Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Gagal Bekerja Sama


__ADS_3

"Bianca, perkenalkan ini Nyonya Clara pemilik Perusahaan Iklan C&K yang saya katakan tadi. Dan Nyonya Clara perkenalkan ini Bianca model yang saya katakan itu, semoga Bianca bisa menjadi model yang Nyonya harapkan," ucap Reno.


Bianca pun langsung saja menjulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.


"Saya Bianca Nyonya. Senang bisa bertemu dengan model Senior dan terkenal seperti Nyonya Clara. Mudah-mudah saya bisa seperti Nyonya suatu saat nanti," ucap Bianca yang begitu antusias, lalu mereka berjabat tangan.


"Oke, saya sudah melihat foto-foto kamu dan saya juga pernah lihat kamu di beberapa media. Sejujurnya saya cukup tertarik, tapi tetap saja saya ingin melihatnya langsung," ucap Clara.


"Baik Nyonya," jawab Bianca.


Tidak membuang waktu lama, langsung saja persiapan untuk Bianca melakukan pemotretan pun dipersiapkan. Kini Bianca tampak sedang berusaha untuk menunjukkan performa terbaiknya, akan tetapi bukan kualitas terbaik yang ia tunjukkan di depan Clara, karena tiba-tiba saja ia merasakan kepalanya sakit sehingga tidak fokus saat melakukan pemotretan yang membuat Clara dan juga Reno pun geleng-geleng kepala merasa kecewa terhadap Bianca.


"Stop!" Ucap Clara yang membuat Bianca pun menjadi merasa khawatir.


"Nyonya saya minta maaf," ucap Bianca yang menyadari kesalahannya.


"Heh, baru saja dipuji dan sekarang setelah saya lihat secara langsung malah kamu menunjukkan kualitas seperti itu di hadapan saya. Ini yang kamu bilang terbaik, kamu benar-benar mengecewakan saya dan membuang-buang waktu saya saja," ucap Clara ketus.


"Nyonya saya minta maaf. Saya selaku bos-nya Bianca tahu betul bagaimana Bianca bekerja, ini pasti ada kesalahpahaman yang membuat Bianca menjadi seperti itu. Nyonya sendiri sudah tahu kan dan sudah melihat foto-fotonya selama menjadi model," ucap Reno.


"Nyonya Clara saya benar-benar minta maaf. Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba saja kepala saya sakit, sehingga saya menjadi tidak fokus sewaktu melakukan pemotretan tadi. Saya mohon beri saya kesempatan sekali lagi ya, saya akan berusaha semaksimal mungkin," ucap Bianca.


"Saya tidak ada waktu. Memang belum saatnya kita bekerja sama, saya akan mencari Perusahaan Modeling lain untuk bekerja sama," ucap Clara dengan angkuh, lalu ia pun segera saja beranjak dari tempat duduknya.


Clara merogoh ponsel di dalam tasnya lalu menghubungi asisten yang tadi ia minta untuk menunggu di mobil.


"Amanda, kamu dimana?"


"Ya sudah kamu tunggu saja di mobil, sebentar lagi saya akan keluar. Saya mau ke toilet sebentar." Clara menutup teleponnya.


Bianca juga lari ke toilet, ia mencoba menghubungi Keenan untuk menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya. Menurutnya, Keenan adalah tempat yang paling nyaman untuk menumpahkan rasa gundahnya karena merupakan kekasihnya.


"Duh … Keenan, kamu dimana sih? Kenapa kamu nggak jawab telepon aku. Aku lagi butuh kamu Sayang," oceh Bianca di dalam kepanikannya sembari terus mencoba menghubungi sang kekasih.

__ADS_1


Dan di saat Bianca sedang mencuci mukanya, ponselnya berdering ada panggilan masuk dari sang kekasih, dengan sangat cepat Bianca menjawab telepon tersebut.


"Halo Keenan, kamu itu kemana aja sih? Aku dari tadi telepon kamu tapi kamu nggak jawab telepon aku," ucap Bianca yang terlihat tergesa-gesa.


"Halo, Bi maaf tadi aku ada pekerjaan. Ada apa?" Tanya Keenan dari seberang telepon.


"Oh … gitu, aku mau cerita sama kamu. Aku lagi sedih banget," ucap Bianca lalu menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya.


"Kamu yang sabar ya, mungkin memang belum rezeki kamu. Aku yakin kok pasti nanti akan ada kesempatan lagi untuk kamu," ucap Keenan.


"Iya kamu benar Sayang. Ya sudah kalau kamu memang masih ada pekerjaan kamu lanjutin aja, nggak apa-apa. Tapi nanti sore bisa nggak kamu jemput aku, kita jalan. Aku ingin bertemu dengan kamu supaya otak aku lebih fresh aja gitu," kata Bianca.


"Ya sudah, nanti aku jemput kamu ya. Kamu suruh aja supir jemput mobil kamu," ucap Keenan.


