Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Berbuat Nekat


__ADS_3

"Kenapa kamu jadi bingung sendiri di situ, turun kamu!" Titah Clara yang melihat Amanda masih tampak bengong di dalam mobil.


"Sebenarnya apa yang mau kita lakukan di sini Nyonya? Ini rumah siapa? Jangan bilang kalau kita mau membobol rumah ini," tanya Amanda.


"Kamu pikir saya sudah kekurangan uang sampai harus membobol rumah orang lain. Kamu tidak perlu banyak tanya, sekarang buka dulu topeng kamu itu, jangan sampai satpam di rumah ini curiga," ucap Clara, karena sepanjang perjalanan memang Clara dan Amanda sudah menggunakan topeng tersebut.


"Oh iya, baik Nyonya," jawab Amanda.


Lalu Clara dan Amanda pun turun dari mobil. Clara membawa sebuah minuman botol dan saat itu ia berjalan mendekati satpam.


"Permisi Pak," ucap Clara kepada satpam yang menjaga rumah tersebut.


"Iya Bu, ada apa ya?" Tanya satpam yang menganggap Clara hanyalah orang biasa.


"Ini Pak, saya mau menawarkan sebuah produk baru, kebetulan minuman ini sangat bagus untuk imun di malam hari. Sangat cocok untuk daya tahan tubuh Bapak yang sering bergadang, berjaga malam seperti ini. Jika Bapak berkenan, Bapak boleh ambil saja dulu, gratis. Nanti Bapak bisa memesannya lagi kepada saya. Di botol itu ada kontak saya," ucap Clara.


Amanda pun merasa kebingungan, ia benar-benar tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh bosnya itu, tetapi ia hanya bisa mengikutinya saja.


"Oh seperti itu, boleh Bu dan terimakasih sekali ya," ucap satpam menerimanya, lalu ia pun segera meneguk minuman yang telah dikemas khusus oleh Clara di dalam sebuah botol.


Setelah menghabisi minuman tersebut, tiba-tiba saja satpam merasakan kepalanya sakit, lalu tergeletak begitu saja di atas lantai.


Clara tersenyum puas karena rencana pertamanya berhasil, tentu saja hal tersebut membuat Amanda pun merasa sangat terkejut.


"Gila, ini benar-benar gila. Jangan-jangan dia mau melakukan sebuah kejahatan di rumah ini," batin Amanda yang mendadak ngeri.


"Cepat gunakan topeng itu kembali!" Titah Clara sembari ia juga memakai topengnya sendiri

__ADS_1


Karena di saat ini semua orang yang ada di rumah tersebut sudah kembali, sehingga tidak perlu lagi ada penjaga yang menjaganya rumah tersebut seperti sebelumnya. Hanya satpam yang berada di luar sehingga sangat memudahkan Clara untuk berbuat nekat seperti yang saat ini ia lakukan, tentunya sebelum itu ia sudah mencari tahu informasi terlebih dahulu tentang rumah tersebut.


****


Secara perlahan Clara yang diikuti oleh Amanda itu langsung saja berjalan menuju ke sebuah kamar yang ia yakini tempat tersebut adalah kamar orang tua Nathan. Ya memang di saat ini Clara dan Amanda sedang berada di kediaman Collin.


Tok … tok … tok …


Cynthia yang kebetulan belum tidur dan mendengar suara ketukan jendela itu pun segera saja membukanya. Akan tetapi saat jendela telah terbuka, ia tidak melihat siapapun di sana. Di saat Chintia hendak menutup jendelanya kembali, ia malah mendapat serangan dari Clara yang tiba-tiba saja muncul dan menyuntikan sebuah obat bius pada tangannya, sehingga Cynthia pun menjerit dan setelah itu ia pingsan seketika karena efek obat bius tersebut.


Amanda membelalakkan matanya, lagi-lagi ia dibuat terkejut dan ngeri dengan perlakuan Clara yang seakan menjadi monster malam ini.


"Nyonya, apa yang Anda lakukan?" Tanya Amanda.


