
*****
Setelah kepergian Kevin ke kantor, Mia pun langsung bersiap-siap hendak pergi kepasar tradisional....
Dia masuk ke kamar memakai blazer dan tas jinjing nya. Lalu Mia berjalan keluar, menunggu diteras rumah nya...
Tak lama berselang, supir yang diperintahkan Kevin mengantar Mia pun datang. Dengan mengemudikan mobil berwarna hitam....
Mia pun langsung bergegas masuk kedalam mobil tersebut, dan duduk dengan nyaman nya dikursi belakang.....
Melihat Mia telah duduk dengan nyaman, tanpa perintah supir itu langsung menancap gas keluar dari halaman rumah....
Melaju dengan kecepatan sedang menuju pasar tradisional. Yang menjadi tujuan awal Mia.....
.
.
.
Diperjalanan Mia menyempatkan untuk mengabari Kevin , jika dia sudah dalam perjalanan. Tetapi Kevin tak menjawab panggilan nya, mungkin dia sibuk karna begitu banyak pekerjaan....
Mia tak ambil pusing, jadi dia pun mengirimkan sebuah pesan saja kepada Kevin. Yang berisi.....
"Bee, aku dalam perjalanan ke pasar!! Gak usah khawatir yah, aku tahu kamu pasti sibuk!! Jika sudah selesai, segera hubungi aku....."
*****
Sedangkan keadaan dikantor pagi itu....
Bukan hanya karyawan saja yang sibuk, tetapi Kevin sang Presdir ikut sibuk. Banyak persiapan, dan berkas-berkas yang perlu ditanda tangani nya.....
Karna akan ada rapat para pemegang saham yang akan dilaksanakan setelah jam makan siang nanti.....
Saking sibuknya Kevin sama sekali tak sempat memeriksa ponselnya. Bahkan untuk meminum segelas air saja dia tak sempat....
Terlebih Arsen yang sedari tadi, berbolak-balik seperti setrikaan. Dia keluar masuk keluar masuk ke ruangan Presdir, yang tak lain ruangan Kevin....
Yang jelas keadaan Kantor begitu sibuk, karna banyak nya pekerjaan.....
.
.
.
Pagi pun berganti siang.....
Kevin bersandar dikursi kerja nya, sambil memijit pelan kening nya. Penat karna memikirkan pekerjaan sedari tadi....
Kevin merogoh saku , mengeluarkan ponsel miliknya. Mata nya membulat melihat tiga panggilan tak terjawa, serta sebuah pesan tentunya dari Mia juga....
Kevin membaca pesan tersebut, sambil senyum-senyum sendiri. Rasa penat di kepalanya, seketika lenyap. Hatinya nya menjadi tenang dan damai....
" Kamu memang istri yang baik bee, aku gak salah telah memilih mu.... " gumam Kevin tersenyum.
Sesaat kemudian....
Tok...tok...tok
Masuklah Arsen, membawakan beberapa berkas lagi, dan meletakan nya diatas meja kerja Kevin. Kevin pun menghela nafas panjang, melihat tumpukan berkas tersebut.....
" Apa lagi ini Ars? Ini sudah waktunya makan siang, memang nya gak ada waktu istirahat buat Presdir perusahaan ini.... " Decak Kevin menatap malas Arsen.
Arsen pun terkekeh pelan....
" Kenapa kamu ketawa? Memang nya raut wajah ku, seperti sedang bercanda "
Ucap Kevin ketus.
" Tidak Bos, maafkan saya " sigap Arsen seketika, saat Kevin memicingkan mata kearah nya.
" Yasudah keluar sana, siapkan mobil aku ingin makan siang diluar "
" Baik Bos, 10 menit "
Setelah mendapat perintah dari Kevin, Arsen langsung bergegas keluar dari ruang kerja Kevin. Melaksanakan perintah Kevin, untuk menyiapkan mobil.....
Sepeninggal Arsen, Kevin menarik nafas dalam-dalam. Dia tertawa pelan, mengingat perkataan nya tadi pada Arsen. Sekilas dia kembali mengingat masa-masa dimana dia menjadi sekertaris Nathan.....
Sering kali mereka bergurau bersama, yang ujung-ujung nya menjadi serius. Karna Nathan bukan lah type pria yang gampang diajak bercanda dan berbicara......
__ADS_1
Tetapi sekarang, Nathan telah berubah. Semenjak kehadiran Renesmee, mengubah seluruh hidupnya. Apa lagi sekarang, Regatha telah berusia hampir dua tahun.
Pastinya Nathan sangat bahagia, putri kecilnya sudah bisa diajak berbicara. Bermain bersama, jalan bareng, belanja, apa segala macam......
