Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Extra Part : Viera dan Jungmo.


__ADS_3

Diperjalanan menuju sekolahan Marvin dan Gavin. Selama sepuluh tahun terakhir Viera menjadi pengasuh kedua bocah itu. Tetapi dengan berjalan nya waktu gadis itu tidak lagi mengeluh ingin kembali ke Beijing. Tanpa sadar dia malah betah kerja menjadi pengasuh anak-anak Kevin.


"Mau makan es krim gak?" tanya Jungmo memecahkan suasana hening di dalam mobil.


"Enggak...." singkat dan padat. Jungmo semakin tidak mengerti jalan pikiran wanita di sebelahnya itu. Kenapa mood nya cepat sekali berubah-ubah.


Jungmo menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal. Bingung harus berkata apa lagi. "Jadi mau apa?" tanya nya ragu-ragu dengan pandangan yang tertuju pada jalanan.


"Tidak ada...." lagi-lagi jawaban dari Viera berhasil membuat Jungmo menghela nafas panjang. Wanita yang aneh, pikirnya.


"Ayolah Vie, mau sampai kapan kamu marah ke aku? Dia hanya mantan rekan kerjaku sebelum bergabung dengan bos Kevin, lagian itu sudah lama juga berlalu" Jungmo melepaskan kaca matanya sambil berucap.


Sekilas Jungmo melirik ke arah Viera. Wanita itu masih memasang wajah pias nya. Tidak ada reaksi sedikit pun.


"Mantan rekan kerja atau mantan pacar kamu?" Vieraa menoleh menatap tajam Jungmo.


"Aku tidak pernah punya pacar Vie, dulu yang ada di fikiran ku hanya kerja, kerja, dan kerja, Tidak ada fikiran untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita......udah dong marah nya......"


"Tapi aku gak suka kamu dekat-dekat dia.....bersikaplah seperti orang bodoh dan berpenampilan cupu, biar gak ada wanita-wanita yang melirik mu...." raut wajah Viera berubah masam.


Jungmo pun menepikan mobil nya. Membuka sabuk pengaman nya agar lebih leluasa bergerak. Jungmo memiringkan badan nya menghadap kearah Viera. Diraih nya pundak Viera lalu memutar tubuh wanita itu menghadap dirinya.


"Vie....sebentar lagi kita akan melanjutkan hubungan kita ke jenjang pernikahan, percayalah padaku aku tidak akan tergoda oleh wanita manapun....hanya kamu wanita yang bisa membuatku jatuh cinta Vie....."

__ADS_1


"Tapi---"


"Hussshhhh......Aku tidak mau lagi melihatmu marah dan cemburu seperti ini Vie, aku sudah menetapkan hatiku hanya untuk mu, jadi jangan berpikir yang macam-macam lagi oke...." Jungmo menutup mulut Viera menggunakan jari telunjuk nya.


Kedua nya saling menatap lama. Viera tersenyum sambil mengangguk. Jungmo pun mendekatkan wajah nya ke wajah Viera. Wanita itu langsung menutup mata memberikan lampu hijau untuk Jungmo. Dalam sekejap bibir mereka saling menyatu. Ciuman hangat dan penuh kasih sayang.


Viera dan Jungmo sudah berpacaran sejak lima tahun terakhir. Dan dalam beberapa bulan kedepan keduanya akan segera melaksanakan pernikahan. Mengingat Marvin dan Gavin juga sudah berumur sepuluh tahun. Mereka sudah bisa mengurus diri sendiri. Kevin juga mengiyakan permintaan Viera untuk berhenti bekerja setelah menikah.


"Aku mencintai mu Vie....."Jungmo mengecup kening Viera dengan sangat lembut, sambil menggenggam tangan wanita itu.


"Aku juga....."


Mereka berdua pun saling berpelukan. Melupakan tujuan awal mereka untuk menjemput Marvin dan Gavin di sekolah. Jungmo terkesiap mengingat kembali Marvin dan Gavin. Yang mungkin saja sudah menunggu di depan gerbang sekolah. Jungmo pun kembali melajukan mobil menuju sekolah Marvin dan Gavin.


Benar saja sesuai dugaan nya. Marvin dan Gavin sudah menunggu mereka berdua di depan pintu gerbang sekolah.


Viera dan Jungmo pun langsung cepat-cepat keluar dari mobil dan menghampiri kedua anak itu.


"Anak-anak maaf yah kak Vie telat jemputnya....." Viera tersenyum getir pada Gavin dan Marvin.


"Tidak apa-apa kak....." Gavin menjawab sambil tersenyum melangkah menuju mobil.


Sedangkan Marvin masih berdiri di posisi nya tidak bergerak. Menatap dengan tatapan tajam yang dingin ke arah Viera dan Jungmo bergantian.

__ADS_1


"Marvin....ayo masuk ke mobil" Jungmo tersenyum getir mencoba meraih tangan Marvin. Tetapi anak itu malah menghindar.


"Paman lama sekali menjemput nya......pasti sedang pacaran kan...." ucap Marvin tiba-tiba dengan ketusnya sambil melangkah dengan arogant menuju mobil.


Jungmo dan Viera tersentak kaget. Wajah keduanya memerah malu. Ternyata anak kecil seperti Marvin bisa mengetahui apa yang mereka lakukan.


"Isshh....rasa nya aku ingin sekali menjewer telinga bocah tengil yang mulutnya sangat pedas itu...." Viera berbicara sambil menggigit bibir bawah nya karna gemas sekaligus kesal terhadap Marvin.


"Hahaha.....sudahlah biarkan saja, namanya juga anak kecil....apalagi dia adalah anak bos Kevin, tak salah jika perilaku nya sangat mirip dengan bos....." Jungmo terkekeh sambil merangkul Viera mengajak nya kembali ke dalam mobil.


Di perjalanan pulang.


Jungmo melirik Marvin yang duduk di kursi tepat dibelakang nya dari kaca sepion tengah. Wajah nya masih di tekuk sambil menatap keluar jendela.


"Paman traktir es krim mau gak?" dengan ragu-ragu Jungmo angkat bicara. Marvin menoleh sinis ke arah sorot mata Jungmo di kaca sepion tengah.


"Iya-iya ide bagus, harinya panas banget enak makan es krim....hehehe" Viera tersenyum paksa dengan sedikit kikuk.


"Hmm....boleh juga, Gavin mau es krim rasa vanila..." sahut Gavin yng menimbang-nimbang penawaran dari Jungmo.


Sedangkan Marvin hanya diam sekilas melirik. "Cihh...memang nya aku anak kecil makan es krim" gumam nya pelan dengan ketus. Tetapi masih bisa di dengar oleh Viera.


Viera mendengus kesal saat dirinya hendak menyahuti perkataan Marvin. Jungmo meraih tangan Viera dan menggeleng kan kepala. Viera pun menarik nafas dalam-dalam mencoba untuk kembali tenang dan sabar menghadapi kedua bocah nakal itu.

__ADS_1


__ADS_2