
Sebulan kemudian, tepat nya di tanggal tiga maret hari rabu. Waktu tidak terasa sudah berjalan sangat cepat, usia kehamilan Mia kini memasuki minggu ke sembilan.
Pagi harinya Kevin seperti biasa berangkat terlebih dulu ke kantor. Hari ini dia sudah membuat janji dengan dokter Lee, akan kembali membawa Mia cek kandungan.
Seyelah kepergian Kevin, Mia kembali masuk ke dalam kamar nya. Bersantai duduk dengan selonjoran di atas tempat tidur, sambil memakan cemilan dan bermain ponsel. Menjadi hobi nya kini, apa lagi di pagi hari.
Dia mengalami morning sickness yang tidak terlalu parah. Mungkin juga karna dia tidak terlalu ambil pusing masalah apapun dan membawa nya santai. Kesehatan sang bayi adalah yang paling utama. Karna itu Mia memilih untuk tidak berpikir terlalu banyak. Karna jika ibu nya mengalami stress yang mengakibatkan gangguan kecemasan, pasti dampak buruk ke bayinya.
Entah kenapa tiba-tiba saja dia teringat oleh Anna. Kemana gadis itu, kenapa sebulanan ini dia tidak pernah mendapat kabar darinya. Bahkan jika bertanya pada Kevin, jawaban nya selalu tidak tahu dan tidak mau tahu.
Mia juga merasa bersalah pada gadis itu, seharusnya begitu pun dengan Kevin. Tapi sepertinya Kevin sama sekali tidak memerdulikan nya. Bahkan jika Mia ingin bertanya dengan Arsen mengenai Anna, Kevin selalu melarang nya.
"Dimana kamu Anna....." lirih Mia sedih.
***
Keadaan di kantor.....
"Bos ini dia berkas yang di kurim oleh Mr.Aaron baru saja..." Arsen memberikan beberapa kertas kepada Kevin.
Kevin meraihnya, lalu membaca dan memeriksa nya dengan seksama. "Bagaimana kabar Anna?" tanya Kevin tiba-tiba dengan mata yang masih tertuju pada kertas-kertas itu, membuat Arsen terkejut.
Wajah Arsen terlihat gusar dan kebingungan. "Hmm....Anna.....Anna baik-baik saja bos" jawabnya gugup.
"Ini untuk ketiga kali nya dia bertanya mengenai keadaan Anna....tiga minggu berturut-turut, ada apa dengan nya? apa dia punya rasa terhadap Anna? Akkh tidak mungkin......" batin Arsen bertanya-tanya.
"Siang ini aku akan pergi mengantar Mia cek up ke dokter kandungan.....urus lah mengenai ini" Kevin melempar sebuah map kepada Arsen.
"Baik bos...." Arsen meraih map tersebut.
"Dia begitu mencintai istrinya.....tidak mungkin dia memiliki perasaan terhadap Anna!!! An....kamu tenang aja ada aku disini yang akan menemanimu" gumam Arsen sembari melangkah keluar dari ruang kerja Kevin.
***
Siang harinya....
__ADS_1
Mia bersiap-siap untuk pergi ke klinik dokter Lee. Sebentar lagi Kevin akan menjemputnya, Mia tidak ingin membuat sang suami menunggu. Karna itu dia bersiap-siap duluan.
Sekitar dua puluh menit berlalu, terdengar bunyi klakson mobil di perkarangan rumah mereka. Kevin telah tiba, Mia segera bergegas turun ke bawah menghampiri Kevin.
"Silahkan masuk tuan putri...." ucap Kevin membukakan pintu mobil Mia bak tuan putri.
Kevin tersenyum bahagia, begitu pun Mia. Nampak sangat jelas jika keduanya begitu bahagia dengan kehidupan mereka sekarang ini.
Tidak berselang lama mobil Kevin telah sampai di klinik dokter Lee. Masih dengan mesra nya Kevin menggandeng sang istri berjalan masuk ke dalam klinik tersebut.
Di dalam nya seperti biasa seorang perawat menyambut mereka dan mempersilahkan untuk menunggu terlebih dahulu di bangku yang telah disiapkan di depan ruangan dokter Lee.
