Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Saling Memaafkan


__ADS_3

Hari-hari pun telah telah berlalu, kini Keenan sudah berada di rumah dan kondisinya juga sudah mulai membaik. Meskipun dokter masih menyarankan untuk tetap beristirahat di rumah, tidak boleh terlalu mengerjakan pekerjaan berat. Sehingga Nathan lah yang akhir-akhir ini sering pergi ke kantor untuk menangani pekerjaannya itu. Sedangkan Keenan sesekali masih mengerjakan pekerjaannya di rumah.


Saat ini keluarga Collin itu pun sedang berkumpul di ruang makan setelah menikmati makan malam bersama.


"Keenan, apa kamu benar-benar sudah memaafkan Oma? Oma benar-benar minta maaf ya, Oma sama sekali tidak bermaksud untuk membuat keluarga kita menjadi salah paham seperti ini, apalagi untuk memperburuk keadaan. Oma terpaksa Keenan, itu semua karena keegoisan Oma. Tapi saat ini Oma sadar jika Oma salah, untuk itulah Oma membongkar semuanya, berharap agar kamu dan Nadine bisa bersatu," ucap Cynthia melirik Keenan dan Nadine secara bergantian.


"Iya Oma Keenan sudah memaafkan Oma kok, Bukankah lebih baik jika kita saling memaafkan. Justru Keenan mau berterima kasih dengan Oma, sebelum semuanya terjadi lebih jauh, sebelum melihat Nadine menikah dengan pria lain, Oma sudah mengungkapkan hal itu. Bukankah itu artinya Keenan boleh bersama dengan Nadine?" Ucap Keenan dan bertanya.


"Itu semua terserah Papi dan Mama kamu menyetujuinya atau tidak. Kalau Oma sudah jelas sangat menyetujuinya, toh dengan kalian bersatu bukankah itu artinya kalian berdua akan selalu dekat dengan Oma? Bukankah itu artinya kamu akan menjadi cucu menantu Oma dan itu malah membuat Oma tidak akan berpisah dengan kamu dan Nadine 'kan," ucap Cynthia.


"Iya Oma benar. Tapi bagaimana dengan Papi dan Mama, apa kalian merestui hubungan aku dan Nadine?" Tanya Keenan yang tak mau berbasa-basi dan menundanya lagi.


Sedangkan Nadine di saat itu masih tampak terdiam karena bingung harus mengatakan apa saat ini.


"Jelas aja Papi setuju dengan hubungan kalian. Memang apa yang membuat Papi melarangnya. Papi sudah sangat menyayangi kamu, Keenan. Papi sudah menganggap kamu sebagai anak Papi sendiri dan sekarang kamu akan menjadi menantu Papi, yang itu artinya kamu akan tetap menjadi anak Papi selamanya," ucap Nathan.


"Ya begitu juga dengan Mama, Mama sangat setuju. Apalagi kalian berdua 'kan memang sudah saling mencintai sejak lama. Kalian juga harus menikah, kalian harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah kalian lakukan. Jangan menunda-nunda lagi," ucap Dinda.


"Nah Oma setuju. Kalian harus segera menikah, kita harus merayakan pernikahan ini secara besar-besaran. Tapi sebelumnya kita juga harus mengumumkan tentang status Keenan, karena Oma tidak mau nanti akan terjadi kesalahpahaman di mata masyarakat," ucap Cynthia.


"Iya Ma, Mama benar. Aku juga sudah berniat akan melakukan konferensi pers nantinya di perusahaan, aku akan mengundang beberapa wartawan sekaligus mengumumkan pernikahan Nadine dan Keenan," ucap Nathan.


"Iya Mama setuju. Terimakasih ya Keenan, Nathan, Dinda, kalian semua sudah memaafkan Mama. Mama benar-benar senang," ucap Cynthia yang matanya terlihat berkaca-kaca.

__ADS_1


Nadine yang di saat itu duduk di samping Cynthia dan melihatnya tampak sedih itu pun langsung saja memeluk tubuh omanya itu.


"Oma, Oma jangan sedih dong. Nadine jadi ikut sedih kalau lihat Oma sedih seperti ini," ucap Nadine.


"Oma tidak sedih Sayang, Oma hanya terharu bahagia karena pada akhirnya masalah di keluarga kita ini selesai juga. Oma benar-benar senang. Seandainya saja Oma tahu akan sebahagia ini, pastinya Oma akan memberitahu rahasia ini dari dulu yang membuat perasaan Oma benar-benar lega," ucap Cynthia.


