Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Cinta yang semakin Dalam


__ADS_3

Karena merasa ketakutan setelah melihat dan membaca surat teror, membuat Nadine tidak menyadari jika saat ini ia telah merangkul tangan Keenan hingga posisi mereka pun begitu berdekatan. Setelah keduanya saling menyadari, jantung mereka berdua pun terasa berdetak lebih cepat dan merasakan cinta di antara keduanya itu muncul kembali.


"Ya Tuhan, kenapa aku selalu saja merasakan getaran ini saat berdekatan dengan Kak Keenan, kenapa rasa cinta ini semakin dalam untuk Kak Keenan, bukannya malah melupakannya," batin Nadine.


"Nadine, kamu benar-benar wanita yang berhasil membuat perasaan aku menjadi tak karuan seperti ini? Hanya kamu Nadine. Aku merasa semakin lama semakin mencintai kamu, terlebih lagi dengan apa yang sudah kita lakukan waktu itu," batin Keenan.


Kini keduanya pun saling bertatapan.


"Kak Keenan, Kak Nadine," panggil Kenzie yang membuyarkan lamunan kakaknya, sehingga Nadine pun melepaskan rangkulan tangannya itu.


"Kak Keenan dan Kak Nadine kenapa? Kenapa kalian berdua malah bengong dan saling menatap seperti itu? Sudah seperti orang yang sedang jatuh cinta saja," ucap Kenzo asal.


"Bicara apa sih kamu, ngaco banget," ucap Nadine yang terlihat gugup karena ketangkap basah oleh sang adik.


"Maaf Kak," ucap Kenzo.


"Sudah, sudah. Sekarang kita harus pikirkan apa yang harus kita lakukan saat ini," ucap Keenan.


"Kita harus memberitahu Papi Kak. Papi juga kan selama ini merasa sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi dengan Mama dan inilah jawabannya. Jadi papi berhak tahu," ucap Nadine.


"Kamu benar Dine, tapi bagaimana caranya kita memberitahu Papi? Sudah pasti Mama akan selalu bersama dengan Papi," ucap Keenan.


"Aku punya ide Kak, lebih baik Kakak kirim pesan WhatsApp aja untuk Papi," usul Kenzie


"Aku setuju, kalau lihat ada pesan WhatsApp masuk, pasti Papi akan langsung membacanya," sahut Kenzo.


Kalian berdua ini bagaimana sih, kalau sedang bersama dengan Mama, Papi itu jarang memegang ponselnya, bagaimana kalau Papi saat ini sedang berada di kamar mandi dan ponselnya akan dilihat oleh Mama saat kita mengirim pesan," ucap Keenan, lalu kedua adik kembarnya itu pun tampak berpikir.

__ADS_1


"Kak Keenan benar, itu artinya kita harus mencari cara lain untuk bisa memberitahu soal ini ke Papi," ucap Nadine.


****


"Kamu benar tidak apa-apa pulang naik ojek? Ini kan sudah sangat malam, biar aku saja ya yang antar kamu pulang Bisma. Tidak apa-apa kok," ucap Amanda.


"Jangan dong Amanda, apalagi kan rumah aku lebih jauh daripada tempat tinggal kamu. Nanti malah membahayakan kamu seorang wanita malam-malam pulang sendirian. Tidak masalah kok, biar aku antar kamu pulang dulu dan memastikan kamu selamat sampai di rumah. Setelah itu baru aku akan pulang ke rumah, aku juga sudah memesan ojol untuk menjemput aku di lokasi tempat tinggal kamu," ucap Bisma.


Saat ini Bisma dan Amanda sedang dalam perjalanan menuju pulang ke apartemen tempat dimana Amanda tinggal.


"Bisma, kamu ini benar-benar pria yang begitu perhatian dan peduli, aku benar-benar kagum dengan kamu dan sangat senang bisa kenal dengan kamu," batin Amanda. "Terimakasih ya Bisma dan aku minta maaf karena sudah mengajak kamu pulang lebih awal, aku hanya takut nanti Nyonya Clara marah. Kamu tahu sendiri kan aku tinggal bersama dengan bos aku di apartemen," ucap Amanda.


"Iya tidak apa-apa kok Amanda. Ini juga kan memang sudah sangat malam, aku saja yang sampai lupa waktu karena asik mengobrol dengan kamu. Tapi tadi kamu menyebut nama siapa? Nyonya Clara?" Tanya Bisma untuk memastikan apa yang ia dengar tidak salah.


"Iya Nyonya Clara, jadi Bos yang aku bilang sewaktu itu sudah lama tinggal di luar negeri dan pulang ke Indonesia bersamaku itu namanya Nyonya Clara," jawab Amanda.


"Ada apa Bisma?" Tanya Amanda.


"Maaf Amanda, apa aku boleh tanya sesuatu dengan kamu," ucap Bisma.


"Iya boleh, tanya aja," ucap Amanda.


