Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Muncul Rasa Takut


__ADS_3

Meskipun acara pernikahan Farel dan Nadine sudah dibatalkan, tetapi keluarga Collin dan juga kedua orang tua Dinda masih tampak berada di dalam gedung acara pernikahan. Berbeda halnya dengan keluarga Jaya, karena merasa malu dengan sikap anaknya itu, mereka langsung pergi meninggalkan lokasi acara bersama dengan Bianca juga.


Di saat ini terlihat Keenan yang merasa kasihan terhadap Nadine dan berusaha untuk terus saja menyemangati adiknya itu.


"Nadine, kamu yang sabar ya. Untungnya pernikahan kalian belum sah, Tuhan sudah menunjukkan dulu siapa Farel. Jika tadi Kalian berdua sudah terlanjur menikah, lalu Bianca tiba-tiba saja datang dan mengungkapkan akan hal itu, itu akan lebih menyakitkan lagi kan? Pasti akan menjadi masalah baru," ucap Keenan.


"Iya Kak, sebenarnya aku nggak masalah Kak nggak jadi menikah dengan Farel. Karena Kakak kan tahu sendiri kalau aku sangat terpaksa, tetapi aku hanya berpikir kenapa ya Kak nasib aku kok seperti ini, kenapa nasib aku begini banget, apa memang aku tidak pantas untuk menikah? Terlebih lagi di saat ini aku sedang mengandung," ucap Nadine dengan buliran bening yang keluar dari sudut matanya.


Lalu Keenan pun meraih tubuh Nadine ke dalam dekapannya, berharap jika Nadine akan lebih tenang.


Melihat akan hal itu membuat Cynthia pun menjadi iba, ia merasa bersalah karena sampai sekarang belum mengatakan hal yang sebenarnya kepada mereka. Apakah ia harus melawan rasa egoisnya itu? Apakah ia akan membiarkan saja Nadine dan Keenan bersama? Toh apa bedanya mereka berdua menjadi saudara dengan menjadi pasangan, bukankah akan tetap bersama-sama selamanya. Bukankah jika Nadine menikah dengan orang lain begitu juga Keenan, malah membuat mereka nantinya akan berpisah.


Semua itu pun membuat Cynthia merasa kebingungan, bahkan tidak ada yang tahu apa maksud Cynthia sebenarnya. Hati kecilnya sendiri saja tidak mengetahui akan hal itu. Hingga terbesit di dalam hatinya ingin memberitahu hal yang sebenarnya, tetapi di saat ia hendak melawan rasa egoisnya itu, entah kenapa malah muncul rasa takut. Ia takut salah karena setelah apa yang terjadi, bahkan ia sudah tega menghancurkan kebahagiaan cucu-cucunya sendiri, ia baru mengatakan hal yang sebenarnya. Ia takut jika Nathan, Dinda, Keenan, Nadine, bahkan semuanya akan marah dan malah menyalahkannya. Sehingga ia pun mengurungkan niatnya itu lagi.


"Nadine, sudah ya Sayang. Kamu jangan sedih terus seperti ini, bukankah kamu tidak mencintai Farel. Anggap saja memang kamu dan Farel tidak berjodoh, semoga kamu bisa cepat menemukan pria yang lain yang bersedia untuk menikahi kamu," ucap Cynthia


"Enggak Oma, jangan pernah mencarikan aku jodoh lagi. Ma, Pi, Oma, Kek, Nek, aku sudah memutuskan kalau aku tidak mau menikah dengan siapapun. Aku akan mempertahankan bayi di dalam kandungan ini, tapi bukan berarti aku membutuhkan pendamping. Enggak sama sekali, buktinya dulu Mama bisa kok mengandung dan melahirkan aku tanpa suami. Jadi aku yakin kalau aku juga bisa seperti Mama," ucap Nadine dengan air matanya yang bercucuran.

__ADS_1


"Nadine, kenapa kamu berbicara seperti itu Nak. Kamu jangan berbicara seperti itu ya, Mama yakin akan ada hikmah dibalik ini semua, kita pasti akan menemukan solusinya. Mama tidak mau kamu merasakan penderitaan yang dulu pernah Mama rasakan," ucap Dinda yang kini pun mendekati anaknya itu serta memeluknya.


Nadine pun menangis tersedu-sedu meluapkan rasa kesedihannya itu di dalam dekapan sang Ibu.


"Jadi aku harus bagaimana Ma, aku harus berbuat apa lagi. Aku nggak mau lagi Ma dijodohkan, dicarikan pendamping, jika nanti akhirnya orang itu akan pergi meninggalkan aku. Apalagi dengan kondisi aku yang seperti ini Ma, tidak akan mungkin ada yang bisa menerima aku apa adanya," ucap Nadine.


