Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Kembali Ke Indonesia


__ADS_3

Keenan dan Nadine masih tampak berpandangan. Nadine yang memberikan kode isyarat agar Keenan tidak memberitahukan hal yang sebenarnya kepada kedua orang tua mereka malah membuat Keenan bingung dan tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh adiknya itu.


"Keenan, Nadine kenapa kalian berdua malah bertatapan seperti itu? Ada apa?" Tanya Nathan hingga Nadine dan Keenan beralih menatap kedua orangtuanya kembali.


"Keenan, apa yang ingin kamu katakan?" Tanya Dinda pula.


"Iya, Papi heran kenapa kalian berdua seperti sedang menutupi sesuatu dari Papi dan Mami. Apa yang sebenarnya terjadi?" Sambung Nathan.


"Ma, Pi, jadi aku mau mengatakan kalau aku dan Nadine itu tidak saling bertegur sapa memang karena ada sesuatu hal," ucap Keenan.


"Ini benar-benar gawat sih kalau sampai Kak Keenan nekat mengatakan kepada Mama dan Papi bahwa dia mencintai aku. Aku tidak tahu bagaimana tanggapan Mama dan Papi, yang jelas sudah pasti mereka akan sangat marah. Bagaimana mungkin mereka berdua akan merestui hubungan sedarah ini? Benar-benar gila," batin Nadine dengan wajahnya yang tampak khawatir.


"Jadi Ma, Pi, aku itu memang lagi marah sama Nadine. Karena waktu itu Nadine kan masih mau menginap di Bandung bersama Farel, tetapi sama sekali nggak kasih tahu ke aku. Aku hanya merasa nggak dihargai aja sebagai kakak. Ma, Pi, apa salah kalau aku marah karena hal itu? Dan yang buat aku nggak mau menegur Nadine sampai saat ini, karena Nadine itu nggak merasa dirinya salah, dia malah balik marah sama aku, dia malah menganggap bahwa ini adalah salah aku. Padahal kan sudah jelas-jelas dia yang salah," ucap Keenan yang terlihat sangat kesal.


Nadine menatap Keenan dengan perasaannya yang begitu lega. "Ternyata … Kak Keenan buat jantung aku mau copot aja," batin Nadine.


Sedangkan Nathan dan Dinda tersenyum mendengar pengakuan dari anaknya itu.


"Ya ampun Keenan, jadi hanya gara-gara itu kamu tidak mau menegur Adik kamu. Dan kamu Nadine, karena keegoisan kamu itu kamu merasa diri kamu benar, jadi kamu juga tidak mau menyapa Kakak kamu terlebih dahulu," kata Dinda.


"Mama tidak bisa menyalahkan Nadine juga dong. Kalau menurut Papi, Nadine dan Keenan memang salah paham seperti apa yang tadi Nadine ucapkan," kata Nathan.


"Ya Mama pikir-pikir juga seperti itu. Ya sudah kalau begitu sekarang kalian berdua bersalaman dan maaf-maafan, berbaikan! Mama tidak mau lihat kalian berdua seperti itu lagi, Mama mau kalian berdua seperti biasa yang saling bertegur sapa, bercanda, tidak ada tuh yang namanya diam-diaman. Buat Mama dan Papi khawatir," ucap Dinda.


"Papa setuju. Ya sudah kalian menunggu apa lagi, cepat berbaikan," ucap Nathan.

__ADS_1


Lalu Nadine dan Keenan pun sama-sama menjulurkan tangannya dan saling berjabat tangan.


"Nadine, aku minta maaf," ucap Keenan terlebih dahulu.


"Iya Kak, aku juga minta maaf," ucap Nadine. Lalu keduanya saling bertatapan dan tersenyum.


Dinda dan Nathan juga merasa lega karena kini kedua anaknya itu telah perbaikan dan berharap jika mereka akan akur seperti sedia kala.


"Ya sudah, karena kalian berdua sudah berbaikan, sekarang kalian kembali ke kamar masing-masing lanjutkan aktivitas kalian. Ingat ya Mama tidak mau lagi melihat kejadian seperti ini," ucap Dinda.


"Iya Ma," jawab Nadine dan Keenan secara hampir bersamaan.


Perlahan tapi pasti, Nadine Dan Keenan pun melangkahkan kaki hendak menuju ke kamar mereka. Masih tidak ada percakapan apapun, masih sama seperti biasa.


"Ada apa Kak?" Tanya Nadine.


