
"Sudahlah Bi, lebih baik sekarang kamu pergi dari perusahaanku. Aku ini sedang banyak pekerjaan. Memangnya kamu sedang tidak ada pekerjaan apa sampai bebas berkeliaran pagi-pagi seperti ini," ucap Farel.
"Enak saja, kamu pikir aku ini pengangguran. Sudah aku katakan tadi kalau aku terpaksa menghindari pemotretanku di perusahaan, karena aku takut Keenan akan menghampiriku," kata Bianca.
"Buktinya kejadian itu sudah dua minggu yang lalu dan mereka sama sekali belum ada menghampiri kita kan, bahkan menghubungi pun tidak ada. Aku sendiri juga takut untuk menghubungi Nadine, menanyakan kondisinya saat ini. Aku benar-benar merasa bersalah atas apa yang sudah aku lakukan dan itu semua gara-gara kamu Bianca," tuding Farel.
"Kamu ini selalu saja menyalahkanku, sudahlah lebih baik aku pergi sekarang," kata Bianca. Ia pun segera saja meraih tas-nya yang ia letakkan di atas meja dan segera pergi meninggalkan ruang kerja Farel.
Ternyata di saat itu ada seseorang yang mendengar percakapan mereka dari tadi dan segera saja memberikan kabar penting tersebut kepada seseorang yang menunggunya.
****
"Nadine, kamu lagi sibuk nggak? Kalau nggak sibuk aku ke butik kamu sekarang ya," ucap Keenan lewat telepon.
"Memang, ada apa kak Kak? Datang aja, aku ada kerjaan sih tapi nggak sibuk-sibuk banget kok," jawab Nadine.
"Nanti aja ya aku jelaskan di sana," ucap Keenan lalu memutuskan panggilan telepon.
Segera saja Keenan melajukan mobilnya menuju ke butik Nadine, rasanya sudah tak sabar lagi untuk segera tiba dan berbicara dengan adiknya itu.
Setibanya di butik Nadine, Keenan pun langsung saja disambut oleh adiknya yang saat itu sudah menunggunya di depan.
"Nadine, kita harus bicara. Ini penting," kata Keenan tergesa-gesa.
"Ada apa sih Kak? Coba tenang dulu," kata Nadine.
"Nggak bisa, ayo sekarang kita ke dalam," ajak Keenan menarik tangan adiknya itu.
"Ada apa Kak?" Nadine mengulangi pertanyaannya saat mereka sudah berada di dalam butik.
"Jadi ternyata benar Farel dan Bianca yang sudah sengaja menjebak kita malam itu, mereka memang sengaja ingin mendapatkan kita, tapi pada kenyataannya malah kita berdua yang terjebak di dalam kamar itu," ucap Keenan.
"Kakak tahu dari mana?" Tanya Nadine.
__ADS_1
"Aku sengaja meminta salah satu orang yang bekerja di perusahaan Farel untuk menjadi mata-mataku. Tadi dia melihat Bianca datang ke perusahaan Farel dan mendengar pembicaraan mereka tentang hal itu," terang Keenan.
"Aku benar-benar nggak menyangka Kak, ternyata dugaan kita benar. Mereka berdua benar-benar jahat, licik. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Kak?" Tanya Nadine.
"Kita harus membalas mereka Nadine, kita harus membuat mereka merasakan apa yang kita rasakan saat ini," kata Keenan.
"Caranya?" Tanya Nadine tak mengerti.
Bukannya menjawab, Keenan malah tersenyum smirk seperti ada sesuatu ide di dalam otaknya, yang membuat Nadine menjadi semakin penasaran dengan apa yang sedang direncanakan oleh kakaknya itu.
"Aku nggak boleh membicarakan tentang ide aku ini ke Nadine, pasti Nadine nggak akan setuju," batin Keenan.
"Kak, Kakak kenapa malah senyum-senyum gitu sih. Memangnya kamu punya rencana apa Kak?" Tanya Nadine yang meminta penjelasan.
"Kamu nggak perlu tahu Nadine, kamu tinggal tunggu beres aja. Yang jelas mereka akan mendapatkan karma dengan apa yang sudah mereka lakukan terhadap kita," ucap Keenan.
"Tapi Kakak jangan macam-macam ya, aku nggak mau membuat masalah," kata Nadine.
