Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Lebih Baik Jujur...


__ADS_3

‍‍‍‍‍‍‍‍


*****


Mia bergegas pulang menggunakan taksi yang sudah di pesan nya. Mia tak ingin berlama-lama, dia takut jika Kevin pulang lebih dulu sebelum dirinya. Mengingat hari sudah mulai sore.


Sampailah Mia di rumah tepat pukul empat sore, sejam lebih dulu dari waktu pulang kantor Kevin jam lima. Mia pun bergegas masuk ke dalam rumah, langsung menuju kamar nya. Cepat-cepat Mia mandi dan mengganti pakaian nya.


Dibawah sana di lantai bawah, Kevin melangkah masuk ke dalam rumah. Karna merasa tidak enak kepada Mia karna tadi siang tidak bisa mengantar pulang. Kevin pun memutuskan untuk pulang cepat, dan ingin mengajak Mia jalan-jalan.


Tidak mendapati istrinya di lantai bawah, Kevin langsung bergegas menuju kamar nya. Saat baru membuka pintu kamar. Kevin menghirup aroma jeruk yang begitu segar dari dalam kamar mandi. Kevin tersenyum miring, pikiran nya mulai menerawang ke dalam kamar mandi. Membayangkan apa yang dilakukan istri nya itu di dalam sana....


Cklek......


Mia melangkah keluar dari dalam kamar mandi, dengan handuk yang melilit menutupi bagian dada sampai paha nya.


Kini Kevin sedang duduk di sofa yang letak nya tidak jauh dari tempat tidur. Melihat istri nya dalam keadaan seperti itu. Kevin menelan saliva nya sendiri.


Kevin pun beranjak dan menghampiri Mia, di peluk nya Mia dari belakang, saat dirinya sedang mencari pakaian di dalam lemari.


"Bee...Aku mau...." bisik Kevin sensual di telinga kiri Mia, membuat merinding seluruh tubuh nya. Mia membalikan tubuh nya menghadap Kevin.


Kevin semakin mengeratkan dekapan nya. Tak menunggu lama Kevin langsung menyambar bibir ranum istri nya yang berwarna Peach Itu. Mengecup nya, mel**atnya dengan lembut.


Kevin pun menggendong Mia menuju tempat tidur, lalu merebahkan tubuh istri nya perlahan. Tatapan mata Kevin sudah tidak bisa di tebak. Dia seperti harimau yang sedang kelaparan. Akhir nya terjadilah pertempuran panassepasang suami istri itu di sore hari.


Hari yang panas di tambah dengan aktivitas mereka, berhasil membuat seisi ruangan menjadi hangat. Untung saja kamar Kevin kedap suara, jika tidak pastinya semua pelayan bisa mendengar suara mereka dengan jelas. Suara-suara desahan nikmat dari kedua insan itu.


Satu jam sudah berlalu....


Setelah aktivitas panas mereka yang membuat seluruh tubuh kedua nya basah akibat keringat. Mia yang sudah mandi merasa lengket kembali. Akhirnya kedua nya memutuskan untuk mandi lagi bersama.


Kini Kevin tengah menunggu Mia di dalam mobil nya. Sambil menunggu Kevin menghubungi Arsen. Menanyakan bagaimana tentang persiapan mereka. Di sebrang panggilan, Arsen menjawab nya dengan sigap. Semua persiapan aman dan terkendali, jawab Arsen.

__ADS_1


Mia pun masuk ke dalam mobil saat Kevin sedang menelpon, Kevin langsung mematikan dan memasukan kembali ponsel ke dalam saku. Melihat hal itu Mia mengerinyit heran, penasaran dengan siapa Kevin bertelponan. Kenapa langsung dimatikan, saat dirinya tiba?


Mia bertanya-tanya di dalam hati. Tapi langsung cepat-cepat dia mengedarkan pemikiran tersebut. Dia tidak boleh berburuk sangka terhadap suami nya itu. Karna bagi Mia dan Kevin, Kepercayaan adalah kunci utama dalam sebuah hubungan yang langgeng. Jika tidak ada rasa percaya yang kuat di antara mereka. Pasti hubungan tidak akan berjalan lama, atau bisa saja timbul cekcok setiap saat yang membuat hubungan semakin renggang.


Tak menunggu lama Kevin langsung menancap gas, melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Ke tempat yang sudah di rencanakan nya.


"Kita mau kemana bee?" tanya Mia tersenyum, mencoba menghilangkan pemikiran buruk terhadap Kevin.


Kevin menoleh dan langsung meraih tangan kanan Mia, sembari terus fokus mengemudi. "Ikut saja bee, bukan kah sudah lama sekali kita tidak jalan-jalan seperti ini?" ucap Kevin, lalu mengecup punggung tangan Mia.


Mia mengangguk tersenyum sangat manis kepada suami nya itu. Di pandangi nya wajah Kevin dengan begitu lekat. Mia kembali teringat saat pertama kali mereka bertemu, di hari pernikahan Rens dan Nathan.


