
Semua para tamu undangan sangat terkejut melihat kedatangan seorang model yang terkenal di negaranya dan mengatakan bahwa pernikahan harus dibatalkan. Tentu saja membuat semua penasaran kenapa wanita itu bisa mengatakan hal tersebut, padahal sebentar lagi Nadine akan sah menjadi istri Farel tapi semuanya harus tertunda.
"Bianca, maksud kamu apa berbicara seperti itu?" Tanya Keenan yang menghampiri Bianca dengan tatapan tajam, karena bagaimanapun juga ini adalah acara adiknya sendiri, ia tidak mau keluarganya itu menjadi malu karena ulah mantan kekasihnya.
"Keenan, Farel tidak boleh menikah dengan Nadine karena aku sedang mengandung anak Farel," ungkap Bianca yang mengejutkan Keenan juga semua yang mendengarkannya. Termasuk Nadine, ada rasa marah, kecewa, tetapi juga senang di dalam hatinya karena itu artinya dia tidak akan jadi menikah dengan Farel, pernikahan akan dibatalkan.
"Apa Bianca? Kamu serius berbicara seperti itu?" Tanya Nathan.
"Iya Om, aku serius. Om, Tante, Oma, Nadine, aku punya buktinya kalau aku sedang mengandung anak Farel," ucap Bianca lalu ia pun mengeluarkan alat tes kehamilan dari dalam tasnya dan menunjukkan kepada mereka.
Keluarga Nadine dan juga keluarga Farel sangat terkejut melihat dua garis merah yang terpampang pada tes kehamilan itu dan tentu saja mereka tak bisa mempercayainya begitu saja ucapan Bianca.
"Kamu jangan asal bicara ya, kamu ini siapa tiba-tiba saja datang ingin menggagalkan acara pernikahan anak saya? Bahkan saya saja tidak pernah tahu jika kamu mempunyai hubungan dengan anak saya. Kenapa tiba-tiba kamu mengatakan jika kamu hamil anak Farel? Kamu jangan macam-macam ya, yang saya tahu bukankah kamu ini seorang model, bisa saja kan kalau kamu sudah berhubungan dengan pria lain, tetapi pria itu tidak mau bertanggung jawab dan kamu malah meminta pertanggungjawaban dari anak saya," ucap Rasti penuh emosi.
"Sabar Mi, ingat kesehatan Mami. Biar kita dengarkan saja dulu penjelasan wanita ini," ucap Adi.
"Maaf Tante, meskipun aku seorang model tetapi aku tidak senakal yang Tante katakan itu. Aku memang hamil anak Farel dan itu juga karena ketidaksengajaan yang kami lakukan Tante," ucap Bianca yang membuat mereka yang belum mengetahui akan hal itu pun menjadi kebingungan.
"Bianca bagaimana bisa kamu mengatakan jika kamu sedang mengandung anak Farel, maksud Tante apa kamu yakin?" Tanya Dinda.
"Jadi tante juga tidak mempercayai akan hal itu?" Mau menuduh aku melakukannya dengan orang lain sama seperti yang orang tua Farel katakan? Apa Tante dan semuanya mau aku mengungkapkan di sini jika ini semuanya ada kaitannya dengan Nadine dan Keenan?" Tanya Bianca.
Tentu saja hanya Farel, Keenan, Nadine, Dinda dan Nathan yang mengerti akan maksud Bianca dan tidak mau jika sampai wanita itu mengungkapkannya di depan umum.
"Di sini sangat ramai tamu yang menghadiri pernikahan Farel dan Nadine. Apa kalian tidak malu, ini sama saja akan mempermalukan keluarga kita. Mengetahui bahwa Bianca tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa dia mengandung anak Farel saja sudah membuat malu, apalagi jika Bianca berbicara panjang lebar," ucap Cynthia.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu lebih baik sekarang kita masuk saja dulu," ucap Nathan. "Pak apa boleh jika kamu ingin menyelesaikan masalah kami dulu sebentar," ucap Nathan kepada pak penghulu.
"Sebaiknya memang harus diselesaikan dulu Pak daripada menyesal jika pernikahan ini sudah terlanjur terjadi. Saya masih punya waktu 1 jam lagi, setelah itu saya harus pergi untuk menikahkan orang lain. Jadi jika hanya berbicara sebentar saya akan menunggunya," ucap pak penghulu.
"Baik Pak, terimakasih," ucap Nathan.
Lalu keluarga kedua calon mempelai pengantin beserta Bianca pun segera saja masuk ke dalam ruangan yang tertutup agar mereka dapat dengan leluasa berbicara masalah yang sedang terjadi.
****
"Cepat Bianca, katakan!" titah Keenan.
