
*****
Diruang rapat.....
Para anggota rapat yang sebagian besarnya adalah pemegang saham. Terlihat sedang berbisik satu sama lain membicarakan Kevin. Mereka benar-benar tidak percaya dengan kelakuan Kevin. Karna gosip yang beredar dikalangan karyawan perusahaan, Kevin adalah seseorang yang sangat setia terhadap sang istri. Jadi bagaimana bisa gambar tersebut tersebar? dan benarkah itu kenyataan sifat asli Kevin? Semua orang pasti bertanya-tanya seperti itu.
Semua pandangan mata mereka tertuju pada kevin yang berdiri di balik meja podium saat ini. Dia berdiri tegap dengan tangan raut wajah santai. Tidak boleh terlihat gusar atau panik, karna dia harus tetap mempertahankan martabat nya.
Sedangkan Arsen yang berdiri di belakang nya, terlihat sedang menelpon seseorang. "Cepatlah sedikit....langsung ke ruang rapat saja" ucap nya berbisik pada seseorang di seberang panggilan nya.
Brakk.....
Salah seorang pemegang saham bernama Park Jeongwo yang duduk tepat di sebelah Aaron. Menggebrak meja dengan keras nya lalu berdiri.
"Direktur apaan anda....dari awal saya sudah gak yakin dengan pemimpin seperti anda!! Jika seperti ini, bisa-bisa jelek nama perusahaan dan lebih parah nya kita bakal mengalami kerugian besar" ucap nya dengan suara lantang.
Kevin hanya diam memasang wajah datar, dikatai seperti itu pasti membuat hatinya panas. Namun Kevin harus tetap sabar dan tenang. "Maafkan atas ketidak nyamanan ini..." Kevin menunduk sedikit dan berkata formal.
Melihat sang bos yang merendah seperti itu membuat Arsen merasa sedih. Benar-benar masalah ini sudah membuat martabat sang bos jatuh. Siapa pun yang melakukan ini tidak akan di beri ampunan olehnya, sekalipun itu Aaron. Arsen pun melirik pada Aaron yang tersenyum miring, merasa senang menontoni Kevin yang sedang di caci maki orang-orang.
"Brengsekk...." maki Arsen pelan menatap tajam Aaron.
Keadaan semakin riuh, semua orang yang berada di ruang rapat itu. Mulai berani angkat bicara mengeluarkan uneg-uneg mereka. Berkali-kali Kevin meminta maaf, begitu pun Arsen yang mencoba menenangkan mereka semua. Sampai pada akhirnya.....
Tok...Tok...Tok
Suara ketukan pintu. Kemudian masuklah dua orang pria berpakaian rapi menggandeng seorang pria dengan borgol di tangan. Semua orang nampak terdiam dan tercengang. Siapa mereka?.
Tidak dengan Aaron, dia nampak begitu terkejut. Dari raut wajah nya kini dia seperti baru saja melihat setan. Panik dan takut akan rencana nya yang ketahuan semua orang.
Bersamaan dengan itu tamu yang tidak di sangka-sangka datang, papah dan mamah Kevin beserta Mia di belakang mereka.
__ADS_1
Plak.....
Satu tamparan mendarat di wajah Kevin, meninggalkan bekas merah yang tidak terlalu kentara. "Pah...." lirih sang mamah yang menahan tangan suaminya.
Kevin menarik nafas dalam-dalam berusaha tetap tenang dan tidak gegabah. Dia sudah dewasa bukan lagi anak labil, yang jika di pukul orang tua nya akan menangis dan balik marah. "Papah tenang dulu....ini semua hanya salah paham, dan sebentar lagi akan terungkap kebenaran siapa dalang dibaliknya" jelas Kevin meyakinkan sang papah.
Tapi apa boleh buat sang papah sudah sangat dikuasai oleh amarah. "Kamu sudah buat papah malu Vin....Papah gak nyangka kamu bakal mengkhianati istri kamu" dengan nada keras dan lantang.
"Benar Vin, mamah juga gak nyangka kamu seperti itu" sahut sang mamah, nampak kekecewaan di wajah mereka berdua.