Tetapi walaupun saat ini Kevin tersenyum, rasa sakit hati dan sedikit iri. Kini dia rasakan, siapa sih di dunia ini yang tidak menginginkan seorang Buah hati. Darah daging sendiri.....
Kevin kembali menyandarkan kepalanya dikursi kerja. Air matanya tanpa sadar menetes, dan langsung diseka nya. Kevin sadar dia tidak boleh seperti ini.
Jika Mia tahu, pasti akan sangat menyakiti hatinya. Kevin tak mau istrinya itu, terus-terusan merasa bersalah dan tak berguna.....
Tidak lama kemudian, ponsel Kevin berdering panggilan masuk dari Arsen. Kevin pun langsung mengangkat nya, ternyata Arsen telah menunggu Kevin dilobby....
Kevin beranjak dari duduk nya, dan bersiap keluar ruang kerja lalu turun kelobby menemui Arsen. Mereka makan siang bersama di restauran terdekat....
Tetapi diperjalanan, Kevin menyempatkan menghubungi Mia. Takut istrinya itu khawatir dan cemas jika dirinya tak makan siang....
*****
Pasar tradisional.....
Dari pagi hingga siang, Mia berputar-putar dipasar tersebut. Belanja ini itu untuk kebutuhan dapur nya....
Dari dulu hingga sekarang, Mia tidak pernah berubah. Kesederhanaan nya masih melekat pada diri Mia. Meskipun dia sekarang adalah istri seorang Presdir....
Tidak membuat Mia sombong, dia lebih nyaman ber belanja dipasar. Dari pada harus ke swalayan besar.....
Siang itu Mia tak sengaja bertabrakan dengan beberapa orang pria. Dengan pakaian yang brutal, seperti preman. Mia pun meminta maaf dengan tulus.....
Tetapi, bukan nya memaafkan. Para pria tadi malah menggoda Mia. Bahkan mereka tidak segan menarik paksa tangan Mia.....
Mia mengerang kesakitan dibagian pergelangan nya, dia berteriak memanggil sang supir. Tapi teriakan nya tidak terdengar oleh sang supir.
Karna letak mobil nya terparkir sangat jauh dari tempat itu. Semua orang hanya melihat saja, seperti nya mereka juga takut kepada pria-pria itu....
Pria-pria bertubuh kekar itu menarik Mia ke gang-gang kecil....
" Apa yang kalian ingin kan? lepaskan aku " Bentak Mia.
Mia terus bergelinjang, mencoba melepaskan cengkraman pria bertubuh kekar itu......
Melihat Mia yang semakin memberontak, pria-pria itu malah tertawa. Mia tersentak mendengar tawa mereka yang mengerikan baginya......
" Tolong..... "
" Siapa pun tolong aku.... "
Mia terus berteriak meminta tolong, hingga tiba-tiba....
Bughh...bughh...bughh....
Ada seseorang yang memu**l para pria tadi dengan sebuah balok. Semua pria itu pun langsung menoleh, kearah balok itu berasal....
Ternyata hanya seorang gadis, gadis itu memegang balok ditangan kanan nya. Dan memegang ponsel ditanga. kirinya.....
" Berani sekali, dasar perempuan jal**g.... " ucap salah satu pria itu, sembari memegang kepala nya yang berdarah.
Pria-pria itu pun malah berbalik arah, mendekat pada gadis itu. Gadis itu bukan nya takut, dia malah makin semangat. Senyuman licik terukir diwajah nya....
" Cihhh....Kalian kira aku bakal takut, kalau kalian memasang wajah sangar seperti itu!! Hahaha "
Gadis itu meludah tepat dihadapan pria-pria itu. Lalu dia tertawa menyeringai.....
Pria-pria itu pun saling berbisik, seketika raut wajah geram mereka. Berubah menjadi senyuman licik dan meremehkan.....
" Boleh juga.....gadis kecil kami akan melepaskan dia, jika kau mau bermain bersama kami.... hehehe " ucap salah satu pria itu lagi, seperti nya bos mereka.
Mia tersentak kaget, mendengar ucapan pria itu. Jelas dia tidak mau, gadis itu mengorbankan diri sendiri untuknya. Mia menatap gadis itu, entah kenapa dia seperti pernah melihatnya.
" Dia gadis yang dirumah makan waktu itu.....tapi penampilan nya? sangat berbeda, meskipun masih terkesan terbuka sedikit " batin Mia.
" Tidak jangan dengarkan mereka, sebaiknya kamu pergi jika tidak mereka akan melakukan sesuatu padamu....pergilah... "
Ucap Mia kepada gadis itu, gadis bernama Anna.....