"Jika kamu masih ingin tetap hidup, sebaiknya kamu diam saja," ucap Clara lalu meminta alat yang dibawa oleh Amanda untuk mencongkel besi teralis yang menutup jendela tersebut.


Clara tersenyum di saat melihat Fransisco yang terbaring lemah dalam keadaan lemah tak berdaya.


"Halo, mantan Ayah mertuaku. Apa kabar? Sepertinya kamu masih tetap bertahan hidup dengan alat ini ya? Tapi pasti tidak enak 'kan rasanya hidup seperti mati. Biar aku bantu ya mengantar Papa ke alam baka," ucap Clara yang hendak membuka selang oksigen yang dipakai oleh Francisco


Akan tetapi di saat itu tiba-tiba saja …


"Ma, ini aku bawakan su-. Akh …!" Ucapan Dinda terhenti dan berganti teriakan saat melihat seseorang yang di saat itu hendak mencelakai ayah mertuanya. "Siapa kamu? Maling …!" Dinda kembali berteriak sehingga membuat Clara pun kelabakan.


Sebelum ada yang mendengar dan memergokinya, dengan cepat Clara mendekati dan menarik tangan Dinda berniat hendak mencelakainya. Akan tetapi Dinda tak tinggal diam, ia pun membalas hingga tak sengaja mendorong tubuh Clara yang berkedok maling itu, sehingga kepalanya terbentur ke dinding lalu pingsan begitu saja.


Nathan yang di saat itu juga belum tidur dan mendengarkan teriakan istrinya itu pun langsung saja menghampirinya.

__ADS_1


"Ada apa Ma?" Tanya Nathan saat melihat kondisi kamar orang tuanya itu sangat berantakan.


Sementara di saat itu tubuh Dinda masih tampak bergetar, ia tak percaya jika ia begitu berani melawan maling sampai maling tersebut pingsan karena ulahnya.


Nathan segera meraih tubuh istrinya itu, meskipun ia sangat terkejut melihat ibunya yang sudah tergeletak di lantai. Untungnya selang oksigen yang ayahnya gunakan belum sempat dibuka oleh Clara.


"Ma tenang ya, ada apa ini? Kenapa Mama bisa pingsan dan ini siapa?" Tanya Nathan sembari menunjuk seseorang yang menggunakan topeng tersebut.


Lalu Dinda pun menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada suaminya itu.


"Jadi ini malingnya?" Tanya Nathan dan ditanggapi anggukan kepala oleh istrinya itu.


"Duh … gawat kalau aku ketahuan ada di sini. Jadi ternyata ini kediamannya Tuan Nathan," batin Clara saat mengintip dari jendela. Ia yang tak mau mengambil resiko itu pun segera saja melarikan diri, pergi meninggalkan kediaman Collin.


Sementara itu, Nathan tampak mendekati maling tersebut dan ingin mengetahui siapa orang di balik topeng tersebut. Akan tetapi di saat itu Clara yang mereka anggap sebagai maling telah sadar dan segera mendorong tubuh Nathan dengan kuat hingga Nathan telentang karena sama sekali tidak ada persiapan. Setelah itu ia pun segera saja berlari, melompat dari jendela dan bergegas kabur.


"Heh tunggu! Berhenti kamu maling!!" Teriak Nathan lalu ia pun tak tinggal diam dengan ikut melompat dari jendela, mengejar siapa orang tersebut.


Clara berlari kencang dan mencari dimana keberadaan mobilnya yang ternyata sudah dibawa pergi terlebih dahulu oleh Amanda. Sehingga ia pun berlari tak tentu arah sejauh mungkin agar tidak terkejar oleh Nathan.


Akan tetapi tiba-tiba saja …


Din … din …


"Akh …!" Teriak Clara saat melihat sorotan lampu mobil yang begitu terang dan sudah mendekatinya, membuat ia pun sudah tidak dapat lagi untuk menghindar.


Brakh …

__ADS_1


__ADS_2