Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Masih Menyimpan Rahasia


__ADS_3

Meskipun berada di dalam kamar, Francisco yang merupakan ayah dari Nathan itu saat ini tetap menggunakan peralatan medis sama halnya seperti saat ia berada di rumah sakit. Karena ia yang belum juga sadar sampai saat ini. Bahkan Cynthia juga membawa Fransisco kembali ke Indonesia dengan menggunakan jet pribadi yang diutus oleh Keenan, mengingat kondisi ayahnya yang seperti itu. Francisco sendiri yang meminta untuk tak lagi mengobatinya di luar negeri, ia ingin berada di Indonesia bersama dengan keluarganya. Karena bagi Frans, apapun yang dilakukan oleh keluarganya sama sekali tidak akan bisa membuatnya sembuh, hanya akan membuang-buang uang saja. Sedangkan saat ini saja Fransisco hidup tapi bagaikan mati, tetapi meskipun demikian hal itu cukup membuat Nathan dan keluarganya merasa senang karena dapat melihat orang tua mereka itu.


Nadine mendekati sang Kakek, ia meneteskan air matanya, mengingat bagaimana dulu pertemuannya dengan Francisco saat pertama kali ia mengetahui pria tersebut adalah kakeknya. Frans begitu menyayanginya, beliau tak pernah membedakan antara Nadine dan Keenan meskipun beliau lebih dulu mengenal Keenan.


"Opa, saat ini Opa sedang berada di Indonesia. Opa sedang berada di dekat Nadine, Kak Keenan, Mama, Papi, Oma, Kenzo dan Kenzie. Kita semua sangat menyayangi Opa, Opa bangun ya supaya kita bisa berkumpul lagi. Nadine ingin sekali menghabiskan waktu bersama Opa seperti dulu," ucap Nadine yang kini air matanya pun tampak bercucuran.


Keenan yang melihat akan hal itu pun ikut mendekati adik dan juga kakeknya itu.


"Hai Opa, aku Keenan. Sudah lama sekali kita tidak bertemu Opa. Semenjak aku dewasa dan sibuk dengan urusanku sendiri, kita jarang sekali menghabiskan waktu bersama seperti saat aku masih kecil. Hingga pada akhirnya Opa sakit dan dibawa ke luar negeri. Aku benar-benar sangat merindukan Opa, aku mau Opa bangun supaya kita bisa bermain bersama lagi. Kita bermain bersama Nadine, Mama, Papi, Oma dan si kembar. Opa, aku yakin Opa pendengar ucapan aku dan Nadine kan? Opa harus kuat, Opa harus bangun ya," ucap Keenan yang juga tak bisa membendung air matanya sehingga mengalir deras bak air sungai.


Lalu Keenan dan Nadine pun berpelukan, meluapkan rasa kesedihan yang mereka rasakan saat ini.


Di saat itu Cynthia melihat keduanya, ada rasa takut di saat ia melihat Keenan dan Nadine sedekat itu. Karena bagaimanapun juga sampai saat ini Cynthia masih menyimpan rahasia yang belum diketahui oleh siapapun, bahkan suaminya sendiri.


"Keenan, Nadine, kalian belum tidur? Ini kan sudah malam. Sekarang kalian kembali ke kamar masing-masing ya, biar Oma yang menjaga Opa kalian di sini," ucap Cynthia.


"Nggak usah Oma, biar Nadine aja yang di sini jaga Opa. Kak Keenan dan Oma aja ya yang kembali ke kamar," ucap Nadine.

__ADS_1


"Enggak, biar aku aja yang jaga Opa. Lebih baik Oma dan kamu Nadine yang ke kamar istirahat. Kalian itu perempuan, biar aku saja sebagai laki-laki yang menjaga Opa," kata Keenan.


"Memang apa bedanya antara laki dan perempuan Kak, tidak ada. Apalagi ini adalah untuk Opa, Opa ini juga kakek aku," ucap Nadine.


