
*****
Pagi ini Mia bangun lebih pagi dari biasanya.....
Mia beranjak dari atas tempat tidur, dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur sang suami.
Cups....
Sebelum dia berlalu masuk ke dalam kamar mandi, Mia mengecup lembut kening Kevin. Lalu mengusap rambut nya yang acak-acakan karna bantal.
"Aku mencintaimu bee...." Gumam Mia.
.
.
Setelah selesai mandi, Mia bergegas turun ke lantai bawah menuju dapur. Dengan cekatan Mia membuat kan sarapan untuk Kevin tanpa di bantu oleh satu pelayan pun.
Mia merasa sedikit bersalah kepada suami nya itu. Mengingat perkataan nya tadi malam, pasti Kevin merasa sakit saat Mia menaikan nada tinggi bicara padanya.
Sekarang untuk menebus kesalahan nya, Mia sengaja bangun pagi dan membuat kan sarapan dengan penuh cinta untuk Kevin. Mia membuatkan pancake dan susu hangat, setelah selesai dia langsung membawa nya kembali ke dalam kamar.
Cklek...
Mia masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi sarapan untuk suami tercinta nya. Mia meletakan nampan tersebut diatas nakas. Lalu dia merangkak mendekati Kevin.
Mia mengusap lembut pipi Kevin, kemudian menciumi pipi, hidung, mata, lalu bibir Kevin. "Bee bangun.....udah pagi" bisik Mia di telinga Kevin.
"Mmmhhhh....." erang Kevin, sembari ia menggeliat ke kiri dan kanan. "Bentar bee....lima menit lagi" ucap Kevin dengan nada malas nya.
Cups....
__ADS_1
Mia kembali mengecup bibir Kevin. Kevin pun tersenyum lalu melirik Mia dengan mata kiri yang terbuka. "Lagi....." Kevin memonyongkan bibir nya, meminta Mia mengulang kecupan nya.
Mia menggeleng kan kepala nya. "Ayolah bee....kalau gak, aku gak mau bangun" rengek Kevin seperti bayi.
Mau tidak mau Mia menuruti kemauan suami nya yang manja itu, dengan penuh Cinta Mia mengecup kening Kevin. "Sudahkan....cepat bangun, nanti kamu telat bee" ucap Mia dengan wajah yang merah.
Kevin pun beranjak duduk. "Ini sarapan dulu bee...." Mia menyodorkan nampan yang tadi di bawanya kepada Kevin.
"Kenapa di bawa ke kamar bee? Tumben banget...." tanya Kevin sembari menyendok pancake nya. "Aaaa.....buka mulut" Kevin menyuapi Mia sendokan pertama pancake tersebut.
Awalnya Mia menolak, tapi Kevin terus memaksa. Akhirnya dia pun memakan nya. "Mmmmm....kamu juga sarapan bee, kok malah suapin aku" ucap Mia sambil mengunyah.
Kevin mengelap sisa makanan di ujung bibir Mia, membuat Mia tertegun dengan wajah merah. "Maafkan aku bee..." lirih Mia menunduk.
Kevin tersenyum lalu menengadahkan wajah istrinya itu. "Aku tidak marah padamu bee, aku yang seharusnya minta maaf padamu" ucap Kevin.
"Hmm....aku mencintaimu bee, jangan pernah merubah sikap mu padaku!! Aku takut...." Mia tersenyum getir.
Kevin pun memeluk Mia saat itu juga, "Aku juga sangat mencintaimu bee, aku janji tidak akan berubah sikap terhadapmu... Jadi tidak ada yang perlu kamu takuti.....Cups..." Kevin mengecup pucuk kepala Mia.
*****
Pukul 10 pagi....
Tara datang menjemput Sheila dirumah Kevin, karna semalaman dia bergulat di ruang operasi. Sampai-sampai Sheila kesal dan marah terhadap dirinya.
Awalnya Sheila tidak mau pulang, karna marah pada Tara. Tetapi akhirnya dia bersedia diajak pulang, saat Mia membujuk nya. Mia merasa senang melihat Tara yang mencoba sesabar mungkin menghadapi istrinya itu.
