
Malam itu di dalam ruang kerja Kevin. Disana sudah ada Kevin, Jungmo, dan Arsen. Kevin berdiri berhadapan dengan Arsen. Sedangkan Jungmo berdiri tepat di belakang Kevin.
Sorot mata Kevin sangat tajam, seakan ingin membunuh Arsen saat itu juga. "Katakan padaku, apa yang seharusnya aku lakukan terhadapmu...." ucapnya dingin dan datar.
Suasana di dalam ruangan itu menjadi dingin mencekam. Jungmo tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya bisa diam menatap Arsen dengan penuh iba. Dia tahu apa yang akan dilakukan oleh Kevin.
"Ma-maafkan aku bos....aku menyesal telah melakukan hal bodoh itu....orang-orang itu sudah berhasil mencuci otak ku, mereka sudah menghasut diriku untuk mengkhianati mu....aku benar-benar menyesal....hukumlah aku bos, apapun itu aku akan menerima nya...." Arsen terduduk dengan lutut yang menumpu di lantai. Kepala nya tertunduk menatap sepatu Kevin yang ada dihadapan nya.
"Heh....apa kamu bilang? Menyesal? Apa yang kamu sesalkan? Apa penyesalan mu itu bisa mengembalikan istriku ke dunia ini? Apa kamu pernah merasakan sakitnya kehilangan orang yang sangat kamu cintai?" Kevin mengusap wajah nya dengan kasar. Menyapu air mata yang sempat menetes.
"Maafkan aku bos....aku benar-benar menyesal....aku siap menerima hukuman apapun darimu bos...." Arsen meraih kaki Kevin memegangi nya sambil menundukan kepalanya di kaki Kevin.
"Lepaskan tangan kotor mu dari kaki ku...." bentak Kevin dengan sangat kasar. Ia menendang kepala Arsen hingga dia terhentak kebelakang menabrak meja kaca.
BRAK.....
__ADS_1
BRUK....
PRAKKKK....
Meja itu pecah. Hidung dan mulut Arsen mengeluarkan darah segar. Akibat tendangan kuat dari kaki Kevin. Jungmo terkejut, tubuh nya bergetar tak tega melihat Arsen yang miris.
Tapi dia tidak bisa apa-apa. Di sangat mengerti bagaimana perasaan sang bos. Kehilangan orang yang kita cintai selamanya. Adalah hal yang sangat menyakitkan. Bahkan luka itu akan sangat sulit terobati.
"Kamu pengkhianat laknat Arsen......kamu tidak pantas untuk hidup....." Kevin meraih kerah baju Arsen menrik nya hingga berdiri.
Kemudian melayangkan kepalan tangan nya beberapa kali ke awajah Arsen. Meluapkan segala emosi nya. Kesakitan yang dia rasakan saat kehilangan Mia.
Kevin terus melayangkan tinjuan dan tendangan pada Arsen. Sangking emosi nya, Kevin benar-benar dikendalikan oleh amarah nya sendiri. Ia meraih sebuah guci mewah yang ada di sebelah meja kerja nya lalu......
PRANGG......
__ADS_1
Guci itu pecah tepat di atas kepala Arsen. Kevin memukulkan nya kepada Arsen ketika dia tertunduk akibat tendangan di perut.
"Bos...." Jungmo menahan Kevin yang hendak maju mendekati Arsen lagi. "Sudah cukup bos....Arsen bisa mati...." lanjutnya.
Kevin melirik tajam Jungmo. Menepis kuat tangan nya. "Lepaskan aku.....memang itu yang aku inginkan, NYAWA HARUS DI BAYAR DENGAN NYAWA." ucap Kevin dengan penuh tekanan di kata-kata terakhirnya.
Jungmo terbelalak mendengar perkataan Kevin. Perlahan dia mundur setelah di pelototi oleh Kevin.
Kevin pun berjalan mendekati Arsen yang terkulai lemas di lantai. Dengan darah yang mengalir deras dari kepala nya. Hidung dan mulutnya juga berdarah. Keadaan nya sangat miris. Habis-habisan Kevin menghajar dirinya. Tangan nya yang patah juga menjadi mati rasa. Tidak ada lagi rasa sakit yang di rasakan.
Kevin mengangkat kakinya mengarahkan nya melayang di atas kepala Arsen. Lalu di tempelkan nya kaki nya itu tepat di kepala Arsen. Arsen hanya bisa menutup mata, menunggu apa yang akan di lakukan Kevin selanjutnya.
"Aku sungguh kecewa padamu Ars.....aku sudah sangat mempercayai mu, tapi kenapa kamu malah tega mengkhianati ku....sampai merenggut nyawa istri yang begitu aku cintai....." Kevin meneteskan air matanya.
Kakinya menekan kuat kepala Arsen. Arsen meringis pelan merasakan sakit yang luar biasa. Habislah dia. Mungkin hari ini adalah akhir hidupnya. Benar sekali perkataan sang bos. Dia tidak pantas hidup. TERLEBIH NYAWA MEMANG HARUS DIBAYAR DENGAN NYAWA.
__ADS_1
TBC.
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