
Nadine menatap kepergian Farel yang saat itu telah masuk ke dalam mobilnya, hingga berlalu dari pandangan matanya. Di dalam hatinya merasa sangat bersalah karena telah mengakhiri hubungan secara sepihak, padahal ia tahu betul bagaimana Farel selama ini yang begitu menyayanginya dan selalu berusaha untuk membuatnya bahagia. Akan tetapi mau bagaimana lagi, bukankah jika terus mempertahankan hubungan itu akan membuat Farel terus merasa kecewa karena terus berada di dalam kebohongan. Meskipun ia sudah mati-matian berusaha untuk mencintai Farel, tetapi ia sama sekali tidak bisa memberikan hatinya sepenuhnya untuk pria itu. Ia tetap mencintai Keenan, ia merasa hanya Keenan lah yang saat ini ada di dalam hatinya.
Hingga malam pun semakin larut, saat ini Nadine sedang melajukan mobilnya menuju pulang ke rumah. Tak bisa dipungkiri jika ia masih terus saja merasa sedih jika mengingat telah berakhir hubungannya dengan Farel. Tak tahu kenapa asanya ia tidak ikhlas melepaskan Farel, padahal ia sendirilah yang mengakhiri hubungan tersebut.
"Nadine, kamu ini kenapa sih. Kamu sendiri yang telah mengakhiri hubungan ini, tapi kenapa kamu malah merasa sedih seperti ini. Kenapa kamu harus merasa nggak ikhlas, nggak rela? Seharusnya kamu senang karena akhirnya hubungan ini telah berakhir. Saat ini Farel bebas, dia tidak perlu lagi merasa sakit hati atau terus-terusan tertekan karena sikap kamu Nadine. Kamu juga tidak perlu lagi berpura-pura untuk mencintai Farel, karena pada dasarnya rasa cinta itu sama sekali tidak pernah ada," gumam Nadine yang menahan perih di dadanya.
****
"Kenapa tiba-tiba kamu ajak aku ke sini? Ada angin apa?" Tanya Farel.
Padahal ia merasa begitu sangat kesal karena hal yang sedang terjadi pada dirinya saat ini, tetapi Bianca malah memaksa mengajaknya untuk bertemu meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 22.00.
"Ya aku minta maaf. Aku sedang membutuhkan teman cerita dan aku juga nggak tahu lagi mau cerita masalah ini ke siapa. Tiba-tiba aku teringat kamu, karena kan sewaktu itu kita pernah mempunyai masalah yang sama, ya jadi kalau menurut aku mungkin masalah ini lebih baik aku ceritakan ke kamu," ucap Bianca.
"Cerita soal apa?" Tanya Farel.
Lalu Bianca pun menceritakan bagaimana berakhirnya hubungannya dengan Keenan. Ya meskipun ia yang meminta untuk berpisah, tetapi pada akhirnya Bianca telah meminta untuk kembali lagi, hanya saja Keenan menolaknya dengan alasan ia telah mencintai orang lain.
"Kamu serius Keenan berbicara seperti itu?" Tanya Farel yang terlihat sangat terkejut mendengarnya.
"Iya Rel, untuk apa juga aku berbohong," jawab Bianca. "Tapi kenapa sepertinya kamu terkejut seperti itu?" Tanyanya.
"Hm, karena kamu sudah cerita ke aku, lagipula kita saat ini juga sedang bersama, lebih baik aku akan menceritakan juga masalah aku ke kamu," kata Farel.
"Ya aku bisa melihat sih kalau wajah kamu itu kusut, pasti karena kamu juga sedang ada masalah. Memang kamu sedang ada masalah apa Rel? Lebih baik kamu cerita ke aku, supaya perasaan kamu lebih plong," kata Bianca.
"Sebenarnya masalah ini sama dengan kamu Bi," kata Farel.
Bianca mengernyitkan dahinya, "Maksudnya gimana? Apanya yang sama?" Tanya Bianca tak mengerti.
"Ya jadi aku juga baru saja putus dengan Nadine," kata Farel.
__ADS_1
"Hah, serius? Baru putus?" Tanya Bianca yang tak percaya, karena yang yang ia lihat selama ini hubungan Farel dan Nadine baik-baik saja, tidak seperti hubungannya dengan Keenan.
"Aku nggak bohong Bi, aku serius. Dan apa kamu tahu, alasannya itu sama dengan yang Keenan ucapkan," kata Farel.
"Maksudnya sama gimana? Coba deh kamu itu kalau berbicara yang jelas," kata Bianca.
"Iya, ini aku sudah berbicara dengan jelas Bi. Jadi Nadine memutuskan aku dengan alasan karena sampai sekarang dia belum bisa mencintai aku dan karena dia sudah mencintai orang lain sejak lama," kata Farel.