Semenjak hamil, Sheila berubah drastis. Dia menjadi kekanak-kanakan dan labil. Dia lebih mudah berganti-ganti emosi alias tidak stabil sama sekali.
Betapa bahagia nya jika bisa merasakan hal seperti itu, Fikir Mia. Perih hati nya jika mengingat kembali kenyataan pahit, bahwa dia belum bisa memiliki anak.
Mata Mia berkaca-kaca menahan air mata, di depan Tara dan Sheila. "Hati-hati yah, jaga baik-baik keponakan ku....bye" teriak Mia sembari melambai kearah mobil Tara yang menghilang dari balik gerbang.
__ADS_1
Setelah kepergian Sheila dan Tara, Mia bergegas masuk kembali ke ruang santai. Membaca majalan, menonton tv, memainkan ponsel, semua nya membuat Mia bosan.
Mia pun berniat untuk memasak makan siang untuk Kevin, dan mengantarkan nya ke kantor. Diperjalanan menuju kantor Kevin, Mia mengabari suaminya itu terlebih dulu. Kevin mengiyakan untuk Mia datang ke kantor membawakan nya makan siang.
Sesampainya di kantor Kevin, di lobby Arsen sudah menyambut Mia dan menuntun nya menuju ruangan Kevin. Sebelum sampai di ruangan Kevin, Mia dan Arsen melewati depan ruangan Aaron.
Dari dalam ruangan nya dia terkejut melihat Mia, ada perasaan senang dan juga cemburu. Saat melihat tas jinjing tempat makan siang yang di bawa oleh Mia. Dia yakin itu pasti untuk Kevin.
Tok...tok...tok
Mia masuk ke dalam ruangan Kevin. Nampak nya Kevin sedang sibuk dengan laptop nya. "Hai bee....kemari" Kevin merentangkan tangan nya, dan memanggil Mia ke dekatnya.
Mia mengangguk lalu menghampiri sang suami.Kevin langsung memeluk Mia, dia menyingkirkan laptop serta berkas-berkas yang ada di mejanya. Lalu menarik kursi menyuruh Mia duduk disebelah nya.
Dengan sigap Mia menyiapkan makan siang Kevin. Kevin tertegun melihat betapa baik dan perhatian nya Mia kepadanya. "Tidak akan ada yang bisa menyamai dirimu bee, di dunia ini hanya kamu satu-satu nya yang bisa membuatku merasa nyaman..." batin Kevin.
Saat sedang asyik saling suap, tiba-tiba saja pintu ruangan Kevin ada yang mengetuk. "Masuklah...." ucap Kevin yang masih mengunyah makanan nya.
Masuklah Aaron membawa beberapa berkas, sorot mata nya menajam. Saat melihat Mia duduk di pangkuan Kevin sambil menyuapinya makanan. Sakit sungguh sakit melihat itu semua.
Aaron menundukan pandangan nya, dia mengatur nafas nya agar tenang. "Ini berkas yang anda minta Mr.Kevin....." ucap Aaron dengan gaya Stay cool nya, padahal di dalam hati nya dia begitu cemburu.
Kevin mengerinyit heran, "Kenapa anda repot-repot membawakan nya kemari Mr.Aaron....bukan kah bisa meminta sekertaris yang mengantar?" tanya Kevin dengan tatapan menyelidik nya.
Kevin menajam kan matanya, dia menyadari jika mata Aaron tertuju pada istrinya. Kevin semakin melingkarkan tangan nya di pinggul ramping Mia, menarik nya semakin dekat.
Mia merasa risih dengan sikap Kevin, di depan orang lain dia memperlihatkan ke intiman mereka. "Bee..." lirih Mia. Kevin hanya tersenyum lalu kembali menatap Aaron tajam. Bahkan kini Kevin menggeser kursi nya, hingga arah tubuh Mia tidak lagi menghadap depan. Melainkan membelakangi Aaron....
Wajah Aaron sedikit kesal melihat protektif nya Kevin pada Mia. Dia tidak mau Mia di lirik oleh orang lain, hanya dia lah yang berhak memandang, menyentuh, dan memiliki Mia satu-satu nya.
.
.
__ADS_1
TBC