
"Ini...."
Kevin memberikan satu cup ramen instan milik Anna, yang menggelinding ke arah kaki nya. Anna menengadah, pandangan mereka bertemu. Anna tersadar dan langsung meraih ramen instan itu dari tangan Kevin.
Setelah sudah selesai memunguti barang bawaan nya. Tanpa berkata apa-apa dia langsung berlalu melanjutkan langkah nya.
Kevin menatap kepergian gadis yang berjalan tergesa-gesa di hadapan nya itu. Dia tidak menghiraukan sikap aneh Anna, yang setiap kali bertemu dengan nya. Bagi Kevin itu juga bukan urusan nya.
Anna berjalan dengan tidak tenang alias gugup dan sedikit takut. Sesekali dia melirik kebelakang, kenapa pria kejam itu terus mengikutinya. "Apa yang dilakukan nya? Apa dia sengaja mengikutiku....." batin Anna bertanya-tanya.
Anna semakin mempercepat langkah nya, di lihat nya di depan sana jalan nya berbelok ke kanan. Hatinya terasa lega, paling tidak pria kejam itu sudah tidak terlihat lagi di belakang nya.
Tetapi tiba-tiba karna asyik menoleh kebelakang, Anna tidak melihat ke arah depan. Alhasil dia bertabrakan dengan seorang pria bertubuh kekar.
Brukk....
"Maaf...maaf saya tidak sengaja..."
Anna menunduk beberapa kali meminta maaf kepada pria kekar dihadapan nya.
"Hahaha.....gadis jal**g, apa kamu melupakan ku....."
Anna tersentak kaget mendengar pria itu tertawa, dia langsung menengadah. Mata nya seketika membulat dan jantung Anna berdegup dengan kencang. Bergidik ngeri melihat seringai senyuman dari wajah pria kekar itu yang familiar.
Anna menoleh ke kiri dan kanan, dia sudah salah memilih jalan. Karna menghindari Kevin, Anna tidak memikirkan resiko melewati jalanan sepi itu. Tanpa ingin menjawab dan berlama-lama, Anna hendak melangkah pergi. Tapi tangan nya sudah di cengkram erat terlebih dahulu dengan pria itu.
"Lepaskan aku....atau aku akan teriak...."
Anna mengancam dengan raut wajah di buat geram, padahal sebenarnya dia sangat takut. Bagaimana tidak, jika pria kekar itu adalah pria yang waktu itu mengganggu Mia. Dia pasti kesal dan ingin balas dendam terhadap Anna. Karna sudah melaporkan nya ke polisi waktu itu.
"Teriak lah....aku tidak akan melepaskan mu kali ini, dasar jal**g..."
Plakk......
Pria itu menampar pipi Anna, gadis itu tidak sempat menghindar karna tangan nya yang masih di cengkram. Anna memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamoaran pria itu.
"Lepaskan aku brengsek...."
__ADS_1
Tanpa sadar air mata Anna menetes, tapi dengan raut wajah geram. Amarah nya sudah memuncak. Cuihh.....Anna meludahi wajah pria itu untuk kedua kalinya. Pertama kali nya waktu dia menyelamatkan Mia.
Pria itu semakin geram, dia mengusap wajah nya dengan kasar. "Sialan....." teriak pria itu dengan mata yang melotot dan merah.
"Agghhh...lepaskan aku, sakit.....lepaskan brengsek."
Anna menggeliat dan menggerang kesakitan, saat pria itu mulai menjambak rambutnya. Lalu hendak menarik nya masuk kedalam lorong-lorobg sempit.
Namun tiba-tiba saja.....
Cklek....Cklek....Cklek
Suara jepretan kamera beserta lampu flash nya. Mengejutkan keduanya, sontak Anna dan pria itu menoleh ke arah asal jepretan kamera tersebut.
"Kevin...." lirih Anna dengan keheranan.
"YAAA.....apa yang kamu lakukan? berhenti memotret.....kamu mau mati?."
Dengan suara beratnya pria itu mengancam Kevin. Anna menatap ke arah pria itu, dia semakin ketakutan. Karna tatapan matanya seolah tak main-main dengan kata-katanya.
Kevin menutup mata dan menarik nafas dalam-dalam. Sedetik kemudian mata nya terbuka, saat itu juga pandangan matanya berubah. Tatapan nya tajam menatap pria itu.
