Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Melepas Malam Bersama


__ADS_3

Segera saja Keenan meletakkan tubuh Nadine di atas tempat tidur. Di saat itu pula semuanya terasa panas, Keenan dan Nadine seakan hilang kesadaran dan sama-sama sudah tidak kuat lagi menahan gejolak di dada serta diliputi rasa gairah yang menggebu. Sehingga tanpa sadar, Keenan dan Nadine pun saling menautkan bibir keduanya, saling melu*** hingga ciuman itu semakin lama semakin panas dan mendalam.


Ahg …


Suara ******* pun terdengar dari keduanya, hingga tanpa disadari kini keduanya telah polos. Lalu Keenan melanjutkan aktivitasnya dengan terus memberi sentuhan-sentuhan yang membuat adiknya itu melengkungkan tubuhnya karena merasakan sesuatu yang keluar di bawah sana. Bagai sedang sedang dirasuki setan yang membuat keduanya benar-benar tak mengingat lagi jika mereka berdua adalah saudara.


Karena keduanya sama-sama sudah tak bisa menahan efek dari obat perang**** tersebut, segera saja Keenan mengarahkan sang junior ke dalam lembah milik Nadine. Hingga terjadilah pergulatan di atas ranjang yang dilakukan oleh kedua saudara itu. Hingga di saat mereka berdua telah mencapai Puncak secara bersamaan, keduanya pun sama-sama lelah dan tertidur di kamar entah milik siapa dan terbangun keesokan hari.


****


Tok … tok … tok …


Suara ketukan pintu terdengar sangat berisik, sehingga di saat itu Nadine pun mengerjap-ngerjapkan matanya untuk segera bangun. Akan tetap ia merasakan tubuhnya begitu lelah serta perih ya ia rasakan di bawah sana, tepat pada kepemilikannya. Di saat itu pula Nadine teringat saat ia diajak oleh Farel ke suatu kamar tetapi ia sama sekali tidak bisa untuk menolaknya karena kepalanya begitu sakit. Di Saat itu pula Nadine sangat terkejut mendapati dirinya sama sekali tidak menggunakan pakaian dan yang lebih mengejutkan lagi untuknya, di saat itu ia melihat sosok pria yang masih tampak tertidur pulas di sampingnya.


"Akh …!" Nadine berteriak. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang telah ia lakukan bersama saudaranya sendiri tadi malam.


Suara teriakan Nadine itu pun telah membuat Kenan terbangun dan langsung saja menatap ke arahnya.


"Akh …!" Teriak Keenan pula.


Keduanya sama-sama terkejut dan tampak syok lalu saling menutupi tubuh masing-masing yang saat itu masih polos dengan selimut dan juga kain sprei kamar hotel.


Nadine menangis, ia sangat marah kepada Keenan dengan hal yang yang sudah terjadi. Akan tetapi pada dasarnya Keenan juga tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi kepada mereka berdua.


"Kak Keenan, apa yang sudah kamu lakukan kepadaku kak?" Tanya Nadine dengan air matanya yang bercucuran.


"Melakukan apa Nadine? Aku juga nggak tahu. Percayalah aku nggak sadar dan aku sama sekali nggak tahu kenapa kita berdua bisa dalam keadaan seperti ini. Bahkan aku tidak ingat apa yang terjadi semalam dengan kita Nadine," kata Keenan.

__ADS_1


"Kamu jangan bohong Kak. Kenapa kamu tega sekali memanfaatkan keadaan ini Kak, kenapa kamu bisa melakukan ini padaku," tuding Nadine.


"Nadine, kamu nggak percaya sama aku. Kita sudah kenal lama dari kecil, apa kamu percaya kalau aku sengaja akan meodaimu? Bahkan aku saja tidak tahu kenapa aku bisa melakukan hal itu. Saat terbangun tadi aku juga syok Nadine, sama dengan yang kamu rasakan," kata Keenan.


"Tapi pada kenyataannya kita sudah berada di sini berdua Kak. Bagaimana masa depanku nanti, masa depanku sudah hancur," ucap Nadine.


"Nadine kamu tenang ya, aku pasti akan tanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan," ucap Keenan.


"Tanggung jawab bagaimana Kak? Kakak mau nikahin aku gitu. Kita ini saudara, bagaimana mungkin kita akan bersama. Ya ampun … aku benar-benar nggak tahu apa yang akan terjadi dalam hidupku nanti Kak. Bagaimana kalau kedua orang tua kita tahu Kak," ucap Keenan.


Tok … tok … tok …


Suara ketukan pintu itu pun kembali terdengar yang membuat keduanya panik, padahal tadinya Nadine terbangun karena hal itu.


"Nadine, kamu tenang dulu ya. Sekarang kamu masuk saja ke kamar mandi, biar aku yang menemui siapa yang datang," ucap Keenan.


Nadine mengangguk menyetujui, karena saat ini memang bukan saatnya juga untuk berdebat, takut orang di luar sana malah nanti akan melihat mereka berdua. Lalu segera saja Nadine memunguti pakaiannya yang berserakan di atas lantai dan bergegas pergi ke kamar mandi, sedangkan Keenan segera memakai pakaiannya dan menemui siapa yang mengetuk pintu.


"Maaf Tuan saya mengganggu, apa Tuan yang menginap di kamar ini tadi malam?" Tanya CS.


"Oh iya benar, saya orangnya," jawab Keenan.


