
*****
Keesokan harinya.....
Kevin kembali memulai aktivitas rutin nya, pagi-pagi dia sudah berangkat ke kantor nya. Dengan di jemput oleh Arsen, sepanjang perjalanan mereka berdua menyempatkan untuk membahas masalah kemarin. Kemajuan penyelidikan dari tim khusus yang telah di bayar oleh Kevin.
Sesampainya di kantor, Kevin langsung bergegas menuju ruangan nya. Tetapi di tengah jalan dia tidak sengaja berpapasan dengan Aaron.
"Selamat pagi Mr.Kevin....." sapa Aaron tersenyum miring.
"Selamat pagi juga Mr.Aaron...." sapa Kevin balik dengan nada datar.
Tak ingin berlama-lama Kevin langsung berlalu pergi meninggalkan Aaron, disusul oleh Arsen di belakang nya. Karna jika dia sedikit lebih lama lagi disana, bisa-bisa wajah Aaron bakal kena tonjok kepalan tangan Kevin. Melihat wajah Aaron begitu membuat Kevin sangat muak.
Brak....
Kevin menggebrak meja kerjanya dengan begitu keras. "Arsen dengarkan perintahku....jangan sampe dia masuk ke dalam ruangan ku, awas saja jika itu terjadi....kamu yang akan menanggung akibatnya" titah Kevin dengan penuh penekanan dan ancaman.
Arsen pun mengangguk dan langsung bergegas keluar dari ruangan Kevin. Dia tidak ingin menjadi sasaran kemarahan sang bos tentunya. Karna dia tahu jika saat ini sang bos sedikit depresi menyangkut kejadian di Resort itu.
Sedangkan disisi lain pagi itu Anna telah bersiap dengan rapi. Menunggu Kevin pergi kerja barulah dia keluar dari dalam kamar. Dia berjalan menyusuri setiap lorong rumah besar itu.
"Anna...." sapa Mia yang tidak sengaja juga melewati lorong yang sama dengan Anna. Mia mengerinyit heran melihat Anna yang telah rapi.
"Pagi kakak cantik...." sapa Anna sembari menunduk sopan karna Mia lebih tua dari nya.
"Kamu mau kemana?" tanya Mia penasaran.
"Hmm...aku mau pulang kak, gak enak jika terus berlama-lama disini" jawab Anna dengan raut wajah canggung.
"Baiklah, aku mengerti kok ! Kamu pasti gak nyaman kan dengan sikap Kevin...maaf yah" ucap Mia tersenyum paksa.
Anna menggeleng, "Gak kok kak, bukan karna itu tapi aku punya kerjaan yang gak bisa lama-lama bolos nya...hehehe" sahut Anna sembari tertawa.
Mia menatap Anna lekat, semoga saja keyakinan Mia tentang gadis dihadapan nya itu adalah hal yang tepat. "Kalau begitu biarkan supir mengantarmu pulang...." ucap Mia.
"Enggak usah kak....aku bisa pulang sendiri" tolak Anna.
"Baiklah, terserah padamu saja.....aku akan mengantarmu sampai depan" ucap Mia sembari merangkul Anna dan berjalan menuju teras depan.
Akhirnya pagi itu Anna kembali pulang ke rumahnya. Karna dia harus tetap bekerja demi menghidupi dirinya sendiri. Sebenarnya memang benar ucapan Mia yang mengatakan dia tidak nyaman dirumah itu karna sikap Kevin. Tapi Anna tidak ingin membebani pikiran Mia, karna dia merasa tidak pantas untuk dirinya menerima perlakuan baik dari Mia. Mengingat betapa dirinya sudah menyakiti hati wanita cantik dan baik hati itu. Hati Anna merasa sakit sendiri jika memikirkan nya.
-- --
__ADS_1
Siang itu Mia memutuskan untuk mengantarkan makan siang untuk Kevin ke kantor nya. Mia berjalan menyusuri lobby kantor. Kemudian dia memasuki lift dan menuju lantai tempat ruangan kerja suaminya berada.
Mia tidak sengaja mendengar pembicaraan Kevin dan Arsen, saat dirinya berada di depan pintu ruangan kerja Kevin. Terdengar jika Arsen mengatakan kepada Kevin jika seperti nya Aaron telah menyiapkan pertemuan besar untuk membahas tentang kejadian waktu di Resort itu.