"Ya ini semua gara-gara kamu dan Nadine. Karena waktu itu kalian yang menjebakku dan Farel sehingga kami pun terjebak di dalam kamar yang sama. Kami melakukannya dalam tidak sadar, tetapi aku yakin jika malam itu kami melakukannya dan aku hamil anak Farel," ucap Bianca sehingga mengejutkan semua orang.
"Tidak Farel, ini anak kamu Farel. Aku tidak pernah melakukannya dengan orang lain, aku hanya melakukannya dengan kamu. Apa kamu lupa dengan noda merah yang waktu itu tertinggal di sprei kamar hotel? Itu artinya aku melakukannya pertama kami dengan kamu dan hanya bersama kamu, Farel" ucap Bianca dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku tidak percaya, karena waktu itu saja kamu yang memberikan ide untuk menjebak Keenan dan Nadine. Jadi bukankah kamu sudah biasa melakukan hal itu dengan pria lain," ujar Farel yang membuat orang tuanya dan juga oma Nadine itu menjadi kebingungan.
"Farel, apa maksud kamu menjebak Keenan dan Nadine?" Tanya Rasti.
Lalu Farel pun menceritakan tentang apa yang telah ia dan Bianca lakukan terhadap Keenan dan Nadine, sehingga membuat Keenan pun membalas perbuatan mereka
"Ya ampun Farel, Mami benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan kamu itu. Kok bisa sih kamu melakukan hal kotor seperti itu untuk mendapatkan seorang wanita. Seharusnya kamu bisa melakukan cara yang lebih baik Nak," ucap Rasti di dalam kekecewaannya.
Tubuh Rasti pun terhuyung dan hendak terjatuh jika suaminya itu tidak cepat-cepat menangkapnya dan menenangkan hatinya, karena Rasti memang mempunyai riwayat penyakit jantung ringan, sehingga ia tidak bisa mendengar hal-hal yang mengejutkan.
__ADS_1
"Tapi Mi, ini semua karena ide Bianca dan aku juga tidak tahu jika Keenan dan Nadine akan membalasnya," jelas Farel.
"Tapi benar kan jika kamu dan Bianca berada di kamar yang sama waktu itu. Itu artinya kalian memang sudah melakukannya Farel. Bianca sendiri yakin karena dia adalah seorang wanita, dia bisa merasakannya apalagi dengan noda yang ditinggalkan saat itu, itu sudah jelas bahwa Bianca memang sedang mengandung anak kamu," ucap Rasti.
"Iya Tante, memang kenyataannya kita sudah melakukannya. Saat ini aku memang mengandung anak Farel, aku mau Farel bertanggung jawab atas aku, bukan malah menikahi Nadine," ucap Bianca.
"Diam kamu Bianca! Aku heran bukankah kamu itu tidak mencintaiku, kenapa kamu meminta pertanggungjawabanku? Kenapa kamu tidak meminta pertanggungjawaban Keenan saja, pria yang kamu cintai itu. Lagipula dia juga kan yang menyebabkan kita berdua terjebak waktu itu," ucap Farel.
Bug …
"Brengsek!" Keenan yang mendengar akan hal itu pun merasa sangat murka dan langsung saja memukul wajah Farel.
"Keenan hentikan! Jangan lakukan itu Keenan. Bicarakan saja dulu baik-baik, jangan main tangan seperti itu," ucap Nathan.
Sedangkan kedua orang tua Farel hanya diam saja karena merasa kecewa atas sikap anaknya itu.
"Berbicara baik-baik seperti apa? Kenapa dia berbicara sembarangan seperti itu. Aku tidak mau bertanggungjawab karena itu bukan anakku, kenapa harus aku yang bertanggung jawab?" Ucap Keenan penuh emosi.
Karena kondisinya berbeda dengan Nadine dan Keenan, Farel bisa bertanggung jawab atas Bianca karena mereka tidak memiliki hubungan darah.
Atas pengakuan dari Bianca dan Farel pun mengakuinya, pernikahan Nadine dan Farel pun dibatalkan. Mereka tidak jadi menikah. Meskipun kedua belah pihak keluarga sangat malu akan hal itu, tetapi mau bagaimana lagi pernikahan ini juga tidak akan bisa dipaksakan, karena ada wanita yang seharusnya lebih pantas untuk Farel nikahi yaitu Bianca, bukan Nadine.
Meskipun sebenarnya Nadine sangat senang karena tidak jadi menikah dengan Farel, tetapi bagaimanapun juga pasti ada rasa kekecewaan dalam dirinya dan juga syok karena harus menerima kenyataan bahwa pernikahannya gagal seperti yang ia takutkan. Nadine sudah tidak tahu lagi bagaimana harus menjalani kehidupannya nanti bersama anak yang ia kandung, sepertinya ia memang harus pasrah menjalaninya seorang diri tanpa pendamping.
Bersambung …
__ADS_1