Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Kejadian gila di Gangnam


__ADS_3

"Bagaimana dengan keadaanmu? Apa kamu merasa baik-baik saja sekarang?" tanya Arsen.


Anna menatap sendu arah bunga-bunga di depan nya. Suasana hening malam hari yang hanya terdengar suara jangkrik bersaut-sautan.


"Aku baik-baik saja, tidak usah khawatir".


"Aku dengar kemarin kamu sudah kembali bekerja...".


"Hmm iya....siapa yang memberitahumu?".


"Ada lah seseorang....".


"Cihh dasar.....kamu menyuruh seseorang untuk menguntitku yah".


"Sembarangan mana ada.....hanya tidak sengaja bertemu orang itu, dia mengatakan jika kamu bekerja kemarin" Arsen mengelak.


"Kemarin aku bertemu kak Aaron...." lirih Anna sambil menyandarkan tubuh nya di sandaran bangku.


"Apa? Kamu bertemu dengan pria brengsek itu, dimana?" Arsen begitu terkejut.


"Di club....dia memesan ruangan VIP".


"Terus? Kamu dipanggil nya?".


"Enggak....tapi aku yang mendatangi nya".


"Apa? Gila kamu yah, jangan menemui nya lagi lain kali".


"Kenapa? Aku sangat geram dan marah waktu itu, jadi aku langsung melabrak nya" nada suara Anna meninggi begitu pun Arsen. Mereka berdua jadi beradu argumen.


"Dia sangat berbahaya An....aku tidak mau terjadi sesuatu padamu" Arsen memegang kedua pundak Anna dan menatap nya lekat.


Anna terdiam dan menatap balik Arsen. Kenapa pria di hadapan nya itu sangat perhatian padanya. Beberapa detik saling bersitatap, keduanya pun langsung tersadar dan memalingkan wajah masing-masing.


"Sudah malam....apa kamu mau pergi kerja?" tanya Arsen canggung, mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Hmm...aku off hari ini, mungkin aku akan pulang dan istirahat" Anna juga jadi canggung.


"Kalau begitu menginap saja di rumah ku, sudah terlalu malam tidak baik gadis malam-malam begini jalan sendirian" Arsen tersenyum penuh arti.


"Apaan sih, kaya aku anak kecil aja....jujur aja aku gak takut sama malam, tapi yang aku takutin adalah tatapan mata seperti itu" gerutu Anna sambil mengacungkan dua jari di depan mata Arsen.


"Ya elah....cuman nginap, aku gak bakal apa-apain kamu" ucap Arsen menepis tangan Anna dari hadapan nya.


"Hmm baiklah....".


"Ok....kalau begitu kita pulang" Arsen terdengar sangat bersemangat. Dia menggandeng tangan Anna sepanjang perjalanan menuju rumah nya.


Tidak ada tanda-tanda penolakan dari Anna, malah dia juga menggenggam erat tangan Arsen. Akhirnya malam itu Anna menginap di rumah Arsen. Dia tidur di atas kasur dan Arsen di sofa.


--'--


Keesokan harinya.....


Kevin telah memerintahkan Arsen untuk menjemputnya. Karna hari ini mereka akan pergi ke Gangnam menemui keluarga pria bernama Lee Seung Hyun itu.


Diperjalanan, Kevin tak henti-henti nya memikirkan masalah kejadian waktu di pulau Jeju itu. Kenapa malam itu dia sama sekali tidak mengingat apa pun. Apa dia melakukan sesuatu kepada gadis itu? Atau tidak sama sekali? Kevin mencoba mengingat dengan jelas.


"Bos....itu dia rumah kontrakan tempat istri dan anak pria itu tinggal" Arsen menunjuk sebuah rumah kecil di pinggir gang itu.


Kevin ikut melihat ke arah yang di tunjuk oleh Arsen. Entah kenapa mata Kevin tertuju pada mobil yang juga berada di seberang sana. Mobil dengan kaca hitam itu tudak menampakan pengemudi di dalam nya.


Beberapa detik kemudian, terlihat seorang wanita dengan menggendong seorang anak kecil keluar dari rumah kontrakan tersebut. Pastinya itu adalah istri dan anak dari pria bernama Lee Seung Hyun itu.


"Arsen bersiaplah.....Kamu lihat mobil di ujung sana, sepertinya ada yang tidak beres" ucap Kevin dengan menatap tajam mobil tersebut.


