
Rens begitu terkejut mendengar penjelasan Mia. Dia benar-benar tak habis pikir kenapa cobaan hidup sahabatnya itu begitu besar.
"Ok kalau begitu kamu nginap aja disini....tenang kan hati dan pikiranmu, kasihan bayimu jika kamu terus-terusan sedih dan menangis..." ucap Rens sembari menggenggam tangan Mia.
Mia memgangguk dan langsung memeluk Rens dengan erat. "Makasih Rens....".
"Sama-sama....kamu istirhatlah di kamar tamu, pelayan akan menuntunmu dan membawakan kopermu.....jika ada sesuatu yang kamu butuhkan katakan saja pada pelayan? Maaf aku tidak bisa menemanimu, karna aku sudah terlanjur janji untuk mengajak Regha piknik dengan daddy nya...maaf yah"
"Gak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf sudah mengganggu waktu kalian."
"Hmm....kalau begitu istirahat sana...."
Rens pun berlalu meninggalkan Mia dan menemui suami serta anak nya di taman belakang. Ada perasaan iri di dalam hati Mia melihat ke bersamaan keluarga kecil yang bahagia itu. Banyak nya rintangan yang mereka hadapi untuk mencapai ke bahagiaan ini.
Jika mereka bisa kenapa Mia dan Kevin tidak. Tidak seharusnya dia berpikiran sempit untuk meninggalkan Kevin. Karna ini juga bukan kesalahan Kevin. Tapi apa boleh buat, dia juga memiliki hati dan perasaan. Mia benar-benar butuh waktu untuk sendiri. Maafkan aku Kevin.....
Mia pun memutuskan untuk istirahat sejenak. Mia berpikir dirinya tidak boleh terlalu egois, karna sekarang dia bukan hanya sendiri. Melainkan ada seutas nyawa yang hidup dalam dirinya sekarang.
--,--
Tepat pukul 2 siang, Mia terbangun karna rasa lapar yang mengganggu nya. Mia mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu duduk memandangi sekeliling.
Aku mengira ini adalah mimpi ternyata kenyataan. Aku hampir berpikir jika aku kembali lagi ke dalam mimpi buruk. Tetapi tidak, memang kenyataan nya hidupku seperti mimpi buruk yang panjang. Dapatkah aku melewatinya? Aku masih sangat mencintaimu bee, tapi rasa sakit ini sangat susah untuk di hilangkan.....meskipun aku tahu kamu tidak bersalah.....
Setetes air mata kembali menetes dari pelupuk mata nya yang merah. Mia langsung mengusap nya menggunakan punggung tangan nya. Mia pun beranjak dari tempat tidur, kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Mia menatap bayangan nya sendiri dari pantulan cermin. Mata yang sembab, hidung merah, wajah kusam, serta rambut yang acak-acakan. Sungguh berantakan keadaan nya sekarang. Bagaimana denganmu di sana Kevin.....
Segera dia membersihkan diri, kemudian mengganti pakaian nya. Mengguyur tubuh nya di bawah tetesan air hangat shower.
Setelah selesai mandi.....
Kini Mia sedang duduk di kursi yang ada di depan bufet kaca hias. Dengan memakai celana jeans hitam serta baju kaos hitam, sepatu boots hitam, dan di padukan balazer panjang berwarna krim. Sangat cocok dengan perasaan nya saat itu.
Mia sengaja bersiap-siap akan pergi keluar, ke sebuah tempat yang sangat ingin dia datangi selagi berada di kota Beijing. Setelah selesai bersiap dia langsung turun ke lantai dua.
__ADS_1
Salah satu pelayan pun menghampiri dirinya saat melihatnya menuruni anak tangga. "Selamat siang nona....nyonya Rens tadi berpesan jika nona bangun siapkan makanan untuk nona....Silahkan...." ucap pelayan itu menuntun Mia ke arah meja makan.
Mia terkejut melihat beberapa makanan yang sudah tersusun rapi di atas meja makan. "Silahkan nona...." pelayan itu menarikan kursi untuk Mia duduki.
"Makasih yah...." balas nya sembari tersenyum dan duduk.
"Kalau begitu saya permisi..." pelayan itu pun pergi kembali ke dapur.
"Wahh....sepertinya ini enak...."
Saat menyuap satu suapan Mia masih biasa. Tetapi saat hendak menyuap suapan kedua. Tiba-tiba saja Mia teringat pada Kevin. Air matanya kembali menetes, bagaimana keadaan nya sekarang.
Bagaimana aku bisa makan enak disini bee.....saat aku tidak tahu bagaimana keadaanmu sekarang? Aku tidak bisa melanjutkan makan siang ini....