"Tunggu dulu...." ucap Kevin dengan nada kesal.
Sebelum perawat itu pergi. Dengan sigap perawat itu kembali berbalik badan. "Ada yang bisa saya bantu lagi tuan?" tanya nya sopan.
"Sudahlah bee....gak apa-apa kok" ucap Mia mencegah Kevin untuk berdiri. "Sebentar bee...aku tidak suka yang namanya menunggu, kamu tau kan" Kevin pun beranjak berdiri.
"Kenapa kami di suruh menunggu? Bukan kah saya sudah membuat janji...." Kevin terlihat sangat kesal.
"Maaf tuan....pasien di dalam akan segera selesai, mohon tunggu sebentar saja" ucap perawat itu.
"Tidak bisa tuan.....mohon tunggu sebentar lagi" perawat itu nampak ketakutan dengan sikap dan tatapan mata Kevin.
Saat terjadi aksi perdebatan antara Kevin dan perawat. Tiba-tiba saja pintu ruangan dokter Lee terbuka. Cklek, pintu terbuka....
"Anna....." lirih Mia dengan mata yang membulat, saat mendapati sosok Anna keluar dari ruangan dokter Lee.
Deg...
Ada apa ini? Kenapa Anna keluar dari ruangan dokter Lee? Apa dia.....?
Mia bertanya-tanya di dalam hatinya.
Kevin yang mendengar Mia menyebut nama Anna, langsung menoleh ke arah pintu tadi. Benar sekali, dia pun sangat terkejut melihat Anna.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan disini Anna?" tanya Mia dengan mata yang berkaca-kaca.
Dada nya terasa sesak, menahan tangis dan air mata. Sedangkan Anna sendiri sudah menangis, meneteskan air mata dari sudut matanya. Dengan cepat dia menyeka nya dan langsung berlari keluar dari klinik itu.
"Bee....apa aku salah liat? Itu Anna kan?" tanya Mia dengan tatapan kosong ke arah pintu di mana Anna tadi keluar.
Kevin diam tidak menjawab, dia juga sangat syok. Kini perasaan nya tidak tenang, pikiran nya benar-benar kacau. "Apa yang dilakukan nya? disini? untuk apa?" batin Kevin.
"Enggak....aku gak salah liat, itu memang Anna!! Tapi untuk apa dia kesini bee? hiks hiks" Mia menggenggam tangan Kevin dan menatap nya penuh tanya.
Kini air matanya sudah menetes deras, suara nya juga bergetar. Dada nya sangat sesak, hingga sulit untuk bernafas. Akhirnya Mia jatuh pingsan, karna fisik nya yang dalam keadaan hamil. Guncangan seperti ini membuat nya lemah....
Dengan cepat Kevin menangkap tubuh sang istri, lalu menggendong nya. Dokter Lee dan beberapa perawat keluar dari dalam ruangan nya. Saat mendengar ada sedikit keributan di luar ruangan.
"Bee....sadar.....kamu kenapa? Jangan seperti ini honey... dokter tolong istriku" Kevin sangat panik, raut kecemasan sangat nampak di wajahnya.
"Cepat bawa ke UGD....." ucap dokter Lee.
Kevin pun segera berlari membawa Mia masuk ke dalam UGD, yang disediakan oleh klinik tersebut. Jika terjadi hal-hal emergency seperti ini.
***
Mia terbaring lemah dengan selang oksigen menempel di hidungnya. Sudah setengah jam dia masih juga belum sadar.
"Bee....sadarlah, jangan membuatku cemas seperti ini!! Aku gak mau kamu kenapa-kenapa bee"
Kevin menggenggam erat tangan Mia, lalu mencium punggung tangan itu beberapa kali. Dia begitu cemas dengan keadaan sang istri.
Air matanya menetes membasahi wajah tampan nya. "Bee...bee...." lirih Mia, sembari mengerjapkan matanya.
"Honey....syukurlah kamu sudah sadar, aku sangat takut kamu kenapa-kenapa"
Segera Kevin memeluk tubuh Mia, dan mengelus pipi nya.
.
__ADS_1
.
TBC.