"Oh iya, maaf Tuan. Karena info yang saya dengar orang yang berada di dalam kamar ini tadi malam sudah checkout dan karena petugas tadi malam belum sempat untuk membersihkannya, sehingga saya lah yang diminta untuk membersihkan. Saya minta maaf kalau saya mengganggu Tuan," ucap CS.


"Oh begitu, ya tidak apa-apa," ucap Keenan.


"Terimakasih ya Tuan, saya permisi!" Ucap CS lalu segera saja meninggalkan kamar Keenan.

__ADS_1


Sementara itu Nadine yang saat ini sedang berada di dalam kamar mandi, menangis jadi-jadinya di bawah guyuran air shower. Hatinya begitu hancur, perih dan kecewa yang ia rasakan. Ia tidak menyangka jika kesucian yang telah dijaga selama ini dan akan ia berikan kepada suaminya di saat malam pengantin, pada kenyataannya harus direnggut oleh kakaknya sendiri. Nadine sangat bingung harus berbuat apa saat ini, bahkan meskipun di saat ini ia mandi dengan air kembang 7 rupa sekalipun, tidak akan bisa mengembalikan kesuciannya, ia merasa dirinya begitu kotor. Ia tak tahu harus mengatakan apa kepada kedua orang tua mereka jika tahu apa yang telah dilakukan oleh anaknya.


Tok … tok … tok …


"Nadine, kamu nggak apa-apa kan? Apa kamu sudah selesai?" Tanya Keenan yang mengetuk pintu kamar mandi tersebut, ia sangat khawatir mendengar suara tangisan Nadine.


Nadine tak menjawab apapun, segera saja ia membersihkan dirinya, setelah itu memakai pakaiannya dan keluar dari kamar mandi.


Nadine tampak terdiam, Keenan tahu perasaan Nadine saat ini, ia sendiri merasa bersalah meskipun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Di saat itu tiba-tiba ia teringat dengan makan malam yang telah mereka hadiri bersama Farel dan Bianca.


"Nadine, kamu nggak bisa menyalahkanku akan hal ini. Apa kamu ingat tadi malam di saat kita makan malam bersama Bianca dan Farel? Setelah kita meminum wine, tiba-tiba saja secara bersamaan kita merasakan pusing," ucap Keenan.


Nadine tampak memikirkan hal itu, ia ingat betul memang sehabis meminum wine tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing dan mual, hingga ia pun hendak pergi ke toilet. Tetapi di saat itu ia bertemu dengan Farel dan membawanya ke sebuah kamar hotel. Setelah itu Nadine tidak ingat apa-apa lagi hingga terbangun di pagi hari ini dan mendapati dirinya sedang bersama dengan Keenan.


"Tapi kenapa bisa aku bersama dengan kamu Kak? Yang aku ingat Farel yang mengajakku ke sebuah kamar," kata Nadine.


"Karena Bianca juga mengajakku ke sebuah kamar Nadine, tapi karena aku masih kuat dan sadar akhirnya aku melawan dan mencari kamu yang saat itu hampir saja dilecehkan oleh Farel. Tapi karena aku sudah tidak kuat lagi menghadapi kejaran Farel, hingga akhirnya aku membawamu ke sini. Maafkan aku Nadine, aku yakin selain membuat kita mabuk, Farel dan Bianca sudah meletakkan obat perang**** di dalam minuman itu. Mereka sengaja ingin mendapatkan kita semalam tapi malah kita yang melepas malam bersama. Aku juga tidak tahu kenapa malah kita yang terjebak berada di dalam kamar ini, aku minta maaf Nadine. Niatku ingin menolongmu supaya kamu tidak diapa-apakan oleh Farel, tapi malah aku yang menghancurkan masa depanmu. Aku yakin kita melakukannya tanpa sadar, karena kita berdua sama-sama dipengaruhi obat itu," ucap Keenan.


"Jadi ini semua karena ulah Farel dan Bianca?" Tanya Nadine seakan tak percaya.


"Ya, aku yakin ini memang ulah mereka. Aku tidak akan tinggal diam, aku pasti akan menghancurkan mereka," ucap Keenan.


"Tapi Kak, kalau Farel dan Bianca tahu apa yang sudah kita lakukan di sini, bukankah ini sangat memalukan. Bukankah kita berdua yang akan hancur Kak," kata Nadine, ia masih tak dapat membendung air matanya karena tak percaya dengan apa yang terjadi dalam dirinya.


"Aku yakin mereka menganggap kita sudah kabur nadine. Aku akan menghancurkan mereka tanpa harus mereka tahu apa yang kita lakukan malam ini. Aku janji, kesalahan yang kita lakukan malam ini akan menjadi rahasia kita berdua. Semuanya sudah terjadi Nadine, tidak bisa dikembalikan seperti semula. Sekarang yang harus aku lakukan adalah membalas dendam kepada mereka berdua," ucap Keenan menatap tajam. Lalu ia pun meraih tubuh sang adik ke dalam dekapannya.


Nadine merasa lebih tenang berada di pelukan Keenan, seandainya Keenan bukanlah saudaranya, pasti Nadine sudah meminta Keenan untuk bertanggung jawab. Terlebih lagi Keenan adalah pria yang dicintainya, tetapi pada kenyataannya, mereka berdua adalah adik beradik, mereka adalah saudara yang tidak akan mungkin bisa bersatu selamanya.

__ADS_1


Bersambung …



__ADS_2