Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
;POV Kevin; Bagaikan bulan kehilangan cahaya


__ADS_3

‍‍‍Pagi itu cahaya matahari masuk melalui celah-celah gorden kamar Kevin. Sepertinya hari ini sangat cerah di bandingkan hari kemarin.


Dengan spontan seperti biasanya Kevin meraba bagian tempat tidur di samping nya. Memastikan keberadaan istri yang sangat dia cintai itu. Tetapi tangan nya sama sekali tidak merasakan keberadaan sang istri.


Seketika matanya terbuka, Kevin langsung duduk menoleh kesana kemari mencari-cari Mia. Tak ada tanda-tanda, dengan cepat Kevin beranjak memeriksa ke dalam kamar mandi.


"Bee....apa kamu di dalam...."


Mia tidak ada di dalam kamar mandi. Hati Kevin sedikit gusar dan panik. Dimana kamu bee?


Tak menunggu lama Kevin langsung keluar dari dalam kamar. Mungkin saja saat ini Mia sedang berada di dapur. Seperti biasanya dia menyiapkan Kevin sarapan.


"Bee....kenapa pagi-pagi sekali kamu sudah ma-...." perkataan Kevin terhenti.


Mia juga tidak berada di dapur. Para pelayan memandangi nya dengan tatapan terkejut serta bertanya-tanya. Kevin melanjutkan langkah nya mengitari setiap sudut rumah.


Teras belakang, taman, teras depan, perkarangan depan rumah, serta ruang baca, ruang tamu dan ruang keluarga. Mia sama sekali tidak menampakan wajah nya.


Kevin semakin gusar perasaan nya berkecamuk. Kevin terduduk di bangku yang ada di taman belakang. Sambil memegangi kepala nya yang terasa pusing.


Dimana kamu bee? Apa mungkin kamu ke pasar? Tapi sepagi ini, gak mungkin? Pliss....jangan bermain petak umpet seperti ini!! Aku benar-benar takut jika kamu gak ada.


Tiba-tiba saja seseorang menyentuh pundak Kevin. Kevin terkejut dan sontak langsung berdiri, dia mengira itu adalah Mia. Tetapi sekalinya bukan, melainkan salah satu supir yang biasa mengantar Mia pergi.


Supir itu menatap Kevin dengan raut wajah ketakutan. Tentu saja dia langsung bertanya maksud dari sng supir mendatanginya.


"Ada apa?" ucap Kevin sembari mengusap peluh yang ada di kening.


"Maafkan saya bos.....saya hanya ingin memberitahu, jika saya melihat nyonya bos tadi pagi" sahut nya terbata-bata.

__ADS_1


Kevin mengerinyit, tidak mengerti dengan ucapan supir itu. "Tadi pagi kapan? Bukan kah ini pagi? Bicaralah yang jelas."


Tanpa sadar nada bicara Kevin meninggi, entah kenapa dia merasa emosional sekali. Supir itu nampak terkejut dia semakin ketakutan.


"Be...begini bos.....sebenarnya bukan pagi sekarang...ta...tapi tadi pagi jam empat subuh."


"Apa maksudmu? Jam empat subuh? Kalau begitu dimana dia sekarang?."


"em....ta-tadi subuh saya melihat nyonya bos berjalan menuruni anak tangga sambil membawa koper, saat itu saya kebetulan lewat....melihat nyinya bos yang kesusahan saya menghampirinya lalu membawakan koper tersebut turun sampai ke teras depan. Sontak saya bertanya kemana nyonya bos akan pergi, dia berkata dia ada urusan.....jadi saya menawarkan ingin mengantarnya tapi nyonya bos menolak nya....dia sudah memesan sebuah taksi dan langsung masuk kedalam taksi itu......"


Penjelasan supir itu sangat panjang. Mendengar itu hati Kevin seakan berhenti berdetak. Tenggorokan nya seakan mengering. Kevin mengusap tengkuk belakang lehernya.


"Kenapa kamu tidak memberitahu aku saat itu juga......aghhh sial" Kevin membentak supir tadi.


Supir itu hanya bisa menunduk dan mengucapkan permintaan maaf. Tanpa pikir panjang Kevin langsung berlari dengan cepat masuk ke dalam rumah, menaiki anak tangga menuju kamarnya. Kevin tidak lagi memerdulikan beberapa keramik yang sudah dia senggol hingga jatuh dan pecah.


Brak.....


