Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Jatuh Cinta


__ADS_3

Nadine mengguling-gulingkan tubuhnya di atas kasur karena tidak dapat memejamkan matanya. Pekerjaan yang seharusnya ia siapkan malam ini pun tertunda karena terus saja kepikiran tentang kata-kata Keenan tadi.


"Memang kamu mau kalau kejadian seperti Jefri terulang lagi?"


Ucapan Keenan selalu terngiang-ngiang di telinga Nadine, padahal ia baru saja ingin berusaha untuk mencintai Farel, tetapi kenapa malah Keenan membuatnya patah semangat. Lagipula apa maksud Keenan mengatakan hal itu padanya? Apa Keenan tidak suka jika ia mempunyai pacar, sedangkan Keenan sendiri sudah mempunyai pacar baru.


"Aduh … Kak Keenan apa-apaan sih, buat aku galau aja deh. Lebih baik aku Fokus aja sama pekerjaan untuk saat ini, ngapain juga aku pikirin kata-kata Kak Keenan. Lagipula aku ini sudah besar, sudah dewasa, nggak seharusnya lah Kak Keenan atur-atur aku seperti itu. Aku mau dekat sama siapa aja itu bukan urusan Kak Keenan," gumam Nadine, lalu ia pun beranjak dari tempat tidur dan melanjutkan pekerjaannya itu hingga selesai.


****


Keesokan hari di saat jam istirahat makan siang, Nadine dikejutkan dengan kedatangan Farel yang menghampirinya ke butik.


"Loh Farel, kamu kok nggak kabarin aku dulu kalau mau datang ke sini, ada apa?" Tanya Nadine.


"Maaf ya kalau aku mengganggu kamu, tapi seperti yang aku katakan tadi malam kalau aku kangen sama kamu, maka dari itu aku langsung ke sini tanpa kabarin kamu dulu," ucap Farel.


Nadine tersenyum, ternyata Farel memang tidak main-main dengan ucapannya itu.


"Oh … ya sudah kalau gitu kamu masuk aja," kata Nadine.


Farel pun mengikuti Nadine masuk ke dalam, ia duduk di sofa yang ada di dalam butik tersebut. Sedangkan Nadine yang tadi meninggalkan Farel sebentar kini telah kembali dengan membawakan dua botol minuman dingin beserta snack seadanya.


"Maaf ya di butik aku hanya ada ini aja. Silahkan diminum dan dinikmati cemilannya," ucap Nadine seraya meletakkannya sajiannya di atas meja.


"Terimakasih ya Nadine, seharusnya kamu nggak perlu repot-repot seperti ini lah. Lagipula sebenarnya aku datang ke sini karena mau ajak kamu sekalian makan siang, kamu bisa nggak makan siang denganku?" Ucap Farel.

__ADS_1


"Makan siang? Maaf ya Farel bukannya aku nggak mau, tapi saat ini aku lagi banyak banget kerjaan. Ada WO yang bekerja sama dengan butik aku dan seminggu lagi gaunnya ini harus sudah selesai," ucap Nadine.


"Oh begitu ya. Tapi bagaimanapun juga, sesibuk apapun pekerjaan kamu, kamu jangan sampai nggak makan lah Nadine, nanti kalau kamu sakit bagaimana? Pekerjaan kamu malah jadi berantakan juga kan," kata Farel yang tak bosan-bosan mengingatkan Nadine soal makan.


Akan tetapi menurut Nadine, bagaimanapun juga Farel memperhatikannya, tetap saja Keenan yang lebih perhatian terhadapnya, apalagi mereka tinggal satu atap.


"Iya, iya aku tahu. Terimakasih banyak ya Farel. Tapi aku benar-benar nggak bisa makan di luar, soalnya aku masih ada pekerjaan, bagaimana dong?" Kata Nadine.


"Oh … kalau soal itu kamu tenang aja ya, biar aku yang beli makanannya, nanti aku bawa makanannya ke sini deh, bagaimana?" Tanya Farel.


"Memangnya nggak buang-buang waktu ya, memangnya kamu lagi nggak ada pekerjaan?" Tanya Nadine.


"Enggak, kan aku bekerja di perusahaan aku sendiri. Jadi aku bisa izin kok datangnya sedikit terlambat, lagipula aku juga sedang tidak ada pekerjaan yang deadline. Jadi untuk sementara ada asisten aku yang menanganinya terlebih dulu," kata Farel


"Oh … gitu, ya sudah kalau emang seperti itu. Tapi lebih baik kamu nggak usah keluar deh Rel, kan bisa pesan online," ucap Nadine.