****
Sesuai dengan perintah dari tuannya, Bisma pun saat ini sudah melakukan pendekatan terhadap Amanda, yang dianggap sebagai sosok misterius oleh Keenan. Ia ingin mencari tahu siapa orang tersebut dan apa maksudnya menakut-nakuti keluarganya itu.
Amanda yang sama sekali tak menaruh curiga apapun karena pada awalnya Bisma menghubunginya dengan alasan salah sambung, kini berlanjut mereka berkenalan dan sering mengirim chat lewat WhatsApp. Bukan hanya Amanda, Bisma juga merasakan senang karena keduanya merasa mempunyai teman online yang sangat asik. Mereka berdua tampak begitu nyambung dan terlihat begitu akrab meskipun belum pernah bertemu.
Saat sedang berada di meja kerjanya, tanpa sadar Bisma tersenyum sendiri saling balas membalas chat dengan Amanda, bahkan ia sampai tidak menyadari jika di saat ini ada Keenan yang sedang berdiri di hadapannya dan memperhatikannya itu.
"Ehem …."
1 kali Keenan berdehem, sama sekali tak berpengaruh pada Bisma.
"Ehem … ehem …."
"Tuan Keenan, maaf Tuan. Apa Anda sudah lama berdiri di sini?" Tanya Bisma yang akhirnya menyadari akan hal itu, ia pun langsung saja meletakkan ponselnya itu di atas meja.
__ADS_1
"Bukan hanya kali ini saja, tapi akhir-akhir ini saya sering melihat kamu tersenyum sendiri saat memegang handphone, kamu sedang balas-balasan pesan dengan siapa Bisma?" Tanya Keenan.
Bukan bermaksud ikut campur, tetapi ia hanya penasaran saja. Karena asistennya yang jarang sekali tersenyum, saat ini selalu tersenyum saat sedang memegangi ponselnya.
"Maaf Tuan, ini hanya temanku saja. Dia selalu menceritakan hal lucu yang membuat aku tersenyum," jawab Bisma beralasan.
Meskipun sebenarnya Keenan tak mempercayai alasan itu, tetapi ia hanya mengangguk dan mengiyakannya saja.
"Lalu bagaimana dengan tugas yang aku berikan kepadamu? Apa kamu sudah tahu siapa dia?" Tanya Keenan.
"Tuan, jadi teman yang aku maksud tadi ini adalah dia. Jadi wanita itu namanya Amanda," kata Bisma yang jujur apa adanya, iya tak mungkin berbohong kepada bos-nya itu.
"Apa? Jadi kamu sudah begitu dekat dengan wanita itu, sampai kamu tersenyum-senyum seperti tadi," hardik Keenan yang cukup terkejut dengan ucapan Bisma.
"Iya Tuan, bukankah Anda sendiri yang memintaku untuk mendekatinya dulu secara perlahan dan nantinya aku akan cari tahu apa maksudnya yang sudah menakut-nakuti keluarga Tuan Keenan. Aku sedang melakukan pendekatan terlebih dahulu," ucap Bisma.
"Jadi, apa kamu sudah bertemu dengan wanita itu?" Tanya Keenan lagi.
"Belum Tuan, karena kita berdua sama-sama sibuk juga dengan pekerjaan kita masing-masing dan yang aku tahu Amanda bekerja di Perusahaan Iklan C&K, dia adalah asisten dari pemilik perusahaan tersebut. Jika aku ingat-ingat lagi, bukankah waktu itu Tuan Keenan pernah mengatakan jika Nona Bianca bekerja di sana," ucap Bisma.
"Perusahaan iklan C&K?" Keenan mengulangi ucapan Bisma tadi.
"Iya benar Tuan. Benar kan Nona Bianca bekerja di sana? Tapi aku belum menanyakan apapun soal Nona Bianca," ucap Bisma.
"Ya Kamu benar, Bianca memang bekerja di sana. Atau jangan-jangan ini semua ada hubungannya dengan wanita itu? Lebih baik kamu jangan tanya apa-apa dulu soal Bianca ke Amanda. Kamu pura-pura saja tidak mengenal siapa Bianca, tapi tetap selidiki," ucap Keenan.
"Baik Tuan," Jawab Bisma.
"Jika kamu sudah tidak ada pekerjaan lagi, lebih baik kamu makan siang sekarang. Saya mau keluar," ucap Keenan dan segera saja berlalu dari hadapan Bisma.
Bersambung …
__ADS_1