
Hari-hari telah berlalu, tidak terasa sudah 40 hari Clara pergi meninggalkan dunia. Karena untuk menghormati mendiang ibunya itu, Keenan dan Nadine pun memutuskan menepikan urusan mereka terlebih dulu, karena menurut mereka sama sekali tidak pantas jika harus membahas hubungan di saat dalam keadaan berduka seperti ini. Sehingga saat ini pun Keenan sudah ikhlas menerima semuanya, ia sudah merelakan kepergian sang ibu dan berharap jika ibunya tenang di sana.
Seperti biasa jika ada sesuatu yang ingin dibahas, jika tidak di ruang makan setelah selesai makan bersama, pasti keluarga Collin akan berkumpul di ruang keluarga. Seperti saat ini, semua keluarga telah berkumpul kecuali Kenzo dan Kenzie, karena mereka sedang mempersiapkan untuk masuk ke fakultas impian mereka masing-masing.
"Keenan, Nadine, bagaimana kelanjutan hubungan kalian sekarang? Apakah kalian berdua sudah siap untuk menikah? Ingat loh usia kandungan Nadine saat ini sudah mau memasuki usia 3 bulan, apa kalian masih tetap harus menundanya lagi? Mau sampai kapan? Mau sampai melahirkan?" Tanya Cynthia yang terlihat geram karena tidak mengerti dengan cucu-cucunya itu.
"Iya Oma, sebenarnya itu juga yang ingin aku bahas. Aku juga sudah sangat ingin menikahi Nadine, tapi Oma, Papi, Mama, sebelum kita berdua menikah, boleh nggak kalau aku mau mengajak Nadine untuk pergi ke Paris terlebih dulu," ucap Keenan yang membuat keluarganya itu pun merasa terkejut, terutama dengan Nadine.
"Keenan, kenapa harus ke Paris sebelum menikah? Kenapa tidak sesudah menikah saja? Kalian bisa menikmati jalan-jalan atau berbulan madu gitu sekalian," ujar Dinda.
"Ya Papi setuju dengan Mama kalian. Lebih baik kalian melangsungkan pernikahan terlebih dulu baru kalian jalan-jalan. Tidak baik juga 'kan menunda-nunda niat baik. Memangnya Kalian mau sampai kapan menundanya, kamu tidak kasihan melihat perut Nadine yang sudah semakin lama semakin membesar. Bukankah Kamu sendiri yang mengatakan kasihan dengan Nadine yang harus menanggung malu jika nanti orang-orang sudah mengetahui kehamilannya. Sedangkan sekarang saja orang-orang terdekat juga sudah ada yang tahu dan ditambah lagi sekarang orang di luar sana sudah tahu jika kamu bukanlah anak kandung Papi. Memangnya kamu tidak takut jika akan menjadi gunjingan orang-orang karena kamu masih tinggal satu atap dengan Nadine tanpa ikatan apapun," ucap Nathan.
"Tapi Pi, ada satu hal yang harus Keenan selesaikan dulu dan itu adalah di Paris. Aku mohon hanya sebentar saja. 3 hari, ya cukup 3 hari di sana aku dan Nadine pasti akan kembali lagi. Boleh ya Pi, Ma, Oma, aku mohon," pinta Keenan.
"Apa itu benar-benar sepenting itu Keenan?" Tanya Dinda.
"Iya Ma, ini sangat penting," jawab Keenan.
"Ya sudah Pi, Ma, kita izinkan saja ya Keenan dan Nadine pergi sebentar dan tidak lewat dari 3 hari. Dan satu hal lagi, di sana kalian tidak boleh menginap bersama, kalian harus menginap di kamar yang berbeda. Karena ingat bagaimanapun juga hubungan kalian belum sah," cap Dinda.
"Iya Ma, aku janji. Aku hanya ingin menuntaskan satu tugas aku aja di sana," ucap Keenan yang begitu antusias.
"Ya sudah Oma setuju," ucap Cynthia.
"Papi juga setuju kalau memang keinginan kami itu adalah hal penting. Kapan kalian mau pergi?" Tanya Nathan.
"Terima kasih ya Oma, Papi, Mama. Besok Pi, besok juga kita akan berangkat ke Paris. Tapi kamu mau 'kan Dine?" Jawab Keenan dan bertanya kepada Nadine.
"Besok? Aku tidak terlalu terburu-buru Keenan. Kamu terlihat sangat bersemangat sekali ya ingin segera sampai di sana," ucap Dinda.
__ADS_1
"Iya Ma, bukankah tidak baik menunda pernikahan lagi. Jadi aku tidak mau menunda waktu lama-lama, aku hanya butuh waktu 1 hari saja kita menikmati waktu di sana dan keesokan harinya kita akan langsung pulang," kata Keenan.
"Oke, kalau begitu pulang dari sana kalian harus menikah. Kami di sini akan mempersiapkan untuk pernikahan kalian," ucap Nathan.
"Siap Pi. Nadine, kamu belum jawab pertanyaan aku," kata Keenan karena sedari tadi hanya melihat adiknya itu diam.
