Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Tidak Bisa Melupakan...


__ADS_3

"Sepertinya anda sedang sibuk, saya permisi" ucap Aaron dengan nada kesal. Kemudian Brak...Dia membanting pintu dengan keras.


Kevin tersenyum miring, kemudian kembali menatap sang istri. Mia menggelengkan kepalanya, "Bee.....kamu itu yah, di depan orang jangan bersikap seperti itu, aku malu tau" ucap Mia.


"Hmm...biarkan bee!? Lagi suapin nya aku masih lapar....aaaa" Kevin seolah-olah tidak perduli dengan Aaron yang pergi karna kesal. Dia kembali meminta Mia untuk menyuapi nya makanan.


Setelah selesai makan siang, Arsen masuk dan memberitahukan kepada Kevin. Jika ada pertemuan penting yang harus di hadiri oleh nya.


"Bee...maafkan aku, seperti nya aku tidak bisa mengantarmu pulang" ucap Kevin dengan wajah merasa bersalah.


Mia tersenyum, "Tidak apa bee....aku bisa pulang sendiri!? Tidak perlu memanggil supir, aku akan pulang naik taksi seperti saat pergi nya tadi" sanggah Mia.


Sungguh Mia adalah perempuan yang sabar, dan sangat pengertian. Dia juga kuat dan tidak egois. Itulah yang sangat membuat Kevin tidak bisa berpaling dari nya.


Cups....


Kevin mengecup kening Mia, dan memeluk nya dengan erat. "Kabari aku jika sudah sampai rumah" ucap Kevin sebelum pergi meninggalkan Mia diruang kantor nya sendiri.


"Hmm....gak terasa sudah jam segini, mending aku pulang" gumam Mia, sembari melirik arloji di tangan kiri nya.


Tak menunggu lama Mia pun bergegas turun ke lobby, untuk menunggu taksi yang dia pesan. Saat sedang menunggu, Mia tak sengaja bertemu dengan Aaron yang baru kembali dari makan siang bersama sekertarisnya.


Langkah Aaron terhenti, sunggingan senyuman tercipta dari sudut bibir tipis nya. Aaron langsung menghampiri wanita cantik pujaan nya itu.


Mia sadar jika Aaron sedang melangkah mendekati nya. Dia jadi gugup dan jantungnya berdebar kencang. Mia menoleh ke kiri dan kanan, takut jika ada Kevin. Pasti dia akan sangat marah jika mendapati sang istri di temui oleh Aaron.


"Hai...." sapa Aaron tersenyum.


"Hai juga....." Mia tersenyum getir.


"Bolehkah aku menawarkan kopi atau teh untuk mu? Sambil mengobrol, mengingat sudah sangat lama kita tidak bertemu" ucap Aaron panjang lebar, sekedar basa-basi untuk mengajak Mia.


Mia terdiam memikirkan sesuatu, "Hmm gimana yah....ak...aku" ucap nya gugup.


"Ayolah, aku bukan orang jahat....bukan kah kita sudah mengenal lama? Bahkan sebelum kamu bertemu suami mu, pasti kamu tau aku" Aaron mencoba meyakinkan Mia.


Mia menarik nafas nya dalam-dalam, "Baiklah....tapi aku gak bisa lama" akhirnya Mia mengiyakan ajakan Aaron, lagi pula hanya sekedar minum teh bersama dengan teman lama.


Aaron memberi kode kepada sekertarisnya, untuk menyiapkan mobil. Dengan sigap sang sekertaris menuntun kedua nya ke arah mobil.

__ADS_1


Aaron membawa Mia ke kafe terdekat. Mereka berdua duduk saling berhadapan. Mata Aaron tidak bisa lepas menatap Mia, membuat wanita cantik itu merasa tidak nyaman. Mia memalingkan wajah nya menghadap ke lain, mencoba membuang rasa gugup dan canggung yang dia rasa.


Sesaat kemudian pelayan datang membawakan pesanan mereka. Mia mengerinyit heran, sejak kapan dia memesan minuman. Dari mana pelayan itu tau yang ingin dia pesan.


Mia menggeleng, "Aku belum memesan apapun...."ucap nya menatap pelayan itu.


Aaron pun tersenyum, "Aku yang memesan nya, bukan kah ini minuman yang kamu suka!! Aku masih mengingat nya dengan jelas" ucap Aaron dengan percaya diri.


Mia terdiam dan tertegun mendengar ucapan Aaron, dia masih enggan untuk menatap langsung wajah lelaki yang ada dihadapan nya itu. Mia merasa jantungnya semakin berdetak dengan cepat, sebenarnya dia begitu risih dengan sikap Aaron padanya.


Mia menghela nafas dengan pelan, "Maaf, tapi aku sudah tidak minum coffee tidak baik untuk kesehatan ku....jadi aku pesan jus alpukat saja" Mia menolak mentah-mentah minuman yang telah di pesan kan oleh Aaron.


Seketika itu juga Aaron merasa seperti disambar petir di siang bolong. Hati nya begitu sakit, dan perasaan nya hancur berkeping-keping. "Ternyata kamu memang sudah berubah Mi...." batin Aaron.


