
Jadi dia tidak bermimpi atau mengkhayal. Pantas saja saat dia merasa memeluk guling, rasanya itu sangat familiar. Kenyamanan yang tercipta atas kehadiran Kevin di dekat nya.
Mia mengucek-ucek matanya, apakah ini mimpi? Sekarang yang ada di hadapan nya nyata. Mia memandangi wajah Kevin yang terlihat lelah itu. Mata indahnya masih menutup.
Tangan Mia melayang, telapak tangan nya menyentuh pipi Kevin dengan lembut. Mia tak tega melihat wajah sang suami yang nampak lelah dan pucat. Apa dia menangis terus menerus? Matanya juga membengkak di bagian kelopak nya.
Sedetik kemudian mata Kevin terbuka, dia melihat Mia sedang menatap nya lekat. Saat pandangan mereka bertemu, Mia nampak gugup dan langsung melepas sentuhan tangan nya di pipi Kevin. Dan dia pun langsung memalingkan wajah nya. Mia duduk di pinggiran tempat tidur dengan membelakangi Kevin. Kedua tangan nya menyatu, saling meremas jari-jemari di atas pahanya.
Kevin yang baru bangun itu pun saat melihat wajah teduh sang istri, membuat hatinya sesejuk embun pagi. Dia bisa merasakan jika Mia masih sangat mencemaskan dirinya dari sorot mata indah gadis itu.
Kevin ikut beranjak duduk di atas tempat tidur. Dia menggeser duduk nya ke dekat Mia. Tanpa aba-aba, Kevin langsung memeluk tubuh sang istri dari belakang.
"Maafkan aku bee....." lirihnya pelan sambil menyandarkan kepalanya di punggung belakang Mia. Dan juga tangan Kevin meraih kedua tangan Mia yang saling meremas jari-jemari itu.
__ADS_1
Mia hanya diam tak membalas dan tidak menolak, apa yang dilakukan sang suami. Hanya saja air mata sudah mengalir, keluar dari pelupuk matanya yang memanas. Air mata itu pun jatuh mengenai tangan mereka berdua yang saling menyatu itu.
Kevin sadar jika saat ini Mia tengah menangis, saat ia merasakan basar di tangan nya. Kevin semakin mengeratkan pelukan nya.
"Mau apa kamu kesini? Bukan kah aku sudah bilang, aku perlu waktu untuk sendiri....." suara Mia bergetar karna tangisan nya.
"Kamu kira aku akan tinggal diam, jika kamu berpergian sendiri seperti ini? Ingat bee kamu itu istriku, tanggung jawab ku......terlebih kamu tengah mengandung anak ku, tidak mungkin aku akan membiarkan mu begitu saja." dengan tegas nya Kevin berucap.
"Aku sangat mencemaskan mu, aku sangat perduli padamu bee.....aku mohon jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan ku lagi...." lanjutnya mempertegas rasa cemas dan perduli nya kepada Mia.
Kevin mengerinyit, ada apa dengan nada bicara sang istri. Kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu. Apa saat ini Mia sedang mempertanyakan tentang ketulusan cinta nya?
Kevin memegang kedua pundak Mia, lalu memutar tubuh gadis itu, hingga berhadapan dengan nya. Dia menatap lekat mata sang istri, tapi Mia malah menghindari tatapan nya. Dia memilih menatap arah bawah
__ADS_1
"Apa maksud perkataan mu bee, tentu saja aku mengkhawatirkan mu karna aku sangat mencintaimu dan juga karna anak kita......kamu yang paling tahu bee semana rasa cintaku ini padamu....."
Mia menengadah menatap lekat manik mata suaminya itu. Mencari-cari ketulusan dari manik mata indah pria yang sangat dicintai nya itu. "Kalau begitu aku mau bertanya padamu....."
"Tanyakan saja, aku pasti akan menjawab nya dengan jujur....."
"Apa kamu sudah membaca pesan singkat dari Arsen?"
Kevin mengangguk. "Sudah...."
"Kalau begitu menurutmu bagaimana?"
Kevin mengerinyit. "Katakan dengan jelas maksudmu apa bee? Jangan berbelit-belit seperti ini" Kevin sedikit kesal, dia memalingkan wajah ke arah lain.
__ADS_1
TBC.
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