Seketika itu juga matanya membulat tidak percaya. Semua pakaian Mia sudah tidak ada. Bahkan semua barang nya juga tidak ada. Hanya perhiasan saja yang tidak di bergerak dari posisi nya.


Air mata Kevin menetes, kaki, tangan, bahkan tubuh nya terasa lemas. Kevin terkulai lemas di lantai. Mengusap wajah nya dengan kasar sambil meringkuk memeluk kedua lutut nya. Kevin menangis sambil menyembunyikan wajah di lekukan lutut yang melemas.


Dadanya begitu sesak, Kevin langsung mengambil ponsel mencoba menghubungi Mia. Namun panggilan nya di alihkan. Berulang kali dia mencoba tapi tetap saja tidak bisa tersambung.


Bee....dimana kamu? Setega ini kah kamu mrninggalkan aku, kamu tahu sendiri jika aku tidak akan sanggup hidup tanpa kamu.....bee aku mohon....kembali lah, kemana aku harus mencarimu? Aku bisa gila bee kamu tinggalkan seperti ini.....bee pliss maafkan aku, aku siap menerima semua hukuman....asal tidak dengan hukuman seperti ini.......AAAAAAAAAKKKKHHHHH


Hatinya hancur berkeping-keping. Inilah hal yang paling dia takuti. Yaitu kehilangan Mia, karna dia sadar tidak akan sanggup menjalani hidup tanpa nya.


Marah, sedih, gusar, panik, cemas, khawatir, semua emosi bercampur aduk. Tanpa sadar Kevin mengamuk seperti orang gila. Menghamburkan semua barang-barang. Merusak nya, membanting, merobek, mematahkan, apa saja yang ada di dalam kamar. Dia meraih bingkai foto pernikahan nya dan Mia yang berada di atas nakas sebelah kiri tempat tidur.

__ADS_1


Dia pun tersadar jika bingkai foto satunya lagi tidak ada. Benar saja, Kevin yakin Mia membawanya. Mia juga pastinya tidak akan sanggup hidup tanpa Kevin. Tapi kenapa dia menyiksa dirinya sendiri seperti ini. Bukan hanya Kevin yang tersiksa bahkan dirinya sendiri juga akan tersiksa.


Ya tuhan.....kenapa kamu memberikan ku cobaan seperti ini...kenapa? Apa salahku? Apa dosa yang pernah aku perbuat hingga kau tega membuatistriku menderita seperti ini....


Kevin meringsut di tas tempat tidur memeluk bantal yang biasa Mia pakai. Dadanya semakin sesak, bantal itu masih beraroma khas diri Mia


Aku sangat mencintaimu bee....kembalilah aku mohon....


Kevin terus menangis menahan sakit di dada yang begitu menusuk, membelah dua hatinya. Kevin tidak bisa berpikir jernih. Otak nya seakan sudah tidak berfungsi lagi.


Keadaan nya saat ini begitu memprihatinkan, Kevin adalah orang yang baru saja kehilangan dunianya sendiri. Setengah dari nyawa dan nafas nya kini sudah hilang. Dia hampir tidak sanggup untuk berdiri di tengah cobaan gila ini.


-- --


Disisi lain.....


Tepatnya di bandara pagi itu. Mia duduk di kursi yang berada di ruang tunggu. Menunggu pesawat yang akan dia naiki siap.


Dia menoleh ke kiri dan kanan, seperti sedang mencari-cari seseorang. Seseorang yang di tinggalkan nya, tapi entah kenapa dia masih berharap seseorang itu akan mengejarnya.


Bodoh nya dia berpikir seperti itu, mengingat bagaimana cara dia pergi. Tanpa meninggalkan satu petunjuk pun. Tidak akan mungkin Kevin datang, karna saat ini dia sedang dalam keadaan yang tidak memungkin kan.


Andai saja Mia bisa tahu jika saat ini Kevin berada di dalam satu titik keterpurukan. Yang sangat dalam, dia bagaikan bulan yang kehilangan cahaya nya. Tidak bisa menerangi malam yang gelap.


Maafkan aku bee....aku butuh waktu untuk berfikir, aku masih sangat sakit dan belum bisa menerima kenyataan ini.....


.


.

__ADS_1


TBC.


Note : Besok hari selasa, Author libur seperti biasa🙏🙏 Semangat untuk kalian semua, ingatlah jangan patah semangat🙏🙏🤗🤗


__ADS_2