Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Cinta Terlarang


__ADS_3

Meskipun apa yang dirasakan oleh Keenan adalah sama halnya dengan yang ia rasakan, tetapi Nadine tetap tidak menyangka jika Keenan akan mengungkapkan hal itu terlebih dahulu padanya. Sedangkan Nadine sendiri masih ingin membuang perasaan itu jauh-jauh.


"Kak Kakak gila ya, itu nggak mungkin Kak. Kakak sudah tahu jelas bahwa kita ini adik beradik, sudah jelas ini adalah cinta terlarang Kak. Bagaimana bisa kamu mengungkapkan rasa cinta itu kepada adik kamu sendiri? Lebih baik buang perasaan itu jauh-jauh Kak, aku tidak mau kalau kamu mencintai aku," ucap Nadine.


"Kenapa aku harus membuangnya? Aku tahu kalau kamu juga mencintaiku kan? Aku bisa lihat Nadine, apa yang kamu rasakan sama dengan apa yang aku rasakan. Aku sama sekali tidak menyukai kamu berhubungan dengan Farel, begitu juga dengan kamu yang tidak menyukai saat aku dekat dengan Bianca, iya kan?" Tanya Keenan to the point.


"Sudah aku bilang Kakak nggak usah sok tahu. Memang aku akui kalau aku tidak suka melihat kedekatan Kakak dengan Bianca, karena aku tidak rela jika nantinya Kakak akan membuang perhatian Kakak terhadap aku dan memberikan seluruh perhatian Kakak untuk Bianca. Aku nggak rela karena perhatian kakak aku direbut sama wanita lain. Tapi itu bukan berarti aku mencintai kamu Kak," ucap Nadine yang tetap menyangkal. Ia tidak mungkin mengatakan kepada Keenan hal yang sebenarnya ia rasakan, terlebih lagi ia sudah tahu bagaimana perasaan Keenan saat ini terhadapnya.


"Apa kamu yakin alasannya hanya karena itu?" Tanya Keenan yang tidak bisa mempercayai ucapan Nadine begitu saja.


"Ya aku yakin. Dan aku juga yakin Kak kalau perasaan kamu untuk aku itu hanya sebatas rasa sayang kakak terhadap adiknya. Lupakan rasa cinta yang berlebihan untuk aku, ini benar-benar tidak pantas Kak. Bagaimana kalau nantinya Mama, Papi dan keluarga kita semua tahu tentang perasaan Kakak?" Ucap Nadine yang membuat Keenan terdiam.


Lalu Nadine pun masuk kembali ke dalam mobilnya dan segera pergi meninggalkan Keenan, melanjutkan perjalanannya.


"Akh … !" Teriak Keenan sembari memukuli kepalanya, lalu ia pun bersimpuh di atas tanah.


Hatinya terasa begitu hancur dan merasa menjadi pria yang paling bodoh di dunia, karena telah mengungkapkan rasa cinta kepada adiknya sendiri.


"Apa yang kamu lakukan Keenan, kenapa kamu bisa mengungkapkan hal itu kepada Nadine. Sudah jelas Nadine itu adik kamu sendiri, sudah jelas ini adalah cinta terlarang seperti yang Nadine katakan tadi. Kamu harus bisa melupakannya Keenan," gumam Keenan dalam kegundahan hatinya.


Sedangkan Nadine di saat ini tidak ada hentinya meneteskan air mata sepanjang perjalanan.

__ADS_1


"Kenapa rasa cinta ini harus tumbuh di antara kita. Kita adalah adik Kakak. Seandainya kita berdua bukan saudara, sudah pasti kita bisa bersama. Kenapa kita harus terjerat cinta saudara sendiri, kenapa? Padahal aku sudah mencoba untuk mencintai pria lain, tetapi kenapa semakin lama aku merasakan cinta ini semakin dalam untuk kamu Kak. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, seandainya aku bukan adik kamu, pasti aku sudah menjadi wanita paling berbahagia karena mendapati jika cinta aku terbalaskan, cinta aku tidak bertepuk sebelah tangan. Tetapi kenapa sekarang membuat aku menjadi takut akan perasaan ini Kak," gumam Nadine.


****


Waktu telah menunjukkan pukul 20.00, Nadine baru saja tiba di rumahnya dan disusul oleh Keenan yang juga baru saja juga tiba di rumah, hingga mereka pun masuk kedalam rumah hampir bersamaan.


