Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Rasa Takut


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari Keenan, wajah Nadine pun tampak memerah menahan amarahnya. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja diungkapkan oleh kakaknya itu.


"Kak, kamu serius sudah melakukan hal itu? Kenapa kamu nggak bilang dulu ke aku sih, nggak minta persetujuan aku dulu," tanya Nadine.


"Memang aku sengaja tidak meminta persetujuan kamu Nadine, karena aku yakin kamu juga tidak akan setuju," ucap Keenan.


"Ya sudah jelas lah aku tidak akan setuju Kak. kamu ini benar-benar keterlaluan ya, memangnya Kakak nggak pikir apa akibatnya nanti untuk mereka," ucap Nadine yang terlihat murka.


"Aku nggak peduli, lagipula untuk apa juga aku memikirkan nasib mereka. Toh mereka sendiri juga tidak memikirkan bagaimana nasib kita kan? Kamu lupa ya Nadine, apa yang sudah terjadi dengan kita karena ulah mereka itu," ucap Keenan.


"Aku masih mengingatnya dengan jelas kak, bahkan aku tidak akan pernah melupakannya. Tetapi nggak gitu juga caranya memberi mereka pelajaran, jangan membalasnya dengan cara yang sama dong Kak. Kasihan Bianca karena aku juga merasakan apa yang dia rasakan saat ini," kata Nadine.


"Justru itu yang aku inginkan, aku mau mereka ikut merasakan apa yang kita rasakan. Tetapi sayangnya mereka tidak tahu apa yang telah terjadi di antara kita, sedangkan kita tahu betul apa yang sudah mereka lakukan. Tetapi mereka beruntung karena masih bisa bersama, asalkan keduanya mau. Berbeda dengan kita yang sama sekali tidak akan pernah bisa bersatu Dine," ucap Keenan.


"Belum tentu Kak, karena tadi Kakak sendiri yang bilang kalau mereka bisa melakukannya tanpa sadar. Itu artinya, bisa saja kan mereka tidak menyadari kalau mereka sudah melakukannya," ucap Nadine.


"Tapi itu tidak mungkin, saat mereka terbangun, pasti mereka akan tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Keenan.


"Entahlah Kak, aku benar-benar nggak menyangka Kakak bisa melakukan hal serendah itu," ucap Nadine yang begitu kecewa, lalu ia pun segera saja pergi meninggalkan Keenan.


Kini Nadine sudah berada di dalam kamarnya, ia terlihat begitu kesal terhadap tindakan bodoh yang sudah dilakukan oleh kakaknya. Di saat itu pun ia kembali membaca pesan terakhir yang dikirim oleh Keenan untuk Farel. Rasanya ia ingin menghubungi Farel saat ini juga, tetapi ia merasa tak enak hati karena pastinya Farel sudah mengetahui bahwa semua itu adalah ulahnya yang sengaja ingin membalas dendam dan pastinya Farel juga akan sangat marah terhadap tindakannya itu.


****


Seperti biasa jika otaknya terasa sedang buntu, Keenan selalu menghabiskan waktunya dengan menikmati semilir angin malam sekaligus untuk menjernihkan otaknya kembali dengan duduk di taman belakang di tepi kolam renang sebagai tempat favoritnya selain di balkon. Di saat itu Cynthia yang kebetulan belum tidur dan tidak sengaja melihatnya itu pun segera saja menghampiri cucunya itu.

__ADS_1


"Keenan!" Panggil sang nenek.


"Oma, ada apa Oma? Kenapa Oma belum tidur?" Tanya Keenan.


"Sama seperti kamu, Oma belum bisa tidur saja dan tidak sengaja melihat kamu ada di sini. Boleh Oma duduk di sini menemani kamu?" Tanya Cynthia.


"Tentu saja boleh Oma, silahkan duduk!" Ucap Keenan.


Karena mendapat persetujuan dari sang cucu, Cynthia pun segera saja mendudukkan dirinya di samping Keenan.


"Keenan apa boleh Oma bertanya sesuatu dengan kamu?" Tanya Cynthia.


"Iya, boleh kok Oma. Oma mau tanya apa? Sepertinya serius banget," kata Keenan.


Keenan membelalakkan matanya, ia sangat terkejut kenapa Omanya bisa menebak tentang perasaannya dengan benar. Padahal itu sudah sangat biasa bagi Chintya, meskipun mereka sudah lama berpisah dengan Cynthia yang tinggal di luar negeri, tetapi ia masih bisa mengetahui bagaimana sikap cucunya itu.


"Oma kenapa bisa bicara seperti itu?" Tanya Keenan.


"Keenan, Oma sudah begitu dekat dengan kamu sejak kamu lahir ke dunia, Oma tahu bagaimana sikap kamu itu. Oma masih ingat bagaimana kamu sewaktu pertama kali pacaran, bagaimana perasaan kamu terhadap wanita itu. Dan 1 tahun yang lalu, kamu cerita jika kamu berpacaran dengan Bianca hanya karena mencoba untuk mencintainya saja, untuk melupakan seseorang yang yang tidak bisa kamu miliki, ya dari situ Oma tahu bahwa kamu mencintai orang lain. Apakah itu mantan kekasihmu dulu karena sudah menikah sehingga tidak bisa kamu miliki atau memang ada orang lain yang sudah kamu cintai sejak lama tetapi belum pernah kamu miliki karena wanita itu tidak membalas cinta kamu?" Tanya Cynthia.


