Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
TTCK S2 : 2.'Marvin Louis'


__ADS_3

Kevin langsung berjalan menuju taman di belakang rumah nya. Disana sudah ada Viera yang tengah menggendong anak nya.


"Bagaimana keadaan nya hari ini? Apa dia sangat rewel?" tanya Kevin meraih sang anak dari tangan Viera.


Viera memberikan nya perlahan kepada Kevin. Lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak bos, hari ini dia sangat patuh tidak ada tangisan atau pun rewelan...." jawab Viera tersenyum lebar.


"Benarkah? Kerja bagus....pergilah istirahat, aku yang akan menjaga nya....." titah Kevin lagi.


Viera mengangguk dan sedikit membungkuk lalu berlalu pergi. "Saya permisi bos...." ucap Viera.


Sepeninggal Viera, kini hanya tersisa Kevin dan sang anak. Langkah Kevin menyusuri taman bunga yang ada di halaman belakang nya itu. Berbagai macam tanaman yang tumbuh di taman itu.


Kevin pun duduk di bangku taman yang juga ada disana. Sambil menikmati keindahan taman itu Kevin berbicara kepada sang anak.


"Apa benar yang dikatakan Viera, jika hari ini kamu begitu patuh dan tidak rewel? Kalau benar seperti itu syukurlah, anak ayah berarti sudah bisa mengerti dengan keadaan....."


"Tau gak....hari ini adalah hari yang spesial untuk kamu, karna hari ini ayah akan benar-benar memberikan nama untukmu...."


"Marvin......Marvin Louis, itulah nama mu sekarang......ayah berharap kamu akan tumbuh menjadi anak yang baik dan selalu patuh terhadap orang tua......jadilah pria sejati yang hebat seperti ayah mu ini, hehehe"


Kevin memberikan nama kepada sang anak. Nama yang sudah tersiapkan sejak lama sebelum anak nya itu lahir. Nama tersebut adalah pilihan sang istri. Karna itu Kevin berharap jika kenangan indah tentang Mia akan selalu dia ingat di dalam diri sang anak.

__ADS_1


'Marvin Louis' Apa nama itu cocok? Marvin akan tumbuh menjadi seperti Kevin. Di dalam dirinya mengalir darah dari seorang pria ,tampan, berkarisma, menawan, dingin, kejam, cuek, tapi tidak jika terhadap orang yang di sayangi dan di cintainya. Kevin adalah sosok yang penyayang dan penuh kasih.


"Marvin? Lumayan juga tidak buruk......" suara berat dari arah belakang sontak mengejutkan Kevin. Kevin langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Nathan......sedang apa kamu disini?" ucap Kevin tersenyum singkat. Pria yang baru saja datang itu adalah Nathan. Entah dari kapan dia berada disana......


Nathan pun menghampiri Kevin dan duduk sisi sebelah kanan nya. "Bagaimana kabarmu?" tanya nya.


"Aku baik, sedang apa kamu disini? Apa ada urusan?" jawab Kevin sekaligus bertanya.


"Benar, aku sedang ada urusan dan juga sangat merindukan mu.....karna itu aku singgah ke sini untuk bertemu denganmu......" ucap Nathan tersenyum miring lalu berpaling menatap lurus ke depan.


"Hahahaha....." keduanya tertawa bersamaan.


"Jadi kamu memutuskan memberikan nya nama itu?" tanya Nathan.


"Nama itu adalah nama yang sudah disiapkan oleh Mia sejak lama saat dia belum hamil.....dia pernah bilang ingin menamakan anak nya dengan nama 'Marvin' jika kelak dia diberikan anugerah bisa mengandung seorang anak....." jawab Kevin menjelaskan. Raut wajah Kevin seketika berubah menjadi murung. Matanya juga berkaca tapi dia tetap tersenyum mencoba kuat.


Nathan bisa melihat kesedihan di mata Kevin. "Hmm....nama yang bagus, akan sangat cocok untuk jagoan kecil kita ini..." ucap Nathan menyentil hidung mungil Marvin. Mencoba untuk mencairkan suasana.


Kevin tersenyum menatap wajah lucu menggemaskan dari Marvin. Matanya begitu indah, seindah mata Mia. Marvin dan Mia memikiki kesamaan wajah yang sangat banyak. Karna itu Kevin sangat bersyukur, dengan adanya Marvin kekosongan di hati Kevin telah terisi walaupun tidak sama rasanya saat Mia masih berada sisinya.

__ADS_1


"Oh iya, apa kamu sudah makan? Bagaimana kalau kita makan malam bersama? Aku akan meminta pelayan untuk memasak makan malam spesial untuk menyambutmu?....." Kevin mengajak Nathan untuk makan malam dirumah nya.


"Boleh juga....." sahut Nathan tersenyum bersemangat.


"Bagaimana kabar Rens? Sepertinya dia masih sangat membenciku atas kepergian Mia...." lirih Kevin memalingkan wajah nya dari Nathan.


Nathan kasihan melihat Kevin yang merasa begitu bersalah. Tapi mau bagaimana lagi, itu memang kenyataan nya. Bahwa Rens masih sangat marah dan membenci Kevin. Semua yang terjadi pada Mia semua adalah kesalahan Kevin, begitu fikir Rens. Mangkanya sampai sekarang dia belum bisa memaafkan Kevin.


"Hmm....yah begitu lah, biasa wanita kalau sudah ngambek susah baik nya.....kamu tenang aja, suatu saat dia pasti akan mengerti kok...." Nathan tersenyum getir.


Kevin mengerti maksud dari ucapan Nathan. Pria itu pasti berkata seperti itu karna tak ingin Kevin sedih. Tak ingin jika Kevin terlalu berlarut-larut dalam rasa bersalah yang dia rasakan.


"Angin semakin kencang, ayo kita masuk....tidak baik jika Marvin terlalu banyak terkena hawa dingin...." ucap Nathan bergidik merinding, mengalihkan pembicaraan yang sedih itu. Dia berdiri di hadapan Kevin. Kevin pun ikut berdiri sambil menggendong Marvin.


"Cihh.....bilang saja kamu yang tak kuat dingin, gak usah bawa-bawa Marvin segala...." Kevin berkata dengn sorot mata sinis dan tersenyum miring meledek.


Mereka pun kembali masuk ke dalam rumah. Nathan duduk berbincang dengan Viera dan Jungmo diruang santai. Sedangkan Kevin naik ke kamar nya untuk membersihkan diri dari seharian berkerja. Sebelum itu Kevin terlebih dulu menitip kan Marvin kepada Viera di ruang santai. Barulah dia naik ke kamar nya.


TBC.


Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2