"Iya Sayang, aku tunggu ya," ucap Bianca mengakhiri telepon tersebut.


Ternyata saat itu Clara yang sedang berada di dalam toilet pun mendengar Bianca yang menyebut-nyebut nama Keenan.


****


Keenan memijit-mijit keningnya karena merasa pusing dan gundah. Ia masih memikirkan tentang pesan yang dikirimkan untuknya beberapa hari yang lalu dari nomor misterius. Sebenarnya ia sangat enggan meladeninya dan telah menganggap orang tersebut adalah orang iseng, tetapi entah kenapa ia merasakan memang sedang terjadi sesuatu dengan ibunya itu. Lalu Keenan pun memutuskan untuk memberitahukan masalah ini kepada Nadine. Segera saja ia menghubungi Nadine untuk mengajaknya bertemu saat ini juga, karena kebetulan Keenan juga sudah selesai dengan pekerjaannya hari ini.


"Halo Kak ada apa?" Tanya Nadine yang menjawab telepon tersebut.


"Kamu lagi sibuk nggak?" Tanya Keenan.


"Nggak sih, aku lagi santai aja nih di butik. Kebetulan pekerjaan aku sudah selesai," jawab Nadine.


"Nah kebetulan aku juga lagi nggak ada pekerjaan, aku ke butik kamu ya," kata Keenan.


"Ada apa Kak?" Tanya Nadine.


"Ada sesuatu yang mau aku bicarakan ke kamu," jawab Keenan.

__ADS_1


"Serius banget sepertinya. Memang nggak bisa lewat telepon aja Kak," ucap Nadine.


"Nggak bisa. Yang jelas ini menyangkut keluarga kita," ucap Keenan.


"Ya sudah kamu datang aja ke sini Kak. Aku tunggu," ucap Nadine yang menjadi penasaran saat kakaknya itu mengatakan menyangkut soal keluarganya.


****


Tidak lama kemudian, Keenan pun telah tiba di butik Nadine. Ia langsung saja masuk menemui adiknya itu dan kini pun mereka duduk santai sambil menikmati minuman dan juga cemilan yang memang selalu disediakan oleh Nadine di butiknya.


"Ada apa sih Kak? Kenapa Kakak ngotot mau bertemu aku sekarang juga," tanya Nadine.


"Iya jadi begini Dine, 2 hari yang lalu ada seseorang yang mengirimkan pesan ke aku, tapi aku nggak tahu siapa pemilik nomor tidak dikenal dan sangat misterius itu. Dia mengatakan kalau keluarga kita harus menjaga Mama dengan baik, karena Mama sedang dalam bahaya," ucap Keenan.


"Apa? Apa maksud orang itu Kak? Dan dua hari yang lalu, terus kamu baru bilang ke aku sekarang," kata Nadine yang terlihat panik bercampur kesal.


"Bukan gitu Dine, tadinya aku nggak mau memperdulikan pesan itu. Aku tidak mau menggubris karena menurut aku itu hanyalah orang iseng. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi dan aku melihat bagaimana sikap Mama akhir-akhir ini, bahkan Papi sendiri bingung, jadi aku berpikir apa mungkin yang dikatakan orang itu benar," ucap Keenan.


"Terus Kakak sudah tanya dia siapa? Kakak ajak bertemu atau gimana? Aku takut Mama benar kenapa-napa Kak," ucap Nadine yang terlihat begitu takut.


"Dine kamu tenang ya. Aku sudah menanyakannya, berusaha untuk telepon, dan aku juga sudah mengajaknya bertemu. Tapi dia nggak jawab telepon aku, nggak mau bertemu dan dia juga tidak memberitahu apa alasannya. Jadi karena aku kesal dan menganggap dia hanya iseng, aku blokir aja nomornya," terang Keenan.


"Ya ampun Kak Keenan, kok bisa-bisanya sih kamu malah mengabaikan pesan seperti itu. Siapa coba yang berani iseng Kak. Seharusnya berita sepenting ini kamu beritahu aku dan juga Papi dong Kak. Biar Papi terus menjaga Mama, Papi nggak jauh-jauh dari Mama. Kak, bagaimana kalau itu benar? Dan seandainya itu memang orang iseng, kita juga harus cari tahu siapa orang itu dan apa maksudnya. Sekarang coba Kakak buka lagi blokirannya dan hubungi orang itu," kata Nadine.


Keenan langsung saja mencari nomor yang saat itu pernah mengirimkan pesan untuknya itu.


"Sudah aku hapus Dine semua chat-nya," kata Keenan.


"Ya ampun Kak, cari di daftar blokir dong," kata Nadine.


Karena terlalu panik membuat Keenan juga tidak memikirkan hal itu, lalu ia segera saja mencari nomor ponsel di daftar blokir dan memberitahu Nadine.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2