Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Bertemu Kembali (Direvisi)


__ADS_3

‍‍


******


Keesokan hari nya.....


Mia terbangun dari tidur nya, saat sinar matahari menyilaukan matanya. Kemudian dia merenggangkan tubuh nya meraba-raba bagian tempat tidur sebelah nya. Ada yang aneh.....


Mia mengedarkan pandangan nya, benar saja fikiran nya. Kevin sudah tidak ada di sana, sepagi ini suami nya sudah menghilang sebelum dia bangun.


Ada perasaan sedih di hati Mia, tapi dia tidak mau terlalu egois. Mia sangat mengerti jika sang suami memiliki pekerjaan yang menjadi kewajiban nya. "Mia....Mia....sadarlah, kenapa akhir-akhir ini kamu tidak bisa mengatur emosi mu sendiri...agghh" Mia mengacak-acak rambut nya sendiri sambil menggerutui diri sendiri.


Dia merasa sudah seperti orang lain beberapa hari ini. Manja, cengeng, keras kepala, dan malahan dia begitu cemburu dengan pekerjaan Kevin. Mengingat Kevin lebih sering di kantor dari pagi pulang nya malam. Waktu untuk mereka berduaan banyak terkurang. Membuat hati Mia sedih....


Tak ingin bermalas-malasan, Mia pun segera beranjak dan pergi masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai mandi, Mia bersiap-siap ingin jalan-jalan di sekitar resort. Menunggu di dalam kamar saja, pasti membuat nya sangat bosan. Karna itu Mia hendak keluar mencari udara segar.


Sebelum pergi Mia tak lupa untuk menghubungi Kevin dan meminta izin. Kevin pun mengizinkan istri nya itu, hanya sekedar di daerah resort saja tak masalah. Fikir Kevin.


"Kakak cantik kan....?" seorang gadis menepuk pundak Mia dari belakang, saat dirinya sedang berada di taman bunga yang tak jauh dari Resort.


Sontak Mia langsung menoleh ke belakang....


"Kamu?....bukan nya Anna?" lirih Mia tak percaya, dia bisa bertemu kembali dengan gadis penolong nya waktu itu.


Anna tersenyum manis lalu mengangguk. "Kamu apa kabar?" tanya Mia yang langsung memeluk nya.


"Aku baik kak.....kakak sendiri gimana"


"Aku baik An....kamu ngapain disini? Liburan yah?"


"Hehehe...ya gitu lah kak,"


"Sama siapa? Pacar yah...."


"Engga lah kak, aku kesini karna dia ajak seseorang"


"Oohh....sini duduk dulu, kita ngobrol"


Mia pun mengajak Anna untuk duduk di salah satu bangku taman. Mereka mengobrol santai, membicarakan apa saja yang menurut kedua nya nyambung.


"Gimana kalau kita makan siang bareng?" ajak Mia dengan semangat.


Anna terdiam memikirkan sesuatu, "hmm....gmana yah kak...aku...." ucapan Anna terhenti.


"Kali ini jangan menolak ku, bukan kah kita sudah janji waktu itu. Jika kita bertemu lagi, aku akan mentraktir kamu makan siang....dan sekarang waktu nya juga kebetulan kita ketemu....ayolah...." ucap Mia dengan wajah melas nya namun masih tetap cantik.


Anna pun tersenyum sembari mengangguk. Dia merasa nyaman mengobrol dengan Mia, karna sudah lama sekali dia tidak memiliki seorang teman wanita, yang bisa di ajak mengobrol. Kehadiran Mia seperti mengisi kekosongan itu.


Mereka pun makan siang bersama layak nya seorang kakak kepada adik nya. Mia memperlakukan Anna dengan begitu baik, membuat Anna semakin kagum terhadap wanita cantik di hadapan nya itu.


Di mata Anna Mia tidak seperti orang kaya lain nya, yang sombong dan angkuh. Terlebih terhadap nya orang-orang terbiasa kejam suka mencaci maki dirinya. Tapi Mia berbeda, itulah yang membuat Anna nyaman.