"Jujur sebenarnya aku terkejut dan aku nggak tahu apa maksud kamu mengajak aku ke sana sebelum kita menikah Kak. Tapi kalau memang itu sangat penting dan Kakak bilang karena mau menuntaskan 1 tugas di sana, ya sudah aku ikut," jawab Nadine yang sebenarnya masih merasa kebingungan.
Tentu saja hal tersebut membuat Keenan merasa sangat senang, sehingga malam itu juga mereka pun mempersiapkan segala sesuatunya dan berangkat ke Paris keesokan hari.
****
Setelah menghabiskan waktu selama kurang lebih 16 jam 15 menit di dalam perjalanan, kini Keenan dan Nadine pun sudah berada di negara Prancis. Tepatnya saat ini mereka sudah berada di ibukota Perancis yaitu kota Paris yang sangat indah dan menjadi kota impian banyak orang.
Ya, setelah tadi mampir sebentar ke penginapan untuk mengantar barang bawaan mereka, Keenan tak mau lagi menunda waktu sehingga ia langsung saja mengajak Nadine pergi ke Menara Eiffel. Ia sudah tidak sabar ingin menyampaikan maksudnya.
"Kak, kok kamu langsung ajak aku ke sini sih. Memangnya kamu nggak capek, nggak mau istirahat dulu gitu," ucap Nadine.
"Oh ya? Memang kamu mau menyampaikan apa Kak? Kenapa harus jauh-jauh sampai ke Paris, memangnya kamu nggak bisa menyampaikan hal itu di Indonesia?" Tanya Nadine tak mengerti.
"Tentu saja tidak bisa Nadine. Kamu ingat nggak waktu dulu kita pernah ke sini bersama Mama, Papi dan si kembar, kamu pernah bilang kalau kamu mempunyai impian," kata Keenan.
Lalu Nadine pun mengingat-ingat apa yang pernah ia ucapkan beberapa tahun yang lalu saat liburan bersama keluarganya di sini.
Flashback on …
"Kak Keenan, Kakak tahu kan kalau aku suka banget sama kota ini. Aku jadi punya impian deh," kata Nadine.
"Impian apa?" Tanya Keenan.
__ADS_1
"Aku ingin, suatu saat nanti kalau aku sudah dewasa akan ada seorang pria yang melamar aku di sini Kak," kata Nadine.
Flashback off.
"Tentu saja aku ingat, memang kenapa Kak?" Tanya Nadine.
"Ya sekarang ini aku sengaja mengajak kamu ke sini, karena aku ingin mewujudkan impian kamu itu Nadine. Aku ingin mewujudkan seperti keinginan kamu. Aku tahu mungkin selama ini hubungan kita tidak jelas, bahkan dibilang berpacaran saja sepertinya tidak. Tetapi pada kenyataannya kita berdua sudah saling mencintai. Aku minta maaf ya karena masalah dalam hidup aku yang begitu rumit, sehingga terkesan mengabaikan hubungan kita. Meskipun kita berdua sudah direstui untuk menikah, bahkan kita harus melangsungkan pernikahan itu segera, tetapi rasanya tidak sah jika aku tidak melamar kamu secara langsung Nadine," ucap Kinan, lalu ia pun mengeluarkan sebuah kotak bludru berwarna merah dari kantong hoodie yang ia kenakan.
Keenan berlutut dihadapan Nadine, lalu membuka kotak tersebut dan memperlihatkan sebuah cincin indah di depan mata Nadine yang membuat wanita itu sangat terkesima melihatnya.
Kak Keenan, kamu mau apa?" Tanya Nadine yang masih saja tak mengerti.
"Nadine, kamu adalah alasanku tersenyum. Kamu adalah semangatku untuk menjalani hari-hari, segala yang kulakukan adalah tentang kamu. Aku sangat mencintai kamu dan ingin menikahi kamu. Will you marry me," ucap Keenan.
Nadine menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Ia sangat senang dan tak percaya karena mendapatkan perlakuan romantis dari pria yang dicintainya yang benar-benar mewujudkan impiannya sejak dengan melamarnya di kota Paris.
"Nadine, kamu kenapa? Kamu nggak mau menikah denganku?" Tanya Keenan.
"Bukannya gitu Kak, aku hanya kaget aja. Aku nggak percaya jika Kak Keenan benar-benar mewujudkan impian aku. Padahal waktu itu Kak Keenan bilang aku terlalu menghayal dan khayalan aku itu ketinggian," ucap Nadine.
"Aku minta maaf ya, waktu itu aku hanya bercanda aja kok. Tapi aku benar-benar mewujudkan impian kamu karena aku mencintai kamu, Nadine," ucap Keenan.
"Iya Kak, aku juga mencintai kamu," ucap Nadine pula.
"Apa itu artinya kamu menerima lamaran aku dan mau menikah denganku?" Tanya Keenan ingin memastikan.
"Iya aku mau Kak," jawab Nadine diiringi anggukkan kepalanya itu.
Keenan tersenyum karena ia sangat senang mendengarnya, lalu segera saja memasangkan cincin tersebut di jari manis Nadine. Setelah itu pun Keenan berdiri dan mereka berdua berpelukan. Menara Eiffel di kota tersebut seakan menjadi saksi kisah cinta mereka berdua saat ini.
__ADS_1
Bersambung …