"Maafkan aku, jika sudah lancang....aku tidak bermaksud...." ucap Aaron lirih, tapi terhenti.


"Tidak apa-apa, lagian semua orang pasti berubah!? Tidak selama nya akan menyukai hal yang sama...." ucap Mia tersenyum.


"Tapi aku masih sama Mi, hatiku masih tak bisa berpaling dari kamu.....kepolosan dan kesederhanaan mu aku tidak bisa melupakan nya" batin Aaron pedih.


Aaron membalas senyuman Mia dengan getir, entah kenapa dia merasa seperti sedang berhadapan dengan orang lain bukan Mia. Mia yang di kenal nya dulu tidak seperti ini. Waktu telah membuat nya berubah....


"Jadi sudah berapa lama kalian menikah? " tanya Aaron.


"Sudah dua tahun lebih...." jawab Mia sambil meminum jus nya.


"Benarkah? Berarti gosip dari teman-teman memang benar....jika kamu sudah menikah dan menetap di luar negri" ucap Aaron.


Mia hanya mengangguk.


"Jika kalian sudah menikah selama itu, tapi kenapa aku tidak melihat anak kecil di rumah besar kemaren" tanya Aaron blak-blakan, karna dia juga sangat penasaran akan hal itu.


Mia terdiam dan seketika raut wajah nya berubah sedih. Menyadari hal itu, Aaron jadi merasa bersalah. Apakah yang dia tanyakan salah? Kenapa wajah Mia sampai berubah seketika? Aaron bertanya-tanya.


"Maafkan aku sudah lancang bertanya seperti itu padamu, aku tidak bermaksud untuk membuat mu sedih...." ucap Aaron mencoba untuk mengembalikan senyuman Mia.


Mia pun menatap Aaron lalu tersenyum meskipun sangat jelas itu senyum paksa. "Tidak apa-apa, ini bukan salah mu....aku nya saja yang terlalu emosional" Mia mengusap setetes air mata yang berhasil keluar dari sudut mata nya.


Aaron tertegun, ada apakah gerangan dengan wanita pujaan nya itu. Sampai-sampai dia meneteskan air mata nya. Mia yang dulu dia kenal selalu riang dan tidak pernah menampakan kesedihan diwajah nya. Tapi sekarang ini jelas tergambar kesedihan diraut wajah cantik itu.

__ADS_1


"Tidak ada anak laki-laki atau perempuan yang ada dirumah besar itu, melainkan hanya ada aku, Kevin, dan para pelayan saja" ucap nya lirih sambil terus memaksakan senyuman.


Matanya berkaca-kaca dengan suara yang berat, Aaron diam mendengar dengan seksama kata demi kata yang keluar dari mulut Mia.


"Aku tidak bisa memiliki anak, aku bukanlah wanita yang sempurna.....hiks hiks" ucap Mia bergetar, sampai akhirnya dia tak bisa menahan air mata nya.


Seketika itu juga Aaron terkejut bukan main, mendapati kebenaran yang menyakitkan untuk wanita pujaan nya itu. "Jangan berkata seperti itu, kamu adalah wanita sempurna...." ucap Aaron dengan raut wajah sedih nya. Dia pun merogoh sapu tangan di saku nya, lalu memberikan nya pada Mia.


"Aku memang bukan istri yang baik, aku tidak bisa memberikan Kevin keturunan.....hiks hiks" kembali Mia berkata dalam tangis nya.


Melihat Mia seperti itu membuat hati Aaron ikut merasa sakit. Pedih sekali hati nya seperti tersayat-sayat. Dia tidak bisa berbuat apa-apa....


Tetapi di balik kesedihan nya, sebenarnya Aaron merasa sedikit senang. Dia merasa ada secerca cahaya untuk harapan nya memiliki Mia lagi. Bisa saja dia merebut Mia dari Kevin, karna mereka berdua belum terikat lebih dalam dengan kehadiran buah hati.


Sesaat kemudian Mia sudah mulai tenang, dia mengusap air mata nya dengan sapu tangan milik Aaron. Dia merasa sangat malu, karna telah menangis di depan orang lain selain suami nya.


"Maaf.....akan aku kembalikan jika sudah ku cuci" ucap Mia tersenyum pada Aaron. Dia pun beranjak dari duduk nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Aaron yang ikut berdiri.


"Aku harus pulang, sudah hampir sore sebentar lagi Kevin pulang....." jawab Mia.


"Aku akan mengantarmu......" ucap Aaron.


Mia menggeleng, "Tidak usah, aku sudah memesan taksi....terima kasih untuk traktiran nya hari ini...bye" ucap Mia, sembari berlalu keluar dari kafe itu.


Aaron menatap sendu kepergian wanita pujaan nya itu yang menghilang dari balik pintu masuk. Aaron pun kembali duduk di kursi nya, kemudian dia merogoh ponsel disaku nya. Dan langsung menghubungi seseorang.


"Kita bertemu nanti malam di rumah utama, ada yang ingin ku beri tahu" ucap Aaron di panggilan tersebut.


"Mia...aku akan merebut mu dari Kevin, dan membuatmu merasa bahagia bersamaku....." gumam Aaron.


.


.


TBC


Jangan lupa Like, Koment, dan Vote nya biar Author makin semangat๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2