
Sore harinya....
Kevin baru saja pulang dari kantor. Langkah kakinya langsung menuju ruangan dimana para bayi-bayi lucu itu berada.
Diruangan itu kini sudah ada Anna yang menggendong anak nya dan Viera yang menggendong Marvin. Kevin masuk kedalam ruangan itu dan langsung menghampiri Viera. Meraih Marvin membawanya kedalam dekapan hangat.
Melihat Kevin menggendong Marvin dengan hangat dan lembut. Membuat hati Anna tersentuh, ternyata sosok kejam dan pemarah yang biasa dia lihat. Disamping itu Kevin memiliki sikap lembut dan penyayang terhadap anak kecil.
Sudut bibir Anna tertarik sedikit, menciptakan sentmyum tips samar-samar. Anna menatap ke arah anak nya. Tiba-tiba saja, Anna terkejut. Ketika Kevin menjulurkan tangan hendak meraih sang anak.
Anna terdiam ragu-ragu ingin memberikan sang anak pada Kevin. Tanpa menunggu lama Kevin langsung meraih anak nya di tangan Anna.
Menatap nya dengan intens. Mata, hidung, mulut, dan bentuk wajah nya lebih mirip pada Kevin. Kevin tersenyum lebar. Kesedihan nya kini tertutup oleh rasa bahagia dan rasa syukur atas kehadiran dua orang malaikat di hidupnya.
Sempat terlewat sekilas sosok Mia dalam pikiran nya. Wanita itu pasti sangat bahagia jika melihat Kevin juga merasa bahagia. Terlebih jika saja dia ada disana saat ini pasti nya dia akan menjadi orang yang sangat bahagia melihat pemandangan indah itu.
"Aku akan memberikan nya nama 'Gavin Louis'.....setuju enggak nya itu terserah padamu.....dia anak ku tanggung jawabku......semua berkas-berkas kelahiran nya sudah aku urus, kamu tenang saja...." ucap Kevin serius menatap Anna. Seraya mengembalikan sang anak kepada ibunya.
Anna hanya mengangguk. Ingin menjawab namun lidahnya terasa kelu tidak bisa berkata. Lagi pula yang dikatakan oleh Kevin ada benarnya. Dari awal dia memang tidak berniat untuk memisahkan sang anak dengan ayah kandungnya. Anna juga sadar jika dirinya tidak bisa merawat dan membesarkan Gavin sendiri. Ia pun mengiyakan ucapan Kevin tanpa bantahan sekalipun.
"Baguslah....tetap lah penurut dan jangan membantah atau berpikir membawa Gavin jauh dariku, atau aku tidak akan membiarkan mu hidup apalagi memaafkan mu..." ancam Kevin dengan penuh penekanan.
Ia pun langsung berlalu keluar dari ruangan itu, meninggalkan Anna dan Viera. Viera menatap Anna dengan iba. Sadis sekali bos nya itu terhadap gadis di depan nya ini. Untung saja bukan dia yang ada di posisi Anna saat ini. Memikirkan nya saja membuat Viera ngeri, apalagi Anna yang menjalaninya. Kasihan sekali nasib gadis itu.
__ADS_1
"Nona Anna, aku tidak tahu dengan pasti masalah yang menimpa kalian berdua. Tetap bersabarlah menjalani ini semua....aku yakin kedepan nya akan semakin membaik....." ucap Viera. Mencoba untuk menguatkan Anna. Kata-kata nya sangat lah dewasa. Meskipun dia sendiri pun sebenarnya juga masih memiliki pemikiran sempit tidak dewasa. Tapi masih sok untuk menasehati orang lain. Dasar Viera...Viera😅
Anna mengangguk dan tersenyum. Merasa sedikit tenang dengan perkataan Viera barusan. Mungkin ada benarnya ucapan Viera. Dia yakin kedepan nya akan jauh lebih baik dari ini hidunya.