Saat itu Mia tidak sengaja menyentuh tangan nya, dia tidak menyangka Kevin menanggapi nya dengan begitu serius. Mia di buat hampir jantungan, Kevin yang tidak suka di sentuh orang lain itu. Memberikan ancaman ingin membunuh dirinya, jika melakukan hal itu sekali lagi.


Tapi kini sekarang berbeda, Kevin adalah orang yang begitu lembut dan penyayang terhadap Mia. Bahkan sekarang Kevin lah yang sering menggenggam tangan Mia. Sungguh kenangan tentang pertemuan dan awal dari kisah mereka, benar-benar tidak bisa di lupakan begitu saja.....


Sampailah mereka di sebuah pantai yang sangat indah. Dengan hamparan pasir putih dan deburan ombak, serta cahaya jingga di langit yang menandakan matahari akan segera terbenam di ufuk barat. Menambah keindahan pantai tersebut.....


Kevin menggandeng tangan Mia menuju hamparan pasir putih di pinggiran pantai. Dengan sigap Kevin merentangkan blazer yang ia kenakan, menjadikan nya sebagai alas duduk Mia.


"Bee...." panggil Mia pelan. Dibalas hanya dengan deheman oleh Kevin, "Hmm".


"Ada yang ingin ku beri tahu padamu...." ucap Mia ragu-ragu.


"Apaan bee? Ngomong aja honey..." sahut Kevin yang  kini sedang memeluk Mia dengan erat.


"Hmm....tapi kamu nanti marah sama aku" Mia semakin ragu-ragu, dia takut jika Kevin akan marah mendengar pengakuan nya.


Kevin mengerinyit dia menjadi penasaran apa yang hendak di katakan istri nya itu. "Ada apa bee? Jika kamu tidak mengatakan nya, itu malah membuatku semakin marah" ucap Kevindengan nada bicara yang datar.


Mia terdiam sejenak, mendengar perkataan Kevin membuat nya takut. "Sebenarnya tadi siang aku bertemu dengan Mr.Aaron di lobby kantor saat mau pulang....."


"Terus kenapa?" tanya Kevin santai.

__ADS_1


"Hmm....terus dia ngajak minum teh dan mengobrol sebentar" jelas Mia kembali dengan sangat gugup. Tangan dan kening nya basah karna keringat dingin.


Seketika mata Kevin membulat, dia terkejut jika Aaron benar-benar sudah kelewatan. Dia berani mengajak istri nya tanpa meminta izin dirinya. Kevin juga sadar dari nada bicara Mia ada sesuatu yang pasti nya akan sangat membuat nya marah.


"Apa? Aaron? Jangan bilang kalau kamu mengiyakan ajakan nya bee?" Kevin membalikan tubuh Mia menghadap ke arah nya. Tatapan nya sangat tajam menatap lekat kedua mata Mia.


Melihat wajah Kevin yang geram, membuat Mia susah untuk menelan salivanya sendiri. Bibir nya bergetar karna gugup dan ketakutan.


Mia pun mengangguk, "Maafkan aku bee...." lirih nya.


Seketika itu juga Kevin langsung berdiri, "Kenapa kamu gak kasih tau aku? Sebenarnya ada hubungan apa sih kalian? Aku benar-benar gak ngerti jalan pikiran mu, bagaimana jika dia berbuat jahat padamu?"


Mia ikut berdiri dan berusaha memegang tangan Kevin. Tapi Kevin malah menghempaskan tangan Mia. Dia benar-benar marah.


Kevin mengusap wajah nya dengan kasar, dia lebih memilih menatap laut biru. "Maafkan aku bee, aku dan Aaron gak ada hubungan apa-apa!!! Aku dan dia hanya sekedar teman lama saat kuliah dulu....bahkan Rens dan Tara juga mengenal nya, percaya padaku bee, aku gak bohong"


"Jadi dia teman mu waktu kuliah?" Kevin terdiam sejenak, memikirkan sesuatu.


"Maafkan aku bee, aku gak bermaksud apa-apa!! Aku janji gak akan ngulangin lagi, aku janji bee...hiks hiks" Mia tak bisa menahan air mata nya lagi, dia takut akan kemarahan Kevin.


Melihat istri nya itu menangis membuat hati Kevin luluh dan tidak tega. Dia pun memeluk Mia, kemudian mengecup pucuk kepalanya.


"Maafkan aku bee...." Mia membalas pelukan Kevin dengan begitu erat. "Jangan marah padaku, aku gak mau kita marahan bee, aku janji gak akan ngulangin" Mia terus meranyau dalam tangis nya.


Kevin pun menepuk-nepuk punggung belakang Mia, "Baiklah aku tidak marah honey, berhentilah menangis!! Aku sangat benci jika melihat air matamu menetes....."


Kevin memegang kedua pundak Mia, dan menatap matanya dengan lekat. Dia yakin sang istri tidak mungkin macam-macam dibelakang nya.


"Aku percaya padamu, aku hanya takut kamu kenapa-kenapa bee" ucap Kevin, sembari mengusap air mata Mia yang membasahi pipi nya. Lalu kembali ia memeluk Mia dengan sangat erat.


"Maafkan aku bee sudah membuat mu menangis, aku hanya takut...bahkan sangat takut kehilangan dirimu Mia" batin Kevin.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2