"Sudah, sudah, kalian tidak perlu ribut seperti itu. Ya benar kata Nadine, mau perempuan atau laki-laki itu sama saja, karena Oma juga yang menjaga Opa selama di luar negeri. Oma juga perempuan kan, karena Oma adalah istrinya, begitu juga dengan kalian cucu-cucunya yang berhak untuk menjaga Opa. Tetapi besok kalian berdua itu ada pekerjaan masing-masing, jadi kalian berdua harus tidur dengan nyaman," ucap Cynthia.


Aku bisa kok tidur di sini dengan nyaman, sambil menjaga Opa. Memang apa salahnya," ucap Nadine.


"Aku juga bisa Oma. Sekarang yang butuh istirahat itu Oma, karena Oma sudah jauh-jauh datang lagi di luar negeri. Di sini ada anak dan juga cucu-cucu Opa, masa iya harus Oma juga yang menjaga Opa," kata Keenan.


"Apa yang kalian ributkan Keenan, Nadine. Opa kalian mau beristirahat. Sekarang kalian kembali ke kamar masing-masing, biar Oma yang berada di sini. Menurut kalian, Oma harus kembali ke kamar yang mana? Inilah kamar Oma dan Opa, Oma akan tidur di samping Opa menemani Opa selayaknya istri Opa," ucap Cynthia.


"Aku lupa jika saat ini Keenan dan Nadine sudah semakin dewasa, sedangkan aku masih menyimpan rahasia itu rapat-rapat. Apakah keputusan aku ini benar dengan membiarkan Keenan dan Nadine menjadi saudara selamanya?" Batin Cynthia.


****


"Farel Kamu itu sudah membuat hidup aku tidak tenang. Aku sampai harus meninggalkan jadwal pemotretanku karena takut tiba-tiba saja Keenan datang menemuiku," ucap Bianca.

__ADS_1


"Kenapa sekarang kamu malah menyalahkanku Bi. Sudah jelas-jelas ini semua ide gila kamu, tapi sekarang kamu malah mengatakan ini semua kesalahanku," bantah Farel.


"Iya ini memang ideku, tapi semua berantakan karena kamu tidak berhasil menahan Keenan hingga dia membawa Nadine pergi," ucap Bianca.


"Tetap saja kamu tidak bisa menyalahkan Bianca. Kamu sendiri yang sudah melepaskan Keenan sehingga dia bisa mengambil Nadine dariku malam itu, kalau tidak karena kamu yang bodoh, sudah pasti Nadine menjadi milikku seutuhnya," ucap Farel.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Farel? Aku yakin Nadine dan Keenan pasti ingin menanyakan kejadian malam itu, kenapa mereka bisa seperti itu dan akan curiga bahwa kita yang menyebabkan itu semua. Tapi yang membuatku heran, kenapa ya mereka berdua bisa lolos. Bukannya efek dari obat itu bekerja sangat cepat, bahkan saat di kamar itu saja aku sudah melihat Keenan yang sudah mulai merasakan hal itu, hanya saja dia memaksa untuk bangun," ucap Bianca.


"Ya, bahkan di saat itu Nadine sudah merasa kepanasan dan tidak sadar karena dalam pengaruh obat tersebut. Aku juga bisa melihat Keenan yang sudah sangat sempoyongan saat memukuliku dan membawa Nadine pergi. Kemana mereka pergi? Bagaimana caranya mereka melepaskan hasrat yang sudah pasti tidak akan tertahankan," ucap Farel yang tampak kebingungan.


"Jangan-jangan obat yang kamu beli itu palsu, sebenarnya sama sekali tidak membuat mereka menjadi lebih bergairah," ucap Bianca.


"Enak saja kamu bicara, aku membeli obat itu dari seseorang yang sudah biasa membelinya. Atau kamu mau mencoba meminumnya bersamaku," hardik Farel.


"Idih, aku tidak sudi ya Farel. Aku hanya ingin melakukannya bersama Keenan, bukan denganmu atau yang lainnya," ucap Bianca.


"Apa kamu pikir aku mau? Aku juga tidak akan sudi Bianca," ucap Farel.

__ADS_1


Keduanya pun sama-sama memutar bola mata malas dan saling membelakangi, enggan meladeni lawan bicaranya itu.


Bersambung …


__ADS_2