
"Kenapa dari tadi kamu mengikutiku?"
Akhirnya Anna bertanya, dari sekian banyak langkah. Mereka hanya diam sepanjang jalan. Anna pun memberanikan diri bertanya.
Kevin terhenti, lalu mengerinyit Menatap Anna. "Siapa yang mengikutimu?".
"Bukan kah dari tadi kamu mengikutiku?"
"Aku tidak mengikutimu, cihh...percaya diri sekali!!"
"Apa? Jadi kamu mau kemana?" wajah Anna memerah karna malu.
"Bukan urusan mu....sudah pergi sana tidak usah menggangu ku" Kevin melanjutkan langkah nya.
"Aku tidak mengganggumu.....minggir" gerutu Anna sambil menyiku tngan Kevin saat melewati nya.
Anna berlari meninggalkan Kevin, secepat mungkin dia sampai di rumah Arsen. Karna dia tahu jika Arsen pasti sudah menunggu nya sedari tadi.
Sampailah Anna di rumah Arsen.....
Dengan nafas yang tersengal, Anna berjalan ke arah meja makan. Lalu menuang air ke dalam gelas dan meneguk nya hingga habis.
"Aaahhh.....segar nya" lengguhan nafas Anna, merasa lega setelah habis minum.
Arsen yang sedang duduk di sofa hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala nya. "Ada apa dengan gadis satu ini, ada-ada saja kelakuan nya...." gumam Arsen.
Anna pun menjatuhkan tubuhnya tepat di sebelah Arsen. Mengusap peluh yang ada di kening nya. Gadis cantik itu menoleh ke kiri bersamaan dengan Arsen yang menolehi nya.
Wajah kedua nya bersitatap dengan sangat dekat. Seketika itu wajah Anna memerah dia langsung membuang muka ke arah lain.
"Ada apa? Kamu seperti habis di kejar-jejar hantu saja" Arsen terkekeh meledek Anna.
Anna memanyunkan bibir nya. "Apaan sih.....bahkan ini lebih seram dari hantu...hahahah" Anna tersenyum dan malah ikut tertawa.
__ADS_1
Saat dia hendak mengikat rambutnya, Arsen menahan tangan kiri Anna. Diperhatikan nya dengan jelas, ada memar di pergelangan tangan nya itu.
"Ini kenapa?" tanya Arsen dengan raut wajah serius nya. Meskipun dia sedang sakit, tapi jik menyangkut Anna Arsen sedikit bersemangat.
Anna diam dan berpikir, jika dia tidak mengatakan dengan jujur. Pastinya Arsen akan mencari tahu sendiri, begitu pun sebaliknya. Jika dia menceritakan kejadian tadi, takut nya Arsen jadi kepikiran dan cemas tentunya. Mengingat di dalam kondisi yang lemah alias sakit.
"Ini juga kenapa merah? Jawab aku Anna...."
Arsen menyibakan rambut Anna, menampakan dengan jelas memar merah di wajah gadis itu. "Siapa yang melakukan nya?" lanjutnya bertanya.
Anna pun menjelaskan kepada Arsen tentang pria itu, tapi dia tidak memberitahu jika Kevin lah yang membantu dirinya.
"Apa itu sakit?" Arsen menyentuh pipi Anna yang memar dengan pelan dan lembut. Tidak ingin membuat nya sakit.
Anna tersenyum dan mengangguk. Tatapan cemas Arsen nampak sangat jelas di matanya. "Sakit sedikit aja kok, kamu gak usah khawatir yah...."
"Tapi An...ini memar pasti sakit sekali, tangan lelaki itu besar dan kasar bisa-bisa nya dia memukul wanita....seharusnya dia melawan sesama pria, biar di kasih pelajaran..."
Seketika Anna terdiam dan kembali mengingat kejadian tadi. "Dia memang sudah melawan dan di beri pelajaran dari seorang pria yang membantuku ..." gumam Anna.
Tanpa sadar dia tersenyum. "An....kamu gak apa-apa kan" Arsen menyentuh pundak Anna. Membuatnya tersadar dari lamunan sejenak itu.
"Aku gak apa-apa......Oh iya aku tadi bawa ramen instan, kamu laper gak? aku seduhin yah..." Anna mengalihkan pembicaraan sembari tersenyum canggung.
Arsen mengangguk.