"Sudahlah, jika memang itu keputusan Nadine yang terbaik, lebih baik Nadine ikut Nenek saja ke Bandung. Kamu tinggal di sana, kamu lupakan masa lalu kamu di sini, kamu mulai kehidupan yang baru. Nenek janji akan selalu mendampingi kamu, akan selalu menjaga kamu dan anak kamu nanti, seperti dulu Nenek menjaga Mama kamu dan juga kamu tanpa adanya seorang ayah," ucap Santi yang kini pun ikut angkat bicara, karena menurutnya dia juga adalah Nenek Nadine, jadi berhak dan sudah sepantasnya menyampaikan pendapatnya.


"Aku setuju, aku setuju dengan ide Nenek. Aku akan ikut Nenek ke Bandung," ucap Nadine yang langsung saja menyetujuinya.


"Tidak, Oma tidak setuju. Oma Tidak mau kamu pergi meninggalkan Oma. Kamu tahu kan Oma dan Opa pulang ke sini agar bisa berkumpul dengan keluarga, lalu kenapa kamu mau pergi Nadine," bantah Cynthia.


"Aku setuju apa yang dikatakan Nenek, lebih baik memang Nadine tinggal di Bandung. Jadi tidak ada yang tahu tentang kehamilan Nadine," ucap Keenan.


"Keenan, kamu kenapa jadi ikut-ikutan seperti itu. Kamu tidak peduli juga dengan Oma dan Opa kamu," ucap Cynthia yang tak terima.


"Bukan seperti itu Oma, tapi ini adalah keputusan yang terbaik Oma untuk Nadine. Kasian Nadine kalau dia tetap berada di sini, semakin lama perutnya itu akan semakin terlihat membesar, pasti semua teman-teman Nadine akan tahu dan akan menganggap Nadine ini wanita yang tidak benar karena sudah hamil tanpa suami. Apa Oma tidak kasihan melihat Nadine," ucap Keenan yang membuat Cynthia pun bungkam.

__ADS_1


"Ma, menurut aku apa yang dikatakan oleh Ibu itu benar. Memang lebih baik Nadine tinggal bersama dengan Ibu di Bandung, siapa tahu di sana nanti Nadine akan menemukan jodohnya. Tetapi kalau tetap di sini, kasihan Nadine Ma. Nadine akan terus mengingat bagaimana tentang kondisi dirinya, terlebih lagi itu adalah anak Keenan, Keenan juga berada di sini kan, mereka akan semakin merasa tersiksa dengan keadaan ini karena tidak bisa bersatu Ma. Aku harap Mama mengerti, bukan karena kita semua sengaja mau memisahkan Mama dengan Nadine, tidak Ma. Lagipula bukankah selama ini Nadine juga tidak tinggal bersama Mama? Nadine dari kecil sudah terbiasa hidup bersama Ibu. Jadi aku mohon Mama bisa mengerti, ini semua demi kebaikan Nadine," ucap Nathan.


"Terserah kalian saja lah kalau memang menurut kalian itu adalah yang terbaik. Kalian semua sepertinya memang tidak pernah menganggap saya ada di sini. Sudahlah lebih baik sekarang saya pulang, lebih baik saya bersama dengan suami saya. Karena kalian semua sama sekali tidak ada yang peduli dengan saya," ucap Cynthia dan ia pun segera beranjak dari tempat duduknya hendak pergi.


"Mbak, saya minta maaf jika usul saya itu sudah menyinggung perasaan Mbak atau membuat Mbak kecewa. Tetapi saya hanya memikirkan nasib cucu saya kedepannya nanti Mbak, cucu kita," ucap Santi.


Tanpa menggubris ucapan Santi, Cynthia pun segera saja melangkahkan Kakinya hendak meninggalkan keluarganya itu.


"Oma mau kemana?" Tanya Nadine tanpa jawaban.


"Kak Nadine, biar aku dan Kenzie yang menemani Oma pulang terlebih dulu ya," ucap Kenzo.


"Iya Kak, Kakak di sini saja dulu bersama Papi, Mama, Kak Keenan, Nenek dan Kakek," ucap Kenzie.


"Ya sudah kalian pergi saja temani Oma," ucap Nathan dan ditanggapi anggukan kepala oleh kedua anak kembarnya itu.


Lalu Kenzo dan Kenzie pun segera saja menyusul omanya dan ikut pulang ke rumah diantar oleh supir.

__ADS_1


Bersambung …



__ADS_2