Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Anak Siapa?


__ADS_3

Tujuan Nadine dan Dinda yang pertama adalah ke kamar Cynthia, karena memang disanalah suara pecahan kaca tersebut terdengar jelas. Sehingga di saat itu mereka melihat sebuah pecahan gelas yang berantakan di atas lantai. Yang lebih mengejutkan di saat itu mereka melihat Cynthia yang saat itu sedang memegang salah satu pecahan kaca tersebut hendak memotong pergelangan tangannya.


"Hentikan Ma!" Teriak Dinda. "Jangan lakukan itu."


Dinda dan Nadine langsung saja masuk ke dalam kamar hendak menghampiri Cynthia.


"Jangan mendekat! Jangan menhalangi Mama. Untuk apa lagi Mama hidup, kalian semua marah terhadap Mama, kalian semua tidak ada yang peduli dengan Mama. Lebih baik Mama pergi saja, orang satu-satunya yang paling mengerti Mama hanya Papa, tapi saat ini Papa sedang terbaring lemah. Jadi untuk apa lagi Mama hidup," ucap Cynthia.


"Oma, aku mohon jangan lakukan itu Oma. Tidak semua orang marah dengan Oma, buktinya aku dan Mama nggak marah sama Oma. Aku dan Mama sayang sama Oma, begitu juga dengan yang lain. Tolong Oma jangan lakukan itu," pinta Nadine memohon.


Mendengar keributan di bawah, membuat Kenzo dan Kenzie yang saat itu baru saja selesai mengerjakan tugas dan hendak turun ke lantai bawah pun langsung saja menuju ke kamar Oma mereka. Sebenarnya mereka tahu apa yang terjadi, tetapi mereka memilih untuk tak terlalu banyak ikut campur. Terkadang mereka berbicara juga salah, apalagi melihat kondisi keluarganya yang saat itu seakan sedang memanas.


"Apa yang mau Oma lakukan?" Teriak Kenzo yang sangat terkejut melihat Omanya itu.


"Jangan Oma, Oma tidak boleh melakukan hal itu. Ingat kita semua di sini sayang dengan Oma, jangan hanya gara-gara masalah yang terjadi Oma malah mau melakukan hal yang nekat," ucap Kenzie yang terlihat begitu khawatir.


"Diam kalian semua! Sebenarnya kalian semua itu tidak ada yang peduli dengan Oma. Jadi kalian tidak usah berpura-pura peduli dengan Oma saat ini," ucap Cynthia.


"Oma, di sini tidak ada yang berpura-pura. Kami di sini benar-benar sayang sama Oma, kita tidak mau Oma melakukan hal itu. Jangan bicara seperti itu Oma," ucap Kenzie.


Kenzo pun dengan cepat berlari dan memeluk Omanya itu dari belakang serta menahan tangannya yang memegang kaca. Lalu kenzie pun mendekat dan membuang kaca yang sedang dipegang oleh neneknya itu. Lalu Dinda juga ikut mendekati Cynthia dan memeluk Ibu mertuanya itu.


Cynthia menangis histeris di dalam pelukan Dinda, hatinya begitu rapuh dan hancur dengan apa yang telah terjadi. Nadine, Kenzo dan Kenzie pun ikut mengusap-usap pundak nenek mereka agar merasa lebih tenang

__ADS_1


"Ma, Mama yang sabar ya. Aku yakin Ma, Nathan dan Keenan saat ini hanya sedang emosi saja dan mereka saat ini sedang mencari tahu kebenarannya. Aku yakin kok setelah ini pasti mereka akan memaafkan Mama, akan mengerti dengan keadaannya," ucap Dinda.


"Tapi bagaimana jika mereka tidak memaafkan Mama, Dinda?" Tanya Cynthia yang terlihat begitu cemas.


"Tenang saja Ma, aku tahu bagaimana Nathan dan Keenan. Mereka pasti akan memaafkan Mama, karena mereka sangat menyayangi Mama, bahkan melebihi kami menyayangi Mama," ucap Dinda.


"Oma, Oma tidak boleh seperti itu. Kalau Oma sekarang nekat mengakhiri hidup Oma, bagaimana dengan Opa? Opa masih sangat membutuhkan Oma, bagaimana jika suatu saat nanti Opa bangun dan akan mencari Oma? Apa Oma tidak kasihan dengan Opa," ucap Kenzo yang membuat Cynthia pun tampak berpikir bahwa ucapan menantu dan cucu-cucunya itu benar.