"Apakah Nyonya Clara itu mempunyai anak laki-laki? Apa dia pernah menceritakannya kepada kamu?" Tanya Bisma to the point, rasanya sudah tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda mencari tahu masalah ini, apalagi setelah ia mendapatkan tanda-tandanya.


"Iya punya, Nyonya Clara itu memang mempunyai anak laki-laki, bahkan dia pulang ke Indonesia karena anaknya itu. Tapi sayangnya anaknya tidak mau menerima Nyonya Clara kembali, karena beliau sudah sangat lama meninggalkan anaknya itu bersama ayah dan ibu tirinya. Dan saat pertama kali mereka bertemu lagi di sini, Nyonya Clara malah meninggalkan kesan yang tidak baik sehingga membuat anaknya itu pun tidak menyukai ibu kandungnya sendiri," jawab Amanda apa adanya. Ia merasa tidak perlu menyimpan rahasia kepada Bisma, karena ia juga merasa nyaman saat menceritakan semua masalahnya kepada pria tersebut setelah lama ia menyimpan rahasia itu sendiri.


"Oh seperti itu, kasihan juga ya Nyonya Clara," ucap Bisma. "Tidak salah lagi, bos-nya Amanda benar-benar ibu Tuan Keenan," batin Bisma.

__ADS_1


"Iya sih, aku juga kasihan sebenarnya. Tapi biarin saja lah. Anggap saja itu karma untuk Nyonya Clara karena telah menyia-nyiakan anaknya dulu. Tapi kok kamu bisa menanyakan soal itu, apa kamu kenal dengan Nyonya Clara dan anaknya?" Tanya Amanda.


"Oh tidak, ya tidak mungkin lah aku bisa kenal dengan anaknya Nyonya Clara, bahkan Nyonya Clara itu saja aku tidak tahu siapa. Maaf ya aku tadi hanya ingin tahu saja, biasanya kan memang kalau pengusaha-pengusaha kaya itu mempunyai anak, nanti pasti harta warisannya itu akan jatuh ke tangan anaknya. Anaknya yang akan melanjutkan untuk mengelola perusahaannya sendiri, begitu kan seperti di film-film," ucap Bisma yang mencari alasan agar Amanda tidak curiga kepadanya.


Bukan bermaksud untuk mengelabui wanita tersebut, hanya saja ia belum siap untuk menceritakan masalah bos+nya seperti Amanda yang sangat terbuka tentang bos-nya itu.


"Oh … seperti itu, kamu ini ada-ada saja Bisma, ya walaupun apa yang kamu ucapkan itu memang benar sih. Tapi sayangnya anak Nyonya Clara juga sudah mempunyai perusahaan sendiri dari ayahnya, jadi sepertinya dia tidak mungkin menjalani bisnis perusahaan Nyonya Clara," ucap Amanda.


****


Saat tiba di perusahaan, Keenan tampak tergesa-gesa untuk masuk ke dalam perusahaannya, ia ingin segera bertemu dengan Bisma. Setelah tadi malam asistennya itu mengirim pesan WhatsApp kepadanya dan ingin menyampaikan sesuatu hal yang penting tentang apa yang sudah ia dengar dari Amanda, yang menurut Bisma ada sangkut pautnya dengan ancaman yang ditujukan untuk ibunya. Hal itu membuat Keenan pun ingin segera mendengar apa hal yang dimaksud penting oleh asistennya tersebut.


"Tuan Keenan!" Panggil Bisma saat melihat Keenan yang baru saja masuk ke dalam perusahaan.


"Bisma, ayo kita ruanganku sekarang," ajak Keenan, lalu keduanya pun melangkahkan kaki hingga mereka telah tiba di ruangan presdir.


"Sekarang cepat kamu ceritakan apa saja yang kamu dengar dari wanita itu. Apa yang kamu maksud penting dan semuanya berhubungan?" Tanya Keenan yang sebenarnya sudah sangat penasaran.


"Iya, jadi begini Tuan …."


Bisma pun menceritakan semua tentang apa yang ia dengar tadi malam dari mulut Amanda yang ia yakini jika semuanya itu ada sangkut pautnya dengan seseorang yang akan mencelakai Dinda. Bisma sangat yakin jika yang Amanda maksud untuk berjaga-jaga karena ada orang yang ingin mencelakai Dinda itu adalah Clara, ibu kandungnya Keenan.


Keenan yang mendengar cerita dari Bisma itu pun merasakan hal yang sama. Ia sangat yakin jika orang yang dimaksud oleh Amanda itu adalah Clara ibu kandungnya. Dan soal ancaman serta teroran yang ditujukan kepada mamanya itu adalah ulah ibu kandungnya sendiri. Membuat Keenan menjadi murka dengan tatapan yang menakutkan, sehingga Bisma pun bergidik melihatnya.


Bersambung …


__ADS_1


__ADS_2