Mia sangat terkejut, dia tidak percaya dengan salah satu syarat perjanjian kontrak yang sempat di sebutkan oleh Arsen.
"Kenapa Aaron memberikan persyaratan seperti itu? Terus bagaimana dengan perusahaan Kevin? Apa dia benar-benar ingin Kevin turun dari jabatan nya dan menutup perusahaan ini? Apa benar yang di ucapkan Kevin jika kejadian waktu di Resort adalah ulah Aaron?".
Pikiran Mia di penuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat dirinya begitu penasaran. Seharusnya disaat seperti ini mereka berdua bahagia, menyambut kehamilan Mia yang telah lama di nanti. Tapi kenyataan nya tidak, kebahagiaan yang mereka rasakan tertutup dengan adanya masalah tersebut.
"Nyonya Bos.....".
Arsen terkejut bukan main saat dia keluar dari pintu ruang kerja Kevin, Mia berdiri disana. "Bagaimana ini? Apa Nyonya Bos, mendengar semua percakapan ku dengan Bos Kevin....." gumam Arsen dalam hati.
Mia tersentak kaget, lamunan nya buyar saat mendengar suara Arsen memanggil nya. Dia tersenyum getir pada Arsen.
"Eh....Apa kalian sibuk? Aku membawakan makan siang untuk Kevin" ucap Mia terbata-bata karna gugup. Dia harus pura-pura tidak mendengar percakapan antara Bos dan Asisten itu.
"Ti..tidak....tidak sibuk nyonya silahkan masuk bos Kevin pasti telah menunggu anda sedari tadi" Arsen menggaruk-garuk kepala belakang nya yang tidak gatal. Dia gugup karna takut jika istri bos nya itu mendengar semua nya.
"Baiklah, Oh iya ini untukmu.....aku sengaja membuatkan untukmu juga!? Sebagai tanda terima kasih karna telah membawa Anna kembali ke Seoul kemarin" Mia tersenyum cerah sambil memberikan totebag berisi makanan kepada Arsen.
Dengan senang hati Arsen menerima perlakuan baik dari istri bosnya itu. "Terima kasih nyonya bos....silahkan" dengan sigap Arsen membukakan pintu untuk Mia.
"Maafkan aku bee... Aku hanya ingin membawakan makan siang untukmu".
"Seharusnya itu tidak perlu bee.....aku tak mau membuat istri tercinta ku yang sedang hamil kelelahan".
Cups.....
Kevin melingkarkan tangan nya di pinggul sang istri, kemudian mengecup lembut kening nya. "Baiklah, besok-besok aku tidak akan membuatkan mu makan siang lagi" ucap Mia dengan nada ketus, sembari ia memalingkan wajah nya ke arah lain.
Kevin tersenyum, melihat wajah cemberut sang istri. Dia pun mencubit pelan pipi Mia, membuat nya meringis sakit. "Awwh.....sakit bee" bibir nya di tekuk dengan mata yang memicing. Membuat Kevin semakin merasa gemes.
Mia pun segera menyiapkan makan siang untuk sang suami. Tapi kali ini bukan dirinya yang menyuapi Kevin, tapi malah sebaliknya. Dengan senang hati Kevin menyuapi sang istri. Sambil mengobrol santai dan tertawa bersama. Makan siang mereka terasa hangat.
"Bee...." panggil Mia dengan canggung.
"Hmm...ada apa bee?" kini Kevin tengah sibuk dengan laptop nya. Sedangkan Mia duduk bersandar di sofa tepat depan meja kerja Kevin.
Mia menatap lekat ke arah sang suami. Dia bimbang sendiri, ingin bertanya atau membiarkan Kevin mengatakan nya sendiri padanya. Tapi kapan? Sudah sebulan berlalu tapi Kevin tak kunjung memberitahu nya, mengenai persyaratan kontrak dengan Aaron.
Sebenarnya Mia memang sadar diri, jika itu bukanlah hal yang harus ia ketahui. Mengingat itu adalah masalah pekerjaan. Tapi seenggaknya Kevin memberitahunya hal-hal yang penting seperti isi persyaratan yang tidak masuk akal begitu.
