Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Menyadari hal baru


__ADS_3

Kevin menaruh minuman coffee yang sengaja dibelinya tadi di atas meja tepat di hadapan Anna. Dengan hentakan yang sedikit keras, hingga membuyarkan lamunan Anna.


Gadis itu sontak menengadah memeriksa siapa yang berani mengganggunya. Dia hanya ingin sendiri menenangkan fikiran, tapi kenapa ada saja orang yang tidak bisa melihatnya tenang.


Dia hendak marah, tapi saat mendapati sosok Kevin yang berdiri di hadapan nya. Anna langsung memalingkan wajah nya. Tak pernah di sangka nya akan bertemu Kevin di tempat itu.


Melihat ekspresi Anna yang sepertinya tidak nyaman dengan kehadiran nya. Kevin langsung berbalik badan dan hendak pergi tanpa berkata.


"Untuk apa ini?" tanya Anna.


Kevin menghentikan langkah nya lalu menoleh. "Bukan apa-apa hanya gratisan, jika tidak mau bisa kamu buang" ucap Kevin dengan raut wajah datar.


Anna masih enggan untuk menatap langsung wajah Kevin. Dia sendiri juga bingung harus berkata apa lagi. Di periksa nya botol minuman tersebut, apa sudah terbuka atau belum. Bisa saja kan Kevin menaruh racun di dalam nya. Mengingat betapa dia membenci Anna.


Kevin terkekeh dan memutar bola matanya. "Apa kamu kira aku akan segila itu memberi racun pada minuman mu".


Kevin tahu jika Anna ketakutan padanya. Tapi apa yang ada di pikiran Anna sangat berlebihan, hingga membuat Kevin tertawa. "Bisa-bisa nya dia mencurigai ku...." gumam Kevin.


"Bisa saja.....bukan kah anda memang segila itu, aku masih mengingat jelas jika anda hampir membunuh ku waktu itu" cetus Anna yang kini menatap tajam mata Kevin.


Tanpa sadar tangan Kevin mengepal di dalam saku blazernya. "Terus kenapa? Bukan kah itu sepadan, aku baru ingat jika kamu adalah gadis tengil yang tidak sengaja menabrak ku di club malam waktu itu".


Anna terdiam dan memikirkan kembali kejadian waktu itu. Dia juga baru menyadarinya, sial pikir Anna. "Minggir...." Anna meraih botol minuman nya, lalu berjalan melewati Kevin. Menjauh adalah hal terbaik fikir Anna. Dari pada harus berdebat panjang dengan pria angkuh itu, lebih baik Anna pergi.


Kevin menghela nafasnya dengan kasar. Lalu berbalik menatap kepergian Anna, yang semakin menjauh. Setelah itu dia pun memilih kembali pulang, karna sang istri telah menunggu nya. Lagian tujuan awalnya hanya ingin membelikan ice cream kemauan Mia, tapi kenapa tidak sengaja bertemu gadis nakal itu.


Kevin melaju dengan kecepatan penuh membelah jalanan menuju rumah nya. Sesampainya di rumah Kevin bergegas masuk ke dalam kamar. Ternyata sang istri telah tertidur dengan lelap. Bahkan dengkuran kecil terdengar, yang menjelaskan jika sang istri sangat lelah.


Kevin tidak ingin membangunkan dan mengganggu tidur sang istri. Akhirnya dia menyimpan ice cream yang di belinya tadi ke dalam lemari es.


Kevin merangkak naik ke atas tempat tidur dengan perlahan, lalu dia berbaring sambil memeluk sang istri yang tidur membelakangi nya. Kevin menghirup aroma khas tubuh Mia di balik punggung belakang nya. Tidak lama kemudian dia sudah ikut terlelap menuju alam mimpi.

__ADS_1


--'--


Disisi lain....


Dari kejauhan Arsen tidak sengaja melihat dan mendengar pembicaraan Anna bersama Kevin tadi. Ternyata Anna sedang menunggu Arsen disana. Mereka sudah membuat janji temu. Tapi kenapa Kevin tiba-tiba muncul. Arsen terkejut dan menghentikan langkah nya.


"Apa yang bos lakukan? Malam-malam begini? Kenapa dia memberikan Anna minuman?" Arsen bertanya-tanya atas kehadiran Kevin.