Nadine mengernyitkan dahinya. "Loh kok gara-gara aku?" Tanya Nadine kebingungan.


"Iya, karena sudah melihat kecantikan wajah kamu, aku jadi lupa segalanya deh," ucap Farel yang terlihat menggombal, tetapi sebenarnya ucapan itu tulus keluar dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Memang Nadine adalah wanita yang sangat cantik dan juga baik, siapapun lelaki yang sudah mengenal Nadine pastinya akan merasakan jatuh cinta, begitu juga dengan Farel yang sudah mencintainya sejak pandangan pertama. Akan tetapi Farel belum berani untuk mengungkapkan hal itu, karena menurutnya ini terlalu cepat. Ia masih ingin memastikan bahwa perasaannya ini benar adanya, bukan hanya sekedar kagum.


"Kamu bisa aja, gombal terus deh," kata Nadine tersipu malu dan hanya ditanggapi senyuman oleh Farel.


Lalu Farel pun memesan makanan sesuai apa yang mereka inginkan.

__ADS_1


****


Saat ini, Keenan dan Bianca sedang berada di sebuah restoran sesuai dengan keinginan Nadine yang memilih tempat tersebut untuk mereka bertemu sekaligus makan siang.


"Keenan, kamu tuh bisa nggak sih nggak cuekin aku seperti ini. Kita ini lagi makan bareng loh, kok kamu bisa-bisanya sih malah sibuk dengan ponsel kamu sendiri," ucap Bianca yang terlihat kesal, memang sedari tadi pria yang belum lama menjadi kekasihnya itu terlihat sibuk sendiri dan tidak menanggapi saat ia berbicara.


"Keenan, kamu dengar nggak sih aku bicara apa!" Bentak Bianca.


"Sorry, kamu bicara apa tadi Bi?" Tanya Keenan yang kini menatap ke arah Bianca.


"Tuh kan, kamu memang dari tadi cuekin aku tahu nggak. Tubuh kamu aja yang sekarang ada di sini denganku, tapi pikiran kamu nggak tahu lagi ada dimana," protes Bianca.


"Aku minta maaf Bi, tapi ini benar-benar penting. Klien aku yang chat katanya mau bertemu sore ini," jelas Keenan.


"Iya, tapi masih nanti sore kan? Dan sekarang kamu lagi bersama aku loh, bisa nggak kalau kamu fokus dulu ke aku. Kita ini jarang banget ketemu, kita berdua sama-sama sibuk. Apalagi kamu tahu kan kalau jadwal pemotretan aku juga padat, tapi hari ini aku berusaha untuk bisa bertemu dengan kamu. Kamu juga sudah ada di depan mata aku saat ini, tapi kamu malah cuek denganku seperti ini," ucap Bianca mengeluarkan segala unek-uneknya.


Keenan menghembuskan nafas secara perlahan mencoba untuk mengerti dengan situasi saat ini. Lalu ia pun meletakkan ponselnya itu di atas meja dan menatap wajah sang kekasih yang terlihat cemberut.


"Bi maafkan aku ya, aku janji nggak akan sibuk dengan ponsel aku lagi. Sekarang kita lanjutkan makannya ya," ucap Keenan berusaha untuk membujuk Bianca sembari memegang tangan kekasihnya itu.


Tetapi ternyata hal itu tak membuat Bianca terpengaruh, ia tetap saja masih terlihat kesal dengan sikap Keenan yang selalu cuek kepadanya.


"Sudahlah Keenan, selera makan aku sudah hilang. Lagipula aku juga masih ada pemotretan. Lebih baik kamu aja yang makan sendiri, aku mau balik lagi ke lokasi pemotretan," ucap Bianca yang beranjak dari tempat duduknya, lalu ia pun segera saja melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Keenan.


Sedangkan Keenan hanya terdiam saja melihat punggung Bianca yang semakin menjauh meninggalkannya.

__ADS_1


"Ya ampun Keenan, kamu sama sekali nggak peka, kamu sama sekali nggak peduli lihat aku pergi. Padahal kamu tahu kalau kamu yang salah dan aku saat ini lagi marah sama kamu. Seharusnya kamu itu kejar aku Keenan, pujuk aku, cegah aku untuk tidak pergi," gumam Bianca dalam hati. Lalu ia pun benar-benar pergi meninggalkan Keenan di restoran tersebut.


Bersambung …


__ADS_2