Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Balas Dendam


__ADS_3

"Temui aku nanti malam di restoran xx jam 20.00, ada yang aku ingin bicarakan denganmu tentang hubungan kita. Aku juga mau minta maaf karena kemarin tiba-tiba saja pergi meninggalkanmu, itu Karena aku merasakan kepalaku begitu pusing, sehingga aku memutuskan untuk pulang. Dan selama dua minggu ini aku menghilang karena aku sedang banyak pekerjaan. Anggap saja pertemuan malam ini sebagai ganti makan malam kita kemarin yang telah berantakan karena ulahku, tapi aku hanya ingin kita berdua, tidak bersama orang lain."


Farel dan Bianca sama-sama mendapatkan isi pesan yang sama dari Keenan dan Nadine. Tentu saja hal tersebut membuat Farel dan Bianca pun merasa begitu senang, karena ternyata ketakutan mereka selama ini salah. Nadine dan Keenan sama sekali tidak mengetahui tentang kejahatan yang telah mereka lakukan, hanya saja mereka sedang ada kesibukan sendiri.


Tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun, Farel dan Bianca langsung saja membalas pesan tersebut dan mengatakan bahwa mereka setuju untuk bertemu nanti malam.


"Nih HP kamu, sudah beres semuanya," ucap Keenan sembari menyodorkan ponsel milik adiknya itu.


"Kakak ngapain sih pakai HP aku? Kamu nggak lagi berbuat hal yang aneh-aneh kan Kak. Karena Kak Keenan itu misterius banget, sampai nggak kasih tahu ke aku apa yang lagi Kakak rencanakan itu," ucap Nadine.


"Sudahlah Nadine, kamu tenang saja. Kamu tuh kepo banget sih. Kan sudah aku bilang ini hanya pelajaran kecil untuk mereka, karena mereka sudah berani macam-macam dengan Nadine dan Keenan," ucap Keenan.


"Ya sudah aku percaya dengan kamu Kak. Aku mau ke bawah dulu lihat Opa, Kakak nggak mau lihat Opa?" Tanya Nadine.


"Kamu duluan saja. Aku masih ada tugas kantor yang aku bawa pulang ke rumah tadi. Lagipula tadi pulang kerja aku sudah langsung lihat Opa kok," jawab Keenan.


"Oh begitu. Ya sudah aku duluan ya," ucap Nadine.


Lalu Nadine pun segera saja meninggalkan Keenan yang masih berada di balkon dan berjalan menuju ke lantai bawah tepatnya ke kamar kakeknya itu. Tidak lama kemudian Keenan juga meninggalkan balkon tersebut dan masuk ke dalam kamarnya untuk melanjutkan pekerjaannya.


****


Waktu yang dinanti pun telah tiba, dimana saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 19.30. Bianca dan Farel sedang dalam perjalanan menuju restoran yang terdapat di sebuah hotel mewah, sesuai dengan pesan yang dikirim oleh Keenan dan Nadine. Mereka tampak begitu bahagia karena tidak sabar akan bertemu dengan orang yang mereka cintai.


Setibanya di sana, Farel dan Bianca tidak sengaja bertemu saat mereka berada di parkiran mobil dan baru saja keluar dari mobil mereka masing-masing.


"Loh Farel, kamu di sini juga?" Tanya Bianca.

__ADS_1


"Ya memang aku disini, kamu sendiri kenapa bisa ada di sini?" Tanya Farel.


Bianca dan Farel sama-sama tidak mengatakan hal yang sebenarnya, karena sesuai permintaan dari Keenan dan Nadine lewat pesan tadi, bahwa mereka hanya ingin berdua dan jangan memberitahu kepada siapapun. Dengan alasan takut nantinya akan ada yang mengganggu. Karena dibutakan oleh cinta dan begitu antusias ingin bertemu, membuat Farel dan Bianca sama-sama menurutinya saja tanpa merasa ada yang janggal.


"Oh kebetulan aku sedang ada acara di sini bersama rekan bisnis orang tuaku. Ya, kamu kan tahu orang tuaku sedang berada di luar negeri, jadi aku yang menggantikannya," ucap Bianca.


"Oh seperti itu, kalau aku hanya ada acara makan saja bersama rekan bisnisku juga di sini. Kebetulan sekali ya kita bisa berada di hotel yang sama," ucap Farel.


"Hanya hotelnya saja yang sama, tempatnya nanti sudah pasti berbeda dong," kata Bianca.


