Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
"Kamu jahat bee..."


__ADS_3

"Apa kamu perduli pada Anna?" tanya Mia dengan telak nya. Membuat Kevin tersentak kaget, dia pun menatap Mia dengan keheranan. Apa maksud dri pertanyaan sang istri? Apa yang harus dia jawab?


Kevin diam, sedang kan Mia menatap nya dengan lekat tanpa henti. "Apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu bee? Sebenarnya apa yang ingin kamu dengar dari jawaban ku?" Kevin nampak gusar.


"Jawab saja......" sahut Mia singkat dan datar.


"Tidak....aku tidak perduli padanya, kemana pun Arsen membawanya itu bukan urusan ku....." Kevin memalingkan wajah dan berucap pelan dengan sedikit canggung.


Tangan Mia mengepal, air matanya kini kembali menetes. Ingin rasanya dia menampar wajah suami nya itu. Yang menampakan rasa ketidak perdulian nya. "Kamu jahat bee....." Mia langsung beranjak dari tempat tidur. Dia berdiri menatap Kevin yang masih duduk di atas tempat tidur. Menatap pria itu dengan penuh kekecewaan.


"Bee...kenapa kamu menangis lagi" Kevin panik dan menggeser duduk nya mendekati Mia. Dia raih nya tangan mungil sang istri. Tetapi Mia menepis nya pelan.


"Setidak nya berikan sedikit keperdulian mu terhadap gadis itu, apa kamu tidak ingat jika dia juga hamil? Aku benar-benar tidak habis pikir jika kamu orang sejahat itu bee....." Mia mengusap air matanya dengan kasar lalu pergi memasuki kamar mandi dengan langkah cepat.

__ADS_1


"Bee...." panggil Kevin lirih. Dia terkejut dengan perkataan Mia. Sungguh mukia hati istrinya itu. Di saat seperti ini bahkan dia sempat memikirkan orang lain. Ada kah wanita seperti dirinya di dunia ini? Kevin merasa tidak ada yang bisa menyamai, isi hati malaikat seperti Mia.


Mia memilih untuk membersihkan diri dan cepat-cepat keluar kamar. Menemani Rens untuk menyiapkan sarapan. Dari pada harus berlama-lama di dalam kamar bersama Kevin. Membuat emosi nya tidak terkendali.


***


Mia menghampiri Rens yang tengah berkutat di meja makan. Wanita berwajah cantik dan sendu itu, saat ini sedang menyiapkan sarapan dengan di bantu pelayan.


"Kamu mau sarapan apa? Roti lapis? Susu? Atau pasta? Atau yang lain? Ngomong aja Mi, gak usah sungkan" Rens layak nya seorang ibu kepada anak nya. Dia memperlakukan Mia dengan sangat baik.


Mia pun meraih tangan Rens dan tersenyum. "Makasih Rens, tapi aku tidak butuh apa-apa? Ini aja sudah cukup."


"Heii.....tidak mungkin kamu gak mau sarapan yang lain? Pasti ibu hamil memiliki selera lain untuk sarapan nya......."

__ADS_1


"Beneran....aku gak butuh apa-apa kok, ini aja sud......"


Belum sempat menyelesaikan perkataan nya, Nathan pun datang dengan menggendong Reghata. Dan menyanggah ucapan Mia. "Biarkan saja sayang, untuk apa kamu repot-repot melayani nya.....dia sudah punya pelayan sendiri yang akan mengabulkan permintaan nya" Natham tersenyum miring penuh arti.


"Kamu ini apaan sih sayang....." Rens menyenggol tangan Nathan menyuruh nya untuk duduk.


Mia menatap sengit Nathan, dengan perkataan Nathan Mia sadar jika Nathan lah orang nya. Yang sudah pasti memberitahukan kepada Kevin tentang keberadaan nya.


Bodohnya dia, dari awal dia memutuskan untuk menginap di rumah Rens adalah keputusan yang salah. Dari sifat yang dimiliki Nathan, pastinya dia tidak akan berdiam diri melihat saudarnya Kevin mengalami kesulitan. Dan memberitahukan tentang keberadaan Mia kepada Kevin. Karna itu Kevin berada di dalam kamar nya, entah dari kapan Kevin datang. Mia sungguh kesal terhadap Nathan, sangat jelas tergambar dari sorot mata nya yang tajam..


TBC.


Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2