Setelah selesai makan siang dan jalan-jalan bersama di sekitar Resort. Tidak terasa hari sudah sore, mereka pun berpisah kembali ke kamar masing-masing.


Saat baru saja masuk ke dalam kamar, Mia di buat terkejut oleh Kevin yang langsung memeluk nya dari belakang.


"Astaga bee, kamu mau buat aku mati karna jantungan...." gerutu Mia merasa kesal karna di kagetkan oleh Kevin.


Cups....


Kevin membalikan tubuh Mia lalu mengecup bibir nya yang manyun-manyun itu. Pipi Mia seketika merah, dia langsung kembali berbalik badan.


"Gak mungkin dong honey, memang nya aku gila menginginkan istriku mati....." ucap Kevin sembari mencoba membalikan badan Mia lagi.


Kini kedua nya saling berhadapan, dahi Kevin di tempelkan di dahi Mia. Mia semakin gugup dan wajah nya semakin memerah.


"Kamu tidak boleh mati sebelum aku yang mati duluan bee....." ucap Kevin menatap lekat mata istrinya dan memegang pipi Mia dengan kedua tangan nya.


"Apa maksud mu bee, jika kamu mati duluan aku sama siapa? Siapa yang jagain aku? Kamu jahat bee...." ucap Mia kesal kembali ia memanyunkan bibir nya.


Cups....


Lagi-lagi Kevin menge**p bibir Mia. "Kalau begitu kita akan mati bersama.....mmm bagaimana jika kita melompat dari gedung yang tinggi atau minum racun bersama....hahaha" ucap Kevin mencoba menggoda sang istri lalu dia tertawa lepas.


Mia menghela nafas nya dengan kasar, lalu mencubit pipi Kevin dengan keras. "Kamu tuh ngeselin banget tau bee....rasain nih" ucap Mia sambil menggigit bibir bawah nya karna gemas.


"Awwh...awwh...awwh...iya iya ampun bee sakit" erang Kevin kesakitan. Mia pun melepaskan cubitan di pipi Kevin, membuat pipi nya merah sebelah kanan.

__ADS_1


Terbalik kali ini Mia yang malah menertawai Kevin. Melihat istri nya yang sebahagia itu Kevin tersenyum. Dia langsung menggendong Mia ke atas tempat tidur.


"Bee...bee....turunin aku"


"Gak mau.....karna kamu sudah nyakitin aku, sekarang giliran kamu yang aku sakitin hahaha" ucap Kevin tersenyum licik lalu tertawa.


Mia bergidik ngeri mendengar ucapan dan tawa Kevin yang menyeramkan. Seperti ingin memakan nya saja. Mia memberontak hendak beranjak, namun tak bisa. Karna Kevin mengunci tubuh Mia, dengan menindih nya.


"Bee....kamu mesum, sore-sore gini baru pulang kerja udah mau main aja!! Bau tau belum mandi...." Mia menutup hidung nya.


"Biarin, siapa suruh kamu duluan yang mulai....nanti selesai nya baru kita mandi bersama bee" ucap Kevin sembari membuka arloji dan dasi nya.


Beberapa detik kemudian bagian atas tubuh Kevin sudah polos tanpa sehelai benang. Akhirnya mereka pun melakukan aktivitas panas kesukaan Kevin sore itu. Tidak tanggung-tanggung Kevin bermain dengan istri nya selama dua jam setengah lama nya. Entah kenapa sore itu Kevin begitu berhasrat.


Cups....


Kevin mengecup kening Mia, dan berbisik di telinga sang istri. "Kita akan mati dan menua bersama bee, bahkan di kehidupan yang selanjutnya.....aku akan berusaha menemukan dirimu honey" bisik Kevin.


Setelah kelelahan mereka pun akhirnya terlelap. Mia tertidur dengan balutan selimut menutupi tubuh nya. Sedangkan Kevin tidur dengan tengkurep hanya mengenakan boxer hitam nya.


Tanpa sadar sudah hampir pukul tujuh malam, keduanya tak kunjung bangun dari tidur masing-masing. Saking lelah nya bahkan Mia juga tudak sadar. Padahal acara pesta akan di mulai tepat jam delapan.