Kevin tersenyum tipis, seolah menantang pria itu. Alhasil berhasil membuat pria itu semakin geram. "Apa yang lucu? Brengsekk....sini biar ku robek mulutmu itu."
Pria itu mendorong Anna ke arah belakang, hingga terseret di tanah. Kemudian dia langsung mendekati Kevin. Anna terlihat ketakutan menutup mata dengan kedua tangan nya. Tak ingin melihat....
Saat pria itu hendak meraih kerah baju Kevin. Dengan cepat dan lincah Kevin membalikan tubuh pria kekar itu. Hingga tersungkur ditanah, pria itu tidak bisa bergerak karna Kevin sudah mengunci tangan nya.
"Awwhh....lepaskan aku" ringis pria itu kesakitan, tangan nya serasa akan patah.
Wajah Kevin berubah datar, kini tatapan nya seakan membunuh. "Kenapa? Bukan kah kamu ingin membunuh ku dengan tangan ini.....bagaimana jika tangan ini sudah tidak berfungsi lagi" Kevin berucap dengan penuh tekanan dan ancaman. Membuat bulu kuduk pria itu merinding, begitu pun Anna.
Dia teringat pernah berada di posisi pria itu, saat Kevin mencengkram leher nya waktu di resort. Seperti itulah tatapan Kevin kepada pria yang kini ada di hadapan nya.
Kevin semakin menarik tangan pria itu. "Akkhhh.....sakit....baiklah....baiklah aku tidak akan mengganggu gadis itu....tapi lepaskan tangan ku aakkkhhh" pria itu meringis kesakitan, dengan air mata yang keluar dari sudut matanya.
Kevin tidak mendengarkan ucapan pria itu, dia malah semakin memelintir tangan pria kekar yang berada di bawah nya itu. Anna yang melihat Kevin di luar kendali, langsung bangun dan mendekat menahan tangan Kevin.
__ADS_1
"Sudah hentikan.....lepaskan.....kamu bisa mematahkan tangan nya".
Kevin tersadar dan menoleh ke arah Anna. Kemudian di lepaskan nya tangan pria itu dan menendang nya hingga tersungkur. Pria itu masih tergeletak lemah sambil memegangi tangan nya.
Saat Kevin kembali menatap nya, pria itu menunduk ketakutan. Kevin pun berlalu begitu saja, meninggalkan Anna yang masih terdiam.
-- --
"Tunggu....." Anna berlari menghampiri Kevin yang telah jauh melangkah di depan.
Kevin mendengar nya, tapi dia tidak ingin menjawab dan tidak mengkhiraukan nya. Pria itu terus saja melangkah dan menatap arah depan.
"Terima kasih sudah membantuku tadi...." ucap Anna sembari menjajarkan langkah nya di samping Kevin.
Kevin diam tak menjawab.
"Aku bilang terima kasih...." lagi Anna mengucapkan trrima kasih, kali aja Kevin tidak mendengar yang pertama.
Kevin melirik Anna. "Aku tidak membantumu...." ucap nya sembari terus melangkah.
"Hah? Maksudmu..." Anna bingung dengan jawaban Kevin.
"Kurang jelas? Aku bilang aku tidak membantumu, hanya saja aku marah karna dia mengancam ingin membunuhku....hahaha, lucu sekali...."
Kevin tertawa kembali mengingat perkataan pria tadi. Bisa-bisa nya dia di ancam seperti itu. "Tapi kenapa pria itu mengganggumu?" tanya Kevin.
"Hah? itu karna......" Anna berpikir keras. "Kenapa dia bertanya? apa dia tidak tahu pria itu yang pernah mengganggu kakak cantik?" batin Anna.
Kevin mengerinyit dan menatap nya dengan aneh. "Entahlah...aku juga tidak tahu, dia hanya preman pasar yang suka mengganggu orang-orang" jawab Anna asal, dia tidak ingin memberitahu Kevin yang bukan urusan nya.
Dia juga tidak ingin membuat hubungan Mia dengan Kevin jadi susah lagi. Anna yakin jika Mia menyembunyikan hal itu, pasti ada alasan nya. Jadi tidak ada hak untuknya mengikut campur.
.
.
TBC.
__ADS_1