"Sudahlah Oma, tidak perlu membahas soal itu lagi. Semuanya juga sudah lewat 'kan? Jujur aku sedih karena ternyata aku bukan anak kandung Papi. Tapi aku juga senang karena ada hikmah dibalik ini semua. Aku bisa bersama dengan Nadine, wanita yang aku cintai," ucap Keenan sembari tersenyum melihat ke arah Nadine.


Membuat wajah Nadine itu pun memerah seperti kepiting rebus karena menahan malu, tetapi di dalam hatinya ia juga merasakan sangat bahagia yang luar biasa. Rasanya hatinya saat ini sedang berbunga-bunga dan dihinggapi oleh ratusan kupu-kupu serta akan membawanya terbang melayang ke udara.


"Alhamdulillah, akhirnya masalah di keluarga kita selesai juga. Aku senang karena akhirnya Kak Keenan dan Kak Nadine akan menikah. Itu artinya Kak Keenan akan jadi Kakak ipar kita dong," ucap Kenzie yang dari tadi hanya diam saja.


"Iya, tapi nggak masalah. Yang penting Kak Keenan akan tetap menjadi Kakak kita 'kan, forever pula. Kak Keenan dan Kak Nadine itu memang cocok kok," sambung Kenzo.


"Kalian berdua ini bisa saja ya," ucap Cynthia.


"Ya sudah, karena kita semua sudah selesai makan, sekarang kita masing-masing beristirahat ya. Jangan tidur terlalu malam. Kamu juga Nadine, kamu harus menjaga kondisi kandungan kamu itu. Keenan, Nadine, Oma perlu mengingatkan kepada kalian berdua. Kalian berdua tahu kan bahwa kalian itu sebenarnya bukan adik beradik, kalian tidak sedarah, jadi menurut Oma kalian harus sedikit berjaga jarak sebelum hari pernikahan kalian nanti," ucap Cynthia.


"Iya Oma, aku mengerti," jawab Nadine.


"Siap Oma, aku akan melakukannya sampai menuju halal," ucap Keenan yang membuat semuanya pun tersenyum.


****

__ADS_1


Di saat keluarga Collin sedang berbahagia, di saat itu pula terlihat Clara yang sedang uring-uringan sendiri. Ia merasa begitu marah atas perlakuan Keenan dan Nathan terhadapnya saat itu. Ia merasa tak terima karena tak dianggap sama sekali, sehingga ia pun merencanakan sesuatu dengan menggunakan tangannya langsung.


"Amanda … !" Teriak Clara, sehingga Amanda yang di saat itu sedang menonton televisi pun segera saja menghampiri bos-nya yang berada di ruang kerja.


"Iya Nyonya, ada apa?" Tanya Amanda tak mengerti.


"Kamu ikut saya, kita bergerak malam ini juga," ucap Clara.


"Maksudnya kita mau kemana Nyonya? Bergerak apa?" Tanya Amanda.


"Tidak usah banyak tanya. Sekarang kamu ikut saja dan kamu pakai ini," ucap Clara sembari melemparkan pakaian serta topeng untuk digunakan oleh Amanda.


Lalu mereka berdua pun segera saja berganti pakaian serba hitam juga topeng yang menutupi kepala mereka berdua, sudah persis sekali seperti maling.


Amanda yang sama sekali tidak mengerti akan hal itu pun hanya mengikuti saja, karena ia menganggap ini adalah sebuah pekerjaan dari bos-nya.


"Apa sih yang sebenarnya mau dilakukan oleh nenek sihir ini. Kenapa coba harus berpenampilan seperti maling yang mau membobol rumah warga," batin Amanda.


"Cepat sekarang kamu setir mobil," ucap Clara.


"Baik Nyonya," jawab Amanda dan segera saja ia masuk ke dalam mobil dan melaju ke tempat tujuan yang diarahkan oleh Clara.


Hingga tidak berapa lama kemudian, Amanda pun memberhentikan mobil di depan sebuah bangunan mewah berlantai 3 dengan ukurannya yang cukup besar.

__ADS_1


"Apakah Nyonya Clara benar-benar mau membobol rumah ini? Tapi kenapa? Apa Nyonya Clara sudah kekurangan uang?" Batin Amanda penuh tanda tanya.


Bersambung …


__ADS_2