" Itu terserah padamu, jika kau pergi wanita cantik ini yang akan melayani kami.... "
" Hahaha.....Cihhh jangan mimpi "
Anna tertawa geli, lalu meludahi wajah pria bertubuh kekar itu. Pria itu menghela nafas nya kasar, dia semakin geram terhadap Anna....
" Dasar pela**r, gak usah sok jual mahal!! kami tahu pekerjaan mu itu melayani orang " Teriak salah satu pria.
__ADS_1
" Hahaha....yah terus? Aku hanya akan tidur dengan bos-bos kaya tidak dengan preman kampung, yang tau nya malakin dan ganggu orang "
Anna semakin terkekeh, kata-kata pedas pun keluar dari bibir sexy nya....
" Dasar perempuan jal**g......pegangi dia "
Pria kekar itu memerintahkan anak buah nya, untuk memegangi Anna. Anna memberontak sekuatnya, sedangkan Mia hanya diam ketakutan dibelakang mereka.
" ANGKAT TANGAN KALIAN.... "
Diwaktu yang tepat petugas keamanan pun datang, menyelamatkan Anna dan Mia. Mereka semua dibawa ke kantor polisi, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.....
Sekitar tiga puluhan menit, Mia dan Anna di interogasi. Setelah itu baru boleh pulang.....
Mereka keluar dari sana bersamaan, sampai didepan kantor polisi....
" Bukan kah kita pernah bertemu sebelum nya....rumah makan china waktu itu "
Ucap Mia sebelum Anna melangkah pergi. Anna pun berbalik menatap Mia. Dia baru sadar, sedari tadi dia tidak terlalu memperhatikan wajah wanita yang ditolong nya itu.
" Oohh...iya kakak cantik, apa kabar "
Anna menyeka rambut nya kebelakang, lalu tersenyum manis. Dia membungkuk memberi salam, kepada Mia.
" Kakak cantik? " Mia mengerinyitkan dahinya.
" Heheh....habis nya kakak cantik sekali, lagian aku kan gak tau nama kakak!! yah aku panggil aja kakak cantik, maaf " jelas Anna, sedikit canggung.
" Hmm....tidak apa-apa kok, gak perlu minta maaf!! Oh iya nama ku Mia..... "
Mia tersenyum kemudian menyodorkan tangan nya......
" Aku Anna kak..... "
Anna menggapai tangan Mia, mereka pun bersalaman.
" Bukan hanya cantik dan baik, tapi dia begitu ramah.... " gumam Anna.
Dia begitu terpukau dengan sifat Mia.....
" An.... "
" An.... "
" Anna.... "
Mia melambai-lambaikan tangan nya didepan wajah Anna. Anna pun tersadar dari lamunan nya. Kemudian dia tersenyum garing.....
" Maaf, maaf kak heheh "
" Gak ppa kok.....Kamu sudah makan belum? ayo aku traktir, anggap aja sebagai tanda terima kasih dariku.... "
Mia mengajak Anna untuk makan siang bersama. Tapi raut wajah Anna berubah, dia menolak dengan sopan ajakan Mia.....
Dia ingat harus bersiap pergi kerja fikirnya.....
Mia pun mengerti maksud Anna, dia tidak merasa kecewa karna ditolak. Dia malah tersenyum, mengingat sesuatu.....
" Kalau begitu aku pergi dulu, bye kakak cantik!! Sampai bertemu lagi..... "
Anna melangkah pergi, sambai melambaikan tangan nya pada Mia.
" Hati-hati yah, kapan-kapan jika bertemu lagi aku traktir makan.... "
Ucap Mia setengah berteriak, dia berharap bisa bertemu lagi dengan Anna. Sosok Anna yang masih muda dan pekerja keras. Mengingat kan nya pada dirinya sendiri dulu.....
Tak lama kemudian datanglah mobil jemputan Mia, sang supir langsung meminta maaf sebesar-besarnya kepada Mia. Dia sudah gagal melindungi istri bos nya....
Dia siap menerima hukuman, atas kelalaian nya tersebut. Mia tidak marah sama sekali, baginya nasi sudah menjadi bubur.....
" Tidak apa-apa....lagian aku yang mau minta tolong, agar tidak memberitahukan kejadian ini pada Kevin!! aku tidak mau dia mengkhawatirkan ku.... "
Ucap Mia sopan, kemudian masuk kedalam mobil tersebut. Sang supir hanya bengong dan membungkuk hormat.
" Bos Kevin sangat beruntung memiliki istri seperti Nyonya Mia, yang sangat baik dan murah hati.....semoga kalian selalu diberi kebahagiaan " gumam Sang supir.
Kemurahan hati Mia, begitu membuat nya bersyukur. Jika tidak pasti dia akan langsung dipecat oleh Kevin. Mengingat betapa lalai nya dia menjaga Nyonya Bos nya......
.
.
__ADS_1
.