Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Menatap Kagum


__ADS_3

Lama Clara memandang figura yang ada di dinding apartemennya itu, sampai-sampai ia tidak menyadari jika Amanda sedari tadi telah memanggilnya.


"Nyonya!" Panggil Amanda sekali lagi, tetapi kali ini seraya memegang pundaknya itu hingga Clara pun tersadar dari lamunannya.


"Oh iya Amanda, ada apa?" Tanya Clara.


"Maaf Nyonya, ini barang-barang Nyonya mau taruh di mana? Karena saya tidak tahu dimana keberadaan kamar Nyonya?" Tanya Amanda.


"Kamu letakkan saja di sini, biar saya yang bawa langsung ke kamar. Dan kamar kamu ada di sebelah sana," jawab Clara menunjuk sebuah kamar yang dulu pernah ditempati olehnya saat pisah ranjang dengan Nathan. Sedangkan Clara memilih tempat dimana ia pernah tidur bersama dengan suaminya dulu.


"Baik Nyonya," jawab Amanda dan langsung saja menuju ke kamarnya itu. Karena ia juga sudah sangat lelah dan ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Tidak lama kemudian, Clara pun membawa kopernya itu menuju ke kamar. Ia membuka pintu kamar tersebut dan masuk ke dalam. Suasananya masih sama, kondisi kamar itu juga tidak ada yang berubah. Masih terpajang fotonya bersama Nathan dan juga Keenan yang sengaja ia letakkan di atas tempat tidur, terlihat sebagai sebuah keluarga kecil yang begitu bahagia. Tetapi itu sudah sangat lama bahkan sekarang saja Clara tidak tahu dimana keberadaan anaknya, ia juga tidak pernah mendengar lagi kabar tentang mantan suaminya itu.


****


"Kak Keenan, aku harap Kakak bisa melupakan tentang apa yang pernah Kakak ucapkan ke aku waktu itu. Lupakan tentang cinta itu Kak, aku tidak mau jika Mama dan Papi sampai curiga dan merasa sedih lagi karena kita seperti ini terus. Jujur aku merasa sangat canggung ingin menegur Kakak, ingin bercanda dengan Kakak seperti biasa setelah apa yang Kakak ucapkan denganku waktu itu," ucap Nadine yang mencari kesempatan untuk berbicara empat mata dengan Keenan.


"Iya Dine, aku minta maaf ya karena sudah mengatakan hal itu. Mungkin karena rasa sayang aku sebagai kakak terlalu besar sampai aku bisa mengatakan bahwa aku mencintai kamu. Tapi sebenarnya aku yakin kok kalau itu hanya rasa cintaku sebatas kakak kepada adiknya aja. Jika memang itu berlebihan, aku juga akan melupakannya Nadine," ucap Keenan.


"Iya Kak, nggak apa-apa kok. Yang penting Kakak jangan pernah mengucapkan hal gila seperti itu lagi ya. Kita ini adik beradik Kak, aku ini adik kamu dan kita nggak akan mungkin bisa punya hubungan yang lebih lagi daripada saudara. Lagipula bukankah hubungan saudara itu akan lebih kekal abadi sampai kapanpun, nggak akan pernah putus Kak karena dalam tubuh kita ada aliran darah yang sama, yaitu darah Papi," ucap Nadine.


"Iya kamu benar. Ya sudah yuk sekarang kita turun sarapan, pasti Mama dan Papi sudah menunggu kita," ucap Keenan.

__ADS_1


"Ya sudah yuk," jawab Nadine.


Nadine dan Keenan pun berusaha untuk bersikap seperti biasa, saat Nadine jalan terlebih dulu, dengan usil Keenan menarik rambut adiknya itu sehingga Nadine pun merasa sangat kesal.


"Kak Keenan, Kak Keenan apa-apaan sih. Sakit tahu rambut aku," gerutu Nadine lalu mengejar Keenan yang tampak berlari menuju ke dapur.


Nathan dan Dinda pun geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua anaknya itu, tetapi mereka juga merasa senang karena akhirnya keceriaan di keluarga itu kembali setelah Nadine dan Keenan berbaikan. Kenzo dan Kenzie pun sama halnya dengan kedua kakaknya itu, sedari tadi saudara kembar yang lahir hanya beda 5 menit itu tampak sibuk dan berdebat di meja makan.