Anna pun beranjak dan menghampiri meja makan, dimana tempat dia menaruh belanjaan nya tadi. Dengan cekatan Anna menyeduhkan dua cup ramen instan. Setelah itu membawanya pada Arsen, di letakan nya dua porsi ramen itu ke atas meja.
Mereka pun menyantap ramen yang sudah di siapkan Anna. Arsen merasa sangat senang, karna Anna menemaninya disaat dia sedang sakit.
Tiba-tiba saja di tengah-tengah santapan mereka, bel rumah Arsen berbunyi menandakan ada tamu dibalik pintu. Arsen dan Anna saling melempar pandang. Siapa yang datang?
Arsen hendak berdiri, tapi di tahan oleh Anna. "Biarkan aku saja...." ucapnya tersenyum. "Makasih yah...." balas Arsen.
Anna mengangguk sembari beranjak, dan berjalan ke arah pintu luar. Di buka nya perlahan pintu itu. "Kamu..." lagi-lagi Anna terkejut mendapati sosok Kevin yang ada di balik pintu.
__ADS_1
"Minggir...." Kevin mendorong Anna, lalu nyelonong masuk ke dalam.
"Bos....." Arsen terkejut melihat sang Bos, Kevin langsung duduk di sofa tersendiri. "Apa yang anda lakukan disini bos...." tanya Arsen keheranan.
"Aku ingin melihat asisten ku yang sakit....memang nya ada yang aneh?" dengan tidak berdosa nya Kevin berkata.
Anna kembali duduk tepat di sebelah Arsen. Entah kenapa suasana di ruangan itu menjadi sedikit panas dan canggung.
"Tidak ada yang salah bos...hanya saja aku tidak sakit parah, sampai anda harus menjenguk ku hehehe" ucap Arsen canggung sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Hmm....apa yang kalian lakukan berdua di rumah ini?" tanya Kevin sinis.
Arsen dan Anna terkejut, lalu saling memandang. "Itu....karna Anna sedang merawatku yang sedang sakit bos...." ucap Arsen tersenyum paksa.
Kevin mengerinyit. "Bukan kah kamu bilang bahwa kamu tidak sakit parah? Terus kenapa harus sampai di rawat oleh seorang gadis..." lagi-lagi Kevin melontarkan pertanyaan yang membuat Arsen kebingungan menjawab nya.
"Dasar bos menyebalkan, untuk apa dia bertanya panjang lebar seperti itu? Apa dia cemburu...." batin Arsen kesal.
"Itu karna....." belum selesai bicara Kevin memotong nya. "Sudahlah....terserah kalian, ku lihat kamu baik-baik saja?? Kalau begitu aku pamit pulang, jangan lupa besok untuk masuk kerja...karna banyak yang harus di kerjakan" Kevin memilih tidak perduli.
dia pun beranjak dari duduk nya lalu. "Baiklah bos....hati-hati di jalan" Arsen ikut beranjak lalu menunduk sedikit. Begitu pun dengan Anna....
Kevin langsung berlalu ke arah pintu luar, di ikuti ileh Anna di belakang nya. Sesampai nya di luar, Kevin seketika berbalik. Membuat gadis di belakang nya itu terkejut.
"Terima kasih sudah merawatnya.....pastikan dia untuk sembuh malam ini juga, biar besok dia tidak perlu bolos kerja lagi" cetus Kevin dengan wajah datar nya. Tanpa menunggu jawaban dari Anna di pergi begitu saja.
"Apa-apaan itu....dia kira aku apa? bagaimana bisa aku membuat seseorang yang sedang sakit harus sembuh dalam semalam....dasar gila" gerutu Anna menatap kesal kepergian Kevin yang semakin menjauh.
Sepeninggal Kevin Anna kembali masuk ke dalam rumah Arsen. "An....apa kamu tadi bertemu Bos Kevin saat di perjalanan" tanya Arsen.
Langkah Anna terhenti, gadis itu menoleh ke arah Arsen yang tengah duduk di sofa. "Hmm....sebenarnya aku memang tadi bertemu dengan nya....Maaf aku tidak mengatakan nya" ucap Anna, yang nampak tidak enak hati kepada Arsen.
Arsen pun diam dan kembali menyantap makanan nya. "Sudah ku tebak ada yang salah dengan mu An....saat kamu baru kembali tadi, ternyata kamu bertemu dengan nya.......perasaan apa ini yang kurasakan? apa aku sedang cemburu? Tau akhhh....." batin Arsen.
.
__ADS_1
.
TBC.