Di perhatikan nya dengan seksama apa yang dibicarakan kedua orang tersebut. Ada ke khawatiran juga di dalam diri Arsen. Dia takut jika sang bos akan menyakiti Anna kembali.


Tidak lama kemudian Anna terlihat pergi meninggalkan Kevin, dia berjalan menjauh ke arah sebuah taman di dekat sana. Dengan sigap Arsen mengikuti gadis itu di belakang nya.


"AKU BILANG BERHENTI MENGIKUTIKU...." teriak Anna sembari menoleh secara berkagetan. Sontak Arsen ikut terkejut, kenapa dia berteriak keras.


Dia menoleh ke kiri dan kanan, bisa jadi masalah jika ada orang yang mendengar. Bisa-bisa dia disangka seorang penguntit gadis muda, hancurlah reputasinya kelak.


"Arsen?" Anna mengerinyit, wajah nya memerah karna malu salah orang. Dia mengira Kevin lah yang sedari tadi mengikutinya di belakang. "Anna bodoh...." gerutunya di dalam hati.


"Maafkan aku...." lirih Anna.


"Memang nya siapa yang kamu kira sedang mengikutimu? Apa ada penguntit yang kamu takuti? Dimana dia? Seperti tampang nya, jika dia jelek aku akan menghajar nya" ucap Arsen dengan songong nya, dia berpura-pura tidak tahu jika melihat Anna bertemu dengan Kevin. Anna tertawa kecil sambil menutup mulutnya, tingkah Arsen sangat lucu.


"Jika dia jelek? apa maksudnya? Bagaimana jika dia tampan dan sangat berkarismatik? Apa kamu tidak ingin memukul nya?" tanya Anna dengan penuh penekanan. Tiba-tiba saja dia teringat sosok Kevin tadi.


"Hahaha....." Arsen tertawa lepas dia langsung merangkul Anna di pundak. Anna mengerinyit, "Kenapa tertawa? dasar gila" cetusnya.


"Tenang saja, tidak ada pria yang bisa mengalahkan ke tampanan ku" ucap nya dengan sangat percaya diri.


Anna hanya menggeleng sikap arogant pria disebelah nya itu, sudah menjadi hal biasa yang dia dengar. Meskipun dalam hatinya, dia mengatakan jika ada pria yang melebihi ketampanan Arsen. Entah kenapa sekarang Anna merasa Kevin telah melebihi batas ketampanan Arsen di matanya.


Masih ingat kan, jika Anna pernah berkata. Jika tidak ada pria yang lebih tampan dari Arsen dimatanya. Tapi sekarang dia malah menyadari hal baru, pria dewasa yang sangat angkuh itu juga sangat tampan dan berkarisma.

__ADS_1


Arsen mengajak Anna untuk duduk di bangku taman. Arsen bisa melihat raut wajah Anna yang sedari tadi terlihat gusar. Dia melamunkan sesuatu dan tangan nya tidak berhenti memutar-mutar botol minuman tersebut.


"An...." panggil Arsen sembari memegang tangan nya.


Anna terkejut dan tersadar dari lamunan nya. "Maaf....aku sedikit mengantuk jadi kurang fokus".


"Apa kamu sengaja membeli minuman hanya satu, dasar pelit" ucap Arsen menggoda gadis berwajah cantik di sebelahnya itu.


Anna mencubit pelan perut Arsen. "Siapa yang kamu bilang pelit?".


"Awwhh...iya ampun-ampun" ringis Arsen.


"Sini biar aku aja yang minum...." Arsen meraih botol minuman itu dari tangan Anna.


Glek...glek...glek


Dengan sekali tegukan, Arsen menyisakan setengah botol minuman tadi.


"Kenapa wajah mu begitu? Gak suka? Memangnya minuman itu ada kesan tersendiri untukmu?" sinis Arsen.


"Enggak kok....minum aja, habisin kalau perlu" ucap Anna tersenyum dengan canggung nya.


Padahal Arsen tahu jika minuman itu dari Kevin. Entah kenapa dia sedikit marah. Terlebih Anna sedari tadi hanya diam dan melamun. "Ada apa denganku? Apa aku sedang cemburu?" gumam Arsen dalam hati.


.


.


TBC.


Jangan lupa like, koment, dan votenya...Happy readings🖤🖤🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2