"Ada apa bee? Kok malah diam?" Kevin menatap balik Mia dengan penuh tanya.
__ADS_1
Mia memalingkan wajah nya kearah lain, kesal? Yah jelas lah. "Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang perjanjian tidak masuk akal kalian?" tanya Mia dengan suara pelan.
"Maksudmu apa bee?" Kevin tersentak dengan pertanyaan Mia. Sempat terbesit di benak nya jika sang istri sedang membicarakan tentang persyaratan yang di berikan oleh Aaron. Tapi Kevin menepisnya, tidak mungkin sang istri tahu.
"Persyaratan konyol dari Aaron yang kamu terima.....apa waktu itu kamu tidak berpikir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sekarang ini? Bagaimana nasib perusahaan mu bee?".
Kevin terperanjat dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan sang istri. Dari mana dia mengetahui tentang itu? Apa jangan-jangan dia sempat mendengar percakapan nya dengan Arsen?.
Kevin beranjak dari kursinya, dia langsung menghampiri Mia dan duduk tepat di sebelahnya. "Honey maafkan aku, bukan maksudku untuk tidak memberitahumu....hanya saja aku tidak ingin kamu ikut memikirkan hal tersebut, cukup aku saja yang memikirkan nya" ucap nya lembut sambil meraih kedua pundak Mia, dan mengarahkan tubuh sang istri menghadapnya.
"Lalu bagaimana sekarang ini? Apa yang akan kamu lakukan jika Aaron sampai memperkarai tentang kejadian kemarin di resort?" Mia menatap Kevin dalam-dalam.
"Kamu tenang saja bee, gak usah khawatir....aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya!? Kamu cukup diam dan tidak banyak berpikir macam-macam, karna sekarang kamu tengah mengandung" Kevinencoba untuk membuat sang istri tenang. Dia pun memeluk Mia dengan erat, sambil menepuk-nepuk punggung nya.
Mia melepaskan pelukan Kevin, lalu kembali menatap nya. "Aku akan menemuinya....." ucap Mia dengan wajah serius.
Kevin mengerinyit, raut wajah nya yang tadi lembut berubah menjadi marah. "Apa maksudmu bee? Aku tidak akan membiarkan mu menemui nya lagi" Kevin membuang muka, menatap tajam ke arah depan. Tangan nya pun mengepal sempurna.
"Kenapa bee? Aku yang akan bicara padanya, aku mohon bee? Aku yakin dia akan mendengarkan ku" ucap Mia memelas.
Kevin menoleh tajam, saat ini tatapan nya seperti murka dengan perkataan Mia. "Mendengarmu? Apa saat ini kamu sedang memberitahu padaku betapa dekatnya hubungan kalian dulu?" nada bicara Kevin berubah menjadi kasar.
"Bukan seperti itu maksudku bee....aku hanya ingin membantumu".
"Membantu kamu bilang? Kamu cukup diam tanpa melakukan apapun, biarkan aku yang mengurusnya!?".
"Tapi bee....".
"Gak ada tapi-tapian, cukup yah bee!? Jangan membuatku semakin kesal padamu....Jika ku bilang tidak yah tidak, aku gak akan membiarkan mu bertemu dengan nya sendiri tanpa aku".
Kevin beranjak dari duduk nya lalu melangkah mendekati dinding kaca, yang memperlihatkan dengan jelas pemandangan kota Seoul di siang hari dari atas sana.
Tanpa di sadari Kevin, air mata sang istri menetes. Mia pun juga ikut beranjak. "Aku hanya ingin membantumu bee, jika kamu menolak...yah tolak saja, tapi gak usah dengan kata-kata dan nada tinggi seperti itu".
Brakk.....
Mia membanting pintu dengan sangat keras, lalu dia pergi dengan hati yang sakit. Bisa-bisa nya Kevin menggunakan nada setinggi itu berbicara padanya. Dia begitu marah dan merasa tidak terima. Dengan emosi Mia yang tidak stabil akhir-akhir ini, sontak saja membuat dirinya ikut tersulut emosi.
.
.
TBC.
Di tunggu Next episode nya....karna nunggu review nya agak lama🙏🙏
__ADS_1