"Nadine, Keenan, Kenzo, Kenzie, kalian ini seperti anak kecil saja. Sudah ayo kita sarapan, nanti kalian berdua terlambat ke kantor dan ke butiknya. Dan kalian berdua juga akan terlambat ke sekolah," ucap Dinda kepada anak-anaknya itu.


"Iya Ma," jawab Keenan, Nadine, Kenzo dan Kenzie secara hampir bersamaan.


Lalu mereka pun menikmati sarapan bersama dengan suasana hangat dan tampak tenang.


"Oh iya ada yang mau Papi bicarakan dengan kalian semua. Bagaimana kalau nanti malam kita makan malam di restoran favorit kita. Kita kan sudah lama sekali tidak makan bersama di luar. Ya karena sekarang Keenan dan Nadine juga sudah baikan, jadi Papi hanya ingin merayakannya saja, supaya keluarga kita lebih harmonis dan tidak akan ada masalah apapun dalam keluarga kita. Keenan boleh kok ajak Bianca dan Nadine boleh juga ajak Farel," ucap Nathan.


"Karena Kak Bianca nggak bisa ikut, jadi lebih baik aku juga nggak ajak Farel. Kalau menurut aku, lebih baik kita makan malam khusus keluarga aja. Bukannya seperti yang Papi bilang, ini kan untuk membangun lagi keharmonisan keluarga kita. Berarti nggak perlu kan ajak Farel ataupun Bianca, mereka kan belum jadi keluarga," ucap Nadine yang membuat Keenan sangat senang mendengarnya. Karena memang itu juga yang Keenan inginkan.


"Nah aku setuju," sahut Keenan.


"Ya sudah kalau memang seperti itu mau kalian. Memang yang paling terpenting itu adalah keluarga kita. Kalau begitu Nadine dan Keenan, kalian berdua hari ini jangan sampai lembur dan pulang malam ya. Kalian harus pulang sore, karena nanti malam kita ada acara makan malam keluarga," ucap Nathan.


"Oke Pi," jawab Nadine.

__ADS_1


"Beres Bos," jawab Keenan pula.


Lalu mereka semua pun segera saja berpamitan dengan Raja dan Ratu yang ada di rumah yaitu Dinda dan Nathan. Setelah itu mereka pun pergi untuk melakukan aktivitas masing-masing.


****


Malam pun telah tiba, setelah selesai mempersiapkan diri dan berdandan. Kini semuanya tampak sudah sangat rapi, tampan dan juga cantik sedang berada di ruang keluarga menunggu Nadine. Karena Nadine sendiri yang belum selesai pada saat ini.


"Ma, coba dilihat dulu deh anak gadisnya. Kemana sih kok belum selesai juga. Padahal yang lainnya saja sudah selesai," jawab Nathan.


"Bukannya biasanya Papi yang paling sabar ya. Biasalah Pi namanya juga wanita," ucap Dinda.


"Bukannya tidak sabar Ma, tapi takut kemalaman. Lagipula Mama juga wanita, tapi Mama tidak selama ini kan," ucap Nathan.


"Ya beda dong Pi, Nadine itu kan masih gadis, sedangkan Mama sudah laku, anaknya sudah 4, lihat nih," ucap Dinda tersenyum.


"Kak Keenan, samperin Kak Nadine gih sana. Kok lama banget sih," ucap Kenzo.


"Iya, aku udah lapar nih. Kak samperin dong," sambung Kenzie.


"Kalian berdua ini selalu aja kompak. Kalian aja sana yang panggil," gerutu Keenan.


"Ya sudah biar Mama saja yang panggil Nadine," ucap Dinda.

__ADS_1


Akan tetapi di saat Dinda baru saja hendak melangkahkan kakinya, di saat itu juga terlihat Nadine yang menggunakan riasan tipis ala artis korea, dress selutut berwarna hitam senada dengan hoodie yang dikenakan oleh Keenan dan juga high heels setinggi 5 cm, membuatnya terlihat anggun berjalan menuruni tangga. Semua mata terpana pada kecantikan wanita itu. Nadine yang hendak makan malam bersama keluarga tetapi berdandan seperti hendak berkencan dengan kekasihnya, padahal saat berkencan dengan Farel saja ia tidak pernah berdandan secantik itu. Mata Keenan juga terlihat tak berkedip menatap wajah cantik adiknya itu dan merasa sangat kagum.


Bersambung …


__ADS_2