
"Kenapa pada bengong sih? Aku aneh ya dandan seperti ini?" Aku nggak cantik ya?" Tanya Nadine kepada keluarganya saat ia sudah berada di hadapan mereka, sehingga membuat semuanya pun tersadar.
"Kak Nadine, Kak Nadine cantik banget kok," ucap Kenzo.
"Iya dong. Kakak siapa dulu. Kakak Kenzo dan Kenzie," ucap Kenzie.
"Iya Sayang, benar apa kata adik kembar kamu. Siapa yang bilang kamu aneh, kamu itu cantik sekali. Mau makan malam keluarga saja seperti mau berkencan dengan pacar," puji Dinda.
"Iya anak Papi cantik sekali, mirip sekali dengan Mama kamu waktu masih muda dulu," puji Nathan pula.
"Oh … jadi sekarang Mama sudah nggak cantik lagi nih," hardik Dinda.
"Cantik dong, Mama itu tetap cantik sampai kapanpun. Bagi Papa Mama itu wanita paling tercantik di dunia, tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan Mama, meskipun itu Nadine," ucap Nathan yang membuat Dinda tersipu malu. Membuat Kenzo, Kenzie dan Nadine yang mendengarnya pun ikut tersenyum.
Sedangkan Keenan masih tampak termenung menatap Nadine.
"Makasih ya Ma, Papi, Kenzo dan Kenzie atas pujiannya. Kak Keenan masih bengong aja, aku cantik banget ya Kak sampai nggak kedip gitu," ucap Nadine yang membuat Keenan menjadi salah tingkah.
"Kepedean banget sih kamu. Biasa aja," jawab Keenan singkat, enggan mengakuinya.
"Oh ya? Kalau biasa aja kenapa sampai bengong seperti itu lihatnya," sindir Nadine.
"Ya hanya aneh aja, biasanya juga nggak pernah berdandan seperti itu. Hari ini malah dandan," ucap Keenan.
"Kenapa emangnya, syirik aja. Lagipula ini kan special dinner with family," ucap Nadine.
"Sudah, sudah, baru juga berbaikan, malah berdebat terus. Sudah yuk kita jalan saja supaya nggak kemalaman," ucap Dinda.
Kini satu keluarga itu pun segera saja pergi menuju ke Restoran Korea favorit keluarga itu. Mereka hanya menggunakan satu mobil Nathan yang ukuran cukup besar, sehingga mampu menampung 6 orang bahkan lebih.
Keenan dan Nadine duduk berdampingan di kursi tengah, sedangkan Kenzo dan Kenzie duduk di kursi belakang. Keenan saat itu tampak sesekali mencuri pandang ke arah Nadine yang menurutnya sangat cantik. Bukan baru kali ini saja ia melihat Nadine berpenampilan seperti itu, tetapi entah kenapa kali ini menurutnya Nadine benar-benar berbeda.
"Ya ampun Nadine, bagaimana coba aku mau menghilangkan rasa cinta ini kalau melihat kamu seperti itu? Yang ada aku semakin cinta sama kamu," gumam Keenan dalam hati.
__ADS_1
Sebenarnya Nadine sendiri tidak tahu kenapa malam ini ia sangat ingin tampil cantik, apakah mungkin ia sengaja berpenampilan seperti itu untuk Keenan? Entahlah hanya hati kecil Nadine saja yang tahu.
****
Hingga beberapa saat kemudian, mereka pun telah tiba di restoran yang mereka tuju. Nathan beserta keluarganya itu langsung saja menuju ke sebuah meja yang telah di booking untuk keluarganya. Seorang pelayan langsung saja menghampiri dengan membawa buku menu. Kenzo dan Kenzie tampak asyik memesan beberapa menu makanan yang menurut mereka sangat lezat dan menggugah selera, sedangkan Dinda dan Nathan hanya memesan makanan seperti biasa yang selalu mereka pesan. Begitu juga dengan Nadine dan Keenan, mereka tampak tak banyak memilih karena sudah terbiasa dengan makanan yang berada di restoran ini.
"Ma, Pi aku mau ke toilet sebentar ya," ucap Keenan.
"Ya Keenan. Lagipula makanannya kan juga belum datang, jadi kamu pergi saja dulu ke toilet," ucap Nathan.
Lalu Keenan pun segera saja beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke toilet.
****
"Apa Nyonya yakin kita akan makan di restoran ini?" Tanya Amanda saat mereka berada di depan sebuah Restoran Korea yang terkenal di kota tersebut.
"Iya, saya sangat yakin. Saya sangat merindukan makanan Korea, meskipun kita baru saja 1 minggu berada di Indonesia," jawab Clara.
"Memangnya kenapa? Kalau kamu tidak suka ya kamu tidak usah ikut makan di sini," ucap Clara yang mendadak emosi.
Padahal niat Amanda hanya ingin bercanda saja dengannya. Memang Clara itu paling susah untuk didekati, itulah yang dirasakan oleh Amanda meskipun ia sudah 5 tahun menjadi asistennya.
"Baik Nyonya, saya tidak akan banyak bicara lagi. Sekarang mari Nyonya kita masuk," ucap Amanda.
