Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
"Aku akan membawamu pulang bee..."


__ADS_3

Sampai ketiga kalinya masih sama, tak menunggu lama Kevin langsung membuka pesan. Saat dia hendak mengirimkan pesan kepada Arsen. Matanya langsung membulat membaca pesan yang dikirim Arsen semalam.


"Apa maksudnya ini? Dia berhenti? Dan membawa Anna pergi jauh? Apa dia berusaha kabur dengan gadis itu?" gumam Kevin tak percaya.


"Akkkhhh.....Kenapa banyak sekali masalah, seperti tiada hentinya" Kevin mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sudah cukup......Kevin tenang lah, yang terpenting sekarang adalah kamu harus menemui istrimu terlebih dahulu dan membawa nya pulang....." lanjutnya dengan raut wajah yakin.


Malam itu Kevin langsung menghubungi Tara mengenai keberadaan Mia. Dan juga Kevin meminta bantuan Tara untuk mengurus sedikit keadaan perusahaan besok pagi. Tara mengiyakan permintaan sang kakak. Kevin merasa bersyukur memiliki adik yang penurut dan baik hati seperti Tara.


Setelah selesai berbicara dengan Tara di telpon. Tidak menunggu lama Kevin yang sudah tidak sabaran itu. Memerintahkan anak buah nya untuk menyiapkan jet pribadi. Malam itu juga dia terbang ke Beijing menggunakan jet pribadinya.


Sekitar pukul satu malam Kevin telah menapakan kaki nya di kota Beijing. Kota yang menjadi saksi awal cinta nya dan Mia bersemi. Dia tidak pernah melupakan segala kenangan di kota itu.


"Ini dia kunci mobil anda Bos...." salah satu anak buah Kevin memberikan kunci mobil padanya.

__ADS_1


Kevin meraih kunci tersebut lalu segera menghampiri mobil hitam mewah yang terletak tidak jauh dari tempat nya berada. Kevin pun memasuki mobil tersebut.


Di balik kemudi, Kevin menggenggam erat setir kemudi tersebut. Pandangan nya menajam ke arah depan. Memantapkan keyakinan nya untuk menuju ke suatu tempat.


"Aku akan membawa mu pulang bee....." gumam nya yakin di dalam hati.


Sedetik kemudian Kevin memutar kunci mobil dari off ke on. Mobil pun mulai menyala, Kevin langsung menancap gas berlalu dari tempat itu.


Diperjalanan Kevin menghubungi satu nomer, yang diyakini nya akan memberikan jawaban pasti mengenai Mia.


***


Shiittttt......


Mobil Kevin berhenti di depan sebuah rumah putih bernuansa mewah. Di tengah malam seperti ini rumah itu di kelilingi banyak lampu-lampu. Untuk menerangi setiap sudut nya.

__ADS_1


Kevin pun turun dari mobil, dengan sunggingan senyuman tercipta dari sudut bibirnya. Menatap arah teras depan rumah itu, yang memperlihatkan seorang pria tampan yang tersenyum balik padanya.


Meskipun memakai piyama tidur saja, pria tersebut masih terlihat sangat tampan dan kharismatik. Kevin melangkah kan kaki menaiki satu persatu anak tangga di depan teras rumah tersebut.


Kini dia tengaj berhadapan dengan pria tampan tersebut, yang tak lain adalah Nathan. Nathan tersenyum mengejek dengan alis yang naik sebelah.


"Cepat sekali kau datang.....ayo masuk, udara semakin dingin. Aku sangat tidak menyukai nya" Nathan pun berlalu masuk. Di ikuti oleh Kevin di belakang nya. Mereka pun duduk di ruang keluarga. Bahkan di tengah malam salah satu pelayan Nathan masih ada yang belum tidur. Pelayan itu melayani Nathan dan Kevin, dengan suguhan teh hangat. Dimalam yang sangat dingin itu memang sangat cocok jika meminum segelas teh yang hangat.


Kevin menyeruput teh di gelasnya. Begitu pun Nathan. Pandangan nya menatap lekat wajah Kevin, yang kini terlihat begitu miris. "Bagaimana rasanya?" ucap Nathan dengan raut wajah mengejek.


"Apa maksudmu, ini sudah malam.....aku sangat lelah dan males untuk berantem dengan mu" Kevin memilih untuk menyeruput kembali teh nya.


TBC.


Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2