Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Permintaan Keluarga Nadine


__ADS_3

Melihat Farel yang tampak bengong dan diam mematung di tempat, membuat keluarga Nadine itu pun merasa kebingungan. Mereka dapat melihat Farel seperti ketakutan, padahal sama sekali tidak ada niat jahat dari Nathan maupun keluarganya itu.


"Farel, kenapa kamu diam di situ? Ke sini Nak," panggil Dinda.


"Iya Tante," jawab Farel yang perlahan mendekati mereka.


"Silahkan duduk!" Ucap Cynthia yang memberinya gesture untuk duduk di samping Keenan.


"Terimakasih Oma," ucap Farel yang langsung saja mendudukkan dirinya.


Meskipun ia belum berkenalan secara langsung dengan Cynthia, tetapi saat ia masih bersama dengan Nadine, kekasihnya itu pernah menceritakan soal omanya yang berada di luar negeri. Bahkan Farel juga sudah berkenalan lewat ponsel yang kebetulan saat itu Nadine dan Cynthia sedang berkomunikasi dan ada Farel sedang bersama dengan Nadine. Farel juga sudah mendengar banyak hal tentang Cynthia, begitu juga dengan Cynthia yang sudah mendengar cerita tentang Farel dari cucu perempuannya itu. Sehingga Farel sangat yakin jika wanita yang terlihat sudah tua itu adalah Oma Nadine dan Keenan. Sedangkan dengan nenek Nadine yang berada di Bandung yaitu Santi, Farel sudah mengenalnya saat kemarin mereka pernah liburan ke sana.


"Farel, mungkin kamu bingung kenapa tiba-tiba Om meminta kamu datang ke sini. Terlebih lagi saat ini kamu sedang berada bersama Nadine dan keluarganya," ucap Natan.


"Iya Om, sebenarnya aku merasa sangat bingung. Ada apa ya Om? Apa ini karena kesalahan yang pernah aku lakukan waktu itu? Tapi Om bukankah aku sudah mengatakan kepada Om bahwa aku sangat menyesal. Aku melakukan itu semua karena aku mencintai Nadine, aku terlalu dibutakan oleh cinta sampai tidak tahu lagi mana yang benar dan salah. Aku benar-benar menyesal Om," ucap Farel.


"Justru karena Om tahu kamu mencintai Nadine, untuk itulah Om meminta kamu datang ke sini. Om tahu kamu sudah mengakui kesalahan kamu dan kamu menyesal, Om percaya itu. Buktinya kamu berani datang ke sini setelah apa yang kamu lakukan terhadap Keenan dan Nadine," ucap Nathan.


"Maksud Om apa?" Aku tidak mengerti," tanya Farel kebingungan.

__ADS_1


"Begini Farel, sebenarnya Oma maupun yang lainnya di sini sangat kecewa dengan sikap kamu. Kamu telah membuat kesalahan dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cinta Nadine. Seharusnya, kalau kamu benar-benar mencintai cucu Oma, kamu tidak akan melakukan hal seperti itu. Kamu harus mendapatkan hati Nadine dengan cara baik-baik, tidak melakukan cara kotor. Tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi. Dan apa kamu tahu, karena ulah kamu itu saat ini Nadine sedang dalam masalah besar," ucap Cynthia yang membuat Farel terdiam. Bukannya mengerti, ia malah dibuat tambah bingung dengan ucapan Omanya Nadine itu.


"Iya Oma, aku tahu aku salah dan aku sangat menyesal. Aku minta maaf Oma, Om, Tante, Nadine, Keenan. Apa yang harus aku lakukan sekarang untuk bertanggung jawab, untuk menebus semua kesalahan yang telah aku perbuat kepada Nadine dan Kenan," ucap Keenan.


"Kamu harus menikahi Nadine," ucap Nathan, yang membuat Farel membelalakkan matanya menatap satu persatu orang yang ada di dalam ruangan tersebut secara bergantian.


"Apa? Apa aku tidak salah dengar Om, Om meminta aku untuk menikahi Nadine? Tapi kenapa mendadak? Apa aku boleh tahu apa alasannya?" Tanya Farel.


Tentu saja Farel tak bermaksud untuk menolak, hanya saja ia juga ingin tahu apa alasannya. Terlebih lagi saat mengingat Nadine sudah sangat membencinya. Begitu juga Keenan, sudah pasti Keenan akan menentang hubungan mereka, apalagi sampai ia menikahi adiknya itu.


"Ya tentu saja, tentu saja kamu boleh tahu apa alasannya dan kita akan memberitahu kamu, Farel," jawab Nathan.


"Biarkan saja aku yang menjelaskannya Pi. Tidak usah terlalu berbelit-belit seperti itu," ucap Keenan yang kini pun angkat bicara.


