Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Tidak Percaya dan Tidak Menyangka


__ADS_3

*****


Malam semakin larut pesta dansa sudah di mulai, setiap pasangan di persilahkan berdansa. Tepat di tengah-tengah ruangan, yang telah disediakan.


Kevin mengajak sang istri untuk berdansa, begitu pun Aaron yang mengajak Anna berdansa. Melihat nya membuat hati Arsen panas. Dia terbakar api cemburu yang luar biasa.


Ingin rasa nya dia mendekati Anna dan menarik nya berdansa bersama dengan dirinya. Tapi itu tidak mungkin, karna Arsen merasa telah melukai hati Anna. Dia yakin Anna tidak akan menyetujui ajakan nya.


"Aaghh....Arsen bodoh" maki Arsen sembari memijit pelipis nya yang menegang.


Setelah selesai berdansa, Kevin meninggalkan Mia yang sedang menyantap makanan nya. Karna Aaron mengajak nya untuk bertemu para investor. Awalnya Kevin menolak dia tidak mau meninggalkan sang istri sendirian, tapi Mia dengan pengertian nya. Meyakinkan Kevin untuk tidak mencemaskan nya, lagi pula Arsen berada di dekat Mia. Membuat beban pikiran Kevin sedikit lega.


"Jaga Nyonya Bos dengan benar, jika terjadi apa-apa pada nya akan ku potong kaki dan tangan mu" ancam Kevin menatap tajam Arsen.


Arsen menunduk hormat, seperti tak bersemangat. Biasa nya dia akan menjawab dengan tegas, tapi saat ini dia murung dan tak bersemangat.


"Pergilah bee, aku gak ppa disini" ucap Mia tersenyum.


Kevin pun mendekati sang istri dan langsung mengecup kening nya. "Aku pergi dulu bee, katakan padaku jika Arsen tidak becus menjaga mu" ucap Kevin sebelum akhirnya dia pergi bersama Aaron.


Sepeninggal Kevin dan Aaron, Anna memilih pergi dari meja itu. Dia tidak ingin berlama-lama bertatap muka dengan Arsen.


Arsen menatap sendu kepergian Anna, ingin dia mengejar nya. Tapi ada tugas yang harus di jalankan nya. Tidak mungkin dia meninggal kan Nyonya Bos nya itu, jika masih ingin memiliki tangan dan kaki tentunya.


Teng...teng...teng


Jam besar yang berada di pesta itu membunyikan lonceng nya dengan sangat nyaring. Mia menoleh ke arah jam tersebut, di lihat nya tepat pukul tengah malam.


Pandangan Mia menyapu sekeliling nya. Mencari-cari sosok Kevin, yang sedari tadi belum muncul. Katanya sebentar tapi kenapa tidak kembali juga sampai sekarang.

__ADS_1


Perasaan cemas pun menghampiri nya, Mia beranjak dari kursinya. Arsen pun ikut berdiri. "Ada apa Nyonya Bos? Anda mau kemana?" tanya Arsen.


"Arsen coba kamu cari Bos mu? Kenapa sampai sekarang Kevin belum juga balik" ucap Mia dengan cemas nya.


Arsen pun juga sadar benar ucapan Nyonya Bos, kenapa Bos Kevin belum juga balik. "Nyonya Bos...sebaiknya anda tetap disini biar saya yang mencari Bos Kevin" ucap Arsen dengan sigap.


Saat hendak melangkah pergi, tiba-tiba datanglah Aaron bersama para investor. Sontak Mia terkejut dan heran. Dimana suami nya? Kenapa tidak ada bersama segerombol orang itu?


"Mr.Aaron kenapa anda kembali sendiri? Dimana Bos Kevin...." tanya Arsen heran.


"Bukan kah dia sudah kembali, sedari tadi dia sudah pamit ingin menemui istri nya dia bilang...." ucap Aaron dengan santai nya lalu tersenyum tipis.


Arsen mengerinyit, dia merasa ada yang tidak beres. Langsung saja Arsen berlari mengitari seisi Function Hall itu. Tempat acara pesta itu di adakan....


