
Beberapa saat kemudian, Cynthia, Kenzo dan Kenzie pun telah tiba di kediaman Collin. Meskipun diikuti oleh kedua cucu kembarnya itu, tetapi Cynthia sama sekali tak mau bicara. Cynthia terlihat begitu kecewa dan masih kesal, padahal Kenzo dan Kenzie tidak ikut di dalamnya. Si kembar sedari tadi hanya diam saja karena merasa mereka hanyalah anak kecil yang tak pantas untuk ikut campur.
"Oma, sini biar aku yang bawain tas Oma," ucap Kenzie saat mereka hendak turun dari mobil.
"Tidak perlu, Oma bisa bawa sendiri," ucap Cynthia ketus.
Kenzo dan Kenzie pun saling menatap penuh kebingungan atas sikap Oma mereka itu. Lalu keduanya mengikuti sang nenek dari belakang masuk ke dalam rumah.
Cynthia langsung saja menuju ke kamarnya dimana di sana ada suaminya yang berbaring koma seperti biasa, tanpa memperdulikan cucunya. Sehingga Kenzo dan Kenzie pun memilih untuk duduk di ruang keluarga saja.
"Zie, bagaimana ini? Sepertinya Oma benar-benar marah sampai kita yang tidak berbuat apapun terkena batunya," ucap Kenzo.
"Ya mau bagaimana lagi. Kita juga tidak tahu kan harus membujuk Oma dengan cara apa kalau Oma sudah marah seperti itu. Lebih baik kita diam saja lah sambil menunggu nanti Papi dan yang lainnya pulang, yang terpenting kan Oma baik-baik saja, selamat sampai tujuan," ucap Kenzie. "Oh ya kamu nggak mau lihat Opa?" Tanyanya.
"Oma kan sedang kesal seperti itu dengan kita, masa iya kita harus mengganggu Oma. Kalau nanti Oma semakin marah gimana?" Tanya Kenzo.
"Iya juga sih, tapi aku ingin lihat keadaan Opa. Ingin lihat Oma juga bagaimana keadaannya setelah bertemu dengan Opa," ucap Kenzie.
"Ya sudah kamu saja yang pergi lihat Opa dulu, aku mau mengabari Papi dulu kalau kita sudah sampai di rumah," ucap Kenzo dan ditanggapi anggukan kepala oleh saudara kembarnya.
"Pa, pernikahan Farel dan Nadine berantakan, sangat-sangat berantakan. Apa ini semua karena kesalahan Mama ya Pa, apa karena keegoisan Mama yang tidak pernah menyampaikan bahwa Keenan dan Nadine sebenarnya bukan saudara, sehingga Mama sendiri yang terkena batunya. Mama sudah menghancurkan masa depan cucu-cucu kita Pa, Papa yang sudah menyebabkan mereka tidak bisa bersatu. Tetapi mau bagaimana lagi, semua sudah terlanjur ada di dalam rahasia Mama. Mama takut jika Mama jujur, sudah pasti mereka semua akan marah kepada Mama. Sekarang saja sepertinya mereka tidak menganggap Mama ada karena ingin menjauhkan Nadine dari Mama. Apakah ini karma buat Mama Pa?" Ucap Cynthia sembari memegangi tangan suaminya itu diiringi air mata yang bercucuran.
Kenzie yang di saat itu berada di depan pintu hendak masuk, mengurungkan niatnya karena tidak sengaja mendengar ucapan Cynthia. Ia merasa sangat terkejut dan kebingungan dengan apa yang baru saja didengarnya. Lalu Kenzie pun membalikan badannya dan menghampiri Kenzo kembali yang saat itu masih duduk di ruang keluarga.
"Kenapa kamu kembali lagi Kenzie? Terus itu wajah kamu kenapa? Pasti kamu habis diomelin Oma kan? Sudah aku bilang nanti saja lihat Opanya," ucap Kenzo yang melihat wajah Kenzie ditekuk seperti benang kusut.
"Kenzo, baru saja aku tidak sengaja mendengar Oma berbicara dengan Opa dan mengatakan kalau Kak Nadine dan Kak Keenan itu bukan saudara dan … ." Kenzie pun menceritakan kepada Kenzo tentang apa yang ia dengar secara detail tanpa kurang sedikitpun.
__ADS_1
"Apa?" Sama halnya dengan Kenzie saat mendengarnya, Kenzo pun merasa sangat terkejut. "Mana mungkin, kamu jangan main-main dong. Nanti kalau sampai Mama, Papi, Nenek, Kakek dan Kakak-Kakak dengar pasti mereka akan sangat marah dan menganggap kita asal bicara. Aku yakin kamu hanya salah dengar. Kak Keenan dan Kak Nadine itu kan anak kandung Papi, meskipun mereka berbeda ibu. Itu artinya ya mereka sedarah, untuk itu mereka tidak bisa menikah."
"Ya kemungkinan juga sih seperti itu. Ya sudahlah aku mau ke kamar saja," ucap Kenzie. Ia yakin jika apa yang didengarnya barusan tadi itu benar adanya. Tetapi karena tidak mau berdebat dengan Kenzo, sehingga ia pun memilih untuk mengalah saja saat ini.
"Kamu nggak jadi lihat Opa?" Tanya Kenzo.
"Nanti saja deh aku lihatnya. Oma sedang sedih di samping Opa, aku nggak mau menganggu," ucap Kenzie, lalu ia pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar.