"Oh iya, kamu bener juga ya," ucap Farel.


Lalu keduanya pun sama-sama masuk ke dalam hotel tersebut dan menuju ke ruangan yang sudah ditentukan untuk mereka, tentunya dengan ruangan yang berbeda.


Keenan tersenyum menyambut kedatangan Bianca, ia tidak menyangka jika wanita itu benar-benar datang setelah apa yang terjadi waktu itu. Dan bodohnya Bianca menganggap semua baik-baik saja.


Keenan terlihat begitu romantis sehingga membuat Bianca pun merasa begitu senang dengan perlakuannya itu.


Setelah itu pun Keenan kembali menduduki dirinya di tempat duduknya.


"Bianca, maaf ya kalau aku sudah meminta kamu datang ke sini secara mendadak," ucap Keenan.


"Oh, nggak apa-apa kok Kee. Lagipula siapa yang bilang mendadak, kamu kan sudah mengabari aku dari tadi sore. Tapi aku bingung, kenapa ya tiba-tiba kamu ajak aku dinner romantis seperti ini setelah dua minggu kamu menghilang," kata Bianca.


"Bukannya tadi aku sudah menjelaskan kepada kamu bahwa selama 2 minggu aku benar-benar sibuk. Malam ini aku mau menebus kesalahanku karena malam itu tiba-tiba saja aku pergi. Aku juga tidak tahu Bi Kenapa tiba-tiba saja kepalaku pusing dan merasakan panas yang luar biasa, sehingga aku pun memutuskan untuk pulang. Bahkan aku juga tidak tahu dimana Nadine, kapan dia pulang," ucap Keenan yang mencoba mempengaruhi Bianca bahwa di saat itu mereka sama sekali tidak mengingat apapun.


"Ternyata Keenan dan Nadine memang tidak mengingat apapun tentang malam itu, yang mereka ingat hanyalah mereka merasakan pusing lalu pulang ke rumah. Syukurlah, berarti memang masih ada kesempatan untukku memperbaiki hubungan dengan Keenan," batin Bianca dan menampilkan senyum tipis.

__ADS_1


Tok … tok … tok …


Seorang pelayan mengetuk pintu lalu menghampiri mereka dengan membawa minuman dan makanan yang sudah dipesan oleh Keenan sebelumnya, lalu menyajikannya di atas meja.


Bianca sangat terkejut melihat makanan dan minuman yang Keenan pesan, karena itu semuanya adalah kesukaannya.


"Keenan, kamu serius memesan ini semua? Ini semua kan menu favorit aku," tanya Bianca yang tak mempercayainya.


"Ya aku memang sengaja memesan ini semua, karena aku tahu ini adalah menu favorit kamu. Jadi sekarang ayo kita nikmati. Tidak ada minuman beralkohol karena itu tidak baik untuk kesehatan, aku sengaja memesan jus melon ini khusus untuk kamu," ucap Keenan.


Bianca benar-benar senang dan tak tahu lagi harus mengucapkan kata apa, ia begitu terkesan dan benar-benar senang diperlakukan sangat manis oleh Keenan.


Segera saja Bianca meneguk jus yang sudah dipesankan Keenan khusus untuknya. Akan tetapi tiba-tiba saja ia merasakan kepalanya begitu sakit, pandangan di sekitarnya buram dan langsung saja tidak sadarkan diri.


Keenan tersenyum smirk karena merasa rencananya itu telah berhasil.


Sementara itu di ruangan sebelah, Farel tampak sedang menunggu kedatangan Nadine yang di saat itu mengatakan jika dia akan datang terlambat karena ada suatu urusan yang mendadak. Akan tetapi tak mengapa bagi Farel, bahkan menunggu sampai berjam-jam pun ia rela asal dapat bertemu dengan pujaan hatinya itu. Di saat itu pun makanan serta minuman juga telah tersaji di atas meja karena sebelumnya Nadine telah memesannya. Karena merasa haus menunggu Nadine yang tak kunjung datang, segera saja Farel meneguk minuman tersebut.


Sama halnya dengan Bianca, tiba-tiba saja Farel merasakan kepalanya begitu sakit hingga ia pun tak sadarkan diri di dalam ruangan itu.


****


"Akh …."


Suara teriakan terdengar dari mulut Bianca dan Farel. Saat itu mereka baru saja terbangun di pagi hari dan mendapati tubuh mereka yang polos tanpa sehelai benang pun dan hanya ditutupi satu selimut berdua.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2