"Kamu kenapa tadi tegang seperti itu? Pasti kamu mengiranya aku akan mengatakan tentang perasaan aku terhadap kamu kepada Mama dan Papi ya?" Tanya Keenan.


"Ya kamu benar, aku memang takut Kak kalau kamu akan melakukan hal itu. Tapi ternyata kamu tidak mengatakannya dan aku sangat berterima kasih padamu," ucap Nadine.


"Meskipun aku sudah bersikap gila karena menyatakan perasaan cinta aku ke kamu, tetapi bukan berarti aku juga akan gila untuk mengatakan hal itu kepada Mama dan Papi. Aku juga masih punya otak kok untuk memikirkan semuanya. Kamu tenang aja," ucap Keenan, lalu ia pun membuka pintu kamarnya dan segera saja masuk meninggalkan Nadine begitu saja.


"Apa-apaan sih Kak Keenan, nggak jelas banget," gerutu Nadine lalu masuk ke dalam kamarnya juga.


***

__ADS_1


Di sebuah bandara, terlihat seorang wanita paruh baya tetapi kecantikannya tidak pernah memudar sedari muda, berjalan dengan kaki jenjangnya diiringi oleh asistennya. Ia begitu tampak bahagia, setelah sekian lama berada di luar negeri karena pekerjaannya, akhirnya ia bisa kembali lagi ke Indonesia.


Setelah keluar dari bandara, sang supir yang telah menunggu langsung saja meraih koper yang dibawa oleh sang Nyonya.


"Silahkan masuk Nyonya!" Ucap supir kepada wanita tersebut sembari membukakan pintu mobil.


Setelah wanita itu masuk, segera saja asistennya pun menyusul duduk di kursi depan samping pengemudi.


"Kita mau kemana Nyonya?" Tanya Amanda yang merupakan asisten wanita tersebut, usianya masih muda kira-kira berusia 24 tahun dan lebih pantas menjadi anak dari Bos-nya yang sudah berusia kurang lebih 50 tahun. Tetapi keduanya sama-sama cantik, karena selalu melakukan perawatan. Apalagi dengan peralatan yang canggih dan memadai saat berada di luar negeri.


"Kita langsung ke apartemenku saja," jawab wanita tersebut.


"Baik Nyonya," jawab Amanda.


Supir yang mendengar pun langsung saja melajukan mobilnya itu ke tempat tujuan yang dimaksud oleh Bos-nya itu.


Beberapa saat kemudian, mereka pun telah tiba di sebuah apartemen mewah yang sudah lama sekali tidak dikunjungi, kira-kira 16 tahun lamanya. Setelah berpisah dengan suaminya, wanita itu memang sengaja tidak menjual apartemennya itu karena merupakan satu-satunya harta yang diberikan dari mantan suaminya dengan sejuta kenangan yang terdapat di dalam apartemen tersebut. Akan tetapi apartemen itu tetap terawat dan terjaga, sang pemilik apartemen telah mengutus penjaga untuk selalu merawat dan membersihkan apartemennya itu.


Segera saja wanita tersebut pun membuka pintu apartemen dengan password yang masih sama dengan yang lama dan bergegas masuk ke dalam. Semuanya masih tetap sama, di sana masih tetap terpajang foto pernikahannya bersama pria yang dulu pernah menikahinya, yaitu Nathan. Ya wanita tersebut adalah Clara, mantan istri dari Nathan atau ibu kandung dari Keenan.


Setelah sekian lama berada di luar negeri mengurusi Perusahaan Entertainment yang ia punya, kini akhirnya Clara pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena ingin membuka cabang di negaranya sendiri, setelah ia sukses berada di negara lain. Di sana juga terlihat fotonya bersama Keenan sewaktu kecil.


"Apa kabar kamu Sayang? Mami sangat merindukan kamu, sudah 16 tahun kita tidak bertemu bahkan saat ini Mami saja tidak tahu bagaimana wajah kamu. Maafkan Mami karena saat itu terpaksa pergi meninggalkan kamu dan sama sekali tidak memberikan kamu kabar. Mami sangat merindukan kamu Keenan, mungkin dulu Mami terlalu mengejar karir, Mami tidak peduli dengan kamu, tapi sekarang Mami kembali Sayang, Mami kembali ke Indonesia untuk mencari keberadaan kamu. Kita pasti akan segera bertemu," gumam Clara dengan air matanya yang terus mengalir sembari menatap foto sang anak.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2