah di ujung. Sedetik kemudian datanglah Arsen, dia terkejut melihat Kevin yang sedang mencekik Anna.
Brakk......
Arsen menarik Kevin dan mendorong nya hingga mengenai bufet kaca di kamar itu. Dia langsung menutupi tubuh Anna dan mencoba membuat nya bangun. "An...Anna....sadarlah....." Arsen begitu cemas melihat Anna sudah tidak sadarkan diri.
"Berani sekali kamu mendorongku Arsen....." teriak Kevin keras, langsung saja dia berdiri dan melayangkan tinju ke wajah Arsen.
Arsen tersungkur mengenai nakas di samping nya. Lalu dia kembali berdiri hendak melayangkan balik tinju nya pada Kevin. Namun tak sempat karna kedatangan Mia.
"Hentikan....." bentak Mia yang langsung menghampiri Anna.
"Bee....tolong dengarkan penjelasan ku, wanita ja**ng ini yang telah menjebak ku....." ucap Kevin mencoba meraih tangan Mia, tapi Mia malah menghindar.
"Anna....Anna....apa yang terjadi pada nya?" Mia menggoyang-goyangkan tubuh Anna tapi tidak ada reaksi. Dia pun bertanya kepada kedua pria itu.
__ADS_1
Arsen hanya diam menunduk, Mia pun menatap tajam Kevin. Berharap mendapat jawaban dari mulut manis suami nya itu.
"Aku mencekik nya.....mungkin aja dia sudah mati sekarang" cetus Kevin.
Mia terkejut mendengar jawaban sang suami, "Kevin kamu gila yah.....Arsen cepat siapkan mobil kita bawa Anna ke rumah sakit terdekat...." ucap Mia.
"Untuk apa kamu bawa dia ke rumah sakit, biar saja pel**ur ini mati disini..." cetus Kevin lagi, dia begitu geram terhadap Anna. Sampai-sampai dia mengharapkan nyawa Anna melayang.
Arsen pun menggendong tubuh Anna yang polos di bungkus oleh selimut. Lalu di bawa nya keluar dari kamar itu. Meninggalkan Mia dan Kevin berdua saja....
"Aku tambah kecewa sama kamu bee, bahkan saat ini kamu mencoba membunuh gadis yang sudah kamu tiduri.....aku benar-benar gak mengerti jalan pikiran mu...." ucap Mia dengan menunjuk dada Kevin.
Kevin meraih tangan Mia dan menggenggam nya erat, "Bee aku mohon padamu, percaya padaku.....aku tidak mungkin dan tidak akan pernah punya niat bermain di belakangmu, aku telah di jebak" Kevin mencoba menjelaskan kepada Mia.
Mia melepaskan genggaman Kevin. "Lepaskan tangan ku, kita bicarakan ini di rumah....dan satu hal lagi, kamu pulang sendiri untuk saat ini aku tidak mau melihat wajah mu Kevin Louis...." ucap Mia dengan ketus nya.
Perkataan yang begitu menyakitkan buat Kevin, selama ini Mia tidak pernah sekalipun marah. Kevin benar-benar frustasi."Tapi bee....pliss jangan seperti ini"
Mia tidak menghiraukan nya, dia tetap berlalu meninggalkan Kevin yang sedang gusar, bingung, marah, bahkan sangat frustasi.
Brakkk....
Menyesalkan perkataan nya yang begitu kasar terhadap sang suami. Pastinya sangat menyakiti hati Kevin. Tapi apa daya nya, perkataan itu keluar dengan sendiri nya dari mulut Mia.
Bahkan saat ini Mia masih memikirkan perasaan Kevin, di saat dirinya sudah di buat sangat kecewa. Sungguh wanita yang luar biasa, hati nya sekuat baja yang begitu susah untuk hancur.
*****
Sepeninggal Mia....
Kevin begitu marah dan geram, wajah nya merah padam. "Brengsekk kamu Aaron....berani-berani nya kamu menjebak ku seperti ini" maki nya.
Kevin langsung keluar dari kamar itu. Dengan langkah mantap dia menuju kamar Aaron. Di gedor nya kamar tersebut beberapa kali, lalu terbuka lah pintu kamar Aaron. Seketika......
Bugh....bugh....bugh
__ADS_1
Kevin langsung menyerang Aaron dengan beberapa kali tinjuan di wajah dan perut nya. Kemudian Kevin menendang Aaron hingga tersungkur kebelakang.
Kevin benar-benar marah, emosi nya sudah mencapai ujung kepala nya. Dia langsung mencengkram kerah baju Aaron.
Aaron malah tersenyum miring, sambil mengelap bercak darah di hidung dan ujung bibirnya. Sangat puas hati nya bisa membuat hubungan Kevin dan Mia renggang.
Kevin melotot dan menggeretakan gigi nya, melihat wajah Aaron yang merasa tidak berdosa. Telah membuat dirinya menjadi pria brengsek di mata sang istri.
"Aku akan merebut Mia dari pria brengsek seperti mu.....heh" ucap Aaron terkekeh.
"Brengsek, kamu kira hanya karna masalah seperti ini kamu bisa membuatku dan Mia berpisah....hahah jangan mimpi kamu...cihhh" maki Kevin yang langsung meludah ke sembarang arah.
Lalu dia melepaskan kerah baju Aaron dengan kasar nya hingga kembali tersungkur ke lantai. Kevin pun pergi begitu saja meninggalkan Aaron yang sudah babak belur itu.
Karna Arsen sedang bersama Mia mengantar Anna ke rumah sakit, Kevin pun memilih untuk memeriksa sendiri CCTV di ruang Fast Control .
"Cepat perlihatkan rekaman cctv di pesta sekitar empat jam yang lalu...." titah Kevin kepada pekerja yang ada di ruangan tersebut.
Pekerja itu pun dengan sigap memperlihatkan rekaman CCTV selama pesta berlangsung. "Berhenti....." Kevin berhasil menemukan pelayan yang memberikan dia minuman.
Benar dugaan nya pelayan itu pula yang menawarkan minuman kepada Anna. Tapi sayang nya pelayan tersebut memakai topeng, jadi wajah nya tidak bisa terlihat. Kevin menghela nafas nya dengan kasar, lalu mencengkram kepala nya.
Dia meminta salinan rekaman tersebut, lalu berlalu pergi kembali ke dalam kamar nya. Sesampainya di dalam kamar Kevin memandang sekeliling, tidak ada koper baju Mia. Seperti nya dia sudah memutuskan untuk pulang lebih dulu.
"AAAGGHHH......kenapa kamu tidak mempercayai ku bee?" Kevin menendang meja kaca yang ada di depan nya.
Lalu dia menyandarkan kepala di sofa sejenak. Bingung dengan keadaan ini, fikiran nya tidak bisa tenang. Dia takut jika Mia akan pergi meninggalkan nya.
Tanpa sadar air mata Kevin menetes membayangkan hidup nya jika Mia benar-benar pergi. "Maafkan aku bee...aku belum siap jika kamu meninggalkan ku"
Kevin melirik arloji di tangan kiri nya, jam bari menunjukan pukul empat subuh. Tapi ruangan tempat dia berada kini telah kosong tanpa adanya sang istri. Kevin benar-benar merasa sangat kesepian dan rasa bersalah yang begitu besar pada Mia.
.
.
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa like dan koment nya readers🖤🖤