
"Hahaha......jangan sampai kita berkelahi disini, jika Rens bangun dia pasti akan mengamuk mengusirmu" Nathan menertawai Kevin.
Kevin menoleh dengan sinis nya menatap Nathan. Dia sadar jika Rens pasti sudah tahu masalah antar dia dan Mia. Pastinya sahabat dari istrinya itu pasti sangat kesal terhadapnya. Kevin mengerti akan hal itu.
"Sudahlah....sana cepat temui istrimu, dia di kamar ketiga" Nathan menunjuk arah lorong dengan dagunya. Kevin mengangguk dan langsung beranjak dari duduk nya.
"Aku pergi dulu....."
Kevin melangkah dengan langkah lebar menyusuri lorong yang di tunjuk Nathan. Dia menuju kamar ketiga tempat Mia berada. Saat telah di depan pintu kamar itu. Kevin terdiam memikirkan sesuatu.
Cklekk.....
Kevin memutar gagang pintu tersebut hingga terbuka. Dia pun melangkah masuk ke dalam kamar tersebut dengan langkah pelan. Agar tidak mengganggu tidur sang istri.
Kevin tersenyum dengan perasaan hati yang tenang. Betapa bahagia nya dia saat ini, wanita yang sangat dirindukan nya. Kini tepat berada di hadapan nya, tengah tertidur dengan lelap nya di atas tempat tidur.
__ADS_1
Entah kenapa walau tidak lebih sehari Mia tidak ada disamping nya. Kevin sudah merasakan rindu yang sangat berat. Hal itu menjelaskan jika Kevin benar-benar tidak bisa hidup tanpa Mia.
Kevin menutup pintu dengan perlahan, kemudian dia berjalan mendekati tempat tidur. Dia duduk di pinggiran tempat tidur, dengan badan yang sedikit membungkuk. Agar bisa melihat dengan jelas wajah sang istri yang sendu ketika tertidur.
Kevin mengangkat tangan kanan nya, menyentuh pucuk kepala Mia. Mengelus rambut Mia dengan begitu lembut beberapa kali. Lalu tangan nya berpindah memegang pipi dan matanya menatap lekat wajah sang istri.
Cups....
Kecupan lembut mendarat di kening Mia seiring dengan senyuman yang tergambar di wajah nya yang sendu itu. Sepertinya dia sedang bermimpi indah di dalam tidur nya yang nyenyak itu.
"Aku akan membawa mu pulang bee, dan aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi walau hanya sekejap dari hidupku......hanya maut yang bisa menghentikan ku untuk mengejar mu"
Sesaat kemudian Kevin pun telah terlelap dengan nyaman nya. Perasaan nya yang kalut dan berantakan kini telah lenyap. Berada di dekat Mia seolah mengembalikan hidupnya dan menyadarkan dirinya yang sempat menggila.
***
__ADS_1
Pagi harinya......
Mia terbangun setelah mengerjapkan matanya beberapa kali, akibat sinar matahari yang menyilaukan matanya.
Semalaman dia merasa tidur dengan sangat nyenyak nya. Memeluk guling yang dia rasa sangat nyaman. Terlebih udara dingin semalam, yang sebelum tidur dia sudah rasakan menusuk hingga ke dalam kulitnya. Walaupun memakai selimut tidak meredakan rasa dingin tersebut.
Tetapi entah kenapa keadaan seketika berubah, Mia merasakan sangat hangat. Seperti sedang berada di dalam dekapan seseorang yang sangat dia cintai.
Sedetik kemudian Mia pun menyadari sesuatu. Dia teringat jika semalam di kamar itu tidak ada guling. Jadi yang dia peluk dan dia rasakan hangat itu apa? Mia memaksakan kedua matanya untuk terbuka.
Dia tersentak kaget, benar-benar Mia terkejut. Sontak Mia langsung bangun dan duduk. "Kevin....." lirihnya saat mendapati sosok sang suami yang tidur dengan membentangkan tangan kanan nya. Menjadi bantalan tidur dirinya semalaman.
TBC.
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹
__ADS_1