"Kenzie, tunggu!" Panggil Kenzo lalu mengikuti saudara kembarnya itu.
****
"Ibu dan Ayah yakin nggak mau menginap di rumah lagi?" Tanya Dinda.
Karena di saat ini kedua orang tua Dinda itu memang memilih untuk langsung pulang ke Bandung. Salah satu alasannya mereka tidak mau membuat suasana semakin runyam dengan kehadiran mereka. Mereka juga sudah 2 malam menginap di rumah Nathan sebelum acara pernikahan Nadine dan Farel, sehingga saat ini mereka pun memutuskan untuk langsung pulang saja.
"Iya Dinda, Ibu dan Ayah akan langsung pulang ya. Maaf ya Ibu sama sekali tidak ada maksud untuk menghindar, tetapi menurut Ibu memang lebih baik kami tidak ikut campur dulu. Seandainya nanti kalian sudah mendapatkan solusi yang terbaik, kabari saja ya kepada Ibu dan Ayah. Jika Omanya menyetujui Nadine untuk tinggal di Bandung, kalian tinggal antar saja Nadine ke sana. Pintu rumah Ibu akan selalu terbuka untuk kalian," ucap Santi.
"Menurut Ayah ini juga keputusan yang terbaik Dinda, Nathan. Tolong kalian sampaikan saja salam dan minta maaf kami kepada Bu Cynthia jika memang tadi usulnya Ibu sudah menyinggung perasaan Ibu kamu Nathan," ucap Doni.
"Ibu sama sekali tidak bersalah, justru kita semua sangat setuju dengan usulnya Ibu, bahkan Nadine sendiri sangat menyetujuinya kan? Ayah dan Ibu tenang saja, aku yakin kok Mama tadi hanya sedikit emosi, nanti juga akan baik-baik saja," ucap Nathan.
"Ya mudah-mudahan saja memang seperti itu, Ibu benar-benar tidak enak dengan Mama kamu Nathan," ucap Santi.
"Tidak kenapa-napa Bu. Percayalah dengan Nathan, semua pasti akan baik-baik saja. Nanti biar aku dan Dinda yang akan berbicara kepada Mama," ucap Nathan.
"Nek kenapa Nenek nggak menginap lagi sih di sini. Aku kan masih kangen Nenek, masih butuh nenek," protes Nadine.
__ADS_1
"Sayang, maafkan Nenek ya. Sebenarnya Nenek dan Kakek masih sangat ingin berada di sini, ingin bersama-sama dengan kamu, Keenan dan juga adik kembar kalian. Tetapi Nenek di sana juga juga punya tanggung jawab. Kasihan kalau para pekerja ditinggal lama-lama, karena mereka juga butuh Kakek kamu," ucap Santi.
"Ya sudah kalau memang seperti itu. Nanti aku akan datang ke sana, Nenek tunggu aku ya," ucap Nadine lalu memeluk sang nenek
"Iya Sayang, Nenek tunggu kamu ya," jawab Santi.
Kini Nadine pun beralih memeluk sang kakek, "Kakek, jaga Nenek baik-baik ya. Kalau sampai Nenek kenapa-napa nanti aku marah sama Kakek. Aku sayang sama Nenek dan Kakek," ucap Nadine mewek.
"Kakek juga sayang sekali dengan kamu Nadine. Kamu ini lucu sekali Nadine, mana mungkin Kakek menyakiti Nenek kamu, Kakek kan sangat mencintai istri Kakek," ucap Doni yang membuat semuanya pun tersenyum kecil.
"Tapi Bu, Yah, maaf ya kita tidak bisa mengantar kalian pulang ke Bandung," ucap Dinda.
"Tidak apa-apa Sayang, kan sudah ada supir. Lagipula keadaan sedang rumit seperti ini, kalian jangan pergi kemana-mana dulu, kalian harus berbicara dengan Mbak Cynthia baik-baik. Masalah ini harus cepat selesai dan menemukan solusinya. Jangan terlalu lama, kasihan Nadine," ucap Santi.
"Iya Bu. Ibu dan Ayah doakan ya semoga semua baik-baik saja," ucap Dinda.
"Iya Dinda. Ibu dan Ayah pasti akan selalu berdoa untuk kebaikan anak, menantu dan juga cucu-cucu kami," ucap Santi.
"Nenek dan Kakek hati-hati ya di jalan. Nanti langsung kabari ke kita kalau sudah sampai di rumah, semoga selamat sampai tujuan Nek, Kek," ucap Keenan.
"Iya Keenan, terimakasih ya. Kamu jaga diri baik-baik dan kamu juga harus membantu Ayah kamu untuk melindungi keluarga. Ingat pesan Nenek ya, kamu jangan berputus asa, kamu harus tetap sabar menghadapi apa yang terjadi saat ini. Nenek yakin dibalik ini semua pasti ada hikmahnya dan nantinya akan ada kebahagiaan untuk kalian, ini juga berlaku untuk Nadine," ucap Santi.
"Iya Nek terimakasih ya Nek. Aku akan selalu ingat itu," ucap Keenan.
Kini mereka pun saling berpelukan dan berjabat tangan, setelah itu Santi dan Doni langsung saja melakukan perjalanannya menuju pulang ke Bandung, sedangkan Nathan, Dinda, Keenan dan Nadine kembali ke kediaman mereka.
Bersambung …
__ADS_1