
"Kevin...." lirih Maria.
Dengan keadaan yang begitu miris dan berantakan. Kevin menampakan dirinya setelah tiga hari lamanya mengurung diri.
Sejak terakhir kalinya di hari pemakaman, Kevin tidak mengganti bajunya sama sekali sampai sekarang. Wajah nya lusuh dan rambutnya yang kering kusut tidak karuan.
Matanya sayu menatap ke arah bayi yang ada di gendongan Rens. Bayi lucu yang mungil itu terus menangis.
"Berikan padaku....." ucap nya datar sambil mengulurkan tangan nya.
Rens melotot ingin marah, namun ditahan oleh Nathan yang menggeleng. Dia pun menatap ke arah Maria seolah ragu untuk membiarkan Kevin menggendong bayi tersebut.
Maria mengangguk dengan penuh harapan di matanya. Rens pun menarik nafas dalam-dalam lalu menyerahkan sang bayi pada ayah nya sendiri.
__ADS_1
Kevin meraih sang bayi dengan perlahan dan sangat hati-hati. Membawanya ke dalam dekapan hangat seorang ayah. Hal menakjubkan, seketika bayi itu langsung berhenti menangis.
Semua nya terkejut sekaligus merasa lega. Ternyata yang dia hanya inginkan adalah, berada dalam dekapan seorang ayah. Mungkin ikatan batin dari orang tua dan anak begitu besar. Sang anak bisa merasakan kesedihan yang dirasakan oleh orang tuanya.
Kevin pun membawa anak nya itu masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Nathan dan Rens. Sedangkan Maria dan Louis pergi menuju lantai bawah, menghampiri Tara dan juga Sheila yang baru saja datang.
Kevin berjalan ke arah tempat tidur. Tatapan nya tidak berpaling sedikit pun dari wajah imut dan lucu dari sang anak. Tanpa sadar sudut bibir nya tertarik mengembangkan sebuah senyuman.
"Maafkan ayah ya sayang......ayah sudah mengabaikan mu selama tiga hari ini, ayah sangat menyayangimu...." ucap Kevin mengecup kening sang anak dengan lembut.
"Bawa aku pergi sayang, aku tidak kuat untuk melihat hal seperti ini.....hati ku masih begitu sakit, seakan sosok Mia masih bersama kita di dalam dirinya...." ucap Rens dengan suara serak dan bergetar.
Nathan pun mengangguk dan langsung menuntun sang istri keluar dari kamar Kevin. Meninggalkan ayah dan anak itu berdua saja.
__ADS_1
Sepeninggal semuanya, Kevin terus menggendong sang anak dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku Mi....mungkin aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu, tapi aku janji akan menjadi ayah yang baik untuk nya....." tatapan Kevin beralih memandang bingkai foto wajah Mia yang tergantung di dinding.
"Lihatlah matanya begitu indah sepertimu, dia juga memiliki bibir seperti dirimu.....aku tidak akan pernah melupakan mu bee, seperti keinginan mu aku akan memberinya nama yang sudah kamu siapkan untuknya....."
"Meskipun sangat susah untuk melanjutkan hidup ini tanpa mu bee, tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja......anak kita masih sangat membutuhkan diriku, apalah arti hidupnya jika aku juga pergi meninggalkan nya.....hiks hiks...." air mata Kevin kembali menetes.
Tak kuasa hati nya kembali teringat wajah sang istri, senyum nya, tingkah nya, bahkan tatapan matanya yang begitu tulus. Kevin benar-benar merasa sangat kehilangan. Tapi demi sang anak dia harus kuat. Mia pasti akan sedih jika Kevin terus berlarut-larut dalam kesedihan.
Menangis? Untuk apa menangis hingga air mata bening berubah menjadi darah? Itu tidak akan mempengaruhi kebenaran, tidak akan pernah mengembalikan Mia. Karna Mia sudah tenang dan bahagia di sisi yang maha kuasa.
Tinggal Kevin saja yang kini harus melanjutkan hidup. Karna ada seorang anak yang begitu mulia di titipkan oleh nya. Kevin tidak boleh menyerah anak itu masih membutuhkan sosok seorang ayah. Meskipun tidak memiliki seorang ibu. Paling tidak memiliki seorang ayah yang hebat seperti Kevin.
__ADS_1
TBC.
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