Aaron mendekati Mia yang terlihat sangat cemas dan khawatir. "Tenang lah kita pasti akan menemukan nya....." ucap Aaron dengan penuh perhatian nya kepada Mia.


Satu jam.....


Hingga tiga jam.....


Kevin tak kunjung di temukan, Mia menatap kembali jam besar itu tepat jam tiga dini hari. "Kemana kamu bee? Aku begitu mengkhawatirkan mu" gumam Mia.


Dia terduduk lemas di kursinya, sedangkan yang lain nya sibuk mencari keberadaan Kevin. Sampai pada akhirnya ada seseirang yang mengaku telah melihat Kevin.


Saat itu juga Mia dan Arsen mengikuti arahan seseorang itu yang tak lain adalah pelayan pesta. Disusul oleh Aaron di belakang mereka.


Pelayan itu berhenti di salah satu kamar dengan angka 180C. Dia berkata jika terakhir kali dia melihat Kevin masuk ke dalam kamar itu.


Perasaan Mia semakin campur aduk, apakah gerangan yang di lakukan suami nya di kamar itu. Jika ingin istirahat kenapa dia tidak kembali ke kamar mereka, bahkan setidak nya mengabari dirinya.

__ADS_1


"Arsen cepat buka pintu nya....dan lihat apa Kevin ada di dalam?" ucap Mia gusar, dan tidak sabar. Tanpa sadar air matanya telah menetes membasahi wajah cantik nya.


"Nyonya Bos, sebaiknya anda tenang dulu.....cepat ambilkan kunci cadangan kamar ini" Arsen memerintahkan pelayan itu untuk mengambilkan kunci cadangan nya.


Pelayan itu pun dengan sigap memberikan kunci cadangan nya. Arsen meraih kunci tersebut dan langsung membuka perlahan pintu itu.


Dengan langkah yang berat dan perasaan yang berkecamuk, Mia masuk ke dalam kamar tersebut. Mia di kejutkan dengan pakaian yang berantakan di lantai sepanjang lorong.


Dan yang lebih membuat Mia terkejut baju dan celana suami nya lah yang tergeletak di lantai itu. Sesak sekali rasanya dada Mia saat ini. Kaki nya melemas hampir tak dapat berjalan. Saat hendak terjatuh Mia di tahan oleh Arsen. Arsen pun menuntun Mia lebih masuk ke dalam ruangan itu.


Deg....


Seketika itu juga mata Mia membulat, dan meneteskan bulir-bulir bening. Hati dan perasaan nya hancur berkeping-keping.


Tidak pernah dia menyangka jika suami yang paling di cintai dan di percaya nya itu, bisa berbuat kotor seperti itu. Mia semakin lemas dan tidak sanggup untuk berdiri. Akhirnya dia terduduk tepat di depan ranjang.


Ranjang dimana terdapat Kevin yang sedang tidur dengan seorang wanita. Arsen juga sangat terkejut, dia terdiam tanpa berkata satu pun. Tak mempercayai apa yang dilihat nya saat itu.


Bos nya yang dia kenal sangat setia kepada istrinya, bahkan sang bos tidak pernah tertarik kepada setiap wanita yang di temui nya. Arsen juga sangat tahu jika Kevin begitu mencintai Mia, tapi bagaimana bisa dia berbuat seperti itu di belakang sang istri.


Terlebih yang membuat Arsen lebih sakit lagi, wanita yang berada di samping Kevin, adalah Anna. Arsen benar-benar tidak percaya. Sejak kapan Anna dan Bos Kevin mengenal, sampai bisa tidur bersama seperti itu?


Sedangkan di belakang sana, Aaron tersenyum puas. Dia menghela nafas lega, bisa membuktikan kepada Mia jika Kevin bukan lah orang yang baik. Aaron berjalan keluar dari dalam kamar itu menghampiri pelayan tadi.


"Kerja bagus, ini bonus untuk mu!! Sekarang kamu pergi sejauh mungkin, jangan sampai ada yang menemukan mu" ucap Aaron memberikan amplop tebal kepada sang pelayan. Pelayan itu pun langsung bergegas pergi....


.


.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2