
"Tempat favoritemu......sudah lah batrei ponsel ku mau habis, nanti aku hubungi lagi"
"Jangan dimatikan....hallo bee.....hallo.....Mia....." Kevin terus memanggil-memanggil Mia, tapi ternyata panggilan sudah terputus.
"Tempat favorite ku? Dimana? Suaranya sangat berisik, dan terdengar suara angin yang berhembus kencang....."
Kevin berpikir sejenak mengenai tempat favorite nya. Dia merasa tidak memiliki tempat favorite di Seoul. Dimana sebenarnya sang istri berada, Kevin benar-benar tak bisa berpikir dengan benar.
Semenjak kepergian Mia yang mendadap pagi itu, Kevin menjadi seperti orang bodoh. Yang tidak bisa berpikir jernih, dia hanya bisa menangis, menangis, dan terus menangis. Jika ada seseorang yang melihatnya apalagi jika itu rekan bisnis atau musuhnya. Mereka pasti mengira Kevin memiliki dua kepribadian ganda, yaitu kejam dan cengeng.
Akan tetapi walau hanya berbicara singkat di panggilan telpon tadi. Hati Kevin sedikit lega, paling tidak dia tahu jika saat ini Mia dalam keadaan baik-baik saja.
Bagi Kevin sekarang yang terpenting adalah dimana Mia berada, dia harus segera membawa pulang istrinya itu. Bisa hancur rumah mereka jika Mia belum juga pulang. Lihat saja kamar mereka yang sudah hancur, akibat kemarahan Kevin pagi itu. Kehilangan Mia membuat akal sehat nya terganggu.
"Apa mungkin? Gak mungkin dia sejauh itu pergi....." tiba-tiba Kevin mulai teringat sesuatu, tapi dia tidak yakin jika Mia berada di tempat itu.
Sesaat kemudian ponsel Kevin bergetar membuyarkan lamunan nya. "Nathan......" ucapnya saat mendapati nama Nathan yang tercantum di ponselnya.
Kevin mengernyit heran, kenapa Nathan menelpon nya malam-malam. Segera Kevin mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo....." Kevin.
__ADS_1
"Hallo Vin.....bagaimana kabarmu?" Nathan.
Kevin terdiam, ada apa dengan Nathan. Apakah dia menghubungi Kevin hanya untuk bertanya kabar. Di tengah malam pula, membuat Kevin semakin curiga.
"Aku baik....ada apa?" Kevin.
"Bagaimana dengan istrimu? Apa hubungan mu dan dia baik-baik saja...." Nathan.
"Kenapa kamu bertanya tentang nya?" ucap Kevin sinis.
"Apa kamu tidak ingin berkunjung ke Beijing?" Nathan.
"Hmm ada apa sebenar nya di Beijing? Tapi maaf aku tidak bisa, ada hal penting yang harus aku urus....." Kevin.
"Iya" Kevin.
"Apa itu soal istrimu?" Nathan.
"Yaaa......kenapa kamu terus menyebut istriku?" nada bicara Kevin meninggi, sepertinya dia sedikit kesal. Dengan perkataan Nathan yang bertele-tele dan selalu menanyakan tentang istrinya.
"Kenapa kamu marah? Aku hanya bertanya....." Nathan.
__ADS_1
".....sebaiknya kamu segera kesini, karna hal penting itu mungkin saja ada di Beijing..." Nathan lagi.
Tut.......
Panggilan mendadak terputus.
Kevin termenung sembari menyandarkan kepala di sofa panjang yang berada di ruang santai. Dia memijit kening nya yang terasa penat.
"Kemana lagi aku harus mencarimu bee....." lirih Kevin sambil menutup matanya sekejap. Lalu menghembus kan nafas lelah.
Seketika Kevin langsung terperanjat kembali duduk. Dia kembali teringat perkataan Mia soal tempat favorite nya dan juga perkataan Nathan.
"Apa benar kamu ada di Beijing ? Tunggu aku disana bee....aku pasti akan menjemputmu dan membawa mu pulang"
Kevin memantapkan hati untuk berangkat ke Beijing malam itu juga menggunakan jet pribadi. Karna dia yakin sekali jika Mia kini berada di Beijing.
Tetapi Kevin kembali terdiam seperti ada yang kurang. Dia merasa ada yang aneh. Seharian ini dia sama sekali tidak ada melihat Arsen. Bahkan menghubungi dirinya saja Arsen tidak ada.
"Apa dia tidak bekerja hari ini, aku hampir melupakan nya seharian ini......"
Kevin menggerutu kesal dia langsung menghubungi nomer ponsel Arsen. Kevin mengerinyit, nomer yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan........
__ADS_1
TBC.
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