Mia yang melihat sang suami di tuding seperti itu, tidak tinggal diam. Dia langsung menghampiri Kevin. "Pah...Mah....tolong dengarkan penjelasan Kevin, Mia percaya ini semua hanya salah paham...dan ada orang yang sengaja menjebak Kevin" bela Mia berusaha meyakinkan kedua mertua nya itu.
"Menjebak?" dengan raut wajah serius menatap Kevin dengan penuh tanya.
"Benar pah....ini dia saksi yang akan membongkar dalang dari masalah ini" Kevin melirik tajam pada Aaron di ujung sana. Wajahnya pucat dengan keringat dingin di keningnya. Aaron membuang muka tak ingin menatap Kevin.
"Apa benar itu? Cepat katakan....".
"Benar....MR.KEVIN LOUIS TIDAK BERSALAH, DIA ADALAH KORBAN YANG SENGAJA DI JEBAK. OLEH PIHAK-PIHAK TERTENTU....SAYA SELAKU SALAH SATU ORANG BAYARAN DARI PIHAK TERSEBUT, MEMBENARKAN SEMUA ITU.....SAYA DI BAYAR UNTUK MEMBUNUH PELAYAN YANG MENYAMAR DI PESTA RESORT PULAU JEJU WAKTU ITU....." ucap pria itu dengan suara keras.
"Jadi siapa orang itu.....".
Aaron semakin gelisah. Kevin sangat yakin jika dia adalah dalang nya. Kemenangan berpihak padanya.
"Kami memanggilnya Arbos......dia orang nya" pria itu tanpa beban menunjuk Aaron.
Sontak semua pandangan mata tertuju padanya. Suasana kembali riuh, "Apa-apaan kamu? Jangan sembarangan menuduh orang, bisa saja aku menuntut balik kalian" bela Aaron, tak terima dirinya ditunjuk.
"Saya tidak menuduh....ini adalah kenyataan, andalah yang sudah membayar kami untuk menjebak Mr.Kevin waktu itu".
Bugh.....
__ADS_1
Tidak terlihat Kevin ternyata sudah berada tepat di depan Aaron, dia langsung meninju kuat wajah nya hingga terjungkal dari bangku.
"Bee....." teriak Mia.
"Tuan sudah hentikan" halat Arsen di depan Kevin.
"Tidak....dia harus di beri pelajaran".
Kevin kembali menyerang Aaron. Tapi tiba-tiba saja pintu ruang rapat kembali terbuka. Masuklah seorang pria bertubuh kekar dengan tato di sekujur lengan nya.
"Hentikan...." teriak nya keras dengan suara berat.
Sontak semua nya terdiam dan memandang pria tersebut. Bertanya-tanya siapa dia.....
"Saya lah ARBOS..... Ji Arbosa, saya mengakui jika saya lah yang dalang nya...bukan dia".
Kevin tersentak dan tak percaya dengan ucapan pria tersebut. Tidak mungkin, pria itu sudah berbohong. Kevin yakin jika Aaron lah dalang nya. Tapi kenapa pria itu mengakui semua kesalahan.
Kevin menghampiri pria kekar tersebut dan langsung mencengkram kerah bajunya. "Bohong, jangan mengakui kesalahan nya!! Katakan jika dia yang bersalah...." Kevin terlihat sangat kacau.
"Bee, sudah tenanglah....serahkan semua nya kepada pihak kepolisian" Mia mencoba untuk menengkan suaminya.
"Tidak bee...ini gak benar, bukan dia dalang nya tapi Aaron" ucap Kevin sembari melirik Aaron. Kini dia terlihat tersenyum dengan puas, sambil dipapah oleh sang sekertaris. Membuat Kevin semakin geram.
"Bos.....tenang lah, biarkan polisi membawanya" ucap Arsen yang ikut memegangi Kevin.
Akhirnya polisi datang dan membawa pria penembak dan pria yang mengaku barusan. Kevin terduduk lemas sambil memegangi kepala nya. Kenapa malah berjalan tidak sesuai rencana nya.
__ADS_1
TBC.