Arsen pun mengikuti perintah sang bos. Dengan seksama dia memerhatika mobil tersebut. Mobil itu menyala seketika. Benar saja, saat wanita itu berjalan keluar dari halaman rumah nya. Tiba-tiba saja mobil tadi melaju ke arah wanita dan anak nya itu.


Mata Arsen membulat, dengan kecepatan penuh dia menancap gas. Kemudian.......


Ssshhiiitttttt.......sshhiiitttt......Brakkkk

__ADS_1


Sebelum mobil tadi menabrak wanita itu dan anak nya. Mobil Arsen menghadangnya, hingga menyebabkan benturan yang sangat keras. Syukurlah Arsen dan Kevin tidak kenapa-kenapa hanya luka kecil di pelipis Arsen. Akibat benturan di setir kemudi. Selebihnya tidak apa-apa, begitu pun dengan Kevin. Hanya kepalanya yang terasa pening dan nyut-nyut.


Dengan langkah cepat Kevin keluar dari mobil dan memeriksa ke adaan wanita itu dan anak nya. Mereka nampak sangat ketakutan dan syok dengan kejadian barusan. "Kalian tidak apa-apa?" tanya Kevin sambil memegangi kepala nya. Wanita itu mengangguk memeluk anak nya dengan erat.


Sedangkan Arsen melabrak mobil gila tadi. Di gedor nya kaca mobil tempat pengemudi berada dengan sangat keras. "KELUAR DASAR BAJIN**N ....." maki Arsen.


Beberapa kali di gedor kembali oleh Arsen dengan cacian dan makian yang keluar dari mukutnya. Akhirnya keluarlah satu orang pria bertubuh kekar dari kursi pengemudi. Belum sempat Arsen berkata, keluarlah dua pria lagi.


"Apa? Jangan menatap ku seperti itu? Cihhh....menjijikan" Arsen terkekeh sambil meludah ke sembarang arah.


Kevin pun menghampiri Arsen dan berdiri tepat di hadapan nya. "Siapa yang menyuruh kalian?" Kevin dengan wajah datar nya.


Pria-pria itu malah tertawa saling melirik, tanpa menjawab pertanyaan Kevin. Mereka langsung menyerang keduanya dengan kepalan-kepalan tangan besar mereka.


Hingga terjadilah perkelahian sengit antara Kevin dan Arsen dengan tiga pria kekar itu. Saat sedang sibuk berkelahi mereka tidak sabar jika seseorang masih berada di dalam mobil tersebut. Dengan susah payah dia memundurkan mobilnya hingga menjauh dari mobil Arsen.


Saat di rasa cukup leluasa untuk kabur, ketiga pria itu cepat-cepat kembali masuk ke dalam mobil nya. Sempat di cegah oleh Arsen, namun pria kekar itu malam menendang perutnya hingga terjungkal kebelakang. Mereka pun berhasil melarikan diri.


Sontak Arsen langsung berdiri dan hendak masuk ke dalam mobil mengejar pria-pria tadi. Tapi di tahan oleh Kevin. "Sudah Ars....biarkan saja mereka, kamu uruslah wanita itu dan anak nya....dan telpon bantuan untuk menjemput kita di sini" titah Kevin.


"Baik bos...." menerima perintah tersebut, Arsen langsung menghampiri wanita itu dan anak nya.


Sedangkan Kevin, bersandar di mobil nya dengan memegangi kepala nya. Dia sempat berpikir jika yang dikatakan pria bernama Lee Seung hyun itu benar. Jika dirinya terlambat sedikit. Pasti wanita itu dan anak nya, tidak akan selamat. Kali ini benar-benar parah, Aaron tidak punya hati sama sekali. Bahkan orang yang tidak bersalah, hampir menjadi korban.


--'--


Disisi lain....


Pagi itu sepeninggal Kevin, Mia telah bersiap-siap hendak pergi ke sebuah pusat belanja di kota Seoul. Bosan berada dirumah, Mia memutuskan untuk jalan-jalan melihat-lihat peralatan dan perlengkapan bayi.


Tetapi saat sedang asyik mutar-mutar Mia tidak sengaja bertemu dengan seseorang. Yang tak lain adalah Aaron. Entah kenapa bisa kebetulan bertemu.


.


.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa like, koment, dan vote nya.....Happy Readings🖤🖤🙏🙏


__ADS_2