Tapi tiba-tiba saja terlints di benak Anna sosok Arsen. Perjuangan yang sudah dilakukan oleh Arsen semua untuknya. Tidak akan pernah dia lupakan. Pria itu yang selalu ada di saat dia membutuhkan sandaran. Membutuhkan tempat untuk mengadu dan menangis.
Anna pun memutuskan untuk menemui Arsen. Ia menitipkan Gavin kepada Viera. Anna merebahkan Gavin di box tempat tidurnya. Lalu berlalu keluar dari ruangan itu.
Tok....tok....tok
Anna mengetuk pintu dan langsung membuka nya perlahan. "Ars....." panggil Anna.
Anna melihat Arsen tengah duduk di atas ranjang dengan pandangan ke arah balkon kamar. Pria itu termenung memikirkan sesuatu hingga tidak menyadari kehadiran Anna.
"Anna....." ucap Arsen.
"Bagaimana keadaan mu?" tangan nya menyentuh luka lebam dipipi sebelah kiri Arsen. Membuat pria itu tertegun dengan sentuhan tangan nya.
"....apa masih terasa sangat sakit?" lanjutnya memperhatikan seksama luka tersebut.
Arsen tersenyum. Bahagia yang dia rasakan mendapat perhatian dari Anna secara tidak langsung. Arsen meraih tangan Anna yang menyentuh pipi nya. Lalu menggenggam tangan itu dengan begitu erat.
Arsen menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja.....kamu gak usah khawatir, fokuslah untuk merawat anakmu saja saat ini...." ucap nya tersenyum.
__ADS_1
Anna mengangguk. "Gavin....namanya Gavin Louis....Kevin baru saja mengatakan jika dia ingin memberikan nya nama itu..." ucap nya pelan sambil merunduk murung.
Ada perasaan sakit dalam hati Arsen. Dia merasa Kevin seperti nya sudah maju selangkah ingin memiliki sang anak seutuh nya. Akan kah Kevin juga ingin memiliki Anna di hidupnya? Sedangkan sekarang Nyonya bos sudah tidak ada, terlebih Marvin membutuhkan sosok seorang ibu?
Membayangkan jika hal itu terjadi membuat dada Arsen perih. Apalagi yang dia tahu jika Anna kini sudah tidak memiliki perasaan terhadapnya lagi. Mungkin saja Anna memiliki perasaan terhadap Kevin saat ini. Arsen tak kuat harus menghadapi nya bila Anna dan Kevin menikah.
"Gavin adalah nama yang cocok untuk nya....kenapa kamu malah murung seperti ini, kamu gak suka dengan nama itu?...." Arsen menyentuh dagu Anna, menegakan pandangan gadis itu.
Anna menggelengkan kepala. "Bukan aku tidak menyukainya....hanya saja a---" Arsen menutup mulut Anna dengan tangan nya sambil tersenyum.
"Jangan membantahnya.....dia lebih memgerti dari kita yang mana buruk dan terbaik untuk Gavin" ucap Arsen.
Anna membalas senyuman Arsen dan langsung memeluk tubuh hangat pria itu. Membuat Arsen terkejut. Dadanya berdebar hebat, wajah nya pun ikut memerah.
"Makasih yah kamu selalu ada buatku.....kamu memang malaikatku Arsen...." Anna semakin erat memeluk Arsen.
Dengan ragu-ragu, akhirnya Arsen membalas pelukan Anna. Mendekapnya erat sambil mengusap-usap lembut kepala gadis itu.
Pemandangan yang begitu indah.
Tanpa disadari oleh mereka berdua. Ternyata ada dua orang pria yang sedang memperhatikan keduanya dari ambang pintu.
Sudut bibir Kevin tertarik sedikit, menciptakan senyuman tipis samar-samar. Dari awal Kevin sudah tahu jika Arsen memiliki perasaan terhadap Anna. Melihat keduanya dekat dan saling menyayangi seperti sekarang ini. Membuat Kevin merasa senang.
__ADS_1
TBC.
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