"Apa? Kenapa bisa sama seperti itu ya? Kenapa bisa kebetulan mereka mempunyai alasan yang sama," kata Bianca.
Farel dan Bianca pun tampak memikirkan sesuatu.
"Bi, apa mungkin kecurigaan kita selama ini benar," ucap Farel.
"Maksud kamu?" Tanya Bianca.
"Apa mungkin Keenan dan Nadine itu saling mencintai?" Ujar Farel.
"Tunggu, tunggu. Ucapan kamu ini membuat aku mengingat akan sesuatu, Keenan bilang ke aku kalau dia nggak bisa bersama dengan wanita yang dicintainya, maka itu dia mencoba untuk mencintaiku dan melupakan wanita tersebut. Apa mungkin wanita yang dimaksud Keenan adalah Nadine? Mereka tidak mungkin bersama, karena mereka adalah saudara," ujar Bianca.
"Wah! Ini benar-benar gila sih kalau memang seperti itu. Apa mungkin Keenan tahu bahwa Nadine mencintainya, begitu juga sebaliknya," kata Bianca
"Entahlah Bi, tapi kamu benar ini memang benar-benar gila. Bagaimana mungkin mereka bisa terjerat cinta saudara seperti itu," kata Farel.
"Bisa saja Rel, karena dulunya mereka kan tidak tahu bahwa mereka adalah saudara. Nadine dan Keenan sudah kenal sedari kecil dan hanya sebagai teman. Itu yang aku dengar dari cerita Keenan," kata Bianca.
"Ya Nadine juga pernah bercerita soal itu ke aku. Bisa saja kan mereka berdua memang sudah saling menyukai sedari kecil dan semakin mereka dewasa perasaan itu semakin dalam," ujar Farel.
"Ya kamu benar, untuk itu mereka mempunyai alasan yang sama saat mengakhiri hubungannya dengan kita," ucap Bianca.
****
__ADS_1
Keenan dan Nadine tidak sengaja bertemu saat mereka sama-sama baru saja pulang beraktivitas dan hendak masuk ke dalam rumah.
"Kamu duluan saja Kak," ucap Nadine yang meminta Keenan untuk masuk terlebih dahulu.
"Kamu saja yang duluan," ucap Keenan, lalu Nadine pun segera saja berjalan mendahului Keenan.
"Nadine! Panggil Keenan hingga langkah Nadine pun terhenti dan menoleh ke arah Keenan.
"Aku boleh berbicara denganmu?" Tanya Keenan.
"Kita bicara di atas saja Kak," ucap Nadine.
Kini mereka berdua langsung saja melangkahkan kaki menuju ke balkon, tempat dimana biasa mereka berdua menghabiskan waktu untuk bersantai atau bercerita.
"Mau bicara apa kak?" Tanya Nadine.
"Tadi Bianca datang ke perusahaan, dia mengajakku untuk balikan. Tapi aku menolaknya dengan alasan aku sudah mencintai wanita lain sejak dulu," ucap Keenan.
Nadine membelalakkan matanya menatap Keenan tak percaya. Kenapa bisa Keenan memberikan alasan yang sama seperti yang ia ucapkan kepada Farel? Pikirnya.
"Kak Keenan, kakak serius kalau kakak memberikan alasan itu kepada Bianca?" Tanya Nadine.
"Iya aku serius Dine, karena aku nggak tahu lagi harus mengatakan apa kepada Bianca. Lagipula aku juga nggak bisa terus menerus bohong dengan perasaan aku sendiri. Untuk itulah aku mengatakan hal yang sejujurnya kepada Bianca," kata Keenan.
"Kak, sebenarnya hubunganku dengan Farel juga sudah berakhir," ucap Nadine.
Kini Keenan yang dibuat terkejut oleh ungkapan adiknya itu.
"Kenapa? Yang aku lihat kamu dan Farel juga baik-baik aja, kalian tidak pernah mempunyai masalah. Farel begitu perhatian sama kamu," kata Keenan.
"Apa yang kamu katakan itu memang benar Kak. Tapi sama halnya dengan kakak, aku tidak bisa memaksakan diri untuk mencintai Farel. Itu sama saja membuat perasaan aku semakin tersiksa dan membuat Farel juga terus menerus tersakiti karena sikapku. Aku nggak bisa memaksakan diri untuk mencintai Farel karena aku telah mencintai orang lain sejak lama Kak," ucap Nadine yang keceplosan, hingga membuat Keenan pun menatap Nadine penuh tanda tanya seakan meminta untuk dijelaskan.
__ADS_1
Bersambung …