
Keesokan harinya.....
Kevin bangun dari tidur nya, dia beranjak dengan perlahan turun dari sisi tempat tidur nya. Sebelum itu dia sudah mengecup kening sang istri terlebih dahulu.
"Istirahatlah bee....aku tau kamu pasti sangat lelah akibat penerbangan tadi malam...." Kevin mengelus kepala Mia, wajah nya sendu ketika tertidur.
Kevin pun segera berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Bersiap-siap akan pergi bekerja. Selesai bersiap Kevin kembali ke dalam kamar. Senyuman cerah pagi hari nya tercipta. Saat mendapati sang istri yang telah terbangun dari tidur nya.
Kevin berjalan menghampirinya. "Aku berangkat kerja dulu yah.....kamu jangan lupa mandi terus sarapan yang banyak yah bee....Cups..." Kevin merangkul Mia dan mengecup kening nya.
Mia mengangguk sambil tersenyum. "Hati-hati bee...."
"Bye...." Kevin melangkah ke arah pintu dengan di iringi tatapan mata Mia yang terus tertuju padanya. Sampai dia menghilang dari pintu.
__ADS_1
Kevin melangkah menuruni satu persatu anak tangga, sambil memakai jas kerja nya. Di bawah sana sudah ada Jungmo, yang berdiri sigap menunggu Kevin. Pakaian nya seperti biasa selalu rapi, kemeja dengan rompi dan di balut jas. Serta rambut yang tersisir rapi dan tidak lupa kaca mata nya. Sangat tidak modis di mata setiap wanita yang memandang nya.
"Ini bos kopi nya...." Jungmo menyodorkan cup kopi yang di belinya saat di perjalanan tadi. Kevin meraih cup kopi tersebut, lalu menyeruput nya sambil berjalan ke arah pintu luar. Di ikuti oleh Jungmo di belakang nya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kantor. Kevin menyibukan diri dengan membaca beberapa berkas yang dikirim oleh sekertaris Aaron kemarin. Baru di baca nya karna kemarin dia tidak sempat memeriksa berkas tersebut.
Kepala nya naik turun mengangguk saat membaca kertas-kertas itu. "Apa orang yang akan menggantikan Aaron sudah ada?" tanya Kevin pada Jungmo. Dia menoleh ke arah asisten pribadinya itu.
"Belum bos.....Sekertaris Mr.Aaron berkata jika yang akan menggantikan Mr.Aaron adalah seorang wanita." jawab Jungmo tanpa menoleh dan masih fokus pada jalanan.
Jungmo merasa ada yang tidak beres. Kenapa sang bos tidak memberikan tanggapan, dia bisa merasakan jika saat ini Kevin malah sedang menatap nya. Apa ada yang salah terhadap nya?
"Ada apa bos?" tanya nya setengah gugup menoleh sekejap lalu kembali menatap lurus ke depan.
__ADS_1
"Diam.....ada apa di kaca matamu itu" Kevin mencengkram dagu Jungmo agar kepala pria itu tidak bergerak. Membuat Jungmo semakin gugup, jantungnya berdegup sangt kencang.
"Ini kamera? Untuk apa? Apa kamu sedang memata-matai aku?" beberapa pertanyaan sekaligus di lemparkan Kevin pada Jungmo. Membuat pria itu terkejut bukan main. Apa yang harus dia jawab?
"I-iya bos itu kamera....tapi saya bukan sedang memata-matai anda....." jawab Jungmo gugup, tangan dan kening nya berkeringat dingin.
"Terus apa? Kamu jangan main-main padaku......kamu tau sendiri kan bagaimana akhir kisah dari orang-orang yang telah mengkhianati ku....." Kevin kembali duduk seperti semula menatap luris ke depan. Raut wajah nya nampak dingin, perkataan nya juga berhasil membuat nyawa Jungmo seakan sedang di ujung tanduk.
"I-iya saya tahu bos....." jawab Jungmo masih dengan kegugupan, tangan nya bergetar mengusap peluh di kening nya.
"Kalau begitu jelaskan padaku?" ucap Kevin masih datar dan dingin. Tapi dia tak lagi menatap lurus ke depan, malah dia sedang menyandarkan kepala sambil menutup matanya.
TBC.
__ADS_1
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