Tok...tok...Tok...


Berkali-kali pintu kamar mereka di ketuk oleh Arsen, namun tidak ada yang mendengar atau menyahuti nya. Arsen pun menghubungi ponsel Kevin. Satu kali, dua kali, sampai ketiga kali nya baru di angkat oleh Kevin.


Dengan mata yang masih tertutup Kevin mengangkat panggilan Arsen. "Hmm.....ada apa? Ganggu orang tidur aja, besok itu hari minggu kantor libur!! Kamu kurang kerjaan yah Ars..." omel Kevin dengan nada suara males nya.


"Hallo bos, ini memang hari minggu!! Tapi kita ada acara pesta yang harus di hadiri....cepat bangun bos jika tidak kamu akan telat" ucap Arsen dari sebrang panggilan.


Seketika Kevin tersadar matanya langsung terbuka lebar. "Astaga....aku hampir lupa,kalau begitu tunggu aku di lobby....." ucap Kevin yang kini sudah duduk.


"Baik bos...." sahut Arsen.


"Ooh iya terima kasih sudah mengingatkan ku..." ucap Kevin, sebelum Arsen menjawab dia langsung mematikan nya.


Kevin pun segera membanguni sang istri. "Bee...bee...honey ayo cepat bangun, kita bisa telat ke pesta nya" ucap Kevin menepuk-nepuk pundak Mia.


Mia pun menggeliat, dan mencoba membuka matanya. "Sudah jam brp bee?" tanya nya.


"Sudah jam tujuh, ayo cepat bangun..." jawab Kevin melihat jam di ponsel nya.


Kevin menggigit bibir bawah nya karna gemas dengan tingkah sang istri yang malas-malasan itu. Jarang sekali fikir Kevin. Tanpa berkata Kevin pun langsung menyibak selimut yang menutupi tubuh Mia. Lalu menggendong tubuh polos istri nya itu ke dalam kamar mandi.


Mia terkejut dan berusaha memberontak. Tapi Kevin tetap keukeh menggendong nya masuk ke dalam kamar mandi. Akhirnya mereka pun mandi bersama, membersihkan diri dari bekas percintaan mereka sore tadi.


*****


Tema acara pesta dansa kali ini, setiap orang harus mengenakan topeng menutupi wajah masing-masing.


Kevin dan Mia nampak serasi sekali. Kevin yang mengenakan setelan Tuxedo berwarna pink dengan kemeja berwarna putih, menggandeng Mia yang memakai gaun cantik yang mekar berwarna pink juga. Dengan bagian dada yang terbuka tetapi di tutupi oleh kalung mewah menambah ke anggunan Mia.


Saat memasuki pintu masuk dan berjalan di karpet merah yang terbentang. Semua pasang mata tertuju pada keduanya. Mereka sudah seperti Raja dan Ratu,  tak salah jika ada yang berkata mereka berdualah peran utama di pesta itu.


Sedangkan di belakang mereka sudah nampak Arsen yang berjalan sendirian tanpa pasangan. Dengan setelan Tuxedo berwarna merah maroon membuat Arsen semakin tampan. Dia juga menjadi pusat perhatian saat itu.


Pelayan pun menuntun mereka ke meja VIP yang sudah di sediakan. Sambil menunggu Aaron datang Kevin mengobrol bersama Arsen sembari menyuapi sang istri cemilan.


Beberapa saat kemudian, dari arah pintu masuk nampak Aaron telah hadir. Dia berjalan dengan gagaj nya menggandeng seorang wanita. Semua orang juga terpana dengan penampilan Aaron dan wanita itu.


Bagaimana tidak jika wanita disebelah Aaron itu, mengenakan gaun mewah dari desainer terkenal di kota Seoul. Pastinya sangat lah mahal, belum lagi sepatu kaca dan aksesoris mahal yang dia kenakan.


