Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Dilema


__ADS_3

Karena terus ditatap seperti itu, semakin membuat Nadine pun menjadi salah tingkah dan rerba salah. Ia benar-benar tidak menyadari ucapannya tadi, padahal selama ini ia sudah menahannya, tetapi malah keceplosan berbicara seperti itu di depan Keenan. Ia tak tahu harus menjawab apa, sudah pasti Keenan akan menanyakannya lebih lanjut.


"Kak Keenan, aku mau ke kamar dulu ya. Aku udah Gerah banget nih Kak, mau mandi," ucap Nadine dan segera saja membalikkan tubuhnya hendak pergi meninggalkan Keenan.


"Tunggu Nadine!" Panggil Keenan.


"Aduh … Kak Keenan mau apa sih, please Kak jangan tanyakan ke aku siapa orang lain yang aku maksud itu. Aku nggak siap untuk bilang yang sebenarnya Kak," batin Nadine.


Benar saja Keenan memang begitu sangat penasaran hingga ia pun meminta adiknya itu untuk tetap berada di tempat.


"Kamu jangan menghindar Nadine. Kamu bilang kalau kamu mencintai orang lain, siapa orang lain yang kamu maksud? Apa itu Jefry?" Tanya Keenan menebaknya.


Mendengar akan hal itu membuat Nadine merasa Jefry lagi lebih lega, karena ternyata Keenan tidak beranggapan bahwa Nadine mencintainya.


"Jefry? Oh iya kamu benar Kak kalau aku masih mencintai Jefry. Maka dari itu aku tidak bisa untuk mencintai Farel," ucap Nadine yang akhirnya pun merasa lega dengan alasan yang ia buat, bahkan Keenan sendirilah yang membuatnya mendapatkan alasan tersebut.


"Kamu yakin bukan karena ada orang lain lagi selain Jefry?" Tanya Keenan yang sebenarnya tidak yakin dengan jawaban yang diberikan oleh Nadine.


"Apaan sih Kak. Lagipula kenapa juga kamu mau tahu, aku sendiri aja nggak kepo tuh mau tahu siapa orang lain yang kamu cintai sejak dulu," ucap Nadine, Lalu ia pun melanjutkan langkah kakinya.


"Itu karena kamu sudah tahu Nadine, wanita yang dari dulu aku cintai itu adalah kamu, tidak ada orang lain!" Teriak Keenan.


Meskipun Nadine mendengar akan hal itu, tetapi ia memilih untuk tetap berjalan dan berpura-pura tidak mendengarnya saja.


Kini Nadine pun telah berada di dalam kamarnya, perasaannya begitu tak karuan. Ia seperti dilema karena hal yang terjadi pada dirinya saat ini yang telah mencintai saudaranya sendiri.

__ADS_1


Sama halnya dengan Nadine, Keenan yang sedang berada di dalam kamar pun terus memikirkan apa yang telah diucapkan Nadine tadi. Ia tidak percaya jika Nadine tadi mengatakan bahwa dirinya masih mencintai Jefry.


"Tapi siapa pria itu kalau bukan Jefry? Aku bisa lihat bagaimana saat tadi Nadine bilang pria itu adalah Jefry, Nadine seperti mengada-ngada. Aku yakin kalau pria itu pasti bukan Jefry. Bagaimana mungkin Nadine masih mencintai Jefry, sedangkan ia sama sekali tidak pernah memikirkan pria itu lagi, bahkan Nadine bisa berusaha untuk mencintai Farel. Kalau dia memang masih mencintai Jefry, pastinya Nadine akan mengejar cintanya itu kembali. Atau mungkin orang lain yang Nadine cintai itu adalah aku? Sehingga dia pun tidak bisa memperjuangkan cintanya, sama seperti aku karena kita adalah saudara. Semua ini benar-benar membuatku dilema, kenapa aku harus merasakan hal seperti ini? Kenapa aku harus mencintai saudaraku sendiri? Kenapa aku harus terjerat cinta saudara? Aku benar-benar bingung, tapi aku harus memastikan kepada Nadine siapa orang yang dimaksud Nadine itu. Aku harus tahu jelas, aku harus memastikannya. Entah kenapa aku merasa kalau orang lain itu adalah aku, bukan Jefri," ucap Keenan yang terus bermonolog di dalam hatinya.


****


"Bagaimana Bianca?" Apa kamu sudah berhasil meminta Keenan untuk balikan dengan Kamu? Tanya Clara.


Ia sengaja meminta Bianca datang ke Perusahaan Iklan C&K, karena bagaimanapun juga Bianca masih terikat kontrak training 3 bulan dengannya. Meskipun saat ini Clara sedang tidak memiliki job pemotretan untuknya


"Saya sudah berusaha memintanya untuk balikan lagi Nyonya. Tetapi Keenan sama sekali tidak menginginkan saya lagi. Keenan mengatakan bahwa dia sudah mencintai wanita lain," kata Bianca.