"Ya ampun Nadine, Keenan, akhirnya kalian berdua itu pulang juga. Kalian itu kemana sih, dari tadi pulang dari Bandung malah pergi lagi terus nggak balik-balik. Membuat Mama dan Papi khawatir tahu tidak," ucap Dinda yang menghampiri kedua anaknya itu.


"Iya, di telepon juga tidak ada yang menjawab," sambung Nathan.


"Maaf Ma, Pi, tadi aku dari rumah Bianca dan nggak dengar ada telepon, HP aku di silent. Sekarang aku mau ke kamar dulu, mandi, istirahat," ucap Keenan


"Aku sudah makan kok Ma sama Bianca tadi," ucap Keenan beralasan. Padahal ia sama sekali tidak berselera untuk makan malam, lalu ia pun segera pergi menuju ke kamarnya.


"Aku juga mau istirahat Ma, tadi aku juga sudah makan kok. Kebetulan tadi aku keluar karena bertemu dengan teman sekalian makan malam, karena aku juga sudah tahu kalau Kak Keenan tadi ada di rumah Bianca," ucap Nadine yang ikut beralasan.


"Ya sudah, kamu juga masuk istirahat," kata Dinda dan ditanggapi anggukkan kepala oleh Nadine yang segera saja pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


"Itu anak-anak kenapa Ma? Seperti ada yang aneh ya dengan mereka berdua," tanya Nathan.


"Mama juga tidak tahu dan bingung kenapa dengan mereka berdua Pi. Tapi ya sudahlah, mereka berdua itu kan sudah dewasa, kalau ada masalah pasti mereka bisa kok menyelesaikannya sendiri. Ya sudah karena anak-anak sudah makan, sekarang kita saja yang makan berdua yuk Pi, Mama sudah lapar nih," ajak Dinda.

__ADS_1


"Ya sudah yuk Sayang," ucap Nathan merangkul tubuh sang istri dan membawanya menuju ke meja makan.


Meskipun mereka berdua sudah semakin tua tetapi keromantisan diantaranya tidak ada yang pernah berubah, bahkan Nathan terlihat semakin mencintai istrinya itu begitu pula dengan Dinda.


"Papi duduk dulu di sini ya, Mama mau panggil Kenzo dan Kenzie dulu. Kalau tidak lagi main, pasti deh sudah tidur. Kenzo dan Kenzie kan paling tidak bisa, capek sedikit saja pasti ketiduran," ucap Dinda.


"Oh iya Ma sampai lupa dengan anak kembar kita, gara-gara ingin dinner berdua dengan Mama aja nih," ucap Keenan tersenyum.


"Ah Papa nih bisa saja. Ya sudah Mama panggil anak-anak dulu ya," ucap Dinda dan berlalu dari pandangan Nathan.


****


Saat ini, Nadine Dan Keenan sama-sama sedang merasakan gundah gulana memikirkan apa yang terjadi di antara mereka di dalam kamarnya masing-masing.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana aku harus bersikap terhadap Nadine? Kenapa juga aku begitu bodoh menyampaikan perasaanku ini kepada Nadine. Pasti sekarang ini Nadine tidak mau lagi berbicara denganku, pasti Nadine takut, merasa ngeri atau bahkan jijik dengan kakaknya sendiri yang telah mengutarakan cinta yang sama sekali tidak pantas. Seandainya saja aku bisa mengontrol perasaan ini, pasti semuanya akan baik-baik saja. Keenan … kenapa sih kamu tidak bisa belajar untuk mencintai Bianca pacar kamu. Padahal Bianca itu kurang apa, dia juga cantik dan terlihat begitu mencintai kamu, begitu menyayangi kamu. Kenapa kamu sama sekali tidak bisa untuk mencintai Bianca? Kenapa kamu malah mencintai adik kamu sendiri," gumam Nathan yang terus saja menyalahkan dirinya sendiri.


Begitu juga dengan Nadine, ia tampak begitu gelisah memikirkan tentang kisah cintanya saat ini.


"Tuhan, aku hanya berharap, tolong buat aku membuang dan melupakan rasa cinta yang ada di dalam hati Keenan untukku begitu juga dengan diriku sendiri. Buatlah aku mencintai Farel seutuhnya, karena hanya Farel lah yang pantas untuk aku cintai. Aku hanya ingin menyayangi Keenan sebagai Kakakku, nggak lebih," ucap Nadine, lalu ia pun berusaha memejamkan matanya berharap akan segera terlelap.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2