Lalu Amanda dan Clara pun jalan berdampingan masuk ke dalam restoran tersebut dan langsung menuju ke tempat duduk yang masih kosong.
"Amanda, kamu pesan saja makanannya ya. Pesankan makanan saya seperti biasa, saya mau ke toilet sebentar," ucap Clara.
"Baik Nyonya," ucap Amanda.
Segera saja Clara beranjak pergi meninggalkan asistennya itu.
Karena letak toilet wanita dan pria di restoran itu letaknya bersampingan, hingga saat Clara baru saja hendak menuju ke toilet wanita dengan melewati toilet pria, tidak sengaja ada seorang anak muda yang menabraknya karena jalan terburu-buru.
__ADS_1
"Akh … ," rintih keduanya, merasa sakit karena kepala mereka terbentur.
"Maaf, maaf Tante saya tidak se-" ucapan Keenan terhenti saat ia melihat siapa wanita paruh baya yang ditabraknya tadi. "Mami?" Batin Keenan membelalakkan matanya dan terlihat syok.
Keenan tidak menyangka, setelah sekian lama akhirnya ia bisa bertemu dengan ibu kandungnya lagi. Meskipun sudah lama dan sama sekali mereka tidak pernah bertemu atau berhubungan, bahkan saat itu Keenan masih berusia 8 tahun saat kepergian Clara, tetapi Keenan masih ingat jelas bagaimana wajah ibunya. Apalagi ia juga memiliki foto Clara saat muda dulu.
"Heh, kamu ini bagaimana sih? Kamu bisa tidak kalau jalan itu hati-hati. Kepala saya sakit, kalau jalan itu pakai mata, lihat jalan, jangan sembarangan seperti itu!" Bentak Clara sembari menatap tajam mata Keenan.
Hati Keenan terasa perih mendengar bentakan itu, mulutnya seakan terkunci tidak dapat mengucap sepatah katapun mendapati sang ibu yang sama sekali tidak menyadari jika yang berada di depannya ini adalah anak kandungnya sendiri.
"Iya maaf. Saya benar-benar minta maaf, saya buru-buru tadi."
Hanya kata itu yang mampu Keenan ucapkan meskipun tampak gugup.
"Enak sekali kamu minta maaf ya, saya tidak akan memaafkan kamu dan saya harap tidak akan pernah bertemu dengan kamu lagi. Anak muda tapi sembrono seperti itu," ucap Clara yang terlihat tidak menyukai Keenan. Seandainya Clara tahu siapa Keenan? Lalu ia pun segera saja pergi meninggalkan Keenan.
Keenan terdiam, ia benar-benar tidak menyangka setelah lama berpisah dengan orang tuanya, akan ada pertemuan tak terduga ini. Tetapi kenapa pertemuan yang seharusnya sangat membahagiakan, yang seharusnya ia dapat memeluk tubuh ibunya itu, tetapi malah mendapatkan bentakan sang ibu yang terlihat sangat marah dan membencinya hingga menusuk ke relung hati.
"Mi, apa Mami sama sekali tidak mengenali aku? Aku Keenan Mi, anak kandung Mami," batin Keenan, lalu ia pun segera saja menghampiri keluarganya.
Sejak kembali dari toilet, Keenan terdiam karena mengingat kejadian menyedihkan yang baru saja terjadi pada dirinya. Bagaimana saat tadi Clara memarahinya hanya karena masalah sepele.
"Kenapa sih Mami tidak pernah berubah, meskipun sekarang Mami sudah tua tetapi Mami tetap aja masih bersikap arogan seperti itu, masih suka marah-marah meskipun Mami tidak mengenal siapa aku. Aku jadi ragu untuk mengatakan kepada Mami bahwa aku ini Keenan, aku yakin Mami pasti masih akan tetap sama seperti dulu yang selalu memarahi aku," batin Keenan.
"Kamu kenapa Keenan?" Tanya Nathan yang memperhatikan anaknya sejak dari toilet tadi tampak terdiam, begitu juga yang dirasakan oleh keluarganya.
"Iya, sejak dari toilet tadi kenapa wajah Kak Keenam jadi kusut begitu? Nggak selesai ya buang hajatnya?" ledek Nadine yang bermaksud ini mengajaknya bercanda dan mencairkan suasana.
Akan tetapi sepertinya Keenan sama sekali sedang tidak berselera untuk bercanda dan malah tidak menggubris ucapan Nadine sama sekali.
Sedangkan Clara yang saat itu sudah keluar dari toilet dan berjalan hendak kembali ke meja tempatnya duduk bersama Amanda, di saat itu ia tidak sengaja melihat wajah seseorang yang tadi tidak sengaja menabraknya di toilet. Akan tetapi bukan anak muda itu yang membuatnya terkejut, tetapi sosok pria paruh baya yang berada didekatnya, yaitu Nathan, mantan suaminya. Tentu saja hal itu membuat Clara begitu syok serta membuka matanya lebar-lebar untuk memastikan apa yang dilihatnya tidak salah.
Bersambung …
__ADS_1