Mia menghentikan santapan nya, menyeka mulut dengan tisu dan meminum segelas air putih. Kemudian beranjak langsung pergi meninggalkan meja makan. Semua pelayan yang melihatnya sedikit kebingungan. Mengapa wanita cantik itu malah pergi tidak menyelesaikan makan siang nya. Bahkan hanya satu suapan saja dia sudah berhenti.
--,--
Disisi lain.....
Jika menyangkut Mia Kevin termasuk orang yang sangat lemah. Hatinya tidak sekuat baja seperti yang di kenal semua orang.
Kevin mengurung diri di dalam kamar, dia tidak pergi bekerja. Pikiran nya kacau balau, bahkan makan pun dia tidak.
Dia hanya berdiam diri meringkuk di atas tempat tidur sambil memeluk bantal milik sang istri. Siang harinya Kevin tetap tidak mau keluar kamar, beberapa pelayan mencoba untuk membujuknya agar mau makan. Tetapi Kevin menolak nya mentah-mentah, bahkan dia sempat membentak beberapa pelayan dan mengancam akan memecat mereka. Jika berani mengganggu nya lagi saat itu.
Para pelayan pun putus asa dan menyerah. Mereka tidak berani untuk membujuk Kevin lagi. Kepala pelayan pun memutuskan untuk menghubungi kerabat Kevin. Mungkin saja sang bos akan mendengarkan perkataan salah satu kerabat nya.
Dia pun langsung menghubungi Tara yang tak lain adalah adik Kevin. Mendengar kabar kakak nya yang begitu miris. Tara langsung bergegas datang ke rumah Kevin.
Tidak berselang lama sekitar satu jam, kini Tara sudah berada di rumah sang kakak. "Dimana dia?" tanya nya kepada kepala pelayan.
"Bos Kevin ada di kamar nya tuan...." jawab kepala pelayan itu.
Tara langsung bergegas naik kelantai dua menuju kamar Kevin. Saat berada di depan pintu kamar Kevin. Tara mendengar suara isakan tangis sang kakak. Dia begitu tak percaya mendengar suara tersebut. Tara pun langsung membuka pintu kamar Kevin.
__ADS_1
Betapa terkejutnya dia saat melihat keadaan kamar Kevin yang sangat berantakan. Semua barang-barang hancur dan berserakan. Tetapi mata Tara tertuju pada satu titik yaitu tempat tidur.
Dia melihat sang kakak sedang meringkuk seperti bayi memeluk sebuah bantal. Tara berjalan menghampiri Kevin yang sedang menangis itu.
"Kak.....apa yang terjadi? Kenapa kamu seperti ini...."
Tara menyentuh pundak nya, Kevin pun tersadar dia langsung menoleh ke arah Tara. Matanya berkaca-kaca sangat berbeda dengan Kevin seperti biasanya. Melihat keadaan sang kakak yang begitu berantakan membuat Tara merasa sedih.
"Tara.....hiks hiks.....kenapa kamu datang kesini? Pergi dari sini, aku gak butuh siapa pun...yang aku butuhkan hanya Mia...hiks hiks" ucap Kevin dengan isakan nya.
Suara nya berat dan bergetar, bahkan wajah nya juga pucat.
"Kak sadar lah....kamu tidak boleh seperti ini, bangun lah dan paling tidak kamu harus makan....jangan menyiksa diri seperti ini..."
Tara meraih kedua pundak Kevin, dan memaksanya untuk bangun dari tempat tidur. Tetapi Kevin malah mencengkram kuat kerah baju Tara.
"Bawa dia kembali......" ucap Kevin dengan suara serak dan pelan berbisik di telinga Tara.
"Apa maksudmu kak.....memang nya Mia kemana?" tanya Tara yang kebingungan.
"....bukan kah kalian sudah tidak mempermasalahkan kejadian di Resort itu? Terus kenapa dia pergi?" lanjut Tara.
"Anna hamil.....pliss bawa dia kembali, aku tidak bisa hidup tanpa nya......" lirih Kevin dengan raut wajah memohon.
Tara menatap lekat wajah sang kakak. Dari sorot matanya Tara bisa merasakan, seberapa besar rasa kehilangan yang di rasakan Kevin. Dia pun menarik nafas dalam-dalam mencoba untuk tidak ikut menampakan kesedihan nya.
"Baiklah....aku akan mencoba mencarinya....tapi kakak harus bangun dan makan, jangan menyiksa dirimu seperti ini....aku yakin Mia pasti baik-baik saja, karna dia adalah Mia. Wanita kuat yang sangat bijaksana, dia tidak akan melakukan hal bodoh.....kakak tenang saja..." ucap Tara mencoba untuk meyakinkan sang kakak.
.
.
TBC.
Note: Episode selanjutnya Next kalau gak siang sore yah🙏🙏🌹🌹
__ADS_1