Semua orang terpukau tapi tidak dengan Kevin, dia hanya biasa-biasa saja. Bagi Kevin tidak ada yang lebih cantik dari istri nya yang kini duduk di sebelah nya. Terlebih dibandingkan Aaron dia jauh lebih tampan dan berkarisma. Kevin tidak perduli dia terus saja menyuapi Mia cemilan tanpa menoleh ke arah Aaron.


Sedangkan Arsen mata nya tak bisa berhenti menatap wanita yang bergandengan dengan Aaron itu. Dia merasa seperti tidak asing terhadap wanita itu. Dari cara berjalan nya dan senyum nya, bahkan tatapan mata nya. Arsen merasa familiar sekali.


"Siapa wanita di balik topeng itu?" gumam Arsen penasaran.


Dia terus menatap ke arah wanita itu, begitu pun seperti nya mata wanita itu juga sedang menatap Arsen.


"Hallo Mr.Kevin....selamat atas launching nya produk terbaru perusahaan anda" Aaron menyapa Kevin dan menyodorkan tangan nya.


Kevin pun tersenyum paksa lalu menggapai tangan Aaron, mereka bersalaman. "Silahkan duduk Mr.Aaron...." ucap Kevin dengan nada sedikit ketus.


Bagaimana tidak, jika mata Aaron tertuju pada Mia istri nya. Tentu saja Kevin kesal setengah mati, namun di depan semua orang dia menahan kekesalan nya itu.


Aaron pun ikut duduk di meja tersebut, bersama Kevin, Mia, dan Arsen. Pandangan Arsen tak berhenti memandang wanita yang di sebelah Aaron itu. Dia begitu penasaran, ingin bertanya tapi itu tidak mungkin.

__ADS_1


Acara pun di mulai, dengan beberapa step di lalui. Sampai pada step dimana Kevin naik ke atas podium untuk memberikan kesan dan sambutan nya.


Saat Kevin sedang berada di atas podium, Aaron pun mengambil kesempatan untuk mengobrol dengan Mia. "Apa kabar Mi...." sapa Aaron.


"A...aku baik kok" jawab Mia singkat dan gugup.


Aaron pun menyentuh tangan Mia yang berada di atas meja. Mia terkejut dan sontak langsung menarik tangan nya.


"Maaf...." lirih Aaron.


Arsen merasa kesal dengan sikap Aaron. "Maaf Mr.Aaron, bukan kah saya sudah pernah mengatakan!! Bersikap lah profesional dan jangan menyentuh milik orang lain dengan seenak nya" bentak Arsen yang sangat kesal itu.


Sontak Mia, Aaron, dan wanita disebelah nya itu tersentak kaget mendengar ucapan Arsen. Aaron hendak marah, namun saat ingin menyahuti Arsen. Dia terdiam dan mengurungkan niatnya itu. Karna saat itu juga Kevin telah kembali ke kursi nya.


Tatapan Kevin tajam menatap Aaron, dia yakin pasti Aaron berusaha mendekati istri nya lagi. Kevin kesal dan geram tapi dia mencoba untuk tenang dan santai.


Tiba-tiba saja wanita yang di sebelah Aaron beranjak dari kursi nya. "Kak....aku izin ke toilet sebentar yah" ucap wanita itu dengan lembut nya.


Seketika itu juga Arsen menoleh, dia mengenali suara itu. Arsen memicingkan matanya menatap kepergian wanita tadi. "Dia memanggil Mr.Aaron kakak, berarti dia lebih muda!! Entah kenapa aku merasa dia adalah Anna, atau hanya perasaan ku saja? Aku harus mencari tahu...." gumam Arsen di dalam hati.


"Bos....saya permisi sebentar" ucap Arsen dengan sopan.


Kevin pun mengangguk, langsung saja Arsen bergegas ke toilet. Sesampai nya di depan toilet, Arsen menoleh kiri dan kanan nya. Menunggu para tamu wanita keluar dari dalam toilet. Arsen pun langsung masuk ke dalam toilet wanita dan mengunci nya dari dalam.


Saat Arsen masuk, wanita asing itu terkejut bukan main. Dia berdiri di depan kaca wastafel sedang mencuci tangan.