Sebenarnya sudah lama ia ingin menanyakan hal ini kepada cucunya itu, tetapi ia baru sempat untuk menanyakan hal yang menurut Cynthia itu adalah urusan pribadi Keenan. Tetapi apa salahnya, toh dia adalah neneknya.


"Oh masalah itu ya Oma. Bukan karena itu kok, ya memang Karena Keenan nggak cocok aja dengan Bianca. Meskipun aku sudah berusaha untuk memahami sikap Bianca, untuk menerima dia apa adanya, bahkan aku merubah jati diri aku sendiri hanya demi Bianca, tetapi itu semua sama sekali nggak ada artinya Oma, malah semakin menyiksa batin. Daripada harus terus dipaksakan dan membuat sakit hati, maka itu aku lebih memilih untuk mengakhirinya saja. Sebenarnya Bianca sih yang mengakhirinya terlebih dulu, tapi saat dia meminta balikan aku menolaknya Oma. Karena menurut aku lebih baik Bianca mencari kebahagiaannya dengan pria yang benar-benar bisa menjadi orang lain sesuai keinginannya, demi dirinya. Karena menurut aku Bianca itu nggak tulus Oma, kalau dia benar-benar mencintaiku, seharusnya dia bisa menerima aku yang memang tidak sempurna, seperti aku yang menerima dirinya apa adanya," terang Keenan, memang itu juga merupakan salah satu alasannya, tetapi ada alasan lain yang tak bisa ia ceritanya kepada sang Nenek bahwa ia mencintai adik kandungnya sendiri.


"Aku tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh Keenan. Apa mungkin dia mencintai Nadine? Karena yang aku lihat dari sikapnya ke Nadine itu sangat berlebihan, bukan seperti sikap seorang kakak terhadap adiknya, aku bisa merasakan sesuatu yang lain. Aku merasa semakin bersalah karena telah menutupi kenyataan tentang hal yang sebenarnya. Bisa saja jika Keenan memang mencintai Nadine, tetapi dia merasa tersiksa dengan perasaannya itu karena menganggap Nadine adalah saudara kandungnya, sehingga tidak bisa bersama. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ataukah aku harus membongkarnya, tapi aku sangat takut karena sudah terlalu lama aku menyimpan rahasia ini. Bagaimana jika Nathan, Keenan dan semuanya marah jika tahu aku telah menyimpan rahasia sebesar ini dari mereka, aku takut dan tidak sanggup," batin Cynthia.

__ADS_1


"Oma, kenapa oma diam? Apa ada sesuatu yang ingin Oma sampaikan ke aku?" Tanya Keenan.


"Oma tidak kenapa-napa kok Sayang. Oma hanya mau menyampaikan jika kamu harus tetap semangat dan sabar ya, nantinya kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya dari orang yang kamu cintai dan mencintai kamu apa adanya. Keenan, Oma masuk dulu ya, kasihan Opa terlalu lama ditinggal keluar. Kamu juga jangan lama-lama tidurnya, ini kan sudah malam. Besok juga kamu harus bangun pagi untuk ke kantor kan," ucap Cynthia.


"Iya Oma, Oma duluan aja ya. Sebentar lagi aku masuk ke dalam kok," ucap Keenan.


"Iya Sayang, Oma masuk dulu ya," ucap Cynthia dan segera berlalu.


"Aneh, ada apa ya dengan Oma? Kenapa aku merasa seperti ada sesuatu yang Oma sembunyikan dari aku, tapi aku tidak tahu apa itu. Ya sudahlah untuk apa juga aku memikirkannya, nanti kalau sudah waktunya pasti Oma akan menyampaikan hal itu," batin Keenan.


****


Keesokan hari, Cynthia tidak sengaja bertemu Keenan dan Nadine yang baru saja turun dari lantai atas hendak menuju ke ke ruang makan. Di saat itu, entah kenapa ia sangat tidak suka melihat Keenan dan Nadine yang begitu mesra dengan sikap Keenan yang merangkul tubuh adiknya itu, seperti ada rasa takut dan khawatir dengan hubungan mereka dan hal tersebut sangat bersangkutan dengan apa yang ia sembunyikan selama ini.


"Keenan, lepaskan rangkulanmu itu! Kalian tidak boleh terlalu dekat seperti itu Kenan, Nadine," ucap Cynthia hingga membuat kedua cucunya itu pun merasa keheranan.


"Tapi kenapa Oma? Nadine ini kan adik aku. Memang apa salahnya?" Tanya Keenan.


"Ada apa Ma? Sudah terbiasa mereka berdua seperti itu Ma. Memang apa salahnya? Mereka bukan orang lain. Kenapa sepertinya Mama sangat tidak suka dengan kedekatan mereka atau ada sesuatu Mama sembunyikan dari kita semua?" Tanya Nathan yang tiba-tiba saja muncul bersama dengan istrinya.


Cynthia tampak terdiam, ia tak tahu harus mengatakan apa saat ini di depan keluarganya itu.


Bersambung …


__ADS_1


__ADS_2