Hingga saat ini ia pun merasa lebih tenang dan duduk di sofa bersama mereka.


"Kenzie, tolong kamu ambilkan air minum untuk Oma ya," titah Dinda.


"Baik Ma," jawab Kenzie dan langsung saja bergegas ke dapur.


"Oma jangan pernah melakukan hal itu lagi ya. Kita di sini semua sayang sama Oma, kita peduli sama Oma, kita akan selalu ada buat Oma. Oma jangan pernah berpikir bahwa Oma sendirian, jangan pernah berpikir kita tidak peduli dengan Oma," ucap Nadine dengan air matanya yang terus saja mengalir.


Sementara itu saat ini di Perusahaan J&K Group, terlihat Keenan menatap tajam mata Clara yang baru saja tiba di perusahaannya.


"Keenan, ada apa? Kenapa lagi kamu datang ke perusahaan Mami. Apa kamu mau mencari masalah lagi dengan Mami, belum puas kamu menyakiti hati Mami?" Tanya Clara yang merasa surprise dengan kedatangan anaknya itu.


"Aku datang ke sini bukan untuk berbasa-basi Bu. Sekarang katakan kepadaku siapa ayah kandungku?" Tanya Keenan yang membuat Clara sangat terkejut dengan pertanyaan itu.


"Maksud kamu apa Keenan?" Tanya Clara berpura-pura tidak mengerti.

__ADS_1


"Mau sampai kapan Ibu menyembunyikan tentang hal ini dari aku. Siapa ayah kandungku? Aku tahu kalau aku bukan anak Papi Nathan, jadi aku ini anak siapa? Aku nggak menyangka ya Ibu bisa menyembunyikan identitas aku selama ini," ucap Keenan yang akan terlihat begitu kecewa.


"Siapa yang mengatakan bahwa kamu bukan anak Papi kamu? Kamu anak kandung Mami dan Papi," ucap Clara.


"Mama yang mengatakan hal itu," ucap seorang pria yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka.


"Nathan?" Ucap Clara.


"Papi?" Ucap Keenan pula.


"Ini ada apa lagi? Tadi Keenan yang datang dan sekarang kamu Nathan yang datang. Apa maksud kalian, kenapa kalian selalu saja menyudutkanku? Sebenarnya ada apa?" Tanya Clara.


"Kamu tidak usah berpura-pura lagi Clara. Apa benar jika Keenan ini bukan anak kandung aku Mama mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu kamu melahirkan Keenan saat usia 7 bulan itu bukan karena prematur, tetapi melahirkan normal. Kamu sengaja menyembunyikannya dari kita semua, untuk itulah kamu tidak pernah mau aku dan Mama yang menemani kamu saat memeriksa kandungan. Bahkan Dokter sendiri yang mengatakan kepada Mama tentang hal itu," ucap Nathan, lalu ia pun menceritakan secara detail bagaimana Cynthia mengetahui semuanya dan merahasiakan dari mereka.


"Tidak, itu tidak benar. Keenan ini anak kandung kamu Nathan, kalau Keenan bukan anak kamu lantas anak siapa lagi? Nathan, kamu jangan pernah mengada-ngada ya. Aku yakin ibu kamu itu pasti hanya asal bicara. Setelah sekian lama, bagaimana mungkin aku menyembunyikannya dari kamu ataupun Keenan," bantah Clara.


"Hanya kamu yang tahu Keenan itu anak siapa, karena kamulah yang mengandung dan melahirkan Keenan. Kalau kamu memang yakin seperti itu, oke kita lakukan tes DNA. Aku akan melakukan tes DNA bersama Keenan, aku ingin melihat ucapan kamu atau Mama yang benar. Karena ini semua juga sangat penting untuk masa depan Keenan dan Nadine," ucap Nathan yang membuat Clara tampak ketakutan.


"Maksud kamu apa?" Tanya Clara.


"Keenan dan Nadine akan menikah jika memang terbukti mereka berdua tidak ada hubungan darah," ucap Nathan.


Clara membelalakkan matanya, ia sangat terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut mantan suaminya itu.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak setuju. Aku tidak sudi jika anak dari perempuan itu akan menjadi menantuku," ucap Clara tanpa sadar, sehingga membuat Keenan dan Nathan pun menatap tajam ke arahnya penuh curiga.


Bersambung …


__ADS_2