Arsen memicingkan matanya menatap lekat mata wanita tersebut, lalu dia melangkah mendekat. Sontak wanita itu langsung mundur selangkah demi langkah.


"Siapa kamu?" tanya Arsen dengan nada menyelidik.


"Apa-apaan kamu? Seharusnya aku yang bertanya, kamu siapa? Main masuk-masuk aja ini kan toilet wanita" maki wanita itu.


"Kenapa aku merasa kamu seperti ku kenal...." Arsen semakin maju mendekati wanita itu.


"Mundur....atau aku teriak" ancam wanita itu.


Namun saat dia mundur selangkah lagi, sepatu kaca nya terpeleset. Dia pun hendak terjatuh, tapi langsung di tangkap oleh Arsen ke dalam dekapan nya.


"Lepaskan aku...." wanita itu mendorong tubuh Arsen hingga termundur satu langkah.


Arsen semakin merasa yakin jika wanita itu adalah Anna. Karna saat dia memeluk wanita itu, aroma tubuh nya mirip dengan aroma khas tubuh Anna. Seketika itu juga Arsen menarik topeng yang di kenakan wanita itu.


"Anna....." lirih Arsen.


Anna terkejut, dia langsung memalingkan wajah nya. Dia masih marah kepada Arsen. Sejujur nya dia juga terkejut saat melihat Arsen tadi. Dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Arsen. Mengingat kejadian waktu itu, Anna tak ingin melihat Arsen lagi.


Tapi tidak tahu nya menyetujui ajakan Aaron membuat nya bertemu kembali dengan Arsen. "Minggir aku mau keluar...." bentak Anna, kemudian berjalan melewati Arsen. Tapi tangan nya ditahan oleh Arsen.


"Lepaskan tangan ku..." cetus Anna menepis keras tangan Arsen.


"Anna kamu kemana aja? Aku mencarimu kemana-mana?" tanya Arsen dengan raut wajah cemas nya.


Ada perasaan lega yang dia rasakan karna telah bertemu kembali dengan Anna. Tapi ada juga perasaan marah dan cemburu melihat Anna datang bersama Aaron.


"Kenapa mencariku? Bukan kah kita tidak punya hubungan apa-apa Arsen.....kita hanya teman" ucap Anna dengan ketus nya.


Arsen terdiam dan menghela nafas nya pelan. Dia menggapai kedua tangan Anna lalu menggenggam nya dengan erat.


"An...aku tahu kamu marah padaku, tapi tolong dengarkan penjelasan ku" ucap Arsen sungguh-sungguh.


"Aku tidak marah, jadi tidak perlu menjelaskan apapun!! Lepaskan tangan ku, sudah terlalu lama kak Aaron nanti mencariku" cetus Anna, mencoba melepaskan genggaman tangan Arsen.


"An....ada hubungan apa kalian? Bagaimana kamu bisa mengenal nya, atau jangan-jangan kamu sudah tidur dengan nya juga?"


Plakk.....


Satu tamparan mendarat di pipi kiri Arsen, membuat nya sadar dengan perkataan kasar nya pada Anna. "An...maafkan aku, aku tidak bermaksud berkata seperti itu" ucap Arsen gugup dan merasa bersalah.


Anna hanya diam tak menjawab dia pun langsung berlalu meninggalkan Arsen. Perkataan Arsen langsung menusuk di hati nya, pedih sekali sampai-sampai Anna meneteskan air mata nya. Tapi langsung di usap nya, sebelum kembali ke kursi nya. Anna tak lupa memakai kembali topeng nya.


Sedangkan Arsen merasa begitu bersalah karna telah berkata kasar pada Anna. Dia yakin hati Anna pasti begitu sakit. Membayangkan nya saja membuat Arsen semakin kalut dan semakin merasa bersalah.


"Aaghhh....Arsen kamu memang brengsek, bisa-bisa nya kamu mengatai Anna seperti itu...sial...sial.." maki Arsen pada dirinya sendiri. Dia pun bergegas keluar dari sana, dan kembali ke kursinya.


.


.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2