"Ya sudah, silahkan kamu jelaskan!" titah Nathan.


"Kau tidak perlu banyak bertanya Farel, bukankah ini yang kau inginkan. Kau ingin memiliki Nadine seperti niatmu sewaktu kau menjebaknya. Iya kan? Dan Sekarang kesempatan itu sudah ada di depan mata, kenapa kau masih banyak bertanya," ucap Keenan dengan emosi.


"Aku memang menginginkan Nadine dan aku juga tidak menolak untuk menikahinya, tetapi aku juga perlu tahu alasannya. Tidak mungkin tiba-tiba saja keluarga kalian memintaku untuk menikahi Nadine jika tidak ada alasan yang kuat, sedangkan apa yang sudah aku lakukan kepada kalian itu sudah sangat keterlaluan. Aku menyadari itu Keenan," ucap Farel.

__ADS_1


"Karena perbuatanmu dan wanita sakit jiwa itu akhirnya aku dan Nadine yang terjebak. Saat ini Nadine hamil dan apa kau tahu aku sama sekali tidak bisa bertanggung jawab, aku tidak bisa menikahi Nadine karena kita berdua adalah saudara. Dan apa kau tahu bagaimana tersiksanya aku harus menerima kenyataan bahwa kau yang harus bertanggung jawab, karena kaulah yang menyebabkan ini semua," ucap Keenan.


Duar …


Bagai disambar petir, mendadak Farel merasa tubuhnya bergetar dan terkejut saat mendengar wanita yang ia cintai itu telah hamil anak kakaknya sendiri. Sehingga membuatnya pun tahu jika ini alasannya kenapa keluarga Nadine tiba-tiba memintanya untuk menikahi Nadine.


"Nadine, apa itu benar? Apa benar apa yang dikatakan oleh Keenan kalau kamu hamil anaknya dan itu semua gara-gara jebakan aku dan Bianca pada malam itu?" Tanya Farel yang tak mempercayainya, hingga kini pun ia bertanya langsung kepada wanita yang bersangkutan.


"Iya Farel, memang aku hamil. Karena waktu malam itu aku dan Keenan terjebak di dalam kamar yang sama. Saat kita mau menghindar dari kalian berdua, tapi malah kita yang melakukannya sehingga sekarang keluargaku bingung harus melakukan apa. Aku dan Keenan tidak mungkin menikah, karena kita berdua sedarah, itu sangat dilarang. Aku minta maaf kalau permintaan keluargaku sudah membuat kamu begitu terkejut. Aku tahu kok kamu tidak mungkin mau kan menikah denganku, kamu tidak mungkin mau bertanggung jawab sementara bukan kamu yang melakukannya," jawab Nadine.


"Kata siapa Nadine aku tidak mau, aku bersedia," jawab Farel, sehingga nenek dan kedua orang tua Nadine itu pun merasa senang mendengarnya.


"Kamu serius Farel? Pernikahan ini bukan untuk main-main, sekali dalam seumur hidup. Aku nggak mau nantinya kamu menyesal karena sudah salah memilih pasangan," ucap Nadine untuk memastikannya.


"Iya aku serius Nadine. Meskipun aku syok mendengarnya, aku terkejut karena kamu hamil, tapi tetap saja aku mau, aku bersedia menikahi kamu. Kamu juga tahu kan kalau aku sangat mencintai kamu, jadi aku akan menerima kamu apa adanya. Aku tidak akan menyesal dengan keputusan aku, karena memang kamulah wanita yang ingin aku nikahi dari dulu. Apalagi ini juga merupakan kesalahanku kan? Aku yang membuat kamu dan Keenan terjebak dan melakukannya hingga kamu mengandung sekarang. Jadi aku akan bertanggungjawab, selain untuk menebus kesalahan aku tetapi juga karena aku benar-benar mencintai kamu. Justru aku tahu, di sini pasti kamu kan yang terpaksa menikah denganku karena keadaan kamu saat ini. Tetapi itu tidak masalah buat aku Nadine, yang penting selama kita menikah nanti, aku akan berusaha untuk membuat kamu mencintai aku, untuk mengembalikan secuil rasa cinta kamu untukku yang pernah ada hingga rasa cinta itu akan seutuhnya untuk aku, tidak untuk orang lain seperti yang kamu katakan waktu itu," jawab Farel dengan mantap.


Meskipun menurutnya permintaan keluarga Nadine ini terlalu mendadak dan kesannya memanfaatkannya dalam situasi seperti ini, tetapi tak mengapa baginya. Menurut Farel ini adalah kesempatannya untuk menikah dengan wanita yang dicintainya itu, terlebih lagi Nadine juga saat ini mengandung karena ulahnya, meskipun dia bukan mengandung anaknya tetapi anak Kakaknya sendiri.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2