"Mencintai wanita lain?" Tanya Clara mengulangi ucapan Bianca.


"Siapa wanita lain itu? Bukankah kamu mengatakan jika kalian sudah berpacaran hampir 1 tahun?" Tanya Clara.


"Iya itu memang benar Nyonya, saya juga tidak tahu kenapa Keenan bisa mengatakan hal seperti itu. Tetapi Nyonya, sebenarnya saya cukup curiga kalau Keenan itu mencintai wanita lain yang tidak seharusnya dia cintai, karena cinta itu merupakan cinta terlarang," ucap Bianca yang membuat Clara tak mengerti.


"Apa maksud kamu mengatakan hal seperti itu? Bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa Keenan mencintai wanita yang tidak seharusnya dia cintai, bahkan kamu mengatakan itu adalah cinta terlarang, apa maksud kamu Bianca," tanya Clara yang meminta penjelasan.


"Maksud saya, saya yakin Keenan itu mencintai Nadine, adiknya sendiri," kata Bianca.


Tentu saja hal itu membuat Clara merasa terkejut mendengarnya.


"Nadine? Bukankah Nadine itu adalah anak Nathan dan Dinda? Bagaimana bisa Bianca mengatakan jika Keenan mencintai Nadine, padahal yang Keenan tahu mereka adalah saudara kandung?" Batin Clara. Akan tetapi ia tidak mungkin mengatakan tentang pemikirannya itu kepada Bianca, sehingga Clara hanya berpura-pura tidak mengetahuinya saja.

__ADS_1


"Siapa Nadine, jika memang Nadine adiknya, kenapa Keenan bisa mencintai saudaranya sendiri?" Tanya Clara.


"Karena mereka beda ibu," ucap Bianca.


Lalu ia pun menceritakan awal mula tentang perkenalan Nadine dan Keenan sejak kecil, hingga orang tua mereka itu pun menikah karena mengetahui Nadine juga anak dari ayah Keenan. Dari situ Bianca menebak jika Keenan sudah mencintai Nadine sedari kecil, saat pertama kali mereka bertemu.


"Bianca, pikiran kamu ini benar-benar ngawur ya sampai ke mana-mana. Bisa-bisanya kamu mengatakan Keenan itu mencintai saudaranya sendiri. Meskipun mereka sudah saling mencintai sedari kecil, itu pun hanya cinta monyet. Mana mungkin sampai sekarang ini. Apalagi setelah mereka tahu jika mereka adalah saudara satu ayah," ucap Clara yang menganggap itu sama sekali tak masuk akal.


"Maaf Nyonya Clara, memang seharusnya saya tidak mengatakan hal ini kepada Nyonya. Ini hanya perasaan saya dan juga mantan kekasih Nadine saja, karena Nadine juga mengatakan hal yang sama kepada mantan kekasihnya itu. Jadi kami berdua hanya beranggapan jika mereka saling mencintai," ucap Bianca.


"Saya tidak percaya," ucap Clara.


"Ya itu terserah Nyonya saja. Tapi saya sudah mengatakan yang sebenarnya dan saya juga sudah berusaha untuk meminta balikan dengan Keenan, tetapi Keenan tidak mau Nyonya. Apakah sama sekali tidak ada kesempatan untuk saya lagi bekerja di perusahaan ini? Apakah kontrak saya benar-benar berakhir setelah masa training ini habis?" Tanya Bianca.


"Saya akan memikirkannya lagi. Lebih baik sekarang kamu kembali saja dulu ke perusahaan kamu. Bukankah kamu ada jadwal pemotretan?" Kata Clara.


"Baik Nyonya, saya permisi!" Pamit Bianca.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Clara bahwa setengah jam lagi ia mempunyai jadwal pemotretan, sehingga segera saja Bianca pergi dari Perusahaan Iklan C&K.


"Apa mungkin yang Bianca katakan itu benar bahwa Keenan mencintai Nadine. Jika memang seperti itu kasihan Keenan, pasti dia sangat tersiksa dengan perasaannya karena menganggap Nadine adalah saudara kandungnya, tapi pada kenyataannya bukan sama sekali. Tapi aku juga tidak mungkin mengatakan hal itu, bagaimana jika Keenan tahu bahwa dia bukanlah anak kandung Nathan? Bagaimana perasaannya nanti, pasti akan hancur. Dan seandainya Keenan memang sudah mengetahuinya, aku juga tidak sudi merestui hubungan Keenan dan Nadine, karena Nadine adalah anak wanita itu, wanita yang sudah merusak rumah tanggaku bersama Nathan," batin Clara.